Mengenal Istilah Hak Cipta, Plagiat, Tracing, Referencing, Sekuel, Twist dan Produk Turunan Dalam Drama Perkomikan Indonesia

1 year ago

Perkembangan industri komik khususnya komik digital di Indonesia bisa dikatakan sangat pesat. Ada banyak komik-komik dan komikus-komikus baru yang bermunculan. Tentunya, ini berita yang sangat baik bagi seluruh pecinta komik, apalagi selain itu juga bermunculan platform-platform komik digital baru, baik yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri.

Dan baru-baru ini kita digemparkan dengan serentetan peristiwa yang biasa dikenal komunitas dengan istilah bekennya: “Drama”. Mengapa disebut Drama? Karena biasanya di dalam sebuah drama ada elemen sandiwara panggungnya, ada pelaku, aktor, korban, penonton dan sutradara di dalam sebuah drama.

Google Image

Google Image

Drama  adalah bagian dari suatu hiburan sebenarnya, dan tidak ada yang ilegal dan salah dengan drama. Malah bagi sebagian orang, sebuah drama diperlukan untuk meningkatkan popularitas dari elemen-elemen yang saya sebutkan tadi.

Misalnya kalau di dunia hiburan, untuk meningkatkan popularitas si artis A, dibikinlah gosip-gosip atau peristiwa yang TSM yaitu Terstruktur, Sistematis dan Masif oleh si manager A supaya nama si artis A ‘jadi rame lagi’, bahkan terkadang tanpa sepengetahuan si artis A agar terlihat lebih natural dan seru untuk bahan tontonan dan media.

Google Image

Google Image

Namun sayangnya drama yang terjadi di industri perkomikan Indonesia biasanya bukan settingan. Kalau pun settingan, terkadang si sutradara sama sekali tidak mengerti mengenai naskah yang sedang dipegang si aktor dan sebaliknya. Yang lebih ironis lagi jika pihak penonton juga tidak mengerti mengenai drama apa yang sedang dipertontonkan.

Mari kita bedah satu-persatu mengenai drama-drama ini.

Drama Tracing dan Plagiat

Kata tracing itu sendiri sebenarnya berasal dari istilah pelajaran menggambar sewaktu kita masih di bangku TK atau SD, kita sering disuruh menyambungkan titik-titik agar menjadi sebuah gambar kan? Nah itulah tracing.

Tracing itu secara etika ngomik kelas professional, memang termasuk dalam daftar perbuatan yang tercela. Namun di dalam dunia Tracing sendiri, ada beberapa level Tracing.

Tracing Level: Halus

Untuk level ini memang sering terjadi pro kontra, apakah ini tracing atau referencing. Namun tidak perlu kuatir, seandainya pun dicemooh tracing, jenis ini sebenarnya tidak menyalahi aturan hak cipta karena memang secara lining art kembar identik, namun secara konten dan penampilan tidak sama dengan aslinya.

tracing halus

John Cena diilustrasikan sebagai Superman (Google Image)

 

tracing halus

Serupa tapi tak sama, walaupun line art-nya sama, namun hasil akhirnya berbeda (Google Image)

 

tracing halus

Yang ini menjurus ke referencing namun masih kategori tracing karena pose nya benar-benar mirip walaupun hasil akhirnya berbeda (Google Image)

Tracing Level: Sedang

Untuk tracing level ini, sudah bisa dikatakan murni karena lining art nya identik dan penampilan pun identik. Namun secara harafiah dan de facto, hasilnya ini belum 100% sama dengan aslinya. Kemungkinan besar karena media yang digunakan berbeda dan hasil akhirnya juga serupa tapi tak sama.  Untuk tracing jenis ini memiliki peluang 50-50 di pengadilan.

tracing sedang

Karakter dan hasil akhirnya sama, hanya berbeda pada bagian warna (Google Image)

 

tracing sedang

Hasil akhir serupa tapi tak sama dengan referensi aslinya. Cuma di hasil akhir ini sang artis banyak melakukan improvisasi (Google Image)

 

tracing sedang

Tracing-nya bagus. Hampir menjadi plagiat namun karena render dan hasil akhirnya beda, ini masih dianggap bocor sedang (Google Image)

Tracing Level: Plagiat

Untuk level ini, sudah jelas plagiat dan meniru 100% dari aslinya sehingga hasil akhirnya secara gamblang melanggar kode etik dan undang-undang hak cipta karena sudah bukan identik lagi, namun melainkan sama persis. Perbuatan ini sangat tercela karena si pelaku akan dicap malas dan biasanya akan mengundang komentar : “He/She is not even trying!”

