Mengenal Shazam: Superhero DC Comics yang Filmnya Segera Rilis

2 months ago

Baru-baru ini beredar gambar resmi promotional material dari film “Shazam” yang berasal langsung dari Instagram Zachary Levi, sang pemeran utama.

Sumber: Instagram

Dibandingkan Marvel Cinematic Universe, DCEU alias DC Extended Universe berjalan sangat lamban dan terasa tanpa konsep besar di dalamnya. Saya mengatakan itu sebagai fans DC Comics yang tumbuh dengan komik mereka.

MCU membangun universe mereka mulai dari “Iron Man” (2008) dengan mindset akan membangun sebuah franchise besar dengan karakter-karakter dari komik Marvel dalam satu kesatuan. MCU dengan kalkulatif membangun sebuah universe besar dengan ‘potongan-potongan kecil’ berisikan kisah solo para superheroes Marvel. Sebuah rencana yang terhubung dalam format ‘Phase’ berkelanjutan, dimana puncaknya adalah film “The Avengers: Infinity War” yang sukses besar kemarin.

Di bagian ini Marvel lebih cerdas ketimbang DC. Warner Bros. (sebagai studio yang punya hak membuat film dengan karakter-karakter DC Comics) telat menyadari potensi pembuatan sebuah universe untuk karakter superheroes DC Comics dan baru mulai menciptakan universe mereka tahun 2013 lewat film “Man of Steel”.

Sudah sangat telat, karena MCU sudah memasuki Phase 2 dari rencana mereka. Saat Man of Steel rilis, MCU sudah menghasilkan 7 film yang sukses dan membangun fondasi bagus.

Sumber: ScriptMag

Tidak seperti MCU yang punya blueprint seperti Phase 1, 2, 3 dan seterusnya (film Infinity War adalah akhir dari Phase 3), DCEU terlihat seperti tidak punya ‘cetak biru’ yang jelas.

Memang setelah Man of Steel DCEU terus merilis film yang saling berkaitan; seperti halnya film-film di MCU. “Batman v Superman: Dawn of Justice” (2016), “Suicide Squad” (2016), “Wonder Woman” (2017) dan “Justice League” (2017).

Tidak semua sukses besar. Bahkan Justice League yang seharusnya menjadi lawan serius film “Avengers” MCU, tidak berhasil memenuhi ambisi dan ekspektasi fans. Jika ada yang perlu disalahkan, fans menuding para Boss di Warner Bros sebagai biang keladi situasi buruk DCEU di pasaran.

Para aktor dan aktris di film “Justice League”. (Sumber: PopSugar)

Terlepas kurang ngebutnya DCEU, kepercayaan untuk terus membangun DCEU tetap ada. Setelah film terakhir DCEU “Justice League” berakhir, film berikut dari DCEU nanti adalah “Aquaman” (2018). Karakter ini secara pintar mulai diperkenalkan lewat Justice League sebelum film solo-nya muncul di akhir tahun 2018. Dan di tahun 2019, film “Shazam” serta “Wonder Woman 2” akan menambah koleksi film DCEU.

Wonder Woman sudah memiliki film perdana sendiri dan menuai pujian besar. Wonder Woman bahkan disebut-sebut sebagai yang terbaik saat ini di DCEU. Tak heran sekuelnya digarap dengan segera.

Tapi bagaimana dengan “Shazam”? Karakter dari mana itu?

Cover yang sedikit mirip Action Comics Superman. (Sumber: MyComicShop)

Karakter ini pertama muncul di penerbitan Fawcett Comics mulai tahun 1939 sampai dengan 1953. Tepatnya di komik “Whiz Comics #2” dengan nama “Captain Marvel” dan diciptakan oleh Bill Parker serta C.C. Beck.

Komik dan karakter ini sangat populer; bahkan bisa mengalahkan penjualan komik Superman. Hanya ada sedikit komik yang bisa ‘melawan’ Superman saat itu. Captain Marvel ini termasuk yang mampu menyaingi Superman.

DC Comics mengajukan lawsuit pada Fawcett dengan tudingan kalau Captain Marvel adalah tiruan Superman, sehingga Fawcett Comics harus menghentikan publikasi komik Captain Marvel mereka tahun 1953.

Sumber: MyComicShop

Perseteruan DC Comics dan Fawcett Comics berakhir tahun 1972 dengan DC Comics melisensi karakter serta komik Captain Marvel. DC Comics bahkan akhirnya sah memiliki seluruh elemen IP Captain Marvel tahun 1991 dan kemudian berusaha menghidupkan komik klasik ini lagi di era modern.

