Mengenal Franchise Esports: Majukan Kompetisi Atau Kucilkan Tim Kecil?

4 weeks ago
franchise esports

MPL-ID season 4 resmi diumumkan. Kompetisi Mobile Legends kasta tertinggi ini dianggap cukup kontroversial karena mengadopsi sistem baru yang disebut waralaba atau franchise. Dalam sistem franchise esports, tim yang ingin bertanding di MPL-ID harus membeli jatah kursi senilai 15 miliar Rupiah. Jumlah fantastis inilah yang jadi sorotan banyak orang, apalagi jika disandingkan dengan prize pool yang hanya berjumlah 4 miliar Rupiah.

Sebenarnya, apa sih sistem franchise esports? Kenapa kompetisi esport mengadopsi sistem ini? Apa kelebihan dan kekurangannya?

Sistem Populer di Amerika

MLS menggunakan sistem franchise. Sumber: CBS Sport
MLS menggunakan sistem franchise. Sumber: CBS Sport

Jika kita bicara tentang kompetisi olahraga seperti sepak bola, tim-tim yang berpartisipasi di dalamnya bisa dikategorikan sebagai perusahaan swasta dengan orientasi bisnis. Mereka berkompetisi di liga konvensional, dimana degradasi ke liga bawah menjadi hukuman apabila tidak bisa tampil baik di klasemen.

Kebanyakan klub olahraga dunia beroperasi dengan sistem dan model bisnis tersebut. Namun di Amerika, ternyata ada perbedaan yang cukup signifikan. Baik liga football NFL, liga kasti MLB, liga basket NBA, hingga liga sepak bola MLS mengadopsi sistem franchise. Meskipun popularitas olahraga Amerika tidak sebesar tetangganya di Eropa, bisnis olahraga dengan sistem franchise sangat, sangat menguntungkan. Dengan bisnis franchise, tim bisa membangun stadion-stadion megah dan menarik keuntungan dari setiap pertandingan.

Sistem franchise yang digunakan di NFL memungkinkan tim membeli slot tanding di satu liga. Sumber: CBS Sport
Sistem franchise yang digunakan di NFL memungkinkan tim membeli slot tanding di satu liga. Sumber: CBS Sport

Seperti apa sistem franchise bekerja? Dalam sistem liga konvensional, jika sebuah tim ingin tampil dalam liga kasta tertinggi, mereka harus memulai dari liga bawah dan mendulang poin sebanyak-banyaknya. Mereka baru akan dipromosikan jika mampu menduduki posisi klasemen yang cukup tinggi untuk memenuhi syarat promosi. Namun dalam sistem franchise, sebuah tim hanya perlu membeli slot peserta liga yang ingin mereka mainkan. Jumlah slot yang terbuka untuk dibeli sangat terbatas. Jika ada tim baru yang ingin membeli slot, mereka harus menunggu sampai kompetisi menambah slot baru, atau mereka membeli slot milik tim lain yang mengundurkan diri.

Sekilas konsep franchise memang terdengar tidak adil, apalagi bagi tim yang tidak punya kemampuan finansial yang kuat. Namun, ada alasannya kenapa sistem franchise digunakan. Keuntungan dari sistem franchise adalah tim yang membeli slot peserta akan menjadi bagian penting dalam model bisnis kompetisi tersebut. Tim akan mendapatkan berbagai kenyamanan seperti jaminan kontrak pemain, jaminan gaji, jaminan hak siar, serta jaminan bertanding karena tidak ada sistem promosi-degradasi. Sistem franchise juga sangat ramah terhadap investor serta sponsor, yang artinya menambah sustainability liga serta tim yang tergabung di dalamnya.

Dalam sistem franchise, tim NBA merekrut pemain lewat sistem draft. Sumber: NBA
Dalam sistem franchise, tim NBA merekrut pemain lewat sistem draft. Sumber: NBA

Meskipun fakta bahwa sistem pay to play tak bisa dipungkiri dari format franchise, sistem ini juga mengenal mekanisme penyeimbang, dimana setiap tim dikenai salary cap yang artinya semua tim memiliki budget yang sama untuk merekrut dan menggaji pemain. Hal ini sangat bermanfaat agar tidak ada tim yang tergolong “Los Galacticos” sehingga seluruh tim punya kesempatan yang sama untuk memenangkan liga.