tracing plagiat

Hasil akhir sangat mirip dengan aslinya. Hanya berbeda di render saja (Google Image)

tracing plagiat

She is not even trying (Google Image)

 

tracing plagiat

Ini kasus ini. Plagiat 100%! Yang menyedihkan lebih bagus karya aslinya daripada hasil tracing-nya (Google Image)

Drama Referencing

Berasal dari kata referensi, sebetulnya referencing ini adalah suatu hal yang lumrah dan paling banyak dilakukan oleh komikus kita. Apakah referencing ini halal? Sangat halal. Malah biasanya kata referensi ini sudah samar dengan kata inspirasi. Komik si A menjadi inspirasi komik si B.

Referensi Gambar

Jenis referensi ini paling sering dilakukan oleh komikus kita. Kadang mereka mengambil foto anatomi mereka sendiri sebagai acuan gambarnya. Bahkan semua komik yang kita baca sudah pasti ada unsur referensi yang dijadikan acuan atau contoh.

referensi

Ini sah. (Google Image)

referensi

Ini juga sah! (Google Image)

Referensi Style

Untuk referensi jenis ini juga sudah sangat lumrah dilakukan. Yang menjadi permasalahan di sini adalah jika si artis tidak mengerti mengenai referencing style dan menjadikan referencing style ini sebagai ‘drama’. Padahal ia sendiri pasti memiliki bahan acuan atau referensi style artis lain yang sekarang menjadi gaya menggambarnya.

Kita ambil contoh paling gampang: Style Manga. Hampir 80% komik yang beredar di Indonesia memiliki style gambar Manga dengan jenis gaya Manga yang berbeda-beda.

CIAYO Comics sendiri memiliki banyak judul komik yang mengambil referensi gaya dari berbagai macam komik.

Google Image

Google Image

Baca Juga: Keseruan Launching Komik Volt X Setan Jalanan di Popcon Asia 2017

Volt X Setan Jalanan mengambil inspirasi style gambar DC Comics di dalam Batman vs Superman. Apakah ini boleh? Sangat boleh. Malah kami takjub dengan sang komikus Volt X Setan Jalanan yang berhasil menggambar komik dengan kualitas secanggih DC Comics! (Google Image)

Volt X Setan Jalanan mengambil inspirasi style gambar DC Comics di dalam Batman vs Superman. Apakah ini boleh? Sangat boleh. Malah kami takjub dengan sang komikus Volt X Setan Jalanan yang berhasil menggambar komik dengan kualitas secanggih DC Comics! (Google Image)

Vandaria: Red Deimos (Google Image)

Vandaria: Red Deimos (Google Image)

Dragon Ball (Google Image)

Dragon Ball (Google Image)

 

Mana yang lebih bagus manganya? Yang jelas Vandaria Red Deimos banyak mengambil inspirasi dari style komik manga Dragon Ball.

Hak Cipta di Dalam Komik

Pada hakikatnya sewaktu si komikus itu menggambar komik dan mempublikasikannya lewat media cetak atau digital, maka otomatis karyanya tersebut secara otomatis dan secara tidak langsung telah dilindungi oleh Undang-undang Hak Cipta. Tetapi akan lebih aman jika karyanya itu segera didaftarkan ke Kantor HAKI karena ada peluang orang lain yang malah mendaftarkan karyanya atas nama orang lain tersebut.

Jika bersengketa, maka pengadilan akan meminta bukti meta data yang berisi karya yang di upload, waktu upload, dan di media apa karya itu di upload. Di sinilah media sosial memiliki peran yang penting sebagai media bukti unggah karya seseorang. Ternyata ada gunanya juga yah media sosial.

Di industri komik, yang biasa didaftarkan sebagai hak cipta adalah logo komiknya, logo penerbitnya dan karakter-karakter yang ada di dalam komik tersebut.

Untuk logo sudah pasti harus didaftarkan sebagai trademark ™, namun untuk karakternya sendiri ada 2 pilihan: didaftarkan hanya sebagai copyright © atau sekaligus sebagai trademark ™ .  Untuk copyright © sebenarnya agak kurang kuat karena ia hanya melindungi sebatas copyright yaitu visual yang tercetak secara fisik dan digital.

