Setelah 10 Tahun, Lisensi UEFA Untuk PES Tidak Dilanjutkan

8 months ago
00-d-lisensi-uefa-untuk-pes

Kalau kamu bertanya kepada gamer pecinta sepak bola, kamu bisa membedakannya menjadi dua jenis: gamer FIFA dan gamer PES. Sejak zaman dahulu kala, gamer selalu berselisih untuk menentukan game sepak bola mana yang terbaik. Dua kubu yang bertarung adalah seri game FIFA milik EA Sports, melawan kubu Winning Eleven/Pro Evolution Soccer dari Konami.

01-lisensi-uefa-untuk-pes

FIFA VS PES – Bagaikan Ronaldo VS Messi. (Sumber: BeepWee)

Pertarungan antara kedua game tersebut sama menariknya dengan pertandingan sepak bola timnas negara barat dan timur. FIFA menyajikan sebuah game sepak bola yang otentik, dengan presentasi visual dan lisensi resmi dari badan sepak bola internasional FIFA dan berbagai asosiasi sepak bola regional. Selain itu, game terbaru FIFA juga memiliki berbagai mode permainan menarik seperti The Journey.

02-lisensi-uefa-untuk-pes

The Journey mengkombinasikan permainan klasik FIFA dengan skenario otentik, cerita bercabang, dan cameo legendaris. (Sumber: SegmentNext)

Meski PES tak bisa menyaingi keakuratan konten FIFA, namun dari segi kontrol dan permainan PES bisa disebut sebagai yang terbaik. Kontrol realistisnya memungkinkan kamu menciptakan taktik dan operan cantik. Selain itu, PES juga memiliki lisensi resmi UEFA untuk menampilkan dua kompetisi kasta tertinggi mereka: Liga Champions dan Liga Eropa.

03 lisensi uefa untuk pes

PES menemukan keseimbangan antara kontrol realistik dan eksekusi taktik cantik. (Sumber: JalanTikus)

Sayangnya, mulai pertengahan tahun 2018 ini PES akan kehilangan lisensi dua liga tersebut, yang selama ini justru menjadi kekuatan utama PES itu sendiri.

Apa Yang Terjadi?

Konami pertama kali mendapatkan lisensi Liga Champions dari UEFA pada tahun 2008. Dengan kontrak sepanjang 4 tahun, dimulai dari PES 2009 hingga 2012, Konami dapat memasukkan presentasi visual serta lisensi resmi dari tim-tim yang berlaga di Liga Champions.

04-lisensi-uefa-untuk-pes

Awal kemunculan Liga Champions di PES. (Sumber: Jeuxvideo, 3D Juegos, Zavvi)

Setahun kemudian di PES 2010, Konami mendapatkan lisensi Liga Eropa yang dapat dimainkan melalui mode Master League. Satu tahun selanjutnya, PES 2011 menampilkan lisensi UEFA Super Cup yang mempertemukan juara Liga Champions dan Liga Eropa. Terakhir, Konami mendapatkan lisensi untuk kompetisi Euro 2016, yang dijadikan DLC untuk PES 2016. Euro 2016 di PES mengakhiri dominasi game Euro produksi EA Sports sejak Euro 2000.

Terhitung hingga hari ini, Konami sudah 10 tahun memegang lisensi UEFA untuk PES. Dan tercatat sudah 3 kali Konami menegosiasi perpanjangan kontrak lisensi UEFA untuk PES. Pertama di tahun 2012, perpanjangannya selama 1 tahun. Tahun 2013, diperpanjang lagi hingga 2015. Dan di tahun 2015, diperpanjang lagi hingga 2018.

05-lisensi-uefa-untuk-pes

Ingat dengan stadion di intro Liga Champions? Di PES, kamu bisa bermain di stadion berkapasitas 1 juta orang ini. (Sumber: Youtube)

Lalu, apakah kontrak tersebut diperpanjang lagi di tahun 2018 ini? Sayangnya, jawabannya tidak.

Lewat rilis pers yang diterbitkan oleh UEFA, badan sepak bola Eropa tersebut mengumumkan akan mengakhiri kerja sama mereka dengan Konami. “Konami telah menjadi rekanan pelisensi yang baik bagi Liga Champions dan Liga Eropa, dimana kompetisi kami ditampilkan secara dominan dalam video game dan kompetisi e-sport yang mereka selenggarakan,” ujar kepala marketing UEFA Events, Guy-Laurent Epstein.

