Mengapa Seluruh Layanan Facebook Tidak Dapat Berjalan Di China?

3 months ago
Facebook di-banned oleh pemerintah di China. Sumber gambar: alux.com

Kita di Indonesia sudah terbiasa dengan berbagai layanan produk Facebook.

Facebook memiliki tiga platform bisnis yang mereka kendalikan: Facebook, Instagram dan WhatsApp. Ketiga platform media sosial ini sangat digemari netizen di seluruh dunia. Mulai dari fungsi sosialisasi, reuni, kampanye hingga menggalang massa serta follower dapat dilakukan melalui salah satu dari tiga layanan media sosial yang dimiliki oleh Mark Zuckerberg tersebut.

Di banyak negara, ketiga layanan Facebook itu dapat diakses siapa saja dari lokasi mana saja. Gratis dan tanpa masalah apapun. Namun hal itu sepertinya tidak berlaku di negara People’s Republic Of China alias PRC alias Tiongkok.

Di negara China, lalu lintas internet dikontrol dengan ketat oleh pemerintah di sana. Walau tidak lebih ketat dari Korea Utara, namun PRC sudah kadung dikenal memiliki pemerintahan yang sangat mengendalikan arus informasi ke publik melalui internet.

Tapi apa iya karena hal seperti itu Facebook, WhatsApp serta Instagram jadi dilarang beroperasi di negara tirai bambu tersebut?

Ternyata ada alasan yang dianggap pemerintahan China solid untuk memblokir akses ketiga produk itu di sana.

Bermula di tahun 2009. Sebelumnya Facebook masih dapat diakses di seluruh China. Namun pada tahun 2009 sebuah organisasi bernama ETIM, yang mendapatkan label sebagai organisasi teroris oleh pemerintahan Amerika Serikat dan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB/UN), mengorganisir aksi demonstrasi yang berujung kerusuhan massal di China yang menyebabkan setidaknya 200 orang tewas; kebanyakan adalah wanita dan anak-anak.

Itu terjadi pada bulan Juli 2009, dan dikenal sebagai peristiwa “The July 2009 Ürümqi Riots”. ETIM diklaim menggunakan Facebook untuk konsolidasi dan pertemuan/pengaturan aksi tersebut.

Aksi demonstrasi yang sayangnya berakhir ricuh. Sumber gambar: wxxinews.org

Aksi demonstrasi yang sayangnya berakhir ricuh. Sumber gambar: wxxinews.org

Karena kejadian tersebut, pemerintah PRC lantas meminta Facebook untuk membantu mereka mengidentifikasi para tersangka kerusuhan yang menggunakan Facebook sebagai sarana komunikasi mereka.

Apa reaksi Facebook? Menurut berita dan informasi yang beredar, Facebook kira-kira berkata seperti ini: “Mereka menyuarakan kebebasan berpendapat yang demokratis” kepada pemerintahan PRC saat itu.

Mendapatkan respon demikian dari Facebook tentu saja membuat pemerintah PRC murka bukan main, dan tanpa ampun langsung mem-banned akses Facebook dari sistem internet negara besar tersebut.

Tak cukup di Facebook, pemerintah PRC juga melakukan blokir pada Instagram di tahun 2014. Dan terbaru, blokir juga dilakukan untuk WhatsApp di tahun 2017 ini.

Facebook yang belakangan sadar kalau tindakan heroik mereka ternyata berbalik arah dan merugikan secara bisnis, buru-buru mencoba memperbaiki hubungan dengan pemerintah PRC.

Namun sejauh ini semua usaha mereka sia-sia. Apapun yang manajemen Facebook lakukan untuk meminta pemerintah PRC membatalkan blokir, semuanya mentah tanpa hasil. Bahkan secara bertahap, produk turunan dari Facebook lainnya seperti Instagram dan WhatsApp juga mendapatkan perlakuan yang sama dari otoritas PRC yang mengurusi internet.

Sampai bos besar Facebook sendiri yang turun tangan sekalipun tetap tidak menghasilkan situasi yang positif untuk Facebook.

Seperti yang sudah umum diketahui, Mark beristrikan wanita keturunan China. Dia bahkan juga cukup fasih berbahasa Mandarin, sebagai bahasa nasional di PRC. Tak hanya itu, Mark juga menamai anaknya dengan nama China ‘Chen Mingyu’ yang berarti “harapan untuk masa depan yang lebih cerah”. Bahkan langkah lebih ekstrim dilakukan Mark untuk memikat hati para petinggi pengambil keputusan PRC: yaitu datang dan mempromosikan dirinya sebagai pribadi yang mencintai negara China dan kulturnya yang kaya.

