Movie Marathon: Diantara Aksi Penghematan dan Sungguhan Movie Maniacs

5 months ago

Berdasarkan definsi yang berasal dari pencarian situs Google yang sudah diterjemahkan kembali, Movie adalah sebuah kisah / cerita yang direkam oleh kamera yang kemudian ditampilkan dalam sekumpulan gambar bergerak dan umumnya, ditampilkan di teater atau televisi.

Sedangkan Marathon, adalah sebuah balapan lari jarak jauh yang umumnya berjarak 42,195 km. Berdasarkan kedua penjelasan tersebut, terlihat jelas sekali bahwa 2 kata ini memiliki makna yang sangat berbeda satu sama lain. Uniknya, kedua kata yang beda makna tersebut, kini bisa disatukan dan menciptakan makna tunggal yang baru?

Yap. Kalau kedua kata tersebut digabungkan, maka Movie Marathon berdasarkan situs urbandictionary, memiliki makna: kegiatan menyaksikan 4 film atau lebih secara berturut-turut dalam satu waktu. Yap, 4. Jadi kalau kamu hanya menyaksikan 2 atau 3 film dalam satu waktu, belum bisa dikategorikan sebagai maraton.

Anyway, dalam beberapa tahun terakhir, kegiatan movie marathon banyak kita jumpai. Dan bahkan gak sedikit juga dari kita yang sudah beberapa kali melakukannya. Walaupun cukup melelahkan, tak dipungkiri kalau kegiatan ini sangatlah mengasyikan.

Hmmm, sebenarnya lebih kemana ya tujuan Movie Marathon? (sumber: livingjoy.ru)

Tapi pernah gak kalian memikirkan lagi makna sesungguhnya dari kegiatan movie marathon ini? Spesifiknya, apakah kegiatan ini memang dilakukan karena kecintaan besar terhadap film atau justru, lebih untuk alasan penghematan biaya?

Tentunya jawaban final dari pertanyaan tersebut adalah: Tergantung dan variatif. Sebagian audiens memang melakukan ini karena untuk mengirit biaya, namun tidak sedikit juga yang memang hobi banget dengan yang namanya nonton film. Dan marilah kita tinjau lagi sejenak dua alasan yang berbeda ini.

Terkait alasan hobi nonton film, rasanya wajar sekali apabila tipe audiens ini melakukan kegiatan nonton maraton. Layaknya gamers yang main game berjam-jam non-stop, seseorang yang movie maniacs merasa “berkewajiban” untuk menyaksikan lebih dari 2 film baik itu via teater atau home video untuk memuaskan dirinya.

Selain itu, tipe ini ketika melakukannya, tidak mempedulikan sama sekali apakah film –film yang dimaratonkan adalah seri film baru atau seri film jadul nan klasik seperti: Star Wars atau Harry Potter.

Nonton Maraton karena keadaan dompet sedang tipis (sumber: Alam Islam)

Sedangkan terkait alasan penghematan biaya, well, rasanya saya tidak perlu menjelaskan panjang lebar. Pada umumnya tipe audiens ini adalah tipe yang lebih mengedepankan aspek kepraktisan.

Daripada harus menonton 4 atau 5 film dalam 4-5 hari berbeda yang tentunya, akan memakan biaya ongkos (dan mungkin makanan kecil) yang jauh lebih besar, mengapa tidak sekalian dalam satu hari itu saja? Paling-paling, yang terkuras adalah biaya tiket, snack, atau mungkin, sekalian juga biaya makan siang + makan malam.

Memang, cara ini lumayan riskan. Pertama, kesehatan kita berpotensi terkuras habis . Kedua, terkadang belum tentu jarak waktu antara keempat filmnya, saling “bersahabat” atau bisa saja saling bertabrakan.

Saya adalah tipe yang “anti” untuk terlambat masuk ke dalam studio, walaupun hanya 5 menit. Bagi saya, trailer dan iklan yang kerap diputar sebelum film dimulai, tidak menentu durasinya. Kalau skenario yang terjadi katakanlah 2-3 trailer atau bahkan tidak ada trailer sama sekali, tentunya sangat rugi banget apabila gara-gara maraton yang jaraknya gak bersahabat tersebut, saya harus melewatkan 2-3 menit adegan pembuka filmnya. Karena faktanya, tidak jarang kita menyaksikan  penjelasan atau adegan keren sebuah film di 2-3 menit pertamanya.