Tapi sayang, Marvel Comics ternyata sudah keburu memiliki hak menggunakan nama “Captain Marvel” sejak 1967 dengan karakter Captain Marvel buatan Stan Lee serta Gene Colan.

Captain Marvel buatan Marvel Comics tahun 1967. (Sumber: Marvel Comics)

Saat Fawcett dan DC ribut-ribut soal Captain Marvel & kemiripannya dengan Superman, Marvel Comics secara cerdik mematenkan nama tersebut untuk mereka sendiri. Boleh dibilang kalau Fawcett dan DC ‘kecolongan’ aksi Marvel Comics.

Karena sudah memiliki lisensi Captain Marvel dari Fawcett tapi malah tidak dapat memakai nama Captain Marvel, akhirnya DC Comics mengganti nama komik Captain Marvel menjadi “Shazam” ; yang merupakan akronim dari inisial nama depan para ‘Immortal Elders’ Solomon, Hercules, Atlas, Zeus, Achilles dan Mercury.

Kisahnya masih tetap mengenai bocah laki-laki bernama Billy Batson, yang dapat henshin alias berubah wujud menjadi pria dewasa berkostum dengan kekuatan super, kecepatan cahaya dan berbagai superpowers lain dengan seruan “Shazam!”. Plot yang sebenarnya sudah dimulai sejak 1941 kembali dijadikan origins canonical saat relaunching tahun 2011 lewat “The New 52”.

Captain Marvel & Billy Batson versi klasik. (Sumber: Wikia)

Keputusan DC Comics untuk mem-filmkan karakter ini menurut saya merupakan satu hal yang berani, mengingat sebenarnya masih banyak karakter komik DC Comics lain yang lebih ideal untuk diangkat menjadi film bagian DCEU. Tapi bisa dimengerti; karena di Shazam aksi Billy Batson, yang memang masih bocah, akan menarik sehingga film ini diprediksi oke untuk berbagai lapisan usia.

Zachary Levi, yang berperan sebagai Shazam, sudah memamerkan gambar resmi Shazam lewat Instagram setelah sebelumnya suasana syuting film tersebut bocor duluan di berbagai fansite serta portal berita pop culture.

Sumber: AnimatedTimes

Sumber: SideShowCollectors

Sumber: SideShowCollectors

Sumber: Batman-News

Tinggal menunggu tanggal rilis resmi dan trailer film ini. Mengingat Zachary Levi pernah berperan bagus di serial TV komedi aksi “Chuck”, seharusnya film Shazam akan menarik. Tunggu saja berita lanjutannya di CIAYO Blog, ya.

About Author

Harry Rezqiano

Harry Rezqiano

Seimbangkan hidup. Tiap orang beda-beda caranya. Tapi semua orang perlu melakukannya. *Disclaimer: Tulisan ini adalah opini & pendapat pribadi serta bukan merupakan pandangan maupun kebijakan Ciayo Corp beserta afiliasinya. Penulis dapat dihubungi melalui media sosial, Facebook: /HarryRezqiano | Twitter: @HarryRezqiano | Wattpad: /HarryRezqiano *

Comments

Most
Popular

Dimaz Sadewa Menguak Sejarah Batavia Lewat Komik

Sempet kepikiran nggak, kalau latar belakang sejarah dan hal-hal serius juga bisa diangkat jadi cerita yang menarik. Dim.. more

00 ditolak penerbit desktop

Jangan Ngambek! Ini Alasan Kenapa Karyamu Ditolak Penerbit!

Bro sis pernah mengirim novel atau komik terus ditolak penerbit? Jangan keburu marah, soalnya penerbit punya alsannya se.. more

Sumber: Digitalspy.com

Rekor Terbaru dan Debut Premiere Black Panther yang Dibanjiri Review Positif oleh Wartawan

Bisa dikatakan, hadirnya film ini menjadi highly anticipated movie atau film yang paling ditunggu-tunggu di awal tahun.. more

Series Fate. (Sumber: wallpaper abyss)

Fate Series: Dari Game PC Hingga Meraih Popularitas Di Smartphone

Fate series dimulai dari game Fate/stay night, dan kini melebar menjadi berbagai serial anime, manga, dan spinoff lain. .. more

Sumber gambar: 2ch.hk

Shinji Mikami: Tokoh Dibalik Kesuksesan Genre “Survival Horror” Seperti Resident Evil

Dunia harusnya berterima kasih pada Shinji Mikami 三上 真司 ... more