Ngabuburit dengan 5 Board Game Seru di Bulan Puasa

6 months ago

Bro sis yang menjalankan ibadah puasa, semoga lancar ya dalam menjalankan ibadahnya di bulan Ramadhan ini!

Satu hal yang identik dengan bulan Ramadhan di Indonesia adalah ngabuburit, kegiatan yang kita lakukan sambil menunggu Adzan Maghrib tiba. Bermain board game adalah salah satu pilihan yang tepat untuk ngabuburit, karena kita jadi berinteraksi dengan teman/keluarga melalui permainan yang seru dan bisa membuat lupa waktu.

Tapi kita harus pilih-pilih juga nih board game apa yang cocok untuk dimainkan saat ngabuburit. Pasalnya, beberapa game seperti Werewolves dan The Resistance memiliki mekanisme bluffing, yang mengharuskan pemainnya untuk berbohong agar bisa memenangkan permainan. Walaupun cuma permainan, lebih baik kita menghindari hal-hal yang menyerempet bohong, kan ya! Di lain pihak, ada juga board game yang bertema makanan, seperti Sushi Go dan Waroeng Wars, yang mungkin akan membuat pemainnya menerbitkan air liur dan semakin tidak sabar menunggu waktu berbuka. Ups.

Jadi, berikut ini lima rekomendasi board game yang cocok untuk dimainkan ketika ngabuburit versi saya:

1. Alhambra

Alhambra (Sumber: Hoodedhawk.com)

Di board game ini, pemain berperan sebagai arsitek-arsitek yang dititah untuk membangun kompleks istana dan benteng Alhambra. Cara bermainnya, dalam tiap kali giliran, pemain bisa mengumpulkan resources berupa tiles atau uang, atau membangun dan merenovasi bangunan di istana. Tiap pemain akan mendapatkan poin dari bangunan yang dibangunnya, dan yang mengumpulkan paling banyak poin ketika istana sudah komplit adalah pemenangnya.

Mekanisme permainan ini mirip dengan Carcassone. Ada unsur keberuntungannya ketika kita mengambil tiles, tapi strategi pengumpulan resources dan penempatan tiles juga berperan penting. Yang jelas, tidak ada kewajiban untuk bluffing, karena itu cocok lah untuk dimainkan saat ngabuburit.

Tapi, alasan utama kenapa game ini masuk ke dalam list adalah karena setting-nya yang berdasarkan lokasi nyata, yaitu kompleks istana dan benteng Alhambra yang berlokasi di Granada, Spanyol, di masa kekhalifahan bani Umayyah. Jadi selagi bermain, kita bisa sekalian merasakan nuansa eksotis dari jaman Andalusia berkat ilustrasi-ilustrasi cantik pada board gamenya.

2. Five Tribes

Malam di Nagala (Sumber: Daysofwonder.com)

Berbeda dengan Alhambra yang setting-nya adalah lokasi nyata, Five Tribes berlokasi di kesultanan fiktif bernama Naqala. Ceritanya, Sultan Naqala baru saja wafat, dan para pemain mendapat kesempatan untuk mencoba mengusai Naqala dengan cara menggerakkan kelima suku (Assassin, Elder, Builder, Merchant, & Vizier) yang berada di wilayah tersebut, juga dengan menggunakan jin-jin berkekuatan khusus.

Sesuai sinopsisnya, cara bermain game ini adalah dengan menggerakkan pion-pion yang merepresentasikan kelima suku di atas peta Naqala, yang terdiri dari berbagai macam area seperti desa, pasar, oasis, hingga tempat ibadah. Setiap peta akan memberikan poin tersendiri bagi pemain. Sementara itu cara menggerakkan pion-pionnya mirip dengan cara kita bermain congklak. Karena petanya disusun dengan tiles, tiap permainan akan memiliki peta yang berbeda, sehingga dinamikanya berbeda pula.

Lagi-lagi, unsur strategi dalam menentukan urutan bermain serta pemilihan daerah menjadi krusial dalam game ini. Nuansa dongeng seribu-satu malamnya juga terasa sekali!

3. Tokaido

Ke Onsen dulu ah~ (Sumber: shutupandsitdown.com)

Bergeser sedikit dari Timur Tengah, Tokaido adalah game dengan setting Jepang di jaman dulu. Dalam game ini, pemain berperan sebagai pengembara yang menyusuri jalur Tokaido, yaitu jalur yang menghubungan Kyoto dan Edo, yang dipenuhi berbagai macam stopping point mulai dari kuil, gunung, laut, onsen, toko souvenir, hingga penginapan.

Cara bermainnya sederhana, tiap pemain bergiliran memilih untuk berhenti di satu perhentian. Ada berbagai macam reward/resources yang didapat oleh pemain ketika berhenti di suatu perhentian, dan resources tersebut akan memberikan poin bagi pemain. Pengembara dengan poin terbanyak ketika sampai di kota tujuan adalah pemenangnya.

Game ini cocok dimainkan ketika ngabuburit, karena bisa memberikan sensasi perjalanan yang menyenangkan tanpa harus menguras tenaga fisik. Namanya puasa, kalau harus betulan travelling kan capek, ya. Ilustrasi dari kartu-kartu yang didapat pemain juga indah dan enak dilihat.

Perlu dicatat, setiap kali pemain berhenti di penginapan, atau juga di toko souvenir, ia bisa membeli ‘makanan’, yang memberikan poin. Ilustrasi makanannya on point banget, jadi jangan sampai ngiler ya!

4. Ticket to Ride

Siapa hendak turut? (Sumber: amazon.com)

Bicara soal jalan-jalan tanpa menguras energi, Ticket to Ride adalah pilihan yang juga menarik. Di game ini, pemain berperan sebagai pengembang rute kereta-api yang berkompetisi dalam menghubungkan kota-kota di suatu negara (atau negara-negara di suatu wilayah, tergantung edisi board game-nya). Di awal permainan, setiap pemain mendapatkan sebuah rute kereta api yang harus dipenuhi untuk mendapatkan poin. Untuk bisa mengklaim sebuah rute, pemain harus memiliki kartu kereta berwarna sama dengan rute yang bersangkutan. Selain dari menyelesaikan rute, pemain dengan rute terpanjang juga akan memperoleh poin ekstra.

Game ini memiliki berbagai macam versi, mulai dari Amerika Utara, Eropa, negara Nordic, hingga Asia Timur. Sayangnya versi Indonesianya belum ada.

5. Pandemic

Pandemic (Sumber: shutupandsitdown.com)

Keempat game yang disebut sebelumnya adalah tipe game kompetitif yang bisa membuat pemainnya baper (ada yang ingat meme monopoli: ruining friendship since 1904?). Nah, bagi yang ingin meminimalisir konflik ketika puasa, boleh mencoba Pandemic, game kooperatif di mana para pemainnya bekerja sama untuk mencegah penyebaran virus mematikan di seluruh dunia, sambil mencoba mencari obat untuk virus tersebut.

Cara bermainnya, setiap pemain berperan sebagai ahli di bidang pencegahan pandemik (bisa dokter, peneliti, etc), yang di tiap gilirannya bisa melakukan maksimal empat langkah, terdiri dari berpindah kota, mengobati populasi yang terinfeksi virus, membangun stasiun riset, atau menemukan obat untuk virus. Setiap pemain harus mengambil kartu dari tumpukan kartu yang ada, agar bisa melakukan aksi yang disebutkan