Pemain pun diuntungkan karena mereka punya sistem gaji yang jelas. Meski demikian, para pemain juga punya tanggung jawab besar karena tim merekrut pemainnya lewat sistem draft. Pada dasarnya, sistem draft adalah dimana tim berkumpul untuk merekrut pemain untuk tim mereka. Tim di klasemen paling bawah mendapat giliran pertama untuk memilih pemain baru, sehingga mereka mendapatkan kesempatan untuk bisa comeback di musim selanjutnya.

Diadopsi Liga Esports

LCS Amerika mengadopsi sistem franchise. Sumber: Flickr
LCS Amerika mengadopsi sistem franchise. Sumber: Flickr

League of Legends merupakan salah satu game yang pertama kali mengadopsi sistem franchise dalam liga esportsnya. Di tahun 2017, mereka mengumumkan kompetisi LCS Amerika akan mengadopsi sistem franchise dengan harga slot timnya mencapai $10 juta USD. Sebelumnya LPL Cina yang juga mempertandingkan League of Legends serta Overwatch League mengumumkan akan menggunakan sistem franchise.

Asumsi bahwa sistem franchise esports bakal membawa investor pun ternyata sangat tepat. LCS mendatangkan investor non endemik dari segmen olahraga. Tim basket NBA Golden State Warriors, Houston Rockets, dan Cleveland Cavaliers langsung berinvestasi di LCS Amerika. Sementara itu di Overwatch League, Robert Kraft yang merupakan pemilik tim NFL New England Patriots menanamkan dananya di liga ini.

Pembalap F1 Max Verstappen (kiri) memilih calon pemain untuk Red Bull Racing Esports di F1 Esports. Sumber: Gfinity Esports
Pembalap F1 Max Verstappen (kiri) memilih calon pemain untuk Red Bull Racing Esports di F1 Esports. Sumber: Gfinity Esports

Sementara itu di kompetisi balapan F1 Esports, harga slot pesertanya juga cukup mahal karena tim yang berpartisipasi di kompetisi ini merupakan tim konstruktor yang berlaga di kompetisi F1 betulan dan membayar sekitar $47 juta USD untuk bisa bertanding di F1. Beberapa tim di F1 Esports dibentuk sebagai formalitas saja seperti tim Mercedes-AMG Petronas Esports atau Haas F1 Esports Team. Beberapa tim punya divisi esports mandiri seperti Mclaren Shadow atau Williams Esports. Ada juga tim yang tidak mau repot dan mensponsori tim esports yang sudah ada seperti Renault Sport Team Vitality.

Ferrari jadi kasus unik karena tim mereka direpresentasikan oleh akademi pembalap mereka, yaitu Ferrari Driver Academy. Meski demikian, Ferrari tidak bisa menurunkan murid akademi mereka di F1 Esports. Begitu pula Mclaren Shadow dan Red Bull Racing Esports yang tidak bisa menurunkan Lando Norris, Max Verstappen, atau Pierre Gasly; pembalap F1 yang sehari-harinya adalah atlit esports. Setiap tim harus memilih pemain dari sistem Pro Draft. Pemain yang masuk ke dalam Pro Draft disaring dari sesi kompetisi online. Dari Pro Draft, tim bisa memilih sampai tiga pemain untuk dikontrak selama 3 balapan dan 1 final race.

Franchise Esports di Indonesia

Format franchise esports diyakini bisa semakin memajukan iklim esports Indonesia. Sumber: Esports Wizard
Format franchise esports diyakini bisa semakin memajukan iklim esports Indonesia. Sumber: Esports Wizard

Sistem franchise esports di Indonesia sejauh ini baru diaplikasikan di MPL-ID season 4. Dengan biaya slot tim sebesar 15 miliar Rupiah, tentu berkiprah di kasta tertinggi kompetisi Esports ini jadi investasi yang cukup besar, meskipun memiliki sejumlah keuntungannya sendiri. Ada rasa takut bahwa model franchise esports ini akan merusak iklim esports Indonesia yang selama ini mengandalkan format kompetisi terbuka.

15 miliar Rupiah jadi narasi yang terus dibawa. Menutup kesempatan tim kecil, katanya. Hanya untuk yang berduit. Ya, memang alasan tersebut masuk akal. Namun perlu diingat bahwa uang 15 miliar tersebut bukan sekedar “uang pendaftaran.” Kembali lagi pada poin di atas, tim yang membeli slot peserta dalam kompetisi franchise, dalam kasus ini MPL-ID, bakal mendapat keuntungan lain seperti uang hak siar, sponsorship, serta sistem gaji dan drafting pemain yang jelas. Saya tidak berusaha membela pihak Moonton karena salah satu alasan kenapa kasus ini jadi besar adalah kurangnya komunikasi dan penjelasan yang jelas tentang sistem franchise ini.

