Mengenal Lima Dewa Fighting Game Community Jepang

9 months ago
Sumber gambar: redbull.com

Komunitas FGC, atau Fighting Game Community, merupakan suatu komunitas gamers populer. Tapi sebenarnya apa itu FGC?  Siapa mereka?

Secara sederhana, FGC alias Fighting Game Community, adalah perkumpulan/sekumpulan pemain video game (professional) yang fokus pada genre fighting alias perkelahian. Kita tahu ada berbagai jenis genre video game yang diciptakan dan beredar di kalangan penggemar video game. Mulai dari petualangan, platforming, tembak-menembak, hingga berantem. FGC fokus pada game di bagian berantem.

Game berantem populer saat ini, Street Fighter V. Sumber gambar: youtube.com

Game berantem populer saat ini, Street Fighter V. Sumber gambar: youtube.com

FGC lahir di era 90an, saat game fighting mulai marak pasca rilis (dan sukses besarnya) Street Fighter II dari Capcom Jepang. Game ini dianggap menjadi tonggak awal sejarah kelahiran komunitas-komunitas penggemar fighting game dunia.

Nggak pernah main ini? Bohong ah! Sumber gambar: emuparadise.me

Nggak pernah main ini? Bohong ah! Sumber gambar: emuparadise.me

Era millennium baru tiba bersama internet. Kini jarak yang memisahkan antar gamers dunia seakan-akan menciut menjadi hanya sepanjang tangan dengan keyboard komputer. Teknologi video game mulai semakin canggih. Koneksi internet memungkinkan dan melahirkan teknologi online gaming. Jika dulu seseorang ingin mengadu skill gaming, dia harus duduk bersebelahan dengan lawannya di depan mesin arcade di arcade center. Internet mengubah keharusan itu. Gamer dari Indonesia bisa adu skill dan adu gebuk dengan gamer dari Jepang tanpa perlu keluar dari rumah. Internet dapat memfasilitasi itu. Itulah mengapa FGC semakin banyak dan populer jika dibandingkan hari-hari awal kelahirannya di era 90an.

Sebelum era internet, seperti ini situasi duel video game. Sumber gambar: museumofplay.org

Sebelum era internet, seperti ini situasi duel video game. Sumber gambar: museumofplay.org

FGC tersebar dimana-mana. Mulai dari skala teman-teman se-gank sampai yang membawa-bawa nama dan bendera negara. Ya… Dengan semakin populernya e-Sport di kalangan pemain video game professional, FGC juga ikut terkena efeknya. Kompetisi-kompetisi FGC, yang dulu masih sekelas daerah/kota, kini mulai merambah ke kelas yang lebih serius dan tinggi. Turnamen FGC mulai melibatkan sponsor besar, dengan hadiah besar, dan eksposure media yang juga besar.

Turnamen FGC semakin dikenal dan diseriusin. Sumber gambar: fightinggameblog.blogspot.com

Turnamen FGC semakin dikenal dan diseriusin. Sumber gambar: fightinggameblog.blogspot.com

Atlit e-Sport FGC mulai lahir dan dikenal. Beberapa terus membesar dan jadi idola layaknya atlit olahraga lain. Beberapa redup dan hilang karena seleksi alam. Sama seperti event olahraga, e-Sport FGC merupakan sebuah kompetisi ketat. Hanya yang terbaik dan tahan tekanan yang bisa hidup dan bertahan di kerasnya turnamen-turnamen e-Sport FGC. Produsen game fighting semakin meng-endorse FGC. Begitu pula pabrikan produk-produk pendukung seperti gaming peripherals dan bahkan minuman energi. Dari sini pula lahir nama-nama beken atlit e-Sport FGC yang jadi idola dan dipuja fans masing-masing.

Turnamen FGC dengan sponsor branded. Sumber gambar: mii-gamer.com

Turnamen FGC dengan sponsor branded. Sumber gambar: mii-gamer.com

Walau sering diperdebatkan kebenarannya, saat ini ada lima individu atlit e-Sport FGC yang dianggap sangat berpengaruh di dunia. Kelima orang ini (semuanya warga negara Jepang) bahkan di-dub sebagai “Lima Dewa Fighting Game Community” oleh media dan fans. Sesuatu yang terdengar berlebihan, namun jika melihat aksi dan pencapaian lima lelaki ini maka sulit untuk tidak memaklumi sebutan “Dewa FGC” yang mereka sandang.

Lima Dewa FGC dari Jepang tersebut adalah:

Daigo Umehara | Daigo “The Beast” | Afiliasi: Cygames Beast

Merupakan legenda hidup FGC. Daigo memulai kesukaannya pada fighting game sejak era Street Fighter II & Fatal Fury: King of Fighters di era 90an. Skill bermain dia terus terasah hingga mendapatkan gelar 2D格闘ゲームの神 alias “Dewa Game Fighting 2D”. Daigo juga dikenal berkarakter kalem walau saat berada dalam posisi terjepit; seperti di Evo Moment #37 tahun 2004 misalnya. Umehara juga pernah datang ke Jakarta [Jakarta Games Week 2017: Jawaban Indonesia Untuk Komunitas FGC Dunia]

Daigo Umehara. Sumber gambar: twitter.com/daigothebeast

Daigo Umehara. Sumber gambar: twitter.com/daigothebeast

Hajime Taniguchi | Tokido “Murderface” | Afiliasi: Echo Fox

Jika Daigo adalah sosok kalem maka Tokido adalah kebalikannya. Tapi karakter yang sle’ngean dan tengil merupakan ciri khas Tokido yang menghibur. Tokido mulai merambah posisi professional gamer sejak memenangi turnamen Capcom vs SNK 2 pada tahun 2002. Tokido adalah spesialis karakter Gouki/Akuma di game Street Fighter IV & V. Skill-nya yang hebat ditambah personality yang eksentrik membuat Tokido digadang-gadang sebagai salah satu yang terbaik (kalau bukan yang terbaik) di dunia FGC.

