Mengenal Sosok Penting Desainer Hardware Nintendo: Genyo Takeda

2 months ago
Sumber gambar: interactive.org

Video game tidak pernah lepas dari yang namanya “design/desain”. Karena desain memegang peranan kunci untuk video game agar menarik saat dilihat, dimainkan maupun didengar. Desain yang bagus akan menjadikan sebuah video game menarik. Karena itulah sosok-sosok desainer video game seperti misalnya Hideo Kojima (Metal Gear series) atau Cory Barlog (God of War series) merupakan tokoh penting dan berpengaruh di industri video game saat ini. Game-game mereka seru untuk dimainkan dengan grafis-gameplay-musik yang menarik. Semua karena berasal dari desain mereka. Desain yang membuat video game jadi seperti yang kita nikmati melalui console, PC maupun handheld.

Hideo Kojima & Norman Reedus. Sumber gambar: polygon.com

Hideo Kojima & Norman Reedus. Sumber gambar: polygon.com

Tapi sehebat apapun desain para desainer video game tadi, mereka tetap perlu platform. Perlu tempat. Dan walaupun semua pembuatan video game dilakukan melalui medium seragam (alias komputer), tapi ujung-ujungnya game akan dimainkan di luar dari komputer. Misalnya di console game. Dan disinilah fungsi dari sosok penting lainnya dari sebuah video game yang kita nikmati itu: yaitu desainer hardware.

Gaming consoles. Sumber gambar: engadget

Gaming consoles. Sumber gambar: engadget

Genyo Takeda adalah satu dari sedikit tokoh penting desainer hardware video game dunia.

Genyo Takeda saat memperkenalkan Nintendo GameCube. Sumber gambar: kotaku.com

Genyo Takeda saat memperkenalkan Nintendo GameCube. Sumber gambar: kotaku.com

Takeda, yang berusia 68 tahun, baru saja pensiun tahun 2017 lalu dari Nintendo, tempatnya bekerja sejak era 70an. Pencapaian Takeda di industri video game tidak dapat dianggap kecil. Beliau merupakan tokoh dibalik desain-desain hardware Nintedo yang ikonik. Seperti contohnya “battery backup” di cartridge Famicom/NES. Dengan mekanisme battery backup ini, game NES memungkinkan untuk melakukan proses ‘save file’ yang tentu saja berguna untuk gamers pada masa itu. Sehingga jika seseorang bermain game yang panjang (seperti misalnya RPG), mereka bisa menyimpan proses permainan mereka untuk nanti dilanjutkan kembali lain waktu. Generasi 90an mengenali proses ini lewat “memory card” seperti yang dipopulerkan Sony PlayStation One.

Sebelum era Memory Card dan HDD Save. Sumber gambar: dkoldies.com

Sebelum era Memory Card dan HDD Save. Sumber gambar: dkoldies.com

Takeda dan team desainer Nintendo juga menciptakan stick analog untuk console Nintendo 64 yang memorable itu. Bro sis pernah lihat joystick Nintendo 64? Bentuknya sekilas terlihat aneh dan lucu, tapi begitu berada dalam genggaman joystick itu akan terasa berguna banget; terutama dengan kemampuan ‘tiga model pegangan’ nya yang unik bahkan untuk ukuran masa kini.

Desain yang unik dan tidak orthodox. Sumber gambar: wikipedia.org

Desain yang unik dan tidak orthodox. Sumber gambar: wikipedia.org

Tiga cara pakai joystick Nintendo 64. Sumber gambar: nintendo.com

Tiga cara pakai joystick Nintendo 64. Sumber gambar: nintendo.com

Dan jangan lupakan gimana unik/nyentrik/aneh/absurd nya controller Nintendo Wii, the Wiimote & Nunchuk. Ini juga merupakan karya Genyo Takeda yang ikonik banget. Takeda saat itu berpendapat kalau “sebuah konsol game tidak harus punya kemampuan proses dan grafis sangat tinggi untuk dapat sukses”. Beliau menganalogikan hal ini dengan “lihat saja mobil keluarga dengan mobil sport, siapa yang lebih laku di pasaran”.

Joystick unik untuk gamers Wii. Sumber gambar: crazysales.com.au

Joystick unik untuk gamers Wii. Sumber gambar: crazysales.com.au

Konsep pemikiran itu terbukti di Wii. Walaupun kalah “otot” dibandingkan dua kompetitornya saat itu (PlayStation 3 & Xbox 360), tapi Wii tetap sukses laku terjual banyak bahkan hingga melebihi angka 100 juta unit selama masa hidupnya di pasaran.

