Mengintip Persiapan Comiket 94, Acara Komik Terbesar di Jepang

3 months ago
00-d-comiket-94

Jepang menjadi salah satu kiblat komikus dunia. Apa yang membedakan manga Jepang dengan komik dari belahan dunia lain adalah style-nya yang unik dan tema cerita yang beragam. Meski hanya disajikan dalam format hitam putih, buktinya keunikan manga Jepang berhasil menginspirasi para pembacanya.

Pergerakan manga Jepang nggak hanya terlihat dari judul-judul besar seperti Naruto dan One Piece saja. Di Jepang ada pula komunitas doujinshi yang membuat komik secara independen. Mereka membuat komik original atau fanfiction, kemudian mencetaknya sendiri dan menjualnya di toko khusus atau acara-acara komik. Walau ada beberapa pengarang dan penerbit manga yang melarang dibuatnya doujinshi tersebut, namun sebenarnya banyak yang senang dengan adanya doujinshi. Para pengarang manga senang karyanya diapresiasi, dan doujinshi pun bisa menjadi bentuk promosi gratis.

Sumber: Surviving Comiket

Sumber: Surviving Comiket

Seperti disebutkan sebelumnya, para pengarang doujinshi ini menjual komik mereka di beberapa event khusus. Salah satu event ini adalah Comic Market, alias Comiket. Comic Market merupakan acara komik terbesar di Jepang. Diadakan 2 kali setahun selama 3 hari di masing-masing event, rata-rata jumlah partisipan Comiket mencapai angka puluhan ribu, serta menjaring sekitar 500 ribu pengunjung di setiap acaranya.

Mengapa event komik yang dimulai sejak tahun 1975 ini bisa mencatat jumlah pengunjung sebanyak itu? Comiket diikuti puluhan ribu partisipan yang merilis doujinshi berkualitas tinggi secara terbatas. Barang sisa yang tidak terjual kemudian didistribusikan ke toko doujinshi atau dilelang dengan harga yang sangat tinggi. Karenanya, banyak pengunjung yang datang ke Comiket sebelum doujinshi incaran mereka habis terjual.

Baca Juga: Comiket Japan: Event Manga Kecil-Kecilan Yang Kini Berubah Jadi Besar-Besaran

Bagaimana cara panitia Comic Market mengatur para pengunjung yang jumlahnya ratusan ribu tiap harinya? Apakah selama acara berlangsung ada berbagai kendala? Staf Comiket ternyata dengan berbaik hati menceritakan pengalaman para panitia dan volunteer selama mempersiapkan Comiket ke-94, yang diadakan tanggal 10-12 Agustus lalu. Penasaran? Baca terus untuk cari tahu jawabannya, hehe.

Persiapan Comiket 94

Sumber: Comic Market

Sumber: Comic Market

Persiapan Comic Market 94 dimulai dengan briefing panitia dan volunteer di lokasi acara, yang senantiasa berpusat di Tokyo Big Sight sejak tahun 1996. Tokyo Big Sight adalah convention center terbesar di Jepang – tempat yang cocok untuk menampung para peserta dan pengunjung Comiket. Briefing panitia dan volunteer ini bertujuan untuk menjelaskan pengaturan tata letak meja peserta serta persiapan acara lainnya.

Sumber: Comic Market

Sumber: Comic Market

Setelah briefing selesai, panitia dan volunteer mulai menyiapkan pengaturan tata letak meja peserta. Volunteer memberti tanda untuk posisi meja peserta, dengan lakban beragam warna. Pengaturan posisi meja haruslah akurat dan penuh perhitungan. Jika meja tidak diatur dengan rapi, bisa-bisa mengganggu kenyamanan pengunjung.

Sumber: Comic Market

Sumber: Comic Market

Setelah pengukuran selesai, meja dan kursi peserta dibawa masuk oleh truk. Mengingat area Tokyo Big Sight yang sangat luas, sangat memungkinkan bagi truk untuk masuk ke dalam untuk meringankan beban kerja volunteer. Bayangkan berapa meja yang bisa dimasukkan ke dalam convention center ini!

Sumber: Comic Market

Sumber: Comic Market

Selain membawa meja dan kursi, truk juga datang membawa barang-barang jualan peserta serta katalog Comic Market. Logistik menjadi faktor penting dalam acara sebesar Comiket. Jika puluhan ribu peserta membawa barang-barang mereka di hari H, tak terbayangkan berapa waktu yang habis digunakan untuk mempersiapkan booth. Belum ditambah harus berdesak-desakkan dengan pengunjung yang sudah mengantri masuk sejak pagi buta!

