Kurang Motivasi untuk Berkarya? Deretan film tentang Author ini Pasti Bisa Menambah Motivasimu!

2 months ago
Sumber: Personal Editing

Jika kalian bekerja di bidang kreatif seperti illustrator, komikus, ataupun penulis, pasti pernah mengalami yang namanya kebuntuan. Bagi penulis, hal itu disebut writer’s block dan diadaptasi menjadi artblock bagi para ilustrator. Kehilangan ide ataupun kurang bersemangat dalam berkarya ini yang menjadi hambatan terbesar bagi para pekerja kreatif.

Writer’s block? Mungkin belum mandi (Sumber: whiskeyriversoap.com)

Writer’s block? Mungkin belum mandi (Sumber: whiskeyriversoap.com)

Faktor-faktor seperti ide yang sulit untuk dituangkan, hasil gambar yang tidak sesuai keinginan, malas berkarya, hingga hambatan dari luar seperti pekerjaan utama yang lebih menyita waktu, orang sekitar yang menyepelekan profesi pekerja kreatif, juga tidak adanya bahan referensi yang ideal bisa menghambat proses kreativitas seorang author. Akibatnya? Bisa melemahkan motivasi yang ada.

Jika sudah begini, author tidak boleh memanjakannya. Sebagai author, pasti ada tuntutan untuk konsisten dalam berkarya sehingga harus segera mengembalikan motivasi berkarya. Berbagai cara dilakukan, seperti berjalan-jalan, belanja, hingga menghibur diri dengan menonton film yang bisa mengembalikan motivasi. Kalau kalian butuh referensi, beberapa film dan anime ini bisa mengembalikan motivasi dalam berkarya.

Shirobako

Shirobako (Sumber: myanimelist.net)

Shirobako (Sumber: myanimelist.net)

Kalau ingin melihat betapa sibuknya pekerja di studio animasi, coba deh nonton anime yang satu ini. Di episode awal, anime yang tayang pada 2014 ini bercerita tentang lima sekawan yang membuat klub animasi di sekolahnya. Kesuksesan menampilkan film animasi amatir di festival sekolah membuat mereka ingin menapaki karir lebih tinggi di dunia animasi. Meskipun demikian, hanya dua orang yang berhasil bekerja di perusahaan animasi, bernama Musashino Animation.

Dalam dunia animasi Jepang berlaku sistem kejar tayang. Anime yang akan ditayangkan, biasanya baru selesai produksi beberapa hari sebelumnya. Berlomba dengan deadline dan kerja sama tim yang terkadang dibumbui drama kehidupan pribadi masing-masing, membuat anime ini bisa ditonton oleh bro sis yang ingin merasakan sulitnya mengejar waktu yang tak pernah berhenti menunggu.

Blue Blaze (Aoi Honoo)

Mengambil setting waktu di awal 1980-an, Honoo Moyuru adalah mahasiswa di sebuah universitas seni di Osaka. Dengan kemampuannya, dia percaya diri dan bersemangat dalam menggapai impian menjadi mangaka. Hatinya sempat goyah dan ingin menjadi animator. Namun, melihat teman-teman sekelas yang lebih berbakat daripada dirinya, dia memutuskan untuk kembali ke jalur semula, menjadi mangaka professional dengan membawa hasil gambarnya ke penerbit di Tokyo.

Aoi Honoo (Sumber: asianwiki.com)

Aoi Honoo (Sumber: asianwiki.com)

Berbalut adegan yang lucu, film ini layak ditonton oleh bro sis yang ingin melihat kegalauan yang ditunjukkan oleh seorang pekerja kreatif. Meskipun percaya diri, tokoh utama merepresentasikan keadaan seseorang yang percaya diri namun lemah ketika dibenturkan dengan kenyataan yang tidak sesuai dengan keinginan. Semangat pantang menyerah dari Moyuru patut dicontoh apabila kita benar-benar ingin menjadi seorang pekerja di bidang kreatif.

