Mirip DC Comics ‘Rebirth’ – Marvel Comics Meluncurkan ‘Fresh Start’

1 year ago
Sumber gambar: polygon.com

Oleh: @HarryRezqiano

Saat ini siapa yang berani mengatakan kalau film-film superheroes yang berasal dari komik keluaran DC Comics maupun Marvel Comics tidak laku di pasaran? Rasanya tidak mungkin ada.

Ambil contoh Marvel Cinematic Universe. Deretan film yang tergabung di MCU, mulai dari Iron Man hingga Black Panther sudah menghasilkan duit dengan angka super fantastis. Setidaknya film-film superheroes dari buku komik tersebut memberikan laba lebih dari US$ 10,916,958,583 menurut laporan bulan Mei 2017 oleh portal berita bisnis Nasdaq. Jangan tanya kalau di-konversi di Rupiah; karena harga dollar enggak stabil di Republik ini. Hehehe.

Lini film superheroes tersukses sedunia (Sumber: marvelcinematicuniverse.wikia.com)

Lini film superheroes tersukses sedunia (Sumber: marvelcinematicuniverse.wikia.com)

Intinya, film superheroes selalu laku. Tapi tahu gak, kalau hal senada tidak terjadi di bagian komik superheroes?

Berbanding terbalik dengan rekan mereka di perfilman, buku komik superheroes sedang mengalami masa-masa sulit. Penurunan oplah komik yang terus terjadi bahkan semakin mencapai taraf mengkhawatirkan hingga 10% penurunan dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Sementara di bagian novel grafis bahkan mengalami penurunan hingga 20% sejak November 2017 kemarin.

Ini jelas situasi mengkhawatirkan dari segi bisnis percetakan di Amerika Serikat. Minat membaca buku komik dan novel grafis, terutama di genre superheroes, sedang dalam kondisi all-time low alias di titik terendah dalam beberapa tahun terakhir.

Penjualan buku komik sedang tidak bagus (Sumber gambar: aminoapps.com)

Penjualan buku komik sedang tidak bagus (Sumber: aminoapps.com)

DC Comics sepertinya menyadari (mengalami?) kondisi ini lebih awal. Menurunnya volume penjualan menandakan adanya stagnant dan kejenuhan pembaca akan komik dan novel grafis bertema superheroes. Mungkin karena flow dan plot yang tidak lagi menarik kelompok pembaca lama? Atau golongan millennial merasa cerita atau gambar komik superheroes tidak keren?

Mensiasati situasi ini, DC Comics lantas meluncurkan inisiatif “Rebirth” pada 25 Mei 2016 untuk menggantikan “The New 52” yang sebelumnya mereka gunakan sejak 31 Agustus 2011. Tujuan pembuatan Rebirth adalah meletakkan fondasi baru dari komik-komik dan karakter-karakter dari DC Comics dengan mengambil beberapa elemen klasik dari lore lama dan menciptakan hal baru sebagai acuan ke depan komik-komik DC.

Penggunaan “Rebirth” sendiri berakhir Desember 2017 dimana kini semua komik DC Comics berada dalam satu universe besar “DC Universe” yang sebelumnya dibangun dari fase Rebirth.

Fondasi DC Comics yang sekarang (Sumber: ziacomics.com)

Fondasi DC Comics yang sekarang (Sumber: ziacomics.com)

Bagaimana dengan Marvel Comics?

Penurunan penjualan buku komik dan novel grafis superheroes juga dialami oleh Marvel. Tampaknya kesuksesan Marvel Cinematic Universe tidak menular ke segmen buku cetak. Untuk mengatasi hal tersebut Marvel melakukan peluncuran ulang lini komik superheroes mereka; seperti yang sebelumnya dilakukan DC Comics dengan inisiatif “Rebirth” mereka.

Peluncuran ulang komik-komik superheroes Marvel ini dinamakan sebagai “Fresh Start” dan sudah dimulai sejak awal tahun 2018. Tapi berbeda dengan DC Comics yang secara jelas menuliskan “Rebirth” di sampul komik mereka, Marvel tidak melakukan hal yang sama. Mereka hanya memberikan penomeran ulang yang dimulai dari angka #1 di tiap judul yang mengalami “Fresh Start”.