“(Kerja sama mereka – Konami) sangat kooperatif dan saling menguntungkan. UEFA menyampaikan rasa terima kasih kepada Konami atas komitmen dan dukungan menyeluruh kepada kompetisi klub UEFA, dan kami menantikan kerja sama selanjutnya bersama Konami dalam lingkup kompetisi nasional UEFA,” tambah Epstein.

06-lisensi-uefa-untuk-pes

Guy-Laurent Epstein, kepala marketing UEFA. (Sumber: Inside the Games)

Dihubungi terpisah, kepala pengembangan merek dan bisnis Konami Eropa, Jonas Lygaard, juga turut mengapresiasi kerja sama dengan UEFA. “Lisensi Liga Champions telah memberikan kami landasan untuk menciptakan pengalaman unik, serta menyajikan kesempatan bagi para fans sepak bola di seluruh dunia untuk merasakan pengalaman bermain di kompetisi ini.”

“Namun di tahun ini, kami akan mengalihkan fokus kami ke aspek lain. Kami akan mengkaji cara-cara lain agar UEFA dan Konami dapat terus bekerja sama, karena hubungan kami tetap solid,” tambah Lygaard.

Lisensi UEFA untuk PES akan resmi berakhir tanggal 26 Mei 2018, bertepatan dengan final Liga Champions di NSC Olimpiyskiy Stadium di Kiev, Ukraina. 4 tim – Bayern Muenchen, Real Madrid, Liverpool, dan AS Roma, akan memperebutkan tiket menuju final.

Akhir Masa Depan PES?

Berakhirnya lisensi UEFA untuk PES tentunya merupakan sebuah pukulan berat bagi game sepak bola asli Jepang tersebut. Selama ini, Liga Champions dan Liga Eropa menjadi senjata utama Konami dalam persaingannya melawan game FIFA. Sebagai perbandingan, FIFA memiliki akses ke database pemain dan tim FIFA, serta lisensi resmi kompetisi sepak bola dari berbagai negara.

07-lisensi-uefa-untuk-pes

Lisensi resmi memungkinkan FIFA menyajikan pengalaman bermain semirip pertandingan aslinya. (Sumber: Notebookcheck)

Dengan hilangnya lisensi UEFA untuk PES, maka PES sudah kehilangan nilai jualnya di hadapan FIFA. Tak bisa dipungkiri, faktor lisensi biasanya jadi penentu apakah game sepak bola itu sukses atau tidak. Dalam kasus PES, lisensi UEFA menjadi salah satu faktor utama yang menarik perhatian para gamer untuk memainkan PES. After all, kompetisi UEFA merupakan tempat bertemunya tim-tim kuat dari seluruh Eropa. Berbagai pertandingan bersejarah lahir di sini. Tentu saja gamer ingin merasakan pengalaman otentik bertanding di kompetisi kasta tertinggi ini.

Setelah PES melepas Liga Champions, Liga Eropa, dan Super Cup, praktis lisensi resmi yang dipegang PES hanya Liga Champions Asia milik AFC, serta J-League khusus di Jepang saja. Dalam kasus yang paling parah, PES juga akan kehilangan lisensi untuk tim-tim Eropa yang sebelumnya sudah dimiliki. Tak ada lagi Chelsea atau Manchester United; kamu harus kembali terbiasa dengan nama London FC dan Man Red, lengkap dengan seragam polos mereka.

08-lisensi-uefa-untuk-pes

Biasanya orang langsung mencari mod PES untuk mengganti tim Man Blue menjadi Manchester City. (Sumber: Gamespot)

Yang makin parah, lisensi UEFA ini bisa saja jatuh ke tangan EA Sports. Memang belum ada indikasi yang menunjukkan EA akan mengambil alih lisensi UEFA untuk PES, namun karena kita bicara soal EA, tentu saja kemungkinan tersebut terbuka lebar.

Jika memang EA mengambil lisensi UEFA, maka bisa dipastikan hegemoni FIFA sebagai game sepak bola terbesar sudah tak bisa dibendung lagi. Mari kita lihat lisensi apa saja yang EA punya: EPL dan FA Cup di Inggris, Bundesliga di Jerman, La Liga di Spanyol, Ligue 1 di Prancis, MLS di Amerika, hingga Piala Dunia. Tambahkan Liga Champions, Liga Eropa, dan Super Cup: FIFA semakin mendekati tujuannya untuk mengalahkan PES.

