Mengenal Sosok ‘The Devil Wears Prada’ di Kehidupan Nyata, Anna Wintour

3 months ago
Anna Wintour (Sumber: pursuitst.com)

Bagi pecinta fashion, sosok Anna Wintour pasti sudah tidak asing lagi. Wanita di balik kesuksesan majalah Vogue ini terbilang sangat sukses dan memegang kendali industri yang bernilai triliunan ini. Bahkan, berkat Anna Wintour, ia pun berhasil membuat majalah Vogue digadang-gadang sebagai “The Fashion Bible”. Menjadi wanita yang paling berpengaruh di dunia fashion, tak heran bahwa ia selalu terlihat di barisan terdepan di setiap fashion show merk-merk ternama seperti Chanel, Lanvin, Prada, Fendi dan berbagai brand luxury lainnya. Selain itu, ia juga punya hak istimewa untuk bisa melihat koleksi desainer sebelum ditampilkan.

sumber: peacockplume.fr

Selalu tampil dengan kacamata hitam di tiap pagelaran. Hal ini agar ekspresi wajahnya tidak terbaca. (Sumber: peacockplume.fr)

The Devil Wears Prada

Memulai karirnya sebagai jurnalis di sebuah surat kabar, tentu proses untuk menjadi dirinya yang sekarang ini tidak singkat. Sebelum menjadi editor-in-chief Vogue Amerika, ia terlebih dahulu menjabat sebagai editor-in-chief Inggris. Ia juga pernah dipecat dari posisinya sebagai editor-in-chief Harper’s Bazaar Amerika, dan ia anggap itu sebagai sebuah keberuntungan. Ibu satu anak ini dikenal sebagai sosok yang sangat keras dan mempunyai disiplin yang sangat tinggi. Hal ini tentu bisa kita saksikan lewat film yang berjudul The Devil Wears Prada. Film ini diadaptasi dari novel karangan salah satu mantan asisten Anna Wintour. Di film tersebut, Anna Wintour digambarkan sebagai sosok villain wanita yang berhati dingin. Setting kantor villain di film tersebut juga didesain sedemikian rupa dengan kantor asli Anna Wintour. Dan tak lama setelah film itu dirilis, Anna Wintour pun merombak semua interior dan dekorasi kantornya.

Merasa tersindir di film tersebut, Anna Wintour sempat mengancam desainer yang tampil menjadi cameo di The Devil Wears Prada dengan tidak akan pernah mendapat bagian di majalah Vogue yang dinaunginya. Namun, Anna Wintour yang secara tidak langsung disindir dalam film tersebut, tetap hadir dalam New York Premiere The Devil Wears Prada dengan mengenakan pakaian dari brand Prada! Savage~

sumber: s.yimg.com

sumber: s.yimg.com

Vogue Magazine

Salah satu gebrakan Anna Wintour di dunia fashion dimulai dari cover Vogue yang menampilkan model Israel Michaela Bercu dengan tema street style. Tentu gebrakan ini sangat tidak wajar untuk masa itu, mengingat Vogue tidak pernah menampilkan modelnya hanya dengan gaya casual jeans dari Guess dan kaos. Anna Wintour juga mengerti betul bahwa selebriti memainkan peranan penting di industri ini. Oleh karena itu, gebrakan lainnya yang dibuat adalah, cover majalah Vogue yang biasanya diisi oleh model, kemudian menampilan sosok selebriti!

Bahkan, Vogue edisi April 2014 pun menjadi isu yang paling populer terjual, edisi yang menampilkan Kim Kardashian dan Kanye West dalam baju pengantin ini berhasil terjual hingga 500.000 eksemplar.

Met Gala

Sebuah ajang paling bergengsi di dunia fashion ini merupakan event penggalangan dana. Namun tak seperti event penggalangan dana biasa, event ini juga menjadi ajang show off para selebriti dan publik figure, bahkan politisi kenamaan memamerkan busananya ke dunia. Sejak tahun 1995 lah, Anna Wintour menjadi salah satu yang berperan penting dalam event ini. Menjadi co-chairman Met Gala, Anna sudah berhasil mengumpulkan US$ 130 juta untuk The Metropolitan Museum of Art’s Costume Institute. Bahkan salah satu sayap dari The Metropolitan Museum of Arts dinamakan The Anna Wintour Costume Center.

sumber: vogue.com

sumber: vogue.com

Banyak yang tidak tahu kalau Anna Wintour juga membantu karir desainer papan atas untuk dapat tempat dalam industri fashion seperti Alexander Mc Queen, John Galliano, Zac Posen bahkan Marc Jacobs! Bahkan ia membawa pengaruhnya lebih besar lagi melalui CFDA’s Vogue Fashion Fund, event yang menaikkan pamor desainer Amerika seperti Alexander Wang dan Thakoon. Dari event ini, Anna juga berhasil mengumpulkan hampir US$ 20 juta untuk penderita AIDS. Tak heran Anna Wintour diberi penghargaan Outstanding Achievement Award pada British Fashion Awards 2014.

sumber: dailymail.co.uk

sumber: dailymail.co.uk

Anna Wintour berhasil memposisikan dirinya sebagai sosok yang memliki power dalam dunia fashion. Konon, desainer tidak akan memulai show-nya sebelum Anna Wintour hadir. Jadi kalau ia terlambat, pagelaran akan ditunda sampai ia tiba di tempat. Dilansir The New York Times, Anna Wintour bahkan diberikan budget khusus sebesar US$ 200.000 per tahun hanya untuk menunjang penampilannya! Nominal itu bahkan lebih besar dari editor Condé Nast, yang notabene adalah publisher yang menaungi Vogue. Anna Wintour juga diperkirakan berpenghasilan sebesar US$ 2.000.000 setiap tahunnya. Wow! That’s a great amount of money in fashion industry!

sumber: flashfoodies.com

sumber: flashfoodies.com

“I don’t think of myself as a powerful person. You know, what does it mean? It means you get a better seat in a restaurant or tickets to a screening or whatever it may be. But it is a wonderful opportunity to be able to help others, and for that I’m extremely grateful.” – Anna Wintour.

About Author

Mictanajos

Mictanajos

I start thinking that everyday I feel blessing from God. And I consider it's a new beginning. Yeah, everything is beautiful.

Comments

Most
Popular

(from : youtube.com)

Otaku VS Weeaboo

Bro and sis, seperti yang kita tahu bahwa sekarang ini perkembangan grup-grup atau komunitas penggemar kultur Jepang ber.. more

Sumber: vrworld.com

Perang Kartu Grafis PC Kelas Menengah: RX 480 vs RX 580 vs GTX 1060

Kali ini kita akan lihat dan bandingkan dua jenis kartu grafis PC di kelas menengah. Kedua kartu ini berasal dari dua ku.. more

Popcon Asia 2017, 5-6 Agustus 2017

Popcon Asia 2017, Ajang Silahturami Para Kreator Industri Kreatif Indonesia

Popcon Asia 2017 yang digelar pada 5-6 Agustus kemarin, masih sukses dan makin sukses menarik perhatian pengunjung! Even.. more

Interview Sweta Kartika: Membumi, Untuk Karya Komik Mendunia

Sweta Kartika adalah seorang komikus lulusan S2 FSRD ITB. Ia mulai menggeluti dunia komik sejak SD, dan selalu memasukka.. more

(www.comifuro.net)

Comic Frontier, Comiket Ala Indonesia

Bro sis ada yang datang ke Comic Frontier? Itu loh, acara yang lebih dikenal dengan sebutan Comifuro. Tapi udah pada tau.. more