Sumber: Comic Market

Sumber: Comic Market

Tak hanya soal meja dan kursi, panitia serta volunteer juga menyiapkan rambu penanda arah. Mobilisasi pengunjung juga jadi faktor penting yang diperhatikan di setiap Comiket. Dengan pengunjung yang mencapai ratusan ribu, Tokyo Big Sight pastinya akan menjadi lautan manusia! Rambu-rambu ini sangat berguna untuk mengatur arah jalan pengunjung sehingga tidak terjadi kemacetan.

Sumber: Comic Market

Sumber: Comic Market

Seperti inilah keadaan Tokyo Big Sight H-1 Comiket 94. Apa jadinya hall seluas ini saat dipenuhi peserta dan pengunjung, ya?

Hari-H Comiket 94

Sumber: Comic Market

Sumber: Comic Market

Baru di depan Tokyo Big Sight saja, jumlah pengantri sudah sangat membludak! Para peserta Comic Market berkesempatan untuk masuk area lebih dulu untuk mempersiapkan barang dan meja mereka. Pengunjung baru dibolehkan masuk pukul 10 pagi setiap harinya.

Sumber: Comic Market

Sumber: Comic Market

Bahkan setelah masuk area Tokyo Big Sight pun, pengunjung masih harus mengantri lagi untuk masuk ke hall yang ingin mereka tuju. Setiap hall memiliki temanya sendiri, dan ada juga hall khusus untuk pihak corporate yang menjual barang-barang official.

Sumber: Comic Market

Sumber: Comic Market

Mengingat banyaknya jumlah pengunjung Comiket, sinyal telepon akan sulit didapatkan. Untuk itu, beberapa perusahaan telekomunikasi menyiapkan mobil BTS yang bakal memperkuat jangkauan sinyal selama penyelenggaraan Comiket 94. Persiapannya matang sekali, ya?

Sumber: Comic Market

Sumber: Comic Market

Walaupun Comiket 94 belum resmi dibuka untuk umum sebelum pukul 10, panitia dan volunteer memajukan antrian pengunjung hingga masuk ke dalam area lobi Tokyo Big Sight, namun tidak sampai masuk ke dalam area jualan. Dengan ini, pengunjung tidak akan tertahan lama di luar convention center.

comiket 94

Sumber: Comic Market

Dan ini dia suasana khas dari Comic Market! Ratusan ribu orang datang berkumpul di Tokyo Big Sight untuk belanja komik dan merchandise dari serial favorit mereka. Setiap hari di Comiket terasa berbeda karena peserta digolongkan ke dalam berbagai kategori. Ada kategori pembuat doujinshi bertema game, bertema komik, bertema serial cantik, dan masih banyak lagi. Hari ke-3 biasanya jadi hari yang paling padat.

Sumber: Comic Market

Sumber: Comic Market

Di siang hari, pengunjung menggunakan area luar Tokyo Big Sight dan Disaster Prevention Park untuk melakukan cosplay. Para cosplayer memerankan karakter favorit mereka dari anime, manga, game, dan lain-lain. Ada cosplay berkelompok, cosplay sendiri penuh totalitas, hingga cosplay yang kreatif dan absurd bisa ditemukan di sini.

Sumber: Comic Market

Sumber: Comic Market

Petugas kesehatan selalu standby di beberapa lokasi, untuk mengantisipasi jika ada pengunjung yang pingsan atau terluka. Para petugas turut bercosplay untuk menghangatkan suasana. Di Comiket 94 ini, mereka bercosplay karakter dari serial Hataraku Saibo yang bercerita tentang kehidupan sel-sel di tubuh manusia.

Sumber: Comic Market

Sumber: Comic Market

Di malam hari, para panitia dan volunteer kembali bekerja merapikan meja dan kursi peserta. Truk barang kembali masuk untuk mengantarkan doujinshi dan barang jualan lainnya. Proses ini kembali diulang sampai hari terakhir Comiket.

Sumber: Comic Market

Sumber: Comic Market

Comic Market ditutup di hari terakhir pada pukul 4 sore. Para panitia, volunteer, bahkan para peserta yang tetap tinggal setelah pengunjung pulang, bahu membahu membereskan seisi Tokyo Big Sight. Setiap orang membantu membersihkan sampah, melipat meja dan kursi, serta mengumpulkannya di satu tempat. Karena semua orang saling membantu, hanya butuh satu jam saja hingga Tokyo Big Sight steril dari barang-barang sisa Comiket.

