Menerawang Perkembangan Board Game Indonesia

3 months ago
board game indonesia

Ular tangga. Ludo. Monopoli. Tiga nama tersebut merupakan jenis-jenis board game yang populer di Indonesia. Setiap orang dari setiap generasi setidaknya pernah memainkannya. Sekarang, board game tidak hanya tiga nama itu saja. Kini orang-orang memainkan game lain seperti Splendor, Catan, Werewolf, dan masih banyak lagi. Dan di antara berbagai board game tersebut, adaberbagai judul board game lokal seperti Waroong Wars, Perjuangan Jomblo, Santai Aja Lagi, dan lainnya.

Pertanyaannya, bagaimana board game Indonesia ini berdiri sejajar dengan lawannya dari luar negeri?

Ular tangga. Sumber: Amazon
Ular tangga. Sumber: Amazon

Usaha board game lokal telah muncul sejak lama. Saya ingat betul saat masih duduk di bangku SD. Salah satu board game favorit saya selain Ludo adalah ular tangga anak shaleh yang diproduksi Mizan. Tidak hanya mudah untuk dimainkan, ular tangga ini juga memiliki nilai edukasi yang mendidik tentang sebab-akibat dari perbuatan baik dan buruk.

Di masa kini, board game asli Indonesia masih terus dibuat, dan bahkan memiliki tema serta gimmick yang bervariasi.

Memainkan salah satu board game Indonesia. Sumber: CIAYO Pictures
Memainkan salah satu board game buatan Indonesia. Sumber: CIAYO Pictures

Yoyo, co founder dari board game café Castle8 menuturkan bahwa perkembangan board game di Indonesia cukup positif. “Hampir setiap tahun selalu keluar berbagai board game baru. Kemudian sudah banyak lembaga besar seperti Komisi Pemberantasan Korupsi dan Otoritas Jasa Keuangan, yang memanfaatkan media board game untuk menyampaikan program mereka,” terangnya. Semakin banyaknya board game café pun diakui Yoyo berkontribusi dalam memetakan pangsa pasar permainan tersebut.

Hal yang sama pun bisa dikatakan kepada para pembuat board game Indonesia. “Pembuat board game Indonesia perlu diacungi jempol karena banyak sekali yang mempunyai ide orisinal,” tambah Yoyo. Meski demikian, para produsen masih terbentur beberapa kendala. Proses produksi misalnya, dimana pembuat board game belum sanggup menyeimbangkan antara volume produksi dan kualitas produk.

Baca Juga: Castle8, Surga Board Game di Depok

Board game Indonesia ciptaan Padepokan Ragasukma. Sumber: CIAYO Pictures
Board game Indonesia ciptaan Padepokan Ragasukma. Sumber: CIAYO Pictures

“Di luar negeri, percetakan sudah mampu bernegosiasi dengan pembuat board game, begitu juga sebaliknya,” Yoyo menjelaskan. “Ini karena market di sana cukup besar. Sedangkan di Indonesia, pembuat board game sangat tergantung dengan percetakan. Contohnya Kompas, karena mereka mass produce, kualitasnya nggak sebagus dengan buat sendiri. Tapi kalau sebaliknya, ongkos produksinya sangat mahal dan waktu produksinya pun lebih lama dibandingkan mereka yang sudah siap secara infrastruktur.”

Untuk lebih memahami topik ini, mari kita lihat dari sudut pandang pembuat board game itu sendiri. Ferdian Kelana merupakan seorang desainer board game yang fokus ke tema edukasi dan sosial. Lewat Demeira Nusantara, beliau telah merilis berbagai judul board game seperti Rescue yang memiliki tema medis dan golongan darah, Sahabat Alam yang mengajarkan budaya 4R (reduse, reuse, refuse, recycle), hingga board game terbarunya Head to Head yang bertema politik dan pemilu.

Ferdian Kelana, pencipta board game lokal. Sumber: CIAYO Pictures
Ferdian Kelana, pencipta board game lokal. Sumber: CIAYO Pictures

“Pertama kali saya buat board game tentang donor darah, namanya Rescue Virtual Emergency Room. Itu board game tentang sebuah komunitas bernama Blood for Life,” tutur Ferdian menceritakan board game pertamanya. “Target kami adalah bagaimana supaya orang sadar tentang donor darah dan golongan darah mereka sendiri. Karena di Jakarta sendiri menurut Disdukcapil 80% orang nggak tahu golongan darah mereka. Kalau ditanya sebatas tahu A-B-AB-O, tapi rhesusnya nggak tahu.”

