Laporan CES 2018: VR Headset Terbaru Kerjasama Google & Lenovo

1 week ago
Laporan CES 2018: VR Headset Terbaru Kerjasama Google & Lenovo

Event “Consumer Electronics Show / CES” merupakan ajang buat para pabrikan dan pebisnis elektronik untuk memamerkan, mempromosikan, dan tentunya menjual produk-produk yang mereka sudah/akan hasilkan. Ajang ini tidak terbatas hanya untuk elektronik yang bersifat “home appliance” saja, namun untuk semua hal elektronika yang punya fungsi untuk konsumen secara umum.

Jadi tak heran peserta pameran ini beragam jenisnya, mulai dari pabrikan peralatan rumah tangga seperti LG atau Sony hingga perusahaan semikonduktor seperti Intel ikut memajang produk-produk andalan mereka di CES.

CES berlangsung setiap tahun, dan tahun 2018 ini kembali digelar di Las Vegas – Nevada, Amerika Serikat. Pameran seperti ini bisa dibilang seperti “surga dunia” buat para penggemar elektronik karena memiliki banyak sekali jenis barang elektronik yang keren.

Di CES 2018 ini, beberapa items yang dipajang memang termasuk ‘stand out’ sehingga menarik perhatian pengunjung. Salah satunya adalah VR headset hasil kerjasama Google dengan Lenovo.

Tampil putih bersih di CES 2018. Sumber gambar: engadget.com

Tampil putih bersih di CES 2018. Sumber gambar: engadget.com

Selama ini VR headset punya satu ‘kelemahan’ yang mungkin menjadi penyebab lambannya penetrasi pasar benda canggih tersebut (selain harga retail yang belum masuk kategori terjangkau), yaitu adanya kabel-kabel yang dirasa mengganggu pergerakan dan kenyamanan pengguna headset VR. Oculus Rift-nya Facebook maupun HTC Vive yang dianggap VR headset terbaik saat ini pun tak lepas dari kelemahan tersebut. Tapi sepertinya balapan VR headset menuju kondisi ‘wireless’ baru saja dimenangkan oleh Google yang bekerja sama dengan Lenovo.

Dengan menggunakan platform Daydream, Google dan Lenovo memperkenalkan “Lenovo Mirage Solo”.

Tampil mulus tanpa juntaian kabel. Sumber gambar: engadget.com

Tampil mulus tanpa juntaian kabel. Sumber gambar: engadget.com

Platform VR Google, Daydream, merupakan fitur VR yang diciptakan Google yang bertujuan/berfungsi memberikan efek virtual reality pada smartphone Android. Dengan Lenovo Mirage Solo ini, Google melangkah lebih jauh dengan Daydream mereka. Mirage Solo, selain berfungsi tanpa belitan kabel yang mengganggu pergerakan, juga dapat dioperasikan tanpa bantuan maupun keharusan pairing dengan smartphone. Completely standalone and wireless.

Berkelana tanpa kabel dimana-mana. Sumber gambar: blog.lenovo.com

Berkelana tanpa kabel dimana-mana. Sumber gambar: blog.lenovo.com

Mirage Solo menggunakan prosesor kelas atas (setidaknya untuk saat ini) Snapdragon 835, RAM 4GB dan Storage sebesar 64GB. Tersedia slot SD untuk menambah daya tampung data dan slot 3.5” untuk colokan headphone karena Mirage Solo ini tidak dilengkapi oleh speaker apapun.

Layar di headset VR ini berukuran 5.5 inch dengan resolusi QHD (2560 x 1440). Mungkin karena itu kemampuan baterai 4.000 mAH Mirage Solo ini tidak terlalu impresif; hanya sekitar 7 jam pemakaian sebelum membutuhkan recharging battery. Dengan kondisi wireless seperti itu tentu range/jarak pandang diharapkan melebar dibandingkan VR headset sebelumnya.

Dan dari demo terlihat kalau sudut pandang yang diberikan Mirage Solo adalah 110 derajat dengan DOF / Degree of Freedom sebesar 6 derajat. Artinya dengan Mirage Solo ini pengguna dapat melakukan gerakan jongkok dan melompat, selain bergeser ke kiri dan kanan serta maju/mundur. Ini bisa dibilang sebuah kemajuan besar dari sebelumnya yang hanya 3 derajat. Mirage Solo juga punya dual microphone untuk menangkap suara pengguna dengan lebih jernih.

