Menguasai Bahasa Inggris Juga Harus Disertai Kemampuan Intonasi Agar Aman Saat Berkomunikasi

8 months ago
Sumber gambar: youtube.com

Internet sedang dihebohkan soal kasus pegawai hotel di Bali yang allegedly alias disangkakan telah melakukan sexual harassment alias pelecehan seksual kepada seorang tamu hotel dari Selandia Baru. Berbagai versi cerita serta opini mengiringi kasus ini. Polisi bahkan sudah terlibat di dalamnya walau saat ini si pegawai hotel tidak/belum ditahan dan korban (yang saat ini sepertinya sudah tidak berada di Bali) belum mengajukan tuntutan hukum ke polisi Indonesia atas perlakukan yang dia terima. Namun korban (terindikasi bernama Aneta Baker) sudah lebih dulu mem-viralkan tuduhan pelecehan yang dia alami saat berlibur di Bali ke Facebook.

Aneta Baker. Sumber gambar: tribunnews.com

Aneta Baker. Sumber gambar: tribunnews.com

Dan kita semua tahu kalau sesuatu kasus sudah menyebar di internet, maka segalanya akan simpang siur tergantung interpretasi tiap orang yang membaca/melihatnya.

Video rekaman si turis yang saya lihat di internet tidak memperlihatkan kalimat awal yang mengindikasikan adanya kalimat inappropriate dari si pegawai hotel walau di menit-menit akhir video terlihat gesture panik dan itu menunjukkan bisa menyebabkan banyak hal. Tapi saya bukan penuntut umum atau hakim. Jika ada pidana, itu harus jadi domain Kepolisian dan Jaksa. Jadi kalau memang kasus ini layak dibangun hingga tingkat pengadilan, maka kasus ini akan jadi contoh untuk para pelaku industri jasa pariwisata agar selalu bersikap profesional saat bekerja.

Di video tadi, terlihat kalau kemampuan bahasa Inggris si pegawai hotel secara langsung mempengaruhi situasi menjadi negatif untuknya. Klaim kata BJ (alias bl*wj*b, alias s*ks oral) tidak dapat saya dengar di video itu. Either that guy really said that word, atau suara gumamam itu bukan merupakan kata BJ melainkan “voucher”, seperti klaim pegiat media sosial Ditta Triwidianti, yang secara eksplisit menduga ada kesalahpahaman komunikasi disini antara si pegawai hotel dengan si tamu hotel.

Disinilah yang saya maksud soal “kemampuan intonasi agar aman saat berkomunikasi”.

Seperti yang sebelumnya saya tulis: saya tidak dapat melihat/mendengar kalimat awal yang mengindikasikan kalau pegawai hotel itu menyebutkan kata “BJ/Blowjob”. Kata itu hanya terdengar dari mulut Baker, si tamu hotel. Kira-kira di detik ke 00.09 terdengar gumaman dari si pegawai hotel, yang diyakini oleh si tamu hotel sebagai kata “BJ”. Saya sudah mencoba mengeraskan volume video tadi dengan harapan dapat mendengar lebih jelas kalimat yang dia maksud, tapi saya tetap tidak dapat memastikan apa yang lelaki itu katakan. Apakah “blowjob” atau “voucher”.

Bahasa Inggris mungkin dirasa susah untuk dipahami. Saya setuju. Apalagi saat kita berusaha berkomunikasi dengan lisan dalam bahasa yang tidak kita gunakan secara alamiah. Rasa gugup dan kagok pasti melanda. Dan hal itu akan semakin diperparah jika kita tidak menggunakan intonasi, tekanan pada bahasa Inggris. Karena arti dari sebuah kata bisa jadi berbeda jika diucapkan dengan keraguan ataupun ketidak tegasan.

Pegawai hotel wajib menguasai bahasa Inggris lengkap dengan intonasi yang sesuai. Sumber gambar: youtube.com

Pegawai hotel wajib menguasai bahasa Inggris lengkap dengan intonasi yang sesuai. Sumber gambar: youtube.com

Kalau si pegawai hotel tadi memang meminta BJ, kalimatnya enggak terdengar jelas. Dan gesture dia selama komunikasi dengan si tamu hotel terlihat tidak seperti seorang ‘h*rny b*st*rd’ yang memang meminta BJ. Gesture dia lebih mirip /menunjukkan kepanikan.