Di kalangan internal Nintendo sendiri, Genyo Takeda adalah sosok yang dihormati & disegani berbagai lintas generasi desainer. “Dulu sekali, Takeda-san membuat game arcade berjudul EVR Race” terang desainer high-tier Nintendo yang dikenal luas sebagai pencipta Mario dan banyak game Nintendo lainnya, Shigeru Miyamoto, di acara “Iwata’s Ask” tahun 2009. EVR Race sendiri adalah game arcade balapan kuda dengan 6 pemain yang dirilis Nintendo tahun 1975. “EVR Race adalah video game pertama yang Nintendo ciptakan” sambung Shigeru Miyamoto kemudian.

Mesin arcade/video game/betting machine pertama Nintendo. Sumber gambar: tvtropes.org

Mesin arcade/video game/betting machine pertama Nintendo. Sumber gambar: tvtropes.org

Game arcade lain ciptaan Genyo Takeda adalah game tinju fenomenal “Punch-Out!!” tahun 1983. Game ini juga unik karena menggunakan dua layar ketimbang satu; sesuatu yang tidak biasa pada masa itu.

Tampil beda dengan dua layar. Sumber gambar: alchetron.com

Tampil beda dengan dua layar. Sumber gambar: alchetron.com

“Untuk Wii, kami bisa saja mencoba memompa kemampuan console itu agar memiliki tampilan grafis yang lebih tinggi lagi dari kompetitor kami saat itu” kata Genyo Takeda saat ditanya soal mengapa Wii tidak memiliki kemampuan grafis sama/melebihi PS3 ataupun X360 yang merupakan kompetitor utama mereka.

“Tapi saat developing mesin tersebut kami bertanya-tanya apakah grafis tinggi memang jadi tujuan utama konsumen kami? Dalam perjalanannya kami melihat kalau kami bisa tetap memberikan kualitas gaming Nintendo seperti yang diharapkan fans tanpa harus menaikkan biaya produksi (karena penambahan kualitas grafis) dan memberikan sesuatu yang fresh dengan joystick Wiimote + Nunchuk” sambung Takeda lagi.

Kualitas grafis Wii tidak istimewa. Sumber gambar: kotaku.com

Kualitas grafis Wii tidak istimewa. Sumber gambar: kotaku.com

Atas berbagai pencapaiannya di Nintendo hingga pensiun, Genyo Takeda dianugerahi penghargaan “Lifetime Achievement Award” oleh The Academy of Interactive Arts & Sciences (AIAS) di tahun 2018 pada acara 21st D.I.C.E Awards tanggal 22 February di Las Vegas, Amerika Serikat. Mendiang Satoru Iwata dari Nintendo juga merupakan penerima penghargaan yang sama sebelumnya selain tokoh-tokoh penting industri video game dunia seperti Howard Lincoln dan “bapaknya PlayStation” Ken Kutaragi.

Ex-CEO Sony Kaz Hirai & pencipta PlayStation Ken Kutaragi. Sumber gambar: kotaku.com

Ex-CEO Sony Kaz Hirai & pencipta PlayStation Ken Kutaragi. Sumber gambar: kotaku.com

Selamat untuk Genyo Takeda atas pencapaian luar biasa selama lebih dari empat dekade di industri video game dunia bersama Nintendo!

Presiden Nintendo, Tatsumi Kimishima & Genyo Takeda. Sumber gambar: polygon.com

Presiden Nintendo, Tatsumi Kimishima & Genyo Takeda. Sumber gambar: polygon.com

About Author

Harry Rezqiano

Harry Rezqiano

Seimbangkan hidup. Tiap orang beda-beda caranya. Tapi semua orang perlu melakukannya. *Disclaimer: Tulisan ini adalah opini & pendapat pribadi serta bukan merupakan pandangan maupun kebijakan Ciayo Corp beserta afiliasinya. Penulis dapat dihubungi melalui media sosial, Facebook: /HarryRezqiano | Twitter: @HarryRezqiano | Wattpad: /HarryRezqiano *

Comments

Most
Popular

Dragon Capital Centre Mengumumkan Logo Baru CIAYO Corp

PT Dragon Capital Centre mengumumkan logo baru yaitu "CIAYO Corp" sebagai bagian dari strategi korporat dalam mengembang.. more

Sumber : Pinterest.com

Sebenarnya, Seberapa Penting World Building Dalam Sebuah Cerita Komik?

Dalam membuat sebuah cerita fiksi, ada beberapa hal yang perlu disiapkan oleh kreator sebelum membuat cerita berjalan. T.. more

Istilah Komik Dari Berbagai Belahan Dunia

Mau tahu istilah komik yang macem-macem dan aneh-aneh dari berbagai bahasa di dunia? Baca artikel ini!.. more

RPGfan

Games RPG Seru: Tokyo Xanadu eX+

Buat Kamu pecinta games dan mengaku gamers sejati, pasti udah gak asing sama game Tokyo Xanadu Ps Vita! Versi terbaru da.. more