Nenek Asal Jepang Ini Hobi Memotret Dirinya Sendiri Dengan Pose Unik!

10 months ago
Sumber: Dailymail

Usia tua bukanlah alasan untuk berhenti berkarya. Semua orang, terlepas dari usia, jenis kelamin, ras, dan tingkat kepintaran, mereka semua bisa berpikir kreatif untuk menciptakan karya yang unik dan beda dari yang lain.

Hal ini dibuktikan oleh seorang nenek berusia 89 tahun asal Jepang, Nishimoto Kimiko. Nishimoto-san akan membuka pameran fotografi di galeri Epson epsite, mulai dari tanggal 15 Desember 2017 sampai 18 Januari 2018. Galeri Epson akan memamerkan karya fotografi Nishimoto-san, mulai dari yang sudah populer hingga yang belum pernah diterbitkan.

Nishimoto Kimiko, fotografer berusia senja yang senang memotret diri. (Sumber: Imgur)

Nishimoto Kimiko, fotografer berusia senja yang senang memotret diri. (Sumber: Imgur)

Nishimoto-san mulai mendalami dunia fotografi di usia 72 tahun. Ia penasaran mengikuti kelas fotografi dasar yang diajar oleh anaknya sendiri. Tak disangka-sangka, ternyata Nishimoto-san menemukan hasrat berkaryanya dalam dunia fotografi, dan sejak saat itu ia tak bisa berhenti memotret dirinya sendiri.

Nishimoto-san mengadakan pameran fotografi pertamanya 10 tahun kemudian di sebuah museum di kotanya, Kumamoto. Dan seperti yang sudah disebutkan di atas, Nishimoto-san akan menyelenggarakan pameran besarnya di galeri Epson epsite di Tokyo. Pameran tersebut diberi judul Asobokane, yang artinya “mari bermain.”

Nishimoto-san menjadi… segelas bir? (Sumber: Dailymail)

Nishimoto-san menjadi… segelas bir? (Sumber: Dailymail)

“Bermain” seakan menjadi tema dari seluruh karya foto Nishimoto-san. Bagaimana tidak, dalam foto yang ia bintangi sendiri ini, Nishimoto-san seakan asyik bermain dengan dirinya sendiri. Ia bisa mendapatkan kesenangan, bahkan dalam situasi yang nampak sangat biasa. Ini karena Nishimoto-san bisa menciptakan kesenangannya sendiri.

Nishimoto-san jadi korban tabrakan? (Sumber: Dailymail)

Nishimoto-san jadi korban tabrakan? (Sumber: Dailymail)

Selain itu, Nishimoto-san juga tidak malu memposisikan dirinya sebagai karakter tragis. Kita bisa lihat ia terlihat sebagai korban tabrakan, atau bagaimana ia sial karena ada sekop yang jatuh mengenai kepalanya.

Adududuh… (Sumber: Dailymail)

Adududuh… (Sumber: Dailymail)

Attitude Nishimoto-san dalam mengambil foto patut mendapat apresiasi. Saya rasa sulit sekali untuk menciptakan sebuah karya yang self-deprecating; menghibur orang dengan memanfaatkan kemalangan diri sendiri. Namun di sini kita bisa melihat Nishimoto-san merintih kesakitan hampir tertabrak, terpeleset dari sepeda, hingga sekop yang jatuh ke kepalanya itu. Dan kita pun tersenyum melihatnya. Hal ini memang terasa cukup slapstick, sama seperti acara komedi di TV yang menjadi penyumbang limbah styrofoam nomor satu. Tapi hei! Nishimoto-san berhasil menghibur kita! Jangan bohong, saya tahu kamu pasti sempat tersenyum bahkan tertawa cekikikan.

