Lemahnya DC Cinematic Universe: Mulai Dari Berhentinya Ben Affleck Sebagai Batman Hingga Penundaan Film Perdana The Flash

4 weeks ago
Lemahnya DC

Sepertinya berbagai hal yang bikin galau fans DC Comics akan kualitas dan kuantitas film-film DC Cinematic Universe masih belum hilang dari studio film Warner Bros. sebagai pemegang hak pembuatan dan distribusi film-film tersebut.

Hal ini jelas mengkhawatirkan mereka. Di saat ‘tetangga sebelah’ alias Marvel Cinematic Universe menikmati berbagai kesuksesan dan pemecahan rekor selama lebih dari sepuluh tahun beroperasi, DC Cinematic Universe masih tertatih-tatih berusaha mengejar laju kencang Disney dan Marvel Studios me-monetasi berbagai IP komik mereka dalam bentuk film teatrikal. Jelas bukan usaha yang mudah karena Marvel Cinematic Universe dibuat dan dikelola dengan visi dan misi yang jelas sejak film pertama mereka “Marvel’s Iron Man” (2008) dengan Robert Downy Jr sebagai aktor pemeran Tony Stark alias Iron Man.

LemahnyaDC-IronMan

Marvel’s Iron Man (2008). (Sumber: The Mind Reels)

Dan saya mengatakan itu sebagai salah satu fans DC Comics.

Padahal secara umum dulu film teatrikal superheroes bukanlah sebuah genre yang jadi pilihan studio film manapun. Bahkan boleh dibilang hanya DC Comics yang awalnya benar-benar nekad dan punya nyali menciptakan film bioskop dengan tema superhero. Itu terlihat dari film legendaris “Superman” (1978) yang disutradarai oleh Richard Donner dan dibintangi mendiang aktor Christopher Reeves serta dipasarkan oleh Warner Bros Studio. Dengan modal US$ 55 Juta, film epik ini mampu menghasilkan laba hingga lebih dari US$ 300 Juta!

Ingat kalau itu terjadi di tahun 1978. Atau 40 tahun yang lalu. Yang menunjukkan kalau film superhero memang potensial menghasilkan duit banyak.

LemahnyaDC-Superman

Superman (1978). (Sumber: Twtukuru)

Tidak hanya Superman, DC Comics dan Warner Bros. juga menciptakan film “Batman” (1989) yang dikerjakan sutradara nyentik Tim Burton dan dibintangi aktor/komedian terkenal pada masa itu Michael Keaton. Film ini juga sukses besar (modal US$ 35 Juta, pendapatan US$  411 Juta) dan jadi pembicaraan di berbagai kalangan. Tapi walaupun begitu, konsep “Superheroes Universe” belum disentuh oleh para produser film superhero ini.

Di masa itu, superhero berdiri sendiri-sendiri di dunia mereka masing-masing.

Hal ini yang kemudian dirubah secara radikal oleh Marvel Comics dengan Marvel Cinematic Universe mereka. Dimulai dari pembuatan Iron Man tahun 2008, Marvel Comics secara rapi dan terstruktur menciptakan sebuah superheroes universe di antara IP mereka dan membentuk satu kisah besar; yang mungkin akan berakhir di film Avengers 4 tahun 2019 nanti.

Plotline Marvel Cinematic Universe saat ini akan mencapai puncak mereka di film Avengers 4.

LemahnyaDC-Avengers

Avengers di 2019. (Sumber: Comic Book Movie)

Lemahnya DC Comics dan Cinematic

Mereka masih sibuk dengan permasalahan-permasalahan yang mereka ciptakan sendiri. Dan itu merupakan hal kontraproduktif di tengah usaha mereka mengejar ketertinggalan dari Marvel Comics yang terus melaju kencang, sendirian, di bisnis film superheroes dunia.

Sialnya lagi, masalah DC Comics dengan Warner Bros. terasa ribet karena selain melibatkan ‘orang dalam’ dan berkuasa seperti Kevin Tsujihara juga karena tidak adanya cetak biru yang jelas untuk arah DC Cinematic Universe itu sendiri.

Baca juga: Deleted Scenes dari Film Justice League dan Sosok yang Bertanggung Jawab di Baliknya!

Sejak film pertama DC Cinematic Universe “Man of Steel” (2013), DC Comics terkesan mencoba memperkenalkan tokoh-tokoh komik mereka secara ‘bundle’. Secara paketan. Sehingga menimbulkan kesan kalau film-film ini dipaksakan. Atau dengan pemikiran kalau karakter-karakter DC Comics tidak butuh film tersendiri. Batman dan Wonder Woman diperkenalkan di film “Batman v Superman: Dawn of Justice” (2016). Aquaman, The Flash dan Cyborg menjadi karakter di film “Justice League” (2017).

LemahnyaDC-JusticeLeague

Justice League. (Sumber: Potentash)

Langkah ini menurut saya salah.

Karena walaupun semua fans kenal para superheroes tadi namun mereka tetap lebih ideal jika diperkenalkan melalui film solo. Film yang berdiri sendiri. Agar dapat terjadi pembentukan karakter.

Dan lucunya, langkah itu baru diambil pasca film dimana mereka pertama diperkenalkan.

Film solo “Wonder Woman” (2017) disutradarai Patty Jenkins dan masih dibintangi oleh Gal Gadot seperti di film Batman v Superman sebelumnya. Sementara film solo “Aquaman” (2018) akan segera diputar di bioskop akhir tahun 2018. Memang hal yang aneh melihat film-film solo para superheroes yang sudah kita lihat sebelumnya di Justice League. Karena idealnya mereka diperkenalkan dulu sebagai tokoh tersendiri sebelum dicampur seperti es cendol begitu.