Keluarga Zuckerberg mengucapkan Selamat Imlek. Sumber gambar: justjared.com

Keluarga Zuckerberg mengucapkan Selamat Imlek. Sumber gambar: justjared.com

Mark memamerkan fotonya sedang jogging di depan Forbidden City.

Boss Facebook jogging di depan Forbidden City. Sumber gambar: facebook.com

Boss Facebook jogging di depan Forbidden City. Sumber gambar: facebook.com

Dia juga berpose di Great Wall Of China.

Zuckerberg bersama tim-nya di Tembok Besar China. Sumber gambar: facebook.com

Zuckerberg bersama timnya di Tembok Besar China. Sumber gambar: facebook.com

Bahkan pria yang selalu berpenampilan sederhana dengan t-shirt abu-abu dan celana jeans serta sepatu kets itu juga berhasil bertemu dengan pejabat-pejabat penting pemerintahan PRC. Mark Zuckerberg saat itu bertemu dengan Kepala Bagian Propaganda People’s Republic Of China, Liu Yunshan, dan membicarakan banyak hal. Salah satunya dipastikan adalah pembukaan blokir PRC atas Facebook yang sudah terjadi sejak 2009 kemarin.

Zuckerberg bertemu pejabat propaganda PRC. Sumber gambar: Xinhua News.

Zuckerberg bertemu pejabat propaganda PRC. Sumber gambar: Xinhua News.

Tapi semuanya tanpa hasil yang konkrit untuk Facebook. Pemerintah PRC diibaratkan “hanya tersenyum dengan sopan kepada Facebook dan tetap cuek akan permintaan mereka”.

Terblokirnya tiga aplikasi penting penghasil laba iklan seperti Facebook, Instagram dan WhatsApp di daratan China, dan usaha-usaha Mark Zuckerberg untuk membuka blokir itu yang selalu gagal, tentu membuat kesal dan stres para pemegang saham Facebook.

China adalah pasar yang gemuk dengan potensi pengguna media sosial yang ratusan juta jiwa jumlahnya. Tidak dapat memanfaatkan kondisi itu untuk menghasilkan laba, pastinya membuat Mark dan pemilik saham Facebook uring-uringan.

Tapi itulah harga sebuah prinsip. Bukankah “kebebasan berpendapat” (yang tidak difasilitasi pemerintah PRC) adalah sesuatu yang dijunjung oleh Facebook?

Kebebasan berpendapat versus profit kapitalisme. Sumber gambar: huffingtonpost.com

Kebebasan berpendapat versus profit kapitalisme. Sumber gambar: huffingtonpost.com

About Author

Harry Rezqiano

Harry Rezqiano

Seimbangkan hidup. Tiap orang beda-beda caranya. Tapi semua orang perlu melakukannya. *Disclaimer: Tulisan ini adalah opini & pendapat pribadi serta bukan merupakan pandangan maupun kebijakan Ciayo Corp beserta afiliasinya. Penulis dapat dihubungi melalui media sosial, Facebook: /HarryRezqiano | Twitter: @HarryRezqiano | Wattpad: /HarryRezqiano *

Comments

Most
Popular

UBL Manga Fest: Seminar Internasional Manga Pertama di Indonesia

Dunia kreatif memang tak akan pernah bisa redup dan tak akan pernah selesai dibicarakan. Kali ini Universitas Budi Luhur.. more

Yuk Kenali Kepribadianmu Dari Gaya Penulisanmu!

Sejak kecil, seorang anak normalnya mulai belajar menulis dengan tangan. Nah, di saat itu lah, setiap anak mulai mempuny.. more

Mengenal Lebih Dalam Mengenai Kepribadian Yandere, Is It Real?

kepribadian, kepribadian yandere, otaku, sasaeng fans, penyakit jiwa, attached, sakit jiwa, gila, ocd, yandere.. more

00-violet desktop

First Impression Violet Evergarden: Anime Netflix Tercantik Saat Ini?

Violet Evergarden, anime terbaru Kyoto Animation ini bisa jadi merupakan anime Netflix tercantik saat ini. Bagaimana bis.. more