Foto ini seakan ingin mengatakan sesuatu. Apa ya kira-kira? (Sumber: Dailymail)

Foto ini seakan ingin mengatakan sesuatu. Apa ya kira-kira? (Sumber: Dailymail)

Pendekatan Nishimoto-san dalam mengambil foto terasa unik dan kadang bisa jadi cukup surealis. Di sini misalnya, saat Nishimoto-san terbungkus kantong sampah. Foto ini seakan ingin mengatakan sesuatu, seakan-akan Nishimoto-san menyelipkan sebuah kritik sosial.

Nishimoto-san hendak mencuri di rumahnya sendiri? (Sumber: Dailymail)

Nishimoto-san hendak mencuri di rumahnya sendiri? (Sumber: Dailymail)

Tapi toh, mau seberapa keras kita berpikir, foto-foto karya Nishimoto-san hanyalah bentuk ekspresi kepolosan dirinya akan sebuah hal yang baru. Fotografi modern memang berbeda dengan fotografi di masa-masa muda Nishimoto-san. Namun ada sebuah rasa penasaran yangmembuncah saat dirinya mengikuti kelas fotografi sang anak. Perasaan ini, berpadu dengan hasrat Nishimoto-san untuk mengekspresikan dirinya sendiri, mampu menghasilkan sebuah karya yang penuh dengan emosi positif.

Wah, karakter baru Filthy Frank? (Sumber: Dailymail)

Wah, karakter baru Filthy Frank? (Sumber: Dailymail)

Demi ekspresi diri itu juga, Nishimoto-san tak ragu untuk bersolek diri. Ia berdandan dengan berbagai macam kostum untuk berbagai peran. Mulai dari binatang, maling, hingga gelas bir sudah diperankan olehnya.

Senyuman tulus dari balik kerangkeng sangkar. (Sumber: Dailymail)

Senyuman tulus dari balik kerangkeng sangkar. (Sumber: Dailymail)

Sekali lagi, Nishimoto-san adalah bukti hidup bahwa usia bukanlah halangan untuk mengekspresikan sisi kreatif kita. Siapapun bisa menjadi kreatif, dengan ciri khas dan keunikan yang bisa ditonjolkan. Semoga karya Nishimoto-san di atas bisa menghiburmu, dan yang terpenting bisa menginspirasimu untuk terus berkarya.

Ketika kamu ngebut ngejar deadline tapi ternyata deadline-nya sudah lewat berpuluh-puluh tahun yang lalu. (Sumber: Dailymail)

Ketika kamu ngebut ngejar deadline tapi ternyata deadline-nya sudah lewat berpuluh-puluh tahun yang lalu. (Sumber: Dailymail)

About Author

Meka Medina

Meka Medina

Penulis cerita untuk circle Rimawarna. Biasanya suka bolak-balik antara Bandung-Jakarta, namun bisa juga teleport ke Tenggarong. Jangan tanya kenapa.

Comments

Most
Popular

00-d-call-of-duty-black-ops-4

4 Hal Ini Bikin Call of Duty Black Ops 4 Beda Dari CoD Sebelumnya!

Call of Duty Black Ops 4 punya fitur-fitur baru dan radikal yang membuat fans terkejut dan antusiasi di saat bersamaan... more

Lowongan Kerja Programmer di Startup Ini Tidak Membutuhkan Ijazah Sama Sekali

Apakah kamu seorang drop out, tidak pernah kuliah atau memang lagi skripsi nunggu sidang namun memiliki skill programmin.. more

00-dos-d

DOS, Game Kartu Lanjutan UNO – Bagaimana Cara Mainnya?

Sekuel game kartu UNO, DOS, kelihatannya bakal sama kacaunya dengan UNO. Tapi kenyataannya justru permainannya jauh lebi.. more

Yasmine Putri

Yasmine Putri: Be Flexible but Always Stay Professional

Rubrik Chit Chat kali ini menghadirkan salah satu artist profesional dalam negeri yaitu Yasmine Putri. .. more

00-d-menjaga-kesehatan

Jadi Komikus Bukan Alasan Untuk Tidak Menjaga Kesehatan

Menjaga kesehatan tubuh jadi kewajiban semua orang, termasuk author komik dan pelaku industri kreatif lainnya... more