Biasanya jika sang kreator atau pemilik IP (intellectual property) ingin memiliki posisi yang lebih kuat, maka ia akan mendaftarkan karakter IP nya juga sebagai trademark ™ yaitu sebagai paten merek yang memiliki opsi perlindungan di 45 kelas kategori. Tentunya this comes with a price tag. Pemilik IP harus merogoh kocek yang dalam jika mau mendaftarkan IP nya di semua kelas dan belum tentu semuanya disetujui oleh kantor HAKI.

Ini baru pendaftaran hak cipta yang di Indonesia, kita belum lagi membahas mengenai hak cipta yang ada di luar negeri yang memiliki aturan main yang berbeda-beda.

Jadi next time kamu denger, “Kok karya saya dijiplak orang?”. Nah, kita harus teliti dulu dalam mencerna drama ini. Apanya yang dijiplak? Ceritanya? Karakter? Judulnya? Naskahnya? Kalau style itu relatif, karena style gambar tidak bisa dipatenkan, sama halnya seperti kata-kata baku yang umum, tidak bisa dipatenkan karena itu sudah jadi konsumsi publik.

Google Image

Google Image

Ngomong-ngomong, ada yang tahu siapa yang gambar ini ngga? Kalau tahu bisa hubungi saya yah di b@ciayo.com karena mau kita jadiin webtoon resmi di CIAYO Comics. #Namanyajugausaha

Komik Sekuel 

Komik Sekuel itu adalah komik yang memiliki judul dan memiliki beberapa karakter yang sama dengan komik aslinya. Misalnya Komik Dragon Ball Z adalah sekuel dari Komik Dragon Ball karena memiliki beberapa karakter yang sama dengan Dragon Ball.

Google Image

Google Image

 

Dragon Ball Z (Google Image)

Dragon Ball Z (Google Image)

Biasanya komik sekuel itu adalah lanjutan dari komik sebelumnya dan tidak menutup kemungkinan memiliki lebih dari satu sekuel jika berhasil.

Apakah ada kemungkinan komik sekuel itu bukan kelanjutan dari komik sebelumnya? Mungkin saja. Namun itu jarang sekali terjadi.

CIAYO Comics sendiri pernah ketiban ‘drama’ dari platform komik digital negeri Samyang (sering kepedesan yah) yang mempertanyakan kenapa komik sekuel dari platform mereka bisa tiba-tiba muncul di platform kami. Kami tidak ingin memperpanjang masalah tersebut dengan cara segera mencabut komik tersebut, walaupun hal tersebut bukanlah ranah mereka untuk menentukan komik apa saja yang boleh tampil di platform kami. Uhuk.

Sangat penting bagi para komikus untuk membaca ulang kontrak dan perjanjian dengan platform atau penerbit agar perjanjian tersebut tidak merugikan kedua belah pihak, khususnya pihak kreator yang menjadi pemilik dari IP komik tersebut.

Komik Twist

Komik jenis ini bisa dikatakan adalah komik pelintiran dari komik aslinya. Memiliki beberapa karakter atau gaya gambar komik yang sama, namun biasanya memiliki judul yang berbeda dan bukan kelanjutan dari komik aslinya.

Contoh:

Sedotans adalah komik twist dari Sekotengs. Sedotans memiliki beberapa karakter yang sama yaitu sekumpulan dokter ganteng, namun jalan ceritanya berbeda dan tidak terkait dengan cerita yang pertama di Sekotengs.

Sedotans (CIAYO Comics)

Sedotans (CIAYO Comics)

Baca Juga: Penasaran Rasanya Jadi Dokter? Baca Aja SEDOTANS, Dijamin Ketawa!

Super O adalah komik twist dari Si Ocong. Di komik ini karakter Si Ocong berubah bentuk menjadi superhero. Cerita dan judulnya pun dibuat berbeda dengan yang ada di platform tetangga.

Super O (CIAYO Comics)

Super O (CIAYO Comics)

Bagi kreator yang ingin membuat sekuel ataupun twist dari komiknya di CIAYO Comics, kami membuka pintu selebar-lebarnya. Kirim konsep, cerita, karakter dan contoh komiknya ke kami untuk dikurasi terlebih dahulu.

Baca Juga: Ngobrol Seru Dengan Kreator Komik Super O

Produk Turunan

Apa itu yang dimaksud dengan produk turunan? Diambil dari kata “Produk” dan “Keturunan” maka produk turunan itu bisa dianalogikan sebagai anak-anak dan cucu-cucu dari sebuah produk. Di dalam hal ini produk adalah IP dari sebuah komik.

