Menanti Versi Blu-ray Justice League yang Senasib dengan Batman v Superman: Dawn of Justice

2 years ago
Sumber: Justice League

Film Justice League, yang saat ini sedang beredar di bioskop seluruh dunia, memiliki masalah yang mirip banget dengan yang dialami oleh film DCEU sebelumnya (Batman v Superman: Dawn of Justice).

Masalah yang dimaksud adalah banyaknya pemotongan adegan di film. Akibatnya kritikus menganggap film ini ‘kering, bolong dan/atau terlalu cepat’. Selain menyebabkan cerita yang kurang legit, pemotongan ini juga menyebabkan durasi film memendek dari yang seharusnya.

Lantas, kenapa film itu dipotong? Mengapa dilakukan? Tujuannya apa? Pertanyaan-pertanyaan itu banyak muncul dari penonton yang berasal dari golongan fans komik DC Comics, dan bukan dari moviegoers biasa yang tidak begitu peduli pada “source materials” dari film superheroes ini.

Pertanyaan itu hanya bisa dijawab oleh boss besar dari Warner Bros. Entertainment sebagai pemilik film Justice League. Cuma Kevin Tsujihara, CEO Warner Bros. yang dapat menjawab pertanyaan tersebut.

Satu-satunya harapan untuk melihat Justice League secara utuh adalah sama seperti bagaimana melihat film Batman v Superman: Dawn of Justice secara utuh. Yaitu melalui versi Blu-ray.

Versi Eropa dengan Rating PEGI 12. Sumber gambar: theversion.co.uk

Versi Eropa dengan Rating PEGI 12. Sumber gambar: theversion.co.uk

Versi home video dari film bioskop bukanlah hal baru. Ini sudah berlangsung lama banget. Sudah puluhan tahun. Film bioskop biasanya akan mendapatkan versi rumahan dalam rentang waktu satu atau dua quarter (sekitar 3 hingga 6 bulan) sejak tayang terakhir di bioskop. Jika dulu film home version biasanya berbentuk pita (seperti kaset VHS), di era modern kini format film home video beralih ke bentuk cakram padat hingga data digital.

Film bioskop jadul Superman: The Movie dalam bentuk pita VHS. Sumber gambar: vhscollector.com

Film bioskop jadul Superman: The Movie dalam bentuk pita VHS. Sumber gambar: vhscollector.com

Saat ini format Blu-ray disc merupakan format de facto alias standard untuk media film bioskop ke bentuk video rumahan. Dengan kapasitas daya tampung yang bisa hingga 50 GB dan kualitas grafis beresolusi Full HD, Blu-ray menjadi pilihan studio film untuk menjual produk mereka ke konsumen rumahan.

Disc Blu-ray. Daya tampung besar dengan kemampuan grafis resolusi tinggi. Sumber gambar: demo-world.eu

Disc Blu-ray. Daya tampung besar dengan kemampuan grafis resolusi tinggi. Sumber gambar: demo-world.eu

Dengan Blu-ray, sebuah film bioskop dapat dikemas ke dalam disc dengan disertai berbagai konten bonus untuk menyenangkan pembeli; seperti potongan adegan yang tidak digunakan di versi teater misalnya. Atau suasana adegan saat syuting. Rekaman wawancara dengan aktor/aktris film. Bisa juga berupa audio commentary dari sutradara di sepanjang film. Dan masih banyak lagi.

Konten menarik dari Blu-ray Batman v Superman. Sumber gambar: youtube.com

Konten menarik dari Blu-ray Batman v Superman. Sumber gambar: youtube.com

Belajar dari film Batman v Superman, di mana versi Blu-ray nya memiliki adegan tambahan sekitar 30 menit lebih banyak daripada versi bioskop, fans DCEU sepertinya dapat berharap hal serupa akan terulang di versi Blu-ray Justice League.

Hal ini tentu membuat kesal fans yang datang ke bioskop untuk melihat film utuhnya, namun yang mereka dapatkan adalah film yang terpotong dan tidak sempurna. Ini juga menjadi bahan bully dan bad review yang diterima oleh film-film DCEU.