Ada alasan mengapa Ferdian banyak menggarap board game dengan tema sosial dan edukasi, dan hal itu berhubungan langsung dengan pengalamannya mengembangkan Rescue Virtual Emergency Room. “Saya melihat volunteer-volunteer (Blood for Life) butuh media untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat.” Ferdian memanfaatkan board game untuk menarik perhatian, dan kemudian menjelaskan topiknya lebih lanjut ketika orang mulai penasaran. “Dari situ ketemu banyak teman dari komunitas sosial. Mereka melihat ini (board game Rescue) dan minta dibuatkan juga.”

Permainan board game Head to Head ciptaan Ferdian. Sumber: CIAYO Pictures
Permainan board game Head to Head ciptaan Ferdian. Sumber: CIAYO Pictures

Ferdian kemudian menjelaskan bahwa respon para pemain board gamenya sangat bagus. “Kadang mereka baru tahu (pesannya) setelah bermain. Jadi pesan yang ingin kami sampaikan lewat board game ini tersampaikan dengan baik.” Ia mengibaratkan board game buatannya sebagai trigger, pemicu yang bisa membuat orang penasaran.

Baginya sendiri, kendala utama dalam memproduksi board game adalah dari sisi presentasi. “Misalkan sudah ketemu gameplay yang cocok, PR-nya adalah bagaimana caranya supaya board game ini menyenangkan ketika dimainkan. Jika dimainkan terus menerus, nggak bosan,” jelasnya. Menurut Ferdian, dibutuhkan test play beberapa kali untuk bisa mendapatkan gameplay yang pas.

Board game café juga menjual beberapa koleksi mereka. Sumber: CIAYO Pictures
Board game café juga menjual beberapa koleksi mereka. Sumber: CIAYO Pictures

Bagaimana dengan distribusinya sendiri? Awalnya board game café didistribusikan lewat toko dan hal itu pun masih lumrah. “Kebanyakan sekarang toko online,” terang Ferdian. “Kalaupun ada toko fisik, biasanya lokasinya jauh. Kalau di daerah, pilihannya lewat online.” Kini, board game café turut punya andil dalam mendistribusikan, atau minimalnya mempromosikan sebuah board game. “Market board game berkumpul di sini, ditambah ada macam-macam game yang mereka suka. Tinggal mencari yang cocok saja,” tambah Ferdian. Meskipun dominannya diisi board game luar, Ferdian juga menangkap ketertarikan pemain lain yang mampu menemukan keunikan dari board game Indonesia. “Karena dari luar sudah kebanyakan dan ada satu yang unik di situ, mereka akan mencobanya dan membelinya.”

Meskipun belum besar, perkembangan board game Indonesia ternyata cukup menjanjikan dengan beberapa rilisan board game lokal serta menjamurnya berbagai board game café di berbagai daerah. Board game sangat cocok menjadi hiburan alternatif yang murah dan meriah. Tak apa-apa jika tidak punya board game; cukup kumpulkan teman dan datang ke board game café untuk bermain sepuasnya.

Sumber: CIAYO Games
Sumber: CIAYO Games

Tapi kalau kamu ngaku pecinta board game, apalagi board game Indonesia, berarti nggak boleh kelewatan rilisnya board game CHIPS Heroes Uprising! Rasakan sensasi bermain game smartphone-nya langsung di meja dan bersama teman-teman terdekat!

About Author

Meka Medina

Meka Medina

Penulis cerita untuk circle Rimawarna. Biasanya suka bolak-balik antara Bandung-Jakarta, namun bisa juga teleport ke Tenggarong. Jangan tanya kenapa.

Comments

Most
Popular

Variasi Harley Quinn. Sumber gambar: behindthepanels.net

Harley Quinn: Dari Karakter Sampingan Hingga Jadi Karakter Penting DC Universe

Karakter Harley Quinn semakin populer dan mampu menyamai popularitas karakter wanita DC Comics lainnya yang sudah lebih .. more

CIAYO Pictures

Jak-Japan Matsuri 2017 Bertabur Kejutan

By Chika Bro sis suka anime? Manga? Cosplay? Semua tentang Jepang? Kalau gitu pasti tahu dong sama acara Jak-Japan Matsu.. more

sumber: www.sideshowtoy.com

Batman Ninja, Manusia Kelelawar dalam Balutan Samurai

Batman Ninja merupakan film animasi terbaru Batman yang punya nuansa anime. Tidak biasanya DC melakukan hal seperti ini,.. more

star wars resistance d

Star Wars Resistance: Serial Animasi Baru Star Wars

Diumumkan tidak lama setelah serial Star Wars Rebels berakhir, saat ini Star Wars Resistance baru atau sedang dalam pros.. more

acara toys frontier 2019

Intip Kemeriahan Acara Toys Frontier 2019 di Yogyakarta!

Acara Toys Frontier 2019 hadir di Jogja City Mall. Acara dibuka tanggal 14 Februari 2019, namun kemeriahan sudah terasa .. more