Wonder Boys

Profesor Grady Tripp adalah seorang novelis yang mengajar di salah satu universitas di Pittsburgh. Dia sedang berusaha mengulangi kesuksesan novel perdananya, namun proyek itu terkatung-katung hingga tujuh tahun, sehingga istri ketiganya meninggalkannya. Profesor Grady mencoba menyelesaikannya, namun dia tak kunjung mendapatkan akhir yang memuaskan. Padahal bukunya sudah tertulis hingga lebih dari dua ribu halaman.

Wonder Boys (Sumber: www.imdb.com)

Wonder Boys (Sumber: www.imdb.com)

Dari cerita komedi berbalut drama ini, bro sis akan melihat bagaimana seorang penulis bisa terjebak dalam writer’s block. Kehidupan sehari-hari yang kacau membuat tokoh utama mengalami kebuntuan ide. Oleh karena itu, fokuslah kepada satu tujuan. Selesaikan masalah secara perlahan hingga pikiran lebih tenang dan membantu otak kita menghasilkan ide.

EroManga-Sensei

Izumi Sagiri di EroManga-Sensei (Sumber: www.crunchyroll.com)

Izumi Sagiri di EroManga-Sensei (Sumber: www.crunchyroll.com)

Masamune mencoba menghidupi diri mereka dengan menjadi penulis light novel sembari bersekolah demi menjaga adik tirinya yang menjadi seorang hikikomori dan merawat peninggalan orangtuanya yang tewas karena kecelakaan beberapa tahun sebelumnya. Kerjasamanya dengan illustrator berbakat, EroManga-Sensei, membuat novelnya laris di pasaran dan mampu menghidupi dirinya dan Sagiri. Namun, meskipun telah 3 tahun menjalin kerjasama, Masamune tidak pernah sekalipun bertemu dengan EroManga-Sensei. Ketika EroManga-Sensei sedang melakukan live-streaming video, Masamune kemudian mengetahui identitas asli EroManga-Sensei yang ternyata adalah adiknya sendiri.

Anime ini merupakan utopia dari para pekerja kreatif. Bagaimana tidak? Memiliki rumah sendiri yang diperoleh dari mengerjakan hobi kreatifnya merupakan impian para pekerja kreatif. Di Indonesia, jarang sekali ada orang bisa kaya raya dari hobinya.

Rendahnya royalti yang didapat membuat pekerja kreatif harus mengerjakan beberapa proyek sekaligus supaya dapurnya tetap mengebul. Tak jarang, hobinya di bidang kreatif hanya dikerjakan sampingan, sementara dia memiliki pekerjaan lain yang mampu membiayai hidupnya sehari-hari.

Bagi kalian yang hobi menggambar, bisa mencoba ikut CIAYO Challenge dengan total hadiah 450 juta. Kalian yang hanya bisa menulis pun bisa bekerja sama dengan para ilustrator dan komikus supaya bisa menghasilkan karya yang tak hanya enak dipandang namun juga indah dari segi penceritaan. Jangan tunggu nanti, rancang idemu sekarang!

The Hours

Cerita dalam film keluaran tahun 2002 ini terfokus pada tiga wanita berbeda generasi yang terhubung berkat novel Mrs Dalloway karangan Virginia Woolf. Ada Clarissa Vaughan di tahun 2001, yang menyiapkan pesta untuk kekasih sekaligus temannya, Richard, seorang author penderita AIDS yang menerima penghargaan di bidang literatur; Laura Brown di tahun 1951, seorang ibu rumah tangga yang ingin lari dari kehidupan sehari-harinya dengan membaca novel; ada pula Virginia Woolf sendiri, yang mengalami depresi dan gangguan mental ketika sedang mencoba menulis novelnya.

The Hours (Sumber: www.imdb.com)

The Hours (Sumber: www.imdb.com)

Walaupun cerita terpecah menjadi tiga, namun fokus utamanya tetap pada penulis Virginia Woolf, yang tetap berusaha produktif menulis walaupun menderita gangguan dari dalam diri maupun dari luar. Jika dia bisa tetap produktif, kenapa kita nggak bisa? Pasti selalu ada cara untuk tetap produktif, iya kan?