Comic Market 94 mencatatkan total 530 ribu pengunjung selama 3 hari, sedikit di bawah Comiket 93 (550 ribu) namun meningkat dari Comiket 92 (500 ribu). Pengunjung Comiket terbanyak diraih Comiket 84 di musim panas tahun 2013 (590 ribu) dan Comiket 87 di musim dingin tahun 2014 (560 ribu). Hari ketiga Comiket 94 mengumpulkan 210 ribu pengunjung, menyamai hari ketiga Comiket 93 yang jadi rekor pengunjung harian terbanyak.

Sumber: Comic Market

Sumber: Comic Market

Comiket selanjutnya, yakni Comic Market 95, akan diadakan pada tanggal 29-31 Desember 2018. Khusus untuk tahun 2020, Comic Market 96 dan 97 akan diadakan di dua lokasi berbeda mengingat Tokyo Big Sight akan direnovasi untuk menyambut Olimpiade 2020 di Tokyo. Sebagian areanya masih akan digunakan, namun area korporat akan diadakan di Aomi Exhibition Hall yang berjarak 1.5 kilometer dari Tokyo Big Sight. Comiket tahun 2020 juga akan diadakan selama 4 hari, pertama kali dalam sejarah.

Gimana, menarik kan budaya komik dan doujinshi Jepang yang terlihat di Comiket? Fenomena doujinshi dan Comic Market membuktikan bahwa budaya pop culture sudah mengakar kuat di masyarakat Jepang. Fans tidak hanya jadi penikmat, namun juga turut berkontribusi dalam perkembangan sebuah IP. Doujinshi menjadi alat komunikasi dua arah bagi fans serta kreator. Lewat doujinshi, keduanya bisa saling berinteraksi untuk mencitpakan karya yang menarik.

01-comic-frontier-x

Sumber: CIAYO Pictures

Budaya doujinshi yang sama juga bisa kamu temukan di Indonesia loh! Di acara Comic Frontier, kamu bisa menemukan ratusan kreator Indonesia yang membuat komik, artwork, dan berbagai pernak-pernik menarik nan kreatif. Antusiasme kreator dan pengunjung Comic Frontier juga nggak kalah hebatnya dengan di Jepang loh!

Comic Frontier akan mengadakan perhelatannya ke-11 pada tanggal 18-19 Agustus 2018 di Kartika Expo Balai Kartini Jakarta. Kalau kamu penasaran dengan karya-karya kreator Indonesia yang aktif dan kreatif, maka Comifuro harus kamu kunjungi!

Baca Juga: Comic Frontier 11 Sambut Asian Games Dengan Semangat Kreativitas

Comifuro 11 akan diadakan bulan Agustus ini. Sumber: Comifuro

Sumber: Comifuro

About Author

Meka Medina

Meka Medina

Penulis cerita untuk circle Rimawarna. Biasanya suka bolak-balik antara Bandung-Jakarta, namun bisa juga teleport ke Tenggarong. Jangan tanya kenapa.

Comments

Most
Popular

Ternyata Banyak Unsur Indonesia di Manga Dragon Ball lho!

Dragon Ball, siapa yang gak tau dengan komik legendaris ciptaan Akira Toriyama ini? Nah, ternyata di manga ini banyak un.. more

00-d-asosiasi-komik-indonesia-aksi

Asosiasi Komik Indonesia Resmi Dideklarasikan!

AKSI (Asosiasi Komik Indonesia) didirikan atas prakarsa perusahaan, organisasi, dan pelaku komik nasional. Tujuannya unt.. more

00-d-komik-pasutri-gaje

5 Alasan Kenapa Webtoon Pasutri Gaje Asyik Diikutin

Komik Pasutri Gaje karangan Annisa Nisfihani merupakan komik romantis yang digandrungi banyak orang. Apa rahasia dari ko.. more

Sumber gambar: Kotaku

Saat Nintendo Mengabaikan Sumpah dan Akhirnya Merilis “Night Trap”

Melalui publisher ‘kecil-kecil cabe rawit’ Limited Run Games & Screaming Villains, “Night Trap: 25th Anniversary E.. more

Tiada Thanksgiving Day tanpa kalkun panggang. Sumber gambar: huffpost.com

Tradisi Kalkun Panggang Di Thanksgiving, Kenapa Harus Kalkun?

Kenapa harus kalkun? Ada kisah dibaliknya, bro sis... more