Kulari Ke Pantai dan Generasi Wicis

11 months ago

Kulari ke hutan kemudian menyanyiku

Kulari ke pantai kemudian teriakku 

Sepi.. sepi dan sendiri, aku benci

Aku ingin bingar, aku ingin di pasar

Bosan aku dengan penat

dan enyah saja kau pekat

Seperti berjelaga jika kusendiri

Pecahkan saja gelasnya biar ramai!

Setelah 18 tahun berlalu sejak Petualangan Sherina yang bisa dibilang pionir bangkitnya kembali perfilman Indonesia, produser Mira Lesmana dan sutradara Riri Riza kembali menghadirkan film anak berjudul Kulari Ke Pantai, yang uniknya judul tersebut jika diperhatikan mungkin sebenarnya berasal dari salah satu bait puisi Cinta dalam film Ada Apa Dengan Cinta yang merupakan hasil produksi Miles Films juga.

Petualangan Sherina (Sumber: IDN Times)

Hadirnya kembali film anak ini (bersamaan dengan film anak lainnya yang mulai muncul di bioskop akhir-akhir ini seperti Naura dan Genk Juara juga Koki-Koki Cilik) patut diapresiasi mengingat minimnya kehadiran film anak di Indonesia sekarang.

Film ini juga menghadirkan berbagai aktor dan aktris anak, Maisha Kanna yang berperan sebagai Sam, Lil’li Latisha yang berperan sebagai Happy, termasuk M. Adhiyat yang memukau kita di film Pengabdi Setan dengan perannya sebagai Ian.

Jajaran cast film Kulari Ke Pantai (Sumber: Rariamedia)

Riri Riza dan Pariwisata

Salah satu adegan di AADC 2 (Sumber: Dream Travel)

Riri Riza telah sukses membangkitkan pariwisata Jogja dan Bangka Belitung lewat film AADC 2 dan Laskar Pelangi.

Beberapa saat setelah syuting AADC 2, bahkan ada beberapa pihak yang menyelenggarkan tur keliling tempat syuting AADC 2 di Jogja tempat Rangga dan Cinta saling bernostalgia, dan Bangka Belitung masih menjadi destinasi banyak orang hingga sekarang, bahkan Andrea Hirata pernah mengatakan bahwa film Laskar Pelangi meningkatkan pariwisata di Bangka Belitung hingga 1.800 persen!

Salah satu tempat syuting Laskar Pelangi yang rutin didatangi wisatawan (Sumber: IMDB)

Saya sendiri menjadi tertarik dengan Sate Klathak Pak Bari, salah satu tempat yang didatangi Rangga dan Cinta di Jogja. Sayangnya, di film Kulari Ke Pantai ini, Riri Riza tampak kurang berhasil mengulang hal yang sama.

Selain jumlah penontonnya yang memang tidak sesignifikan Laskar Pelangi dan AADC 2 yang mencapai jutaan penonton, dalam film ini lokasi-lokasi syuting yang berada di berbagai lokasi di Jawa gampang untuk terlupakan begitu saja.

Padahal premis film ini sangat mendukung untuk hal tersebut, dimana inti film ini adalah tentang perjalanan Sam, Happy dan ibu Sam dari Jakarta menuju Banyuwangi dengan menyusuri Jawa menggunakan mobil. Tapi bahkan ketika film baru berakhir saya sudah lupa lokasi apa saja yang muncul di film itu, tidak ada yang mengena sedikit pun.

Generasi Wicis

Lil’li Latisha yang berperan sebagai Happy (Sumber: Radar Semarang)

Meskipun agak kecewa karena gagalnya Riri Riza membangkitkan pariwisata lewat film ini, saya masih senang dengan beberapa hal seperti plotnya yang rapi dan tidak amburadul, jajaran cast komika seperti Dodit Mulyanto yang menambah kelucuan dalam film ini, juga kritikan film ini terhadap generasi wicis.

Apa itu generasi wicis?

Generasi wicis adalah julukan beberapa blogger terhadap generasi millenial kelas menengah keatas yang banyak menggunakan campuran antara bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dalam percakapan sehari-hari, dimana salah satu padanan kata yang sering dipakai adalah which is.

