Mencium Bau Buku dan Kebiasaan-Kebiasaan Aneh Book Nerd

7 months ago
Bung Hatta (Sumber: Intelejen)

Siapa yang suka baca buku? Kayaknya salah satu pendidikan awal yang kita dapat saat kecil adalah membaca. Apalagi buat bro sis pecinta buku alias “book nerd”. Awal keinginan penulis untuk menulis ini adalah ketika membaca buku saku biografi Bung Hatta terbitan Tempo dan mendapati bagaimana beliau sangat mencintai buku. Bahkan beliau pernah mengatakan, “Aku rela dipenjara asalkan bersama buku. Karena dengan buku aku bebas.” Damn!

So here we go; book nerd dan kebiasaan-kebiasaan anehnya.

Mencium Bau Buku

Bahkan sampai ada parfumnya! (Sumber: Ini Berita)

Bahkan sampai ada parfumnya! (Sumber: Ini Berita)

Saya kira dulu ini hanya kebiasaan aneh saya sendiri; ketika membeli buku baru, hal yang pertama kali saya lakukan setelah melepas bungkusnya adalah mencium aroma kertas buku baru tersebut.

Namun ternyata hampir semua teman-teman saya mencintai buku melakukan hal tersebut. Dan seperti gambar yang ditampilkan diatas; bahkan ada yang menjual parfumnya! Bagi saya pribadi, ada sesuatu yang unik dalam bau buku baru, bau yang sama unik dan indahnya dengan bau tanah setelah hujan reda. Klasik!

Koper yang Penuh Buku Saat Bepergian 

Ilustrasi koper (sumber: Liputan 6)

Ilustrasi koper (sumber: Liputan 6)

 Hal ini berlaku untuk book nerd yang sering bepergian jauh. Saya juga menemukannya pada diri saya sendiri. Di mana setiap saya pulang dari Indonesia ke Uni Emirat Arab tempat saya mendapatkan beasiswa, buku yang saya bawa begitu banyak hingga melampaui jumlah pakaian. Jika dipersentasikan, mungkin buku mengambil 75 persen isi koper saya, sisanya pakaian dan hal-hal lain.

Seperti yang sudah saya bilang, hal ini rupanya saya temukan juga pada book nerd lain.

Nurcholish Majid (sumber: Merdeka)

Nurcholish Majid (sumber: Merdeka)

Nurcholish Majid, salah satu pemikir Indonesia yang biasa dipanggil Cak Nur, melakukan hal yang sama. Berdasarkan cerita istrinya dalam sebuah biopik, ia kaget ketika hari-hari pertama pernikahan ia menemukan isi koper suaminya yang nyaris penuh buku dan menyisakan hanya beberapa potong pakaian.

Begitu pula Bung Hatta. Gak tanggung-tanggung, saat ia diasingkan ke Banda Neira, ia membawa 16 peti buku! Muhammad Bondan, salah seorang temannya yang sesama buangan saat itu, keheranan dan bertanya, “Anda kesini dibuang atau mau membuka toko buku?”

Memberi Mas kawin Berupa Buku

Bung Hatta dan Rahmi (sumber: Liputan 6)

Bung Hatta dan Rahmi (sumber: Liputan 6)

Ini sebenarnya tidak bisa disebut kebiasaan, berhubung memberi mas kawin hanya sekali seumur hidup; kecuali kamu seperti Don Juan yang menikah berkali-kali. Hehe.

Hal ini saya temukan pada Bung Hatta dalam buku biografinya, pada saat ia menikah dengan Rahmi, istrinya, ia tidak memberinya emas, uang atau perhiasan sebagai mas kawin. Melainkan buku filsafat berjudul “Alam Pikiran Yunani” yang ia susun sendiri. Gila gak?

Ada juga seorang teman yang melakukan hal serupa, hanya saja teman saya ini bukan memberikan buku filsafat, melainkan buku novel dari mas Tere Liye. Hehehe.

