Laporan CES 2018: Intel & AMD Bekerja Sama Ciptakan Chip Mobile

1 week ago
Sumber gambar: gizmodo.com.au

Ada masa dimana dua orang/institusi yang sebelumnya bersaing ketat satu sama lain menjadi rekanan dan bekerja sama. Biasanya hal ini terjadi untuk dua hal. Melawan musuh bersama, atau demi menjaga profit yang bisa diraup (bersama).

Tapi siapapun tetap akan garuk-garuk kepala dengan heran saat melihat Intel dan AMD bekerja sama. Apalagi mengingat Oktober 2017 kemarin AMD merilis prosesor laptop yang jelas ditujukan untuk menjegal dominasi Intel di bagian ini. Dengan desain ultra tipis dan power consumption hanya 15 Watt, Ryzen 7 2700u potensial merusak pasar Intel di bagian laptop ultraportable yang tipis serta hemat daya.

Ini jelas menantang Intel di bagian laptop. Sumber gambar: wccftech.com

Ini jelas menantang Intel di bagian laptop. Sumber gambar: wccftech.com

Dan di bulan berikutnya, Intel “membalas” dengan cara merekrut Raja Koduri. Koduri adalah kepala arsitek GPU design AMD yang menciptakan berbagai chip grafis yang selama ini menjadi kekuatan AMD.

Raja Koduri adalah sosok penting graphic chipset design dunia. Sumber gambar: nextinpact.com

Raja Koduri adalah sosok penting graphic chipset design dunia. Sumber gambar: nextinpact.com

Tapi PCWorld.com punya teori lain: kerjasama ini mungkin untuk menjegal Nvidia? Karena selama ini Intel harus membayar biaya lisensi ke Nvidia untuk penggunaan chip grafis mereka (konon lebih dari US$ 1.5 Milyar sejak tahun 2011), Nvidia jelas merupakan musuh bebuyutan AMD di bagian chipset grafis. Jadi bagi Intel dan AMD, hukum yang berlaku adalah “musuh dari musuhku adalah temanku”.

Nvidia masih yang terbesar di bagian chipset grafis dunia. Sumber gambar: geforce.com

Nvidia masih yang terbesar di bagian chipset grafis dunia. Sumber gambar: geforce.com

Di peperangan dan persaingan sengit seperti ini, yang diuntungkan adalah kita para konsumen. Karena jadi ada banyak pilihan dengan variasi harga yang sesuai budget saat memilih prosesor/komputer/laptop yang diinginkan.

Sebelumnya sudah dikenal kalau Intel punya dua seri prosesor untuk pasar mobile. Pertama adalah “U-series” yang ditujukan untuk ‘everyday users’ dan pasar mainstream. Seri lainnya adalah “H-series”, dimana seri ini diproyeksikan untuk gaming laptop yang butuh tenaga ekstra ketimbang laptop yang hanya untuk nonton, mengetik atau internetan.

Nah… Di pameran Consumer Electronic Show / CES 2018 yang sedang berlangsung saat ini di Las Vegas, Amerika Serikat Intel memperkenalkan chipset seri baru untuk pasar mobile. Dan chipset ini merupakan hasil kerjasama dengan rival sengit mereka, AMD.

Seri ini dinamakan “G-series”, dan dimaksudkan sebagai ‘jembatan penghubung’ antara seri U dan seri H. G-series memiliki CPU seperti yang digunakan di seri H (alias seri generasi 8th dari Intel microprocessor family) dengan pengolah grafis AMD Radeon RX Vega Mobile yang menawarkan hingga 3 kali lipat kemampuan boosting FPS/frame-per-second dalam balutan form setipis 17mm.

G-series dari Intel. Sumber gambar: gizmodo.com

G-series dari Intel. Sumber gambar: gizmodo.com

G-series direncanakan akan muncul dalam varian Core i5 dan i7. G-series juga punya 4GB High Bandwidth Memory Generation 2 dan dengan desain yang secara signifikan mengecil dibanding generasi-generasi sebelumnya membuat ruang yang tersedia untuk laptop akan semakin lega dan secara langsung memungkinkan desain laptop yang bisa lebih tipis lagi dibandingkan yang saat ini beredar.

Secara ilustrasi: bayangkan sebuah laptop dengan layar 15 inchi namun punya ketebalan hanya sekitar 0.67 inchi dan tidak butuh pendingin konvensional seperti kipas. Dengan konsumsi daya yang juga mengecil, laptop dengan G-series dapat menggunakan baterai lebih lama lagi dengan kemampuan gaming yang memadai. Intel bahkan meng-klaim kalau laptop dengan G-series akan 1.4 kali lipat lebih kencang dibandingkan U-series yang menggunakan GPU Nvidia 1050. Apakah klaim ini benar masih harus dibuktikan melalui mekanisme benchmark saat G-series memasuki pasaran global.

Dengan chipset G-series laptop bisa lebih tipis lagi dari yang sekarang. Sumber gambar: pcper.com

Dengan chipset G-series laptop bisa lebih tipis lagi dari yang sekarang. Sumber gambar: pcper.com

Oh ya. Selain laptop, G-series juga direncanakan untuk pasar Mini PC. Intel punya seri PC imut bernama NUC series, dan seri ini juga akan kebagian G-series chipset. NUC dengan G-series bahkan di-klaim dapat bekerja sebagai VR console terkecil (jika dibandingkan PC premium dengan kemampuan VR). Semua itu akan dimulai saat chipset Intel G-series, chipset hasil kerjasama Intel dengan AMD, memasuki pasar global mulai musim semi 2018 nanti. Kita tunggu saja apakah klaim-klaim yang dilakukan Intel (dan AMD) di CES 2018 ini soal kemampuan G-series terbukti atau tidak.

Mini PC Intel NUC dengan kemampuan grafis AMD Radeon Vega. Sumber gambar: liliputing.com

Mini PC Intel NUC dengan kemampuan grafis AMD Radeon Vega. Sumber gambar: liliputing.com

Kemampuan gahar di balutan body mungil Intel NUC. Sumber gambar: computerbase.de

Kemampuan gahar di balutan body mungil Intel NUC. Sumber gambar: computerbase.de

About Author

Harry Rezqiano

Harry Rezqiano

Seimbangkan hidup. Tiap orang beda-beda caranya. Tapi semua orang perlu melakukannya. *Disclaimer: Tulisan ini adalah opini & pendapat pribadi serta bukan merupakan pandangan maupun kebijakan Ciayo Corp beserta afiliasinya. Penulis dapat dihubungi melalui media sosial, Facebook: /HarryRezqiano | Twitter: @HarryRezqiano | Wattpad: /HarryRezqiano *

Comments

Most
Popular

Sumber: imdb

5 Fakta yang Wajib Diketahui Tentang “Insidious: The Last Key”

Berikut 5 fakta yang wajib kalian ketahui tentang “Insidious: The Last Key”:.. more

Source 1: engadget.com

Sarahah: Platform Untuk Secret Admirer?

Kalau kamu penasaran kenapa ada banyak orang yang mengambil screenshot dari sebuah aplikasi bernama ‘Sarahah’, harus.. more

7 Sneakers Hasil Kolaborasi Adidas dan Dragon Ball Z. Yang Mana Favoritmu?

Penasaran dengan model dan desainnya sneakersnya? Yuk, intip gambar-gambar di bawah ini!.. more

Diskusi Seru di Japan Foundation Bareng NaoBun Project

Pada 19 Agustus 2017, di Japan Foundation, NaoBun Project memperkenalkan program Youtube yang akan mereka rilis bertajuk.. more