Bakuman

Mengisahkan seorang remaja bernama Moritaka Mashiro yang menyerah akan impiannya menjadi mangaka. Namun Moritaka menyukai gadis di kelasnya yang bernama Miho Azuki, dan diam-diam sering menggambar ilustrasi gadis itu.

Ketika Akito Takagi, penulis remaja berbakat di kelas yang sama dengan Moritaka, menemukan buku yang berisi ilustrasi Miho, dia melihat potensi Moritaka dan mengajaknya bekerja sama membuat manga. Begitu Moritaka tahu kalau Miho ingin berkarir sebagai pengisi suara, dia langsung bersemangat dalam membuat manga demi mengejar gadis impiannya.

Anime Bakuman (Sumber: myanimelist.net)

Anime Bakuman (Sumber: myanimelist.net)

Dari segala film di atas, mungkin film ini yang paling komplit dari segi adaptasi. Berawal dari manga, adaptasi anime dimulai pada tahun 2010 dan berlanjut selama beberapa musim, hingga adaptasi film Live-Action dirilis dan menjadi salah satu adaptasi terbaik hingga saat ini. Kalian yang ingin menambah motivasi membuat komik diwajibkan menonton anime maupun film live action-nya. Karena penggambaran kesulitannya bisa terjadi di dunia nyata, mulai dari ditolak ataupun revisi dari editor, berkejaran dengan deadline, hingga persahabatan sesama komikus tersaji di dalamnya.

~

Dari beberapa daftar film di atas, kalian udah nonton yang mana? Ingat, jangan menonton sampai lupa waktu untuk kembali produktif. Karena menonton film hanyalah salah satu cara untuk menyegarkan pikiran dan membuat otak bekerja menghasilkan ide. Jika masih belum dapat ide, kalian bisa mencoba melakukan hal yang belum pernah dilakukan. Pergi ke perpustakaan, mungkin. Atau bisa juga menonton macet dari atas jembatan penyeberangan, hehehe.

Lilin untuk relaksasi penderita writer’s block (Sumber: whiskeyriversoap.com)

Menurut pendapat pribadi penulis, writer’s block maupun art block itu tidak pernah ada. Kita hanya jenuh dengan rutinitas namun enggan mencoba hal-hal baru yang sebenarnya bisa membangkitkan ide itu sendiri. Apalagi masing-masing orang memiliki cara berbeda supaya produktif menghasilkan ide.

Jadi, galilah potensi kalian, karena gak ada yang lebih mengenal seseorang selain diri sendiri. Setuju? Kalau nggak setuju, boleh tinggalkan komentar disertai alasannya.

About Author

Saya Grad

Saya Grad

Menyukai May’n, anime, dan film Jepang. Bisa dihubungi melalui laman Facebook Saya Grad ataupun Twitter @grad_11

Comments

Most
Popular

Toge Productions

Toge Productions Borong Penghargaan Video Game Tingkat Asia Tenggara

Studio pengembang dan penerbit game asal Tangerang, Toge Productions, minggu ini pulang ke Indonesia dengan bangga sambi.. more

Sumber: CIAYO Games

CIAYO Games Segera Rilis Game Perdananya

CIAYO Games yang merupakan divisi game dari CIAYO Comics akan segera merilis mobile game perdananya di Indonesia... more

(i.ytimg.com)

Siapa Bilang Cantik dan Seksi Nggak Bisa Jadi Bajak Laut?

Bro sis, siapa sih yang gak kenal sama Nami - si cewek super seksi di anime One Piece. Ia adalah seorang gadis muda yang.. more

Is Yuniarto Hadiahkan Wayang Avengers Kepada Kru Infinity War!

Komikus Is Yuniarto berkesempatan datang ke Singapura dan memberi hadiah wayang Avengers kepada para kru dan aktor film .. more

00 delorean desktop

Kembali Ke Masa Depan Lewat Manga Back To The Future

Film Back To The Future akan disadur menjadi manga yang dikarang oleh mangaka One Punch Man dan Eyeshield 21, Yusuke Mur.. more