Kontrol Analog Vainglory Ternyata Nggak Sekedar Niru Mobile Legends dan AoV!

2 months ago

Game moba di prangkat mobile memang semakin banyak, bahkan beberapa darinya sangat populer di kalangan gamer tanah air. Sebut saja seperti Mobile Legends (ML), Arena of Valor (AOV), dan Vainglory. Jika para pemain ML dan AOV sering kali bertengkar masalah mana yang lebih dulu dibuat, maka berbeda halnya dengan para pemian Vainglory yang suka mengejek gamer ML dan AOV dengan candaan; “Moba kok analog!”

Kalian tentu tahu beberapa judul game moba di PC yang sangat populer sampai saat ini, bahkan moba populer seperti Dota, LOL sudah masuk ke dalam Esports. Dan sejatinya kontrol game moba lebih mudah dimainkan dengan cara tab jika dimainkan di PC.

Sumber: Amino

Penyesuiana kontrol game semacam moba ke perangkat mobile bukanlah hal yang salah, jika ML dan AOV lebih memilih kontrol analog untuk kenyamanan gamer dalam memainkan game moba mereka, jelas ini juga tidak salah. Hal utama yang terpenting ialah kenyamanan gamer dalam bermain.

Vainglory sejak perilisan pertamanya pada 16 November 2014, kontrol permainan yang diusung masih mengadopsi jenis kontrol yang digunakan pada game seperti Dota dan LOL. Dan ternyata hal ini juga disambut baik oleh para penikmat moba ditambah lagi Vainglory tampil dengan grafis yang sangat bagus.

Dengan semakin maraknya jenis game moba bermunculan, jelas pihak Vinglory tidak ingin game andalah mereka sepi pemain. Oleh sebab itu di awal tahun lalu mereka merilis jenis permainan baru yaitu 5v5 yang lebih dulu dilakukan oleh ML dan AOV.

Sumber: E-Sports Source

Sumber: E-Sports Source

Candaan akan Vainglory yang disebut sebagai game bersekala kecil pun mulai surut. Lelucon tentang 3v3 yang dilontarkan oleh para pemain ML dan AOV sebagai game dengan map kecil pun dibungkam dengan kehadiran 5v5. Apakah Vainglory disebut meniru ML dan AOV, saya rasa bisa iya bisa juga tidak, maksudnya tidak terlalu penting untuk dipermasalahkan hal itu. Sebab setiap game tentu mengalami berbagai macam perkembangan untuk menarik minat para gamer agar memainkannya. Dan keputusan Vainglory menghadirkan 5vs5 berhasil menciptakan keseruan baru yang membuat para gamer baru beramai-ramai memainkannya.

Lalu baru-baru ini lewat update 3.3 yang diluncurkan oleh Vainglory, muncul kontrol baru yang membuat para gamer Vainglory merasa sedikit terusik. Pada update terbaru ini pihak Super Evil Megacore selaku perusahaan pengembang game ini meluncurkan jenis kontrol baru berupa joystick alias analog kontrol. Jelas hal ini cukup menjadi polemik di kalangan para gamer sebab kemungkinan para gamer ML dan AOV akan menyerang dengan menyebut Vainglory meniru game mereka. Dan lelucon tentang “moba kok analog!” dikalangan gamer Vainglory pun terasa tidak relevan lagi untuk ML dan AOV.

vainglory

Sumber: Heavy

Seperti yang saya jelaskan di atas bahwa transpormasi perkembangan yang dilakukan pihak pengembang terhadap Vainglory jelas semata-mata untuk kenyamanan para gamer sekaligus menarik minat para gamer baru untuk memainkan game mereka. Dan ini adalah hal yang sah-sah saja selagi pengembangan kontrol baru ini dihadirkan dengan kualitas yang baik.

Sejauh ini ketika saya mencoba menggunakan analog saat bermain Vainglory semuanya masih terasa agak kaku. Setiap pemain tentu butuh penyesuaian diri, terutama untuk beberapa jenis hiro tertentu yang saya rasa lebih nyaman dikendalikan dengan kontrol tab. Hal minor lainnya yang juga cukup mengganggu saat menggunakan kontrol analog ialah, beberapa tombol jadi terlihat banyak dan memenuhi layar, padahal sebelumnya saat menggunakan kontrol tab—terutama di bagian sisi kanan layar, sudut pandang tidak tertutupi oleh tiga tombol skill.

Namun yakinlah bahwa tentu pihak pengembang akan kembali memperbaiki hal ini dan menemukan solusi yang baik untuk kedepannya.