Kompetisi terbuka sudah menjadi format kompetisi esports yang mendarah daging di Indonesia. Sumber: Pos Kota
Kompetisi terbuka sudah menjadi format kompetisi esports yang mendarah daging di Indonesia. Sumber: Pos Kota

Hebohnya berita ini juga adalah karena masyarakat Indonesia yang belum sepenuhnya mengenal sistem franchise, apalagi franchise esports. Kita sudah terlalu akrab dengan sistem kompetisi konvensional dimana tim mulai dari kasta terbawah dan membuktikan kebolehannya untuk bangkit ke kasta tertinggi. Apakah itu salah? Tentu tidak, tapi dalam memperkenalkan sesuatu yang baru, pihak yang kontra tentu tidak bisa dihindari. Dan inilah tantangan yang harus dihadapi Moonton yang ingin mengenalkan sistem franchise esports di Indonesia.

Faktanya, menjalankan kompetisi konvensional tanpa sistem franchise juga punya resiko yang besar. Ini yang jadi salah satu alasan kenapa pasar game dan esports di Indonesia tidak banyak berkembang. Dengan sistem franchise, penyelenggara kompetisi turut mengajak tim untuk sama-sama berbagi keuntungan dan kerugian penyelenggaraan kompetisi esports. Inilah salah satu hal penting dari sistem franchise, yaitu ketika tim membeli slot partisipasi, mereka juga bisa mendikte kemana arah kompetisi akan dibawa. Tim menjadi bagian dari perencanaan masa depan kompetisi, yang artinya para pemain pun punya andil dalam memajukan kompetisi.

ONIC Esports menangkan MPL-ID season 3. Sumber: Tribun News
ONIC Esports menangkan MPL-ID season 3. Sumber: Tribun News

Masa depan sistem franchise esports di Indonesia nampaknya harus dibuktikan oleh MPL-ID. Jika memang sistem franchise esports bisa membawa keuntungan yang dijanjikan Moonton, artinya kedepannya akan ada semakin banyak kompetisi esports yang akan mengadopsi sistem serupa. Namun untuk mewujudkannya, Moonton harus berhati-hati dalam memainkan kartunya agar tidak menimbulkan rasa kaget dan kekacauan seperti saat diungkapnya informasi biaya slot kompetisi itu. Moonton sudah melakukan langkah tepat dengan menjalankan kompetisi berjenjang seperti MLBB Intercity yang jadi entry point bagi yang ingin berkarir profesional. Sisanya, seperti sistem drafting pemain, masih harus kita nantikan.

Bagaimana menurut kamu? Apakah sistem franchise esports bisa diterapkan di Indonesia?

About Author

Meka Medina

Meka Medina

Penulis cerita untuk circle Rimawarna. Biasanya suka bolak-balik antara Bandung-Jakarta, namun bisa juga teleport ke Tenggarong. Jangan tanya kenapa.

Comments

Most
Popular

CIAYO Comics

Komikman, Komik Terabsurd 2017

Kalau ada penghargaan komik terabsurd, mungkin Komikman bisa jadi salah satu nominasinya atau malah pemenangnya. Gimana .. more

Komik Aso (Sumber: CIAYO Comics)

Belajar Berdamai dengan Masa Lalu Bersama Aso

Masa lalu dipandang dengan berbagai cara oleh manusia. Ada yang memandangnya sebagai sebuah mesin waktu dan berharap bis.. more

The World of Ghibli Jakarta Press Conference. Photo by CIAYO Picture

Full Report: Ngintip Press Conference Studio Ghibli di Jakarta Yuk!

Ternyata konferensi pers Studio Ghibli menarik juga!.. more

animasi si nopal

Animasi Si Nopal Viral di Malaysia! Bahenol Banget!

Bahenol, Si Nopal bahenol! Animasi Si Nopal viral di Malaysia karena mempunyai musik yang adiktif dan lucu banget! Pokok.. more

Sabrina – Chapter 6: Sexy Bikini

Perempuan Rusia itu berlarian di pinggir pantai sambil tertawa renyah. Ia memakai sexy bikini bercorak tribal... more