Minta maaf karena apa, bli? Sumber gambar: youtube.com

Minta maaf karena apa, bli? Sumber gambar: youtube.com

“Nah lho! Itu dia lah! Panik karena merasa bersalah!”

Merasa bersalah bisa jadi. Tapi mungkin saja bukan karena BJ or stuff like that, melainkan takut karena sudah melakukan kesalahan saat menangani booking hotel si tamu. Karena semua ini bermula dari soal permintaan refund akibat kesalahan sistem booking, yang sepertinya dilakukan oleh si pegawai hotel.

Jadi kasus ini terjadi bermula dari ketidakmampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris dengan intonasi yang tegas oleh si pegawai hotel, kesalahan si pegawai hotel saat menangani booking, dan si tamu hotel yang membawa masalah ini hanya ke media sosial dan bukan ke manajemen hotel. Jika si tamu hotel dan si pegawai hotel di konfrontir di depan manajemen hotel (atau malah polisi), mungkin akan lebih jelas dipahami tentang apa yang sebenarnya terjadi. Memang pelecehan seksual, atau sebuah kesalahpahaman komunikasi.

Jika terbukti melakukan sexual harassment pada tamu hotel, maaf Anda tidak ada harganya bli! Sumber gambar: youtube.com

Jika terbukti melakukan sexual harassment pada tamu hotel, maaf Anda tidak ada harganya bli! Sumber gambar: youtube.com

Tapi polisi sepertinya sudah terlibat dan menurut portal berita Detik Dotcom polisi melalui Kapolsek Kuta, Kompol Wayan Sumara, mengatakan kalau si pegawai hotel (inisial ADR) mengakui kalau dia mengucapkan kata BJ sebanyak satu kali. Jika benar seperti itu, maka pembelaan yang dilakukan netizen untuk dia akan sia-sia. Tapi itu baru laporan media. Segalanya belum terbukti sampai ke pengadilan pidana. Ingat kalau pelecehan seksual adalah tindakan pidana yang melawan hukum negara.

But seriously, bro sis… Saat berbicara dalam bahasa Inggris, usahakan agar melakukannya dengan intonasi yang ideal. Tegas. Jangan terkesan menggumam. Ulangi perkataan jika dirasa belum jelas/pas. Jangan malu. Dan yang terpenting: jaga ucapan. Sekarang era rekaman. Jejak digital. Apapun tidak akan lepas dari cengkeraman internet.

About Author

Harry Rezqiano

Harry Rezqiano

Seimbangkan hidup. Tiap orang beda-beda caranya. Tapi semua orang perlu melakukannya. *Disclaimer: Tulisan ini adalah opini & pendapat pribadi serta bukan merupakan pandangan maupun kebijakan Ciayo Corp beserta afiliasinya. Penulis dapat dihubungi melalui media sosial, Facebook: /HarryRezqiano | Twitter: @HarryRezqiano | Wattpad: /HarryRezqiano *

Comments

Most
Popular

Sumber: Meka Medina

Kami Mencoba Semua Game Tabrak Tiang Listrik Di Google Play! Mana Yang Terbaik?

Dari semua game tiang listrik ini, manakah yang paling keren?.. more

00-daisuki-d

Daisuki! Japan Festival 2018 Bertabur Guest Star Lokal dan Mancanegara!

Akan ada berbagai pertunjukkan menarik yang dimeriahkan oleh  penampilan Guest Star mancanegara dan lokal... more

(from : creativedisc.com)

Menyambut Hadirnya Event Pop Culture Terbesar “Indonesia Comic Con 2017”

Guys, jika kalian penggemar budaya populer seperti komik, game dan berbagai film serta serial ala western, udah pasti ka.. more

00-d-comiket

Comiket Japan: Event Manga Kecil-Kecilan Yang Kini Berubah Jadi Besar-Besaran

Comic Market alias Comiket adalah tempatnya para komikus dan ilustrator amatir Jepang untuk unjuk karya kepada lebih dar.. more

Game Smartphone Naruto x Boruto: Ninja Voltage Kini Tersedia Untuk Seluruh Region

Seperti game “tower defense” lain di smartphone (atau bahkan di PC sekalipun), game Ninja Voltage ini dapat di-downl.. more