Kelebihan menggunakan anlog jelas ini terletak pada kenyamanan jari dalam menggerakkan hiro yang digunakan, tombol skill juga mudah diakses karena tidak lagi berupa kotak kecil di tengah layar yang apabila dimainkan pada smartphone berlayar sedang agak sulit diakses—hal ini terutama untuk para pemula yang sebelumnya merupakan gamer ML dan AOV yang lebih terbiasa menggunakan analog.

Sumber: Vainglory

Sumber: Vainglory

Selain analog, update 3.3 juga menghadirkan tampilan antar muka baru dengan balutan warna biru agak gelap serta hero baru yang menjadi desain antar muka halaman utama. Hero samurai ini bernama Kensei dan sangat nyaman digerakkan menggunakan kontrol analog.

Melihat kualitas yang dimiliki oleh Vainglory mulai dari jenis hiro yang original, grafis yang jauh lebih bagus daripada ML dan AOV, serta kesolitan gameplay yang tidak perlu diragukan lagi, bisa jadi para veteran gamer ML dan AOV bisa hijrah ke Vainglory. Mungkin hal ini juga yang menjadi perhitungan paling kuat untuk Super Evil Megacore memutuskan meluncurkan kontrol analog. Selain itu juga, dengan hadirnya kontrol analog, kemungkinan besar pihak Super Evil Megacore meluncurkan alat penunjang seperti joystick portable yang bisa dipasang di smartphone untuk mempermudah permainan. Hitung-hitung nambah penghasilan buat pihak pengembang!

Setiap game moba yang ada saat ini, tentu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, jadi daripada mempermasalahkan mana yang lebih duluan dibuat, jenis kontrol apa yang digunakan, atau mana yang lebih baik, seharusnya tidak lagi perlu diperdebatkan. Lagi pula sebuah game kembali lagi pada selera setiap orang. Kalian mau bermain game yang seperti apa?

Sumber: Steemit

Sumber: Steemit

Jika terus mempermasalahkan semua hal itu tentu ini tak akan ada habisnya. Lagi pula jika pihak pengembang tidak keberatan kompetitor mereka mengembangkan hal yang serupa dengan game mereka, untuk apa juga harus dipermasalah. Berbeda halnya jika terjadi pelanggaran hak cipta seperti jenis hiro, lalu pihak pengembang melakukan gugatan hukum atas tuduhan penjiplakan. Nah, ini merupakan hal yang wajar untuk dipermasalahkan.

Jadi mana yang lebih baik; ML, AOV, atau Vainglory? Hehehe, tentu kalian punya jawaban versi kalian masing-masing bukan!

About Author

Loganue Saputra Jr.

Loganue Saputra Jr.

Alfian Noor atau yang memiliki nama pena Loganue Saputra Jr. penulis novel Bersamamu dalam Batas Waktu (2014), selain suka menulis fiksi, ia juga memiliki hobi bermain video game, melukis, serta menonton film. Saat ini tinggal di Samarinda Kalimantan Timur dan aktif di Instagram @alpiannoor

Comments

Most
Popular

Dragon Capital Centre Mengumumkan Logo Baru CIAYO Corp

PT Dragon Capital Centre mengumumkan logo baru yaitu "CIAYO Corp" sebagai bagian dari strategi korporat dalam mengembang.. more

AOV

Serunya Grand Final Battle of Valor 2017

Kesuksesan Mobile Arena ini menjadi alasan digelarnya event game terbesar bertajuk “Battle of Valor”. Coba siapa yan.. more

Hotaru 6 ITB (CIAYO Pictures)

Liputan Hotaru 6 ITB: Event Gratis Buat Pecinta Budaya Jepang

Minggu, 21 Mei lalu, lapangan CC Barat dan Timur Institut Teknologi Bandung ramai dengan pengunjung, cosplayer, serta pe.. more

Sumber gambar: manga-news.com

Naruto Shippuden: Ultimate Ninja Storm Trilogy yang Dibuat Untuk Nintendo Switch!

Jadi buat fans Naruto, terutama pemain serial Ultimate Ninja Storm yang saat ini memiliki Nintendo Switch, ini adalah ke.. more

Sumber gambar: thegeekclinic.wordpress.com

Anime-Anime Keren Ini Ternyata Diangkat dari Video Game Lho!

Jepang. Anime-anime di bawah ini dibuat berdasarkan video game berjudul sama yang lebih dulu lahir dan meraih popularita.. more