Nonton Maraton bareng teman atau komunitas (sumber: ReeSays)

Kegiatan nonton maraton ini, juga bisa dilakukan untuk mempererat hubungan silaturahmi baik antar sahabat dekat maupun antar teman-teman komunitas yang satu hobi. Makanya, gak heran kita sering melihat adanya perhelatan acara “Nobar Marathon bersama Komunitas”

Dan pastinya tipe nonton marathon ini jauh lebih terasa rame dan seru banget. Saking serunya, rasa lelah yang dirasakan pun menjadi tidak terasa. Lalu apakah kegiatan nonton marathon ini memang harus atau penting untuk dilakukan?

Kalau kita melihatnya terus-terusan dari sisi kesehatan, ya pastinya jawaban kita akan langsung default “gak penting, cape-capein badan, kayak gak ada waktu lagi” Dan wajar banget bukan? Siapa juga yang mau “menyakiti” badannya hanya karena ingin bernostalgia menyaksikan ulang seluruh Star Wars atau Halloween dalam satu waktu?

Nonton maraton bareng menambah kawan baru dan mempererat silaturahmi (sumber: Alternative Media Group)

Tapi kalau kita melihatnya dari sisi ingin menambah kawan baru / mempererat tali silaturahmi dengan yang sama-sama fanboy, maka ya. Kegitan nonton berstamina lebih ini sangatlah diperlukan.

Dengan cuma modal bayar tiket, snack dan transport, tidak hanya kita mendapatkan kepuasan batin, namun juga mendapatkan rekan diskusi terkait hobi yang sama ini. Bahkan gak menutup kemungkinan juga kegiatan maraton ini akan membuat kita menemukan peluang kerja baru atau pacar baru.

Ada loh yang memang melakukan nonton maraton ini karena tugas kerja atau “dinas”. Bagi mereka yang kerja di media film atau yang terkait dengan organisasi fanboy ala Lord of the Rings, Star Wars, Star Trek, kegiatan menyaksikan ulang seluruh seri film tersebut, merupakan sebuah kegiatan yang menghasilkan.

Cuma nonton maraton, ujung-ujungnya mendapatkan bayaran. Sudah bisa menyalurkan seluruh inergeekdom dalam badan, dibayar pula lagi. Skenario mana lagi yang lebih sempurna dari itu?

Nonton bareng Star Trek Into Darkness bersama Komunitas Indo Star Trek (sumber: rinaldikent)

Nah, menurut kalian, faktor apa sih yang menyebabkan sesorang sampai mau melakukan kegiatan nonton semi non-stop tersebut? Apakah memang karena aksi penghematan atau memang sungguhan movie maniacs? Kalian sendiri pernah melakukan kegiatan ini? Silahkan ceritakan pengalamannya, ya!

About Author

Marvciputra

Marvciputra

Entertainment Reviewer, WWE Lovers and Music-holic

Comments

Most
Popular

[COMIC HACK] Belajar Digital Coloring Bersama Beny Maulana Yuk!

Terdapat tiga rumus dasar yang harus diperhatikan saat mewarnai... more

00-d-terlalu-tampan

Adaptasi Film Terlalu Tampan Diumumkan di POPCON Asia 2018

Diadaptasi dari komik berjudul sama, film Terlalu Tampan menampilkan Ari Irham, Tarra Budiman, Marcelino Lefrandt dan Ii.. more

solo-a-star-wars-story-desktop

Review Solo: A Star Wars Story – Kisah Han Solo Baru Dimulai

Kisah Han Solo berakhir di The Force Awakens. Namun perjalanan hidupnya tetap abadi lewat film prekuel Solo: A Star Wars.. more

Sumber gambar: hawaiihome.me

Kue Panjang Umur Jepang Ini Dapat Menyebabkan Kematian Mendadak

Kue penyebab kematian mendadak di Jepang... more

https://www.facebook.com/inariipb/

Inari Matsuri, Event Jejepangan Anak IPB

Gak terasa Inari Matsuri (I-M@TS) semakin dekat! I-M@TS sendiri merupakan acara yang diadakan oleh IPB Nihon Arts and Cu.. more