Hajime Taniguchi. Sumber gambar: heavy.com

Hajime Taniguchi. Sumber gambar: heavy.com

Naoto Sako | Sako | Afiliasi: SCARZ

Memang kalau dibandingkan dengan Umehara atau Tokido, Sako tidak terlalu banyak ter-ekspose oleh media (terutama media di luar Jepang). Namun Sako tetap merupakan pemain FGC kelas atas yang kehadirannya di turnamen-turnamen FGC skala besar (seperti Capcom Cup atau EVO Championship; terutama EVO 2014 dimana di dan empat dewa lainnya hadir di turnamen tersebut dan memberikan impact besar) selalu menjadi momok peserta lain.

Naoto Sako. Sumber gambar: redbull.com

Naoto Sako. Sumber gambar: redbull.com

Shinya Onuki | Nuki | Afiliasi : CyberZ (kontrak berakhir Maret 2017)

Dikenal sebagai jagoan Street Fighter dengan karakter Chun-Li, Nuki termasuk atlit FGC yang disegani. Turnamen yang terakhir dihadiri oleh Nuki saat masih berada dalam Team CyberZ adalah Canada Cup 2016 pada bulan Oktober. Di bulan Maret 2017 Nuki mengumumkan kalau dia tidak memperpanjang kontraknya dengan CyberZ dan tidak akan menghadiri turnamen skala internasional pada tahun tersebut.

Shinya Onuki. Sumber gambar: pvplive.com

Shinya Onuki. Sumber gambar: pvplive.com

Tatsuya Haitani | Haitani | Afiliasi: YOUDEAL

Termasuk dalam Lima Dewa Fighting Game Community Jepang, Haitani terkenal dengan skill saat menggunakan karakter Necalli di Street Fighter V. Haitani baru-baru ini melangsungkan pernikahan, dan tebak siapa saja yang datang ke acara tersebut? Tentu saja empat dewa lainnya ada di antara para tamu. Lucunya, Umehara datang ke acara tersebut dalam kondisi saltum alias salah kostum, dimana hanya dia yang berpakaian casual sementara yang lainnya tampil rapi dengan setelan resmi. Sambil bercanda Umehara menulis di Twitter-nya: “Cuma gue yang datang ke pesta Haitani pakai baju santai. Mati dah. Gue mau pulang”.

Tatsuya Haitani. Sumber gambar: twitter.com/hai090

Tatsuya Haitani. Sumber gambar: twitter.com/hai090

Salah kostum! Sumber gambar: twitter.com/daigothebeast

Salah kostum! Sumber gambar: twitter.com/daigothebeast

Tokido Photobomb! Sumber gambar: twitter.com/daigothebeast

Tokido Photobomb! Sumber gambar: twitter.com/daigothebeast

Para pemain/atlit Fighting Game kelas atas ini masih berkuasa dan wara wiri di dunia persilatan FGC. Tapi seiring bertambahnya usia mereka, sepertinya Jepang harus segera melahirkan dewa-dewa baru jika ingin tetap dominan di area ini untuk tahun-tahun berikutnya.

Tapi Indonesia kapan dong, punya dewa seperti mereka di FGC? T_T

About Author

Harry Rezqiano

Harry Rezqiano

Seimbangkan hidup. Tiap orang beda-beda caranya. Tapi semua orang perlu melakukannya. *Disclaimer: Tulisan ini adalah opini & pendapat pribadi serta bukan merupakan pandangan maupun kebijakan Ciayo Corp beserta afiliasinya. Penulis dapat dihubungi melalui media sosial, Facebook: /HarryRezqiano | Twitter: @HarryRezqiano | Wattpad: /HarryRezqiano *

Comments

Most
Popular

Sumber: jakartabiennale.net

Jakarta Biennale, Pameran Seni yang Instagram-able Abis!

Satu lagi, acara pameran seni hadir di Jakarta. Bro sis yang artsy dan suka fotografi banget, pasti tau deh sama acara i.. more

Dua nama besar game genre FPS saat ini. Sumber gambar: youtube.com

Call Of Duty & Battlefield: Game Simulasi Militer Terpopuler

Jadi game FPS mana yang lebih bagus? CoD atau BF?.. more

00-d-shadowverse-indonesia-circuit

Shadowverse Indonesia Circuit Diadakan di Comic Frontier 11

Ayo siapkan deck terbaikmu untuk menjadi juara dalam turnamen Shadowverse Indonesia Circuit di Comic Frontier 11... more

Call of Duty: WW II (sumber: Kotaku)

Selalu Berlatar Perang Dunia 2: Apakah Latar Non Perang Dunia 2 Memang Kurang Komersil Untuk Dijadikan Latar Game Perang?

Game Berlatar Belakang Perang Dunia ke-2 memang selalu jadi hal seru. Tapi apa iya selalu harus tentang Perang Dunia ke-.. more

cookingwithdog.com

Cuma di Acara Ini, Takoyaki Jadi Rebutan!

Di acara yang satu ini, takoyaki jadi bahan rebutan orang-orang. Gimana enggak, di acara Inari Matsuri IPB kemarin ada l.. more