Akar Masalahnya di Konami?

Yang memprihatinkan, Konami seakan tidak mencoba melawan balik.

Konami memang masih memiliki lisensi dari AFC, J-League, dan beberapa tim secara individual. Misanya Barcelona, dimana Konami mendapatkan lisensi eksklusif. Karena ini, FIFA hanya bisa mendapatkan seragam Barcelona yang kadaluarsa, bahkan tidak bisa menampilkan stadion Camp Nou.

09-lisensi-uefa-untuk-pes

Barcelona kini menjadi “wajah baru” PES sejak tahun 2017. (Sumber: Playstation)

Tapi apalah artinya jika Konami hanya mengandalkan kekuatan Barcelona saja? Toh pada akhirnya PES akan jauh lebih menarik di mata para Cules. Mengandalkan massa dari satu tim saja tidak akan membawa PES mengimbangi FIFA.

Jadi, apa yang sebenarnya dipikirkan oleh Konami? Para gamer dibuat keheranan melihat apa yang dilakukan Konami dalam 4 tahun belakangan ini. Mereka menelantarkan IP-IP besar mereka seperti Silent Hill, Castlevania, dan bahkan Metal Gear Solid yang mengharumkan nama mereka. Konami kini fokus ke game-game dengan return of investment tinggi seperti game mobile dan bahkan… mesin pachinko.

10-lisensi-uefa-untuk-pes

Pachinko Metal Gear Solid… intinya mesin judi. (Sumber: Twitter)

Percaya atau tidak, game Metal Gear Solid terbaru paska perginya Hideo Kojima adalah remake Snake Eater dalam mesin pachinko! Kasus lain, Konami juga nampak ingin ikut arus pasar dengan me-remake dating sim klasik Tokimeki Memorial menjadi game idol layaknya IDOLM@STER dan LoveLive.

PES menjadi korban selanjutnya dari “restrukturisasi internal” Konami. Perombakan fokus Konami yang perlahan meninggalkan skena gaming konsol dan PC kini membuat masa depan PES semakin tidak jelas. Apalagi PES sebelumnya juga sudah merasakan efek ini, setelah 2 tahun mempromosikan game mereka di lokasi terpencil di acara E3.

Jika hal ini dibiarkan, perang game sepak bola jelas-jelas akan dimenangkan oleh FIFA. Mari berharap kejatuhan PES adalah yang terakhir dari Konami, karena kalau boleh jujur sudah tidak ada lagi game yang bisa Konami hancurkan.

About Author

Meka Medina

Meka Medina

Penulis cerita untuk circle Rimawarna. Biasanya suka bolak-balik antara Bandung-Jakarta, namun bisa juga teleport ke Tenggarong. Jangan tanya kenapa.

Comments

Most
Popular

Sumber: IndieWire

The Shape of Water Menang Best Picture, Apakah Pihak Academy Awards Memang Telah Memberikan Keputusan Yang Tepat?

Film drama fantasi arahan sutradara Guillermo Del Toro (Hellboy) ini, diumumkan sebagai pemenang Best Picture A.K.A Film.. more

Sumber: ScreenRant

5 Fakta Keren Film Maze Runer: The Death Cure, Yang ke-3 Bikin Merinding!

Yuk kita simak lima fakta behind the scene keren (fun fact) dari film ini... more

(Sumber: Youtube)

Wawancara Eksklusif CIAYO Blog Dengan Demian Aditya Sang Illusionist

Bro sis masih inget dong sama Demian? Pesulap yang sekarang lebih terkenal sebagai Illusionist Indonesia ini, sempat ram.. more

00 film indonesia terlaris 2017 desktop

Ini Dia 10 Film Indonesia Terlaris Tahun 2017!

Film mana yang menjadi film Indonesia terlaris 2017? CIAYO Blog punya daftarnya yang disusun dari data statistik penonto.. more

Sumber: www.wired.com

Banyak Kejutan Menanti di Film “Star Wars: Last Jedi”

Bro sis penggemar Star Wars sebentar lagi akan dimanjakan dengan seri film terbaru Star Wars yang berjudul “Star Wars:.. more