Lini yang mendapatkan Fresh Start. Mungkin akan bertambah. (Sumber: aminoapps.com)

Lini yang mendapatkan Fresh Start. Mungkin akan bertambah. (Sumber: aminoapps.com)

Seperti misalnya Fresh Start untuk “Thor”. Setelah sebelumnya menggunakan karakter Jane Foster sebagai pemakai nama Thor dan gelar “God of Thunder”, kini nama itu kembali digunakan oleh Thor yang ‘asli’ : Thor Odinson putra Odin Dewa Petir dari Asgard. Buku komik Thor akan kembali di-reset ke angka #1 yang menunjukkan kalau komik ini memulai awal baru.

Penomeran dalam buku komik superheroes Amerika penting karena menunjukkan konsistensi. Lihat saja komik DC Comics “Action Comics”. Sejak pertama terbit Juni 1938, komik ini konsisten dengan penomeran yang berurut rapi hingga akan mencapai edisi ke 1000 sebentar lagi. Tidak banyak komik yang melakukan hal ini. Karena jika sebuah komik mengalami relaunch, nomer seri volume mereka ikut ter-reset kembali ke awal. Alias kembali ke #1. Seperti misalnya komik Thor tadi.

Akan jadi edisi bersejarah (Sumber: bleedingcool.com)

Akan jadi edisi bersejarah (Sumber: bleedingcool.com)

Tidak hanya Thor yang mendapatkan treatment Fresh Start. Ada pula “The Avengers” serta “Captain America”. Judul-judul lain juga dalam antrian untuk mendapatkan ‘awal baru yang segar’. Misalnya “Amazing Spider-Man”, “Ant-Man and the Wasp”, “Black Panther”, “Doctor Strange”, “Deadpool” hingga “Tony Stark: Iron Man” sebagai awal Tony Stark kembali mengenakan Iron Man suit setelah sebelumnya dipakai oleh Riri Williams (“The Invincible Iron Man”) dan bahkan Doctor Doom di seri “Infamous Iron Man”.

As gross as ever, Wilson. (Sumber: Marvel Comics)

As gross as ever, Wilson. (Sumber: Marvel Comics)

Dengan inisiatif seperti ini diharapkan volume penjualan buku komik superheroes Marvel akan kembali bergairah dan sejalan dengan kesuksesan film-film superheroes MCU yang masih tetap booming dan profitable.

Saat ini kata ‘sukses besar’ di bagian film superheroes masih menjadi milik Marvel Cinematic Universe. Bukan DC Extended Universe. Saya mengatakan itu sebagai fans yang tumbuh besar dengan bacaan dari DC Comics. Saya bukan fanboy salah satunya (love ‘em both!) tapi selalu seru melihat kedua brand ini bersaing ketat dalam bisnis dan melihat fanboys keduanya bertengkar hebat secara online. Hahaha.

About Author

Harry Rezqiano

Harry Rezqiano

Seimbangkan hidup. Tiap orang beda-beda caranya. Tapi semua orang perlu melakukannya. *Disclaimer: Tulisan ini adalah opini & pendapat pribadi serta bukan merupakan pandangan maupun kebijakan Ciayo Corp beserta afiliasinya. Penulis dapat dihubungi melalui media sosial, Facebook: /HarryRezqiano | Twitter: @HarryRezqiano | Wattpad: /HarryRezqiano *

Comments

Most
Popular

Sumber : Pinterest.com

Sebenarnya, Seberapa Penting World Building Dalam Sebuah Cerita Komik?

Dalam membuat sebuah cerita fiksi, ada beberapa hal yang perlu disiapkan oleh kreator sebelum membuat cerita berjalan. T.. more

maghfirare

Adelia Maghfira : Berkarya dengan Tujuan ‘Berkarya’, Bukan untuk Nyari Uang

Bro sis suka baca komik strip di Instagram ? Pastinya udah tau akun Instagram-nya Maghfirare, kan. .. more

00-d-platform-komik-masa-kini

Webcomic Sebagai Sarana Paling Ideal Untuk Komikus Masa Kini

Dengan semakin berkembangnya teknologi dan arus informasi, webcomic menjadi platform komik yang paling tepat karena kele.. more

Nusantaranger (Facebook Sweta Kartika)

Komik Sweta Kartika, Kebanggaan Indonesia

Berbicara tentang komik, tentunya tidak lepas dari penciptanya yang sering disebut komikus. Yuk, kenali karya-karya komi.. more

(Youtube - “Thor: Ragnarok” Official Trailer)

Thor: Ragnarok, Kisah Superhero Dibalut Drama Keluarga

Thor: Ragnarok menawarkan rasa berbeda. Selain adegan penuh aksi, selipan komedi dan jokes ringan menjadi ornamen yang i.. more