Kebebasan pergerakan dalam virtual reality kini lebih terakomodasi. Sumber gambar: blog.lenovo.com

Kebebasan pergerakan dalam virtual reality kini lebih terakomodasi. Sumber gambar: blog.lenovo.com

Saat digunakan dalam demo yang dilakukan Gizmodo.com & Engadget.com terlihat kalau Mirage Solo bekerja dengan baik walaupun tanpa kabel. Seperti yang diketahui, kabel selalu lebih baik dalam hal transfer data dibandingkan wireless, walaupun cenderung lebih merepotkan karena potensial menyebabkan terjatuh/tersandung kabel. Pengguna dapat bergerak lebih bebas dengan Mirage Solo ketimbang VR headset lain, namun kualitas grafis terlihat tidak terlalu istimewa dan lebih mirip kualitas smartphone high-end ketimbang sebuah VR headset kelas PC seperti Oculus Rift ataupun Vive.

Ukurannya kegedean untuk dibawa kemana-mana. Sumber gambar: engadget.com

Ukurannya kegedean untuk dibawa kemana-mana. Sumber gambar: engadget.com

Bersama Mirage Solo juga diperkenalkan Mirage Camera. Mirage Camera menggunakan dual lens resolusi 13 MegaPixels yang mampu menangkap gambar/foto serta merekam video dengan resolusi 4K, 1440p atau Full HD 1080p dengan kecepatan 30fps. Cukup lumayan untuk benda seukuran dompet seperti itu. Sayang kemampuan capture-nya tidak sampai 360 derajat dan hanya 180 derajat saja. Tapi sudah cukup lumayan.

Kamera dengan lensa “mata ikan”. Sumber gambar: gizmodo.com

Kamera dengan lensa “mata ikan”. Sumber gambar: gizmodo.com

Saat dipadukan dengan Mirage Solo, Mirage Camera bekerja dengan baik. Menggunakan type video baru “VR180”, rekaman yang dihasilkan terlihat keren dalam mode virtual reality. Mirage Camera menggunakan prosesor Snapdragon 626, RAM 2GB dengan Storage hanya 16GB. Tentu tersedia slot SD Card untuk menambah kapasitas penyimpanan kamera ini. Untuk viewfinder Mirage Camera bisa melakukan pairing dengan smartphone melalui apps Google VR180.

Baik Google maupun Lenovo belum mengumumkan harga resmi dari dua ‘mainan’ baru mereka ini, tapi melihat spesifikasi dapat diperkirakan kalau harga jual Mirage Solo akan berkisar di US$ 400 dengan Mirage Camera sedikit di bawahnya. Kedua benda ini akan mulai tersedia di pasaran pada kwartal kedua 2018, atau mulai bulan 7 ke atas. Kita tunggu saja ya, bro sis!

About Author

Harry Rezqiano

Harry Rezqiano

Seimbangkan hidup. Tiap orang beda-beda caranya. Tapi semua orang perlu melakukannya. *Disclaimer: Tulisan ini adalah opini & pendapat pribadi serta bukan merupakan pandangan maupun kebijakan Ciayo Corp beserta afiliasinya. Penulis dapat dihubungi melalui media sosial, Facebook: /HarryRezqiano | Twitter: @HarryRezqiano | Wattpad: /HarryRezqiano *

Comments

Most
Popular

(from : theverge.com)

Asyiknya Chatting dengan Pikachu Lewat Google Home

Pada tanggal 1 November, The Pokémon Company mengumumkan bahwa mereka sedang mengembangkan aplikasi speaker cerdas yang.. more

Teriakan Berdarah – File 001 Terbangun

Hal yang tak terduga dapat muncul kapan saja. Antara nyata dan fana, aku bahkan tak bisa mempercayainya... more

Konser Naif

7 Bidadari Lambang Fitrahnya Naif di Umur 22

Alunan lagu Naif yang berjudul “Sayang Disayang” terngiang di telinga selama perjalanan pulang karena konser 7 Bidad.. more

Sumber gambar: swolegaijin.com

4 Aplikasi Kencan Online Terpopuler di Jepang. Single? Cobain Yuk!

Berminat mencari pasangan dari Negeri Sakura?.. more

Little Smile: Sebuah Komik Tentang Dilema Keluarga Jaman Sekarang

Bro sis ada yang uda pernah baca komik berjudul “Little Smile” ? Komik one shot menyentuh hati ini sempat viral di m.. more