Tidak jarang kita melihat produk turunan sebuah IP komik yang dibuat sang kreator. Malah dari produk turunan inilah sang kreator bisa mencari sesuap nasi supaya dapurnya bisa ngepul.

Poster Si Juki The Movie (Google Image)

Poster Si Juki The Movie (Google Image)

Contoh yang paling lengkap adalah IP komik Si Juki yang sukses membuat berbagai produk turunan seperti film animasi Si Juki The Movie, merchandise dalam bentuk baju, sarung handphone, gelang, dan lain sebagainya. Bahkan IP besutan Faza Meonk ini sudah membuat lini produk eksklusif untuk kalangan kelas atas yaitu S.JK.

Yoga Danu (Google Image)

Faza Meonk (Google Image)

Baca Juga: CIAYO Comics dan Pionicon Merilis Komik Si Juki & Mang Awung

S.JK (Google Image)

S.JK (Google Image)

 

Merchandise Si Juki (Google Image)

Merchandise Si Juki (Google Image)

 

Merchandise Si Juki (Google Image)

Merchandise Si Juki (Google Image)

Jadi next time jika kamu membaca kontrak perjanjian dari sebuah platform atau penerbit yang melarang kamu untuk membuat produk turunan dari komik kamu, maka sebaiknya kamu berpikir dua kali, bahkan berpikir seratus kali dulu sebelum meneken kontrak tersebut karena jenis perjanjian seperti itu sangat merugikan dan seperti ingin menutup rejeki para kreator Indonesia.

Jika kontrak kamu sebagai pemilik IP sangat mengikat, saya menganjurkan kamu meminta kompensasi yang lebih ke orang atau pihak yang bikin kontrak, karena secara tidak langsung IP kamu itu otomatis ‘bukan punya kamu’, tapi malahan ‘punya dia’. Tercyduk yah.

Atau jangan-jangan yang bikin kontrak ngga ngerti soal istilah produk turunan ini? Entahlah. Maka dari itu eta sudah terangkanlah panjang lebar di sini. Kalau belum ngerti lagi, eta ngga tahu harus ngomong bagaimana lagi.

Google Image

Google Image

Kami di CIAYO Comics memiliki visi dan misi tidak saja mempromosikan IP komik lokal di Indonesia namun juga mempromosikan IP komik lokal beserta produk turunannya hingga ke mancanegara.

Bulan ini kami sedang melakukan beta testing menterjemahkan sebagian webtoon resmi di CIAYO Comics ke bahasa Inggris dan mudah-mudahan dalam setahun ke depan ke bahasa Jepang, Korea dan Mandarin.

Jangan lupa kirim submisi komik kamu ke submission@ciayo.com yah.

Salam komik Indonesia!

About Author

Borton

Borton

He's the crazy brain behind all of these. He pushes and makes us believe that there is nothing we can’t do. He is an optimist who makes us believe that this team can create and invent great things to serve and enhance the way people live their life. His vision paving the long road we take in this journey. His experiences makes us aware of every obstacles ahead. His presence in this team is so important as our friend and leader who always eat last and makes us feel secure to take every risk. He loves to write fiction story and also the writer of Fourger Inc on CIAYO Comics.

Comments

Most
Popular

Nama-Nama Ini Akan Mengisi Diskusi Panel BEKRAF Game Prime 2017

Hallo gamerhead! Siapa dari kalian yang berencana dateng ke Bekraf Game Prime 2017? Nama-nama ini akan hadir untuk menja.. more

Parade tokoh film Studio Ghibli. Sumber gambar: pinterest.com

Film Terbaru Studio Ghibli Baru Akan Rilis Tahun 2020

Dengan deretan film anime mereka yang keren, Studio Ghibli tak heran sering dibanding-bandingkan dengan kompatriot merek.. more

Sumber: Waterfordwhispernews

Fifty Shades Trilogy, Trilogi Lemah yang Kerap Mendulang Sukses di Box-Office

Tapi anehnya nih bro sis, terlepas kualitas filmnya sudah jelas-jelas buruk, trilogi ini justru kerap mendulang keuntung.. more

00-d-ennichisai-2018

Ennichisai 2018 Peringati 60 Tahun Hubungan Jepang-Indonesia

Event Jejepangan terbesar Ennichisai kembali lagi. Ennichisai 2018 diadakan memperingati 60 tahun hubungan Jepang dan In.. more