Menilik Komik Fantasi Buatan Jepang, Amerika, Hingga Indonesia

1 year ago
Trigger Junkie (CIAYO Comics)

Bicara komik fantasy, apa sih yang ada di pikiran kalian? Apa kalian langsung ingat InuYasha, Noragami, Berserk, Sword Art Online, Rave, Ghost in the Shell, atau yang lebih jadul lagi seperti Magic Knight Rayearth dan Saint Seiya?

Magic Knight Rayearth. Lihatlah mata bling-bling penuh harap ini. (Sumber: Anime Yume)

Magic Knight Rayearth. Lihatlah mata bling-bling penuh harap ini. (Sumber: Anime Yume)

Atau kalian lebih familiar dengan karya-karya dari Amerika? Misalnya saja seperti Dungeon and Dragons, Fables, atau Elfquest (elfquest.com)? Atau malah komik-komik fantasi kesukaan kalian tidak sempat disebutkan barusan?

Fables. Keren loh. (Sumber: Game Informer)

Fables. Keren loh. (Sumber: Game Informer)

Apapun jawaban kalian, berani taruhan deh, kalian pasti engga kepikiran tentang komik-komik Ramayana dan Mahabharata karya RA Kosasih. Komik fantasi jadul ini memang sudah lama hilang ditelan jaman, diganti dengan banjir manga khas Jepang dan komik Amerika. Mereka terus-menerus menggempur Indonesia dengan kisah-kisah asing dan baru. Lama kelamaan, yang asing di telinga kita malah hasil karya komikus Indonesia sendiri. Kita jadi lebih familier dengan karya buatan luar negeri. Betul ngga?

Old but gold. (Sumber: Patinantique - WordPress)

Old but gold. (Sumber: Patinantique – WordPress)

Rasanya basi kalau kita diingatkan lagi dan lagi tentang sejarah komik fantasi yang sudah pernah dipunggawai ‘leluhur’ komikus dewa dari tanah air. Apalagi kita sendiri tahu: komik fantasi karya RA Kosasih sudah terbit pertama kali di Indonesia lebih dari 60 tahun yang lalu. Masalahnya, kenapa sampai sekarang tidak terkenal juga?

Apa karena kurang ‘Indonesia’? Kurang nasionalis, kalau fantasi buatan kita tidak mengangkat legenda tanah air sendiri? Lalu gara-gara kurang nasionalis, jadi miris dan sinis? Eits, jangan salah. Ramayana hasil karya RA Kosasih sebetulnya tidak mengangkat legenda setempat. Di komik Ramayana (1955) dan Mahabharata (1957-1959) tidak ada punakawan dan tokoh-tokoh lokal, lho. Nah, loh!

RA Kosasih sengaja dan memang berniat mengacu mengambil sumber cerita langsung dari India. Karena itu komik karyanya disebut ”tidak pakai fantasi atau tambahan” seperti tertera dalam halaman pertama komik Mahabharata. Fantasi tapi tidak pakai fantasi? Bisa ya ternyata? Bisa dong.

Singkatnya, beliau sama sekali tidak pernah memperkenalkan komiknya sebagai ‘asli Indonesia’. Identitas sebagai ‘komik Indonesia’ dicapai hanya dan hanya karena… bahasanya komik bahasa Indonesia, diolah oleh makhluk Indonesia, dengan sudut pandang Indonesia. Segampang itu!

Sumbernya boleh dari luar negeri, tapi aroma tetap khas Indonesia. (Sumber: Tony Antique - WordPress)

Sumbernya boleh dari luar negeri, tapi aroma tetap khas Indonesia. (Sumber: Tony Antique – WordPress)

Jadi, komentar yang bilang komik fantasi kita kurang ‘Indonesia’ silakan jangan dianggap. Kalian sendiri kalau lihat komik Rave karya Hiro Mashima juga langsung tahu, ini pasti manga Jepang! Tidak perlu mengangkat budaya Jepang untuk tahu itu produknya orang Jepang. Begitu juga dengan komik fantasi Indonesia. Identitas kita tetap Indonesia tanpa perlu menolak identitas ‘non-Indonesia’ di karya fantasi milik kita. Lihat aja nih, dari mana kalian bisa bilang ini bukan komik Indonesia?

Hanoman, kenapa engga sekalian doakan keselamatan industri komik kami juga? (Sumber: Tony Antique - WordPress)

Hanoman, kenapa engga sekalian doakan keselamatan industri komik kami juga? (Sumber: Tony Antique – WordPress)

60 tahun lebih sudah lewat sejak RA Kosasih pertama kali menerbitkan komik Ramayana di Indonesia. Yang akan terbit nanti pun juga tetap punya sumbangsih untuk negeri. Makanya, penulis komik fantasi, jangan terlalu memaksa bahwa ceritamu ‘harus Indonesia’. Tetap berkarya sesuai idealismemu. Tumpahin semua ide fantasimu sekarang; jelek juga gapapa, yang penting nanti diedit lagi (betul kan?).

Buat yang tertantang dengan tantangan dari CIAYO Comics, bisa ikutan CIAYO Comics One Shot Challenge Vol. 2! Menurut kalian, ada hambatan lain ngga dalam menulis komik khususnya genre fantasi? Share di kolom komentar ya guys, kita seneng denger pendapat kalian!

About Author

Inri

Inri

Writer, musician, and a certified procrastinator, Inri is an elusive creature who writes once in a blue moon. The only known way to summon this mystical being is to call its name three times in front of a pizza. No one would come, but at least you have a pizza.

Comments

Most
Popular

Chammyland - CIAYO Comics

Kangen Nggak Sama Coco, Chips, dan Crocket?

Hi Guys! Masih inget nggak sama Coco, Chips, dan Crocket? Yuk, kita inget-inget lagi karakter Coco, Chips, dan Crocket i.. more

00-d-soft-launching-ponimu

Apa Saja Yang Kamu Dapatkan dari Soft Launching Ponimu?

Bersama dengan soft launching Ponimu, Ponimu juga baru saja menambahkan lebih banyak konten di bulan September!.. more

Luthfi Hinelo

Luthfi: Jangan Pernah Berhenti Belajar

Generasi 90-an berkolaborasi dengan CIAYO Comics membuat komik Anak Kemaren Sore yang bisa dibaca secara gratis di CIAYO.. more

Sumber: Digitalspy.com

Rekor Terbaru dan Debut Premiere Black Panther yang Dibanjiri Review Positif oleh Wartawan

Bisa dikatakan, hadirnya film ini menjadi highly anticipated movie atau film yang paling ditunggu-tunggu di awal tahun.. more

Ngobrol Bareng Komikus Cantik Bergenre Ganda

Yuk, ngobrol bareng komikus cantik yang multitalenta ini. Nan Nan selalu membuat ilustrasi dan komik lewat dua genre yan.. more