LemahnyaDC-Aquaman

Siap-siap menyambut Aquaman di akhir 2018. (Sumber: Screen Rant)

Tapi masih mending telat diperkenalkan seperti Aquaman. Karena nasib berbeda dialami oleh The Flash.

Sempat dirumorkan akan segera dibuat filmnya pasca “Suicide Squad” (2016) karena menjadi cameo di film tersebut, film The Flash tidak kunjung dibuat oleh Warner Bros. hingga hari ini. Penundaan demi penundaan terus terjadi. Pilihan sutradara juga terus berubah-ubah walau pemeran Barry Allen / The Flash sepertinya masih dipercayakan kepada Ezra Miller. Miller sendiri menunjukkan tanda kalau dia masih berniat memerankan The Flash.

LemahnyaDC-TheFlash

Cameo The Flash di film Suicide Squad. (Sumber: Movie Web)

Berbeda dengan Ben Affleck, yang di beberapa kesempatan wawancara memberikan ‘hint’ kalau dia akan segera pensiun berperan sebagai Bruce Wayne dan Batman. Atau Henry Cavill, pemeran Clark Kent alias Superman. Walaupun tidak pernah secara implisit maupun eksplisit mengatakan akan berhenti berperan di DC Cinematic Universe namun rumor kalau dia selesai berperan sebagai Superman tetap bersliweran di internet.

Bahkan saat berita kalau Warner Bros. memberhentikan Henry Cavill sebagai Superman beredar beberapa waktu lalu, Cavill melakukan aksi gokil lewat Instagram miliknya yang seakan-akan membantah berita yang beredar.

Terkini, rumor kalau Ben Affleck (dan Henry Cavill) keluar dari DC Cinematic Universe muncul lagi beberapa saat yang lalu bersama dengan rumor kalau film The Flash ditunda dengan proyeksi penayangan di tahun 2021. Gosip yang dilempar oleh situs Variety.Com tersebut seakan kembali membakar situasi DC Cinematic Universe yang sedang gonjang-ganjing saat ini.

Memang DC Cinematic Universe tidak kekurangan judul setidaknya hingga pertengahan 2019. Pada Desember 2018 nanti akan ada film “Aquaman” yang, jika dilihat dari trailer yang beredar, bakal keren banget. Ditambah lagi aksi Jason Momoa sebagai Aquaman yang gahar pasti akan memikat penonton.

Trailer “Aquaman” :

Sementara di tahun 2019 ada “Shazam!” yang akan memperkenalkan karakter Shazam (alias Captain Marvel) di dunia DC Cinematic Universe. Menyusul kemudian “Wonder Woman 1984” yang masih akan dibintangi oleh Gal Gadot sebagai Diana Prince alias Wonder Woman. Jadi secara umum, DC Comics masih bisa bernafas sedikit lega mengingat tahun 2019 nanti film superhero komik terbesar saat ini, Avengers 4, akan dirilis. Dan itu merupakan produk Marvel.

LemahnyaDC-Shazam

Shazam! (Sumber: Screen Rant)

Trailer “DC’s Shazam!” : 

Baca juga: Mengenal Shazam: Superhero DC Comics yang Filmnya Segera Rilis

Jika benar Ben Affleck dan Henry Cavill meninggalkan DC Cinematic Universe maka saya pribadi menilai kalau itu adalah kerugian besar buat DC Comics dan Warner Bros. Apalagi baik Affleck maupun Cavill tidak akan kekurangan pekerjaan; Affleck dikabarkan akan menjalani sekuel film “The Accountant” dan film dari novel Agatha Christie berjudul “Witness for the Prosecution” sementara Cavill sudah bersiap-siap membintangi serial “The Witcher” yang akan tayang di Netflix.

Tapi serius, DC Comics dan Warner Brothers…. Kalian perlu cetak biru yang benar untuk film-film superheroes kalian. Dan kalian perlu hal itu segera.

About Author

Harry Rezqiano

Harry Rezqiano

Seimbangkan hidup. Tiap orang beda-beda caranya. Tapi semua orang perlu melakukannya. *Disclaimer: Tulisan ini adalah opini & pendapat pribadi serta bukan merupakan pandangan maupun kebijakan Ciayo Corp beserta afiliasinya. Penulis dapat dihubungi melalui media sosial, Facebook: /HarryRezqiano | Twitter: @HarryRezqiano | Wattpad: /HarryRezqiano *

Comments

Most
Popular

00-d-igg-indonesia

I Got Games Resmikan Kantor di Indonesia!

Developer game Lords Mobile, IGG, membuka kantornya di Indonesia. IGG Indonesia mengadakan opening party yang dihadiri .. more

00-d-chips-heroes-uprising

Mentahkan Serangan Alien di Game CHIPS: Heroes Uprising!

Bantu Chips menyelamatkan teman-temannya dan Chammyland dari invasi alien dalam game CHIPS: Heroes Uprising. Bangun towe.. more

Sumber: sholin.info

Wonder Wheel, “Kau Tidak Harus Bahagia Meskipun Hidup di Taman Bermain”

Wonder Wheel, film ber-setting taman bermain namun dengan kisah yang penuh derita. .. more

chit-chat-shikacchi-desktop

Shikacchi, Author Komik Wavelength yang Melawan Keterbatasan

Shikacchi adalah author komik Wavelength di CIAYO Comics. Meski seorang tuli, hal itu tak menghalanginya untuk berkarya .. more

(etonline.com)

Kematian Chester Mengguncang Generasi 90an

Generasi 90an pasti ikut terguncang dengan berita mengejutkan tentang kematian vokalis Linkin Park, Chester Bennington. .. more