Dibanding kota-kota lainnya, Jakarta adalah tempat paling masif generasi wicis, dimana bahkan banyak anak-anak kelas menengah ke atas yang sampai menggunakan bahasa Inggris dalam percakapan sehari-harinya dan seolah-olah melupakan bahasa Indonesia, bahkan ada yang sampai kaku dalam berbicara bahasa Indonesia!

Fenomena generasi wicis ini bisa dibilang cukup mengkhawatirkan.

Happy yang merupakan salah satu tokoh sentral dalam film ini merupakan cara Riri Riza mengkritik hal tersebut, Happy diceritakan merupakan anak yang tinggal di Jakarta dan berasal dari keluarga menengah keatas. Dalam sehari-harinya, ia berbicara dalam bahasa Inggris.

Saat Happy dipertemukan dengan Suku Dani, seorang bule keturunan Amerika yang uniknya berbicara bahasa Indonesia dengan logat Papua, kritikan itu dilontarkan.

“Saya berbicara bahasa Inggris itu kalau di Amerika, adek. Kalo di Indonesia saya berbicara dengan bahasa Indonesia!”

Suku Dani, yang mempunyai nama asli yang sama dengan perannya di film Kulari Ke Pantai (Sumber: Akurat.co)

Sebenarnya apa yang membuat menjamurnya keberadaan generasi wicis yang lebih senang berbahasa Inggris dibandingkan berbahasa Indonesia ini?

Pertama, status sosial. Kelancaran dalam berbahasa Inggris membuat seseorang terkesan lebih ‘berkelas’ dan ‘cerdas’ di masyarakat kita dibandingkan orang-orang yang berbahasa Indonesia, apalagi bahasa daerah.

Kedua, sekolah swasta yang menjadikan bahasa Inggris sebagai bahasa utama. Di Jakarta, keberadaan sekolah swasta seperti ini yang didatangi oleh anak-anak dari kelas menengah ke atas banyak sekali dimana bahasa Indonesia tidak dijadikan bahasa utama dan para murid menjalani pelajaran-pelajaran mereka dalam bahasa Inggris.

Ini berlanjut ke rumah dimana para guru meminta para orang tua untuk berbicara dengan anak mereka dalam bahasa Inggris, bahkan banyak juga orang tua yang akhirnya meminta baby sitter mereka untuk berbicara dengan anak mereka dalam bahasa Inggris.

Ini cukup ironis karena, Indonesia dengan berbagai bahasa daerahnya yang beragam, justru bersatu dan meraih kemerdekaannya karena perjanjian untuk menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, dimana hari ketika perjanjian itu dibuat kita peringati hari ini sebagai hari Sumpah Pemuda yang kita peringati tiap tanggal 28 Oktober.

Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia.

Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.

Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia!

***

Bagaimana menurut kalian?

About Author

Muhammad Al Fatih Hadi

Muhammad Al Fatih Hadi

Mempunyai dua nama panggung yaitu Nocturne dan Buluidung. Book nerd, movie freak. Sedang merantau ke Al-Ain, Uni Emirat Arab, entah sebagai pelajar atau sebagai TKI. Jika tertarik menghubunginya, bisa lewat akun instagramnya @Fatihnokturnal14. Jika tidak tertarik, ya sudah.

Comments

Most
Popular

sumber: store.playstation.com

Review Iconoclasts: Game Platform Retro yang Akan Membuat Kita Lupa Waktu

Game platform dengan visual 16 bit memang terdengar ketinggalan zaman di era game 3D yang semakin generik dan menjamur d.. more

Komik Infinity Wars Prime

Review Komik Infinity Wars Prime – Sebuah Kejutan Yang Super gelap

Komik Infinity Wars Prime akan lebih menyoroti pada pertemuan para pemegang Infinity Stone (Infinity Watch) yang baru. K.. more

00-d-fix-you

Fix You: Kehebohan Bengkel Robot di Pedesaan

Fix You mengisahkan Guidi yang bermimpi menjadi pembuat robot, namun malah terdampar di bengkel robot di kampung sebagai.. more

Rumor Film Terbaru Dragon Ball Ternyata Benar! Dan Akan Dirilis Desember 2018

Santer terdengar kabar anime Dragon Ball Super dihentikan untuk membuat film Dragon Ball terbaru. Rumor tersebut ternyat.. more

Sumber: CIAYO Comics

Keluarga Patromax, Lucunya keseharian Keluarga yang Gak Biasa

Satu lagi, komik bertemakan keluarga yang bisa bikin kamu ketawa!.. more