Parahnya kondisi itu tercipta akibat ulah dari CEO dari studio film DCEU sendiri. Akibat Kevin Tsujihara yang terlalu mendikte film-film DCEU agar sesuai kemauan dia sendiri. Sementara fans melihat Kevin Tsujihara sama sekali tidak punya knowledge, passion, ataupun hal-hal yang mendukung film superheroes yang dibuat oleh perusahaannya.

Buat fans DC Comics dan DCEU movies, orang ini adalah penyebab kacaunya DCEU di rating dan kritik. Film-film bioskop DCEU yang dia “recoki” berakhir negatif di banyak pemberitaan. Tak heran saat ini hashtag #FireKevinTsujihara marak di media sosial fans DCEU.

Tsujihara seperti sengaja merusak film bioskop DCEU agar penjualan film DCEU versi rumahan bisa lebih laku. Fans mau tidak mau dipaksa harus beli Blu-ray film DCEU untuk melihat film DCEU secara utuh tanpa potongan.

Si penjagal film-film superheroes DC Comics. Sumber gambar: hollywoodreporter.com

Si penjagal film-film superheroes DC Comics. Sumber gambar: hollywoodreporter.com

Tapi itu hanya dugaan saya saja, bro sis… Bukan berarti itu sebuah kebenaran.

Yang jelas, versi Blu-ray film Justice League dipastikan akan lebih lengkap ketimbang versi teater. Adegan-adegan yang dipotong maupun di-delete dari versi teater bakal ada di versi Blu-ray. Hal ini sudah terbukti di versi Blu-ray film DCEU seperti Batman v Superman dan Suicide Squad.

Tapi buat apa nunggu sampai setengah tahun? Film Justice League lagi beredar di bioskop-bioskop terdekat. Bro sis bisa langsung menyaksikan aksi para pahlawan super bumi dalam menghadapi serangan alien jahat Steppenwolf dan pasukan Parademons yang sadis. Dan melihat debut Aquaman di layar lebar. He’s hot, ladies! Buktiin sendiri.

About Author

Harry Rezqiano

Harry Rezqiano

Seimbangkan hidup. Tiap orang beda-beda caranya. Tapi semua orang perlu melakukannya. *Disclaimer: Tulisan ini adalah opini & pendapat pribadi serta bukan merupakan pandangan maupun kebijakan Ciayo Corp beserta afiliasinya. Penulis dapat dihubungi melalui media sosial, Facebook: /HarryRezqiano | Twitter: @HarryRezqiano | Wattpad: /HarryRezqiano *

Comments

Most
Popular

00b-ciayo-comics-neocomix

CIAYO Comics Kerja Sama Dengan Platform Komik Korea Neocomix

CIAYO Comics menjajaki kerja sama dengan platform komik Korea Selatan, Neocomix, untuk mendistribusikan dan memproduksi .. more

00-tips-event-d

Mau Pergi Ke Event Pop Culture? 10 Tips Berikut Ini Harus Kamu Ikuti!

Dengan semakin ramainya event pop culture di Indonesia, ada berbagai hal yang harus diperhatikan. Ini dia 10 tips event .. more

toge productions-desktop

Toge Productions Rilis Dua Game Interaktif GRATIS Di Steam

Toge Productions merilis game A Raven Monologue dan Banyu Lintar Angin. Keduanya merupakan game interaktif bisu yang bis.. more

Merayakan 30 Tahun Usia Mega Man Capcom Mengumumkan Mega Man 11

Tapi walaupun popularitas Mega Man tinggi dan terbukti menjual, perlakuan Capcom pada IP mereka yang satu itu di era mod.. more

00-game-gacha-terlaris-2018

5 Game Mobile Jepang Terlaris Tahun 2018

Beberapa game mobile Jepang terkenal karena sistem gacha yang sangat menggiurkan. Inilah game mobile Jepang terlaris tah.. more