Buku Seperti Anak Sendiri 

Malika (sumber: zenithtaciaibanez.files.wordpress.com)

Malika (sumber: zenithtaciaibanez.files.wordpress.com)

Bukan hanya Malika, kedelai hitam itu yang bisa dianggap sebagai anak sendiri. Buku juga bisa. Saya tidak menemukan ini pada diri saya, bahkan saya kadang merasa biasa saja jika kehilangan sebuah buku sepanjang saya sudah membacanya. Saya malah menemukannya dalam diri beberapa teman saya yang mencintai buku dan salah satunya adalah mantan saya.

Mantan saya yang jika sudah ketus wajahnya mirip Chelsea Islan itu, benar-benar mengerikan terhadap buku-bukunya sendiri. Saya pernah meminjam buku Corat Coret di Toilet yang ditulis oleh Eka Kurniawan dari dia. Buku itu benar-benar sudah saya jaga karena tahu betapa sayangnya ia terhadap buku-bukunya.

Lalu apa? Setelah saya kembalikan, saya dimarahi habis-habisan karena ada lipatan sedikit saja pada ujung buku tersebut. Gila gak? Beruntung saja sudah jadi mantan.

Anyway.

Begitupula Bung Hatta. Pada saat di Banda Neira, Bung Hatta tinggal di rumah yang sama dengan Sutan Sjahrir, namun karena sebuah kejadian, Sutan Sjahrir akhirnya pindah ke rumah sendiri.

Hatta, Sjahrir, dan Frank Graham pada tahun 1943 (sumber: Indonesia Zaman Doeloe)

Hatta, Sjahrir, dan Frank Graham pada tahun 1943 (sumber: Indonesia Zaman Doeloe)

Ceritanya seorang anak angkatnya yang sering ia ajak bermain menjatuhkan vas bunga dan membasahi beberapa buku Bung Hatta. Bung Hatta saat itu bukan hanya marah, bahkan murka. Padahal sebenarnya, walaupun lebih sering bersama Sjahrir, anak itu mereka angkat bersama.

***

Itu kebiasaan-kebiasaan aneh book nerd yang saya tau, apa ada hal lain yang sepertinya kurang menurutmu?

About Author

Muhammad Al Fatih Hadi

Muhammad Al Fatih Hadi

Mempunyai dua nama panggung yaitu Nocturne dan Buluidung. Book nerd, movie freak. Sedang merantau ke Al-Ain, Uni Emirat Arab, entah sebagai pelajar atau sebagai TKI. Jika tertarik menghubunginya, bisa lewat akun instagramnya @Fatihnokturnal14. Jika tidak tertarik, ya sudah.

Comments

Most
Popular

Trigger Junkie (CIAYO Comics)

Menilik Komik Fantasi Buatan Jepang, Amerika, Hingga Indonesia

Bicara komik fantasy, apa sih yang ada di pikiran kalian? Apa kalian langsung ingat InuYasha, Noragami, Berserk, Sword A.. more

Nintendo Kembali Kena Tuntutan Hukum!

Gamevice menuntut Nintendo karena desain Joycon dari Nintendo Switch meniru desain produk mereka. Tuntutan mereka tidak .. more

Sebuah Dilema Tentang Karakter Antagonis (Spoiler alert!)

Banyak sekali karakter Antagonis, namun, apa betul si ‘karakter antagonis’ yang muncul di cerita-cerita komik, film,.. more

Menanti Deretan Video Games Terbaik Yang Rilis 2017-2018

Inilah daftar video game terbaik 2017-2018 yang jadi incaran gamer seluruh dunia di sepanjang tahun 2017 dan 2018... more

00-m-john-wick-3

John Wick 3 Tampilkan Yayan Ruhian dan Cecep Arif Rahman!

Yayan Ruhian dan Cecep Arif Rahman dipastikan akan memburu kepala Keanu Reeves demi hadiah 14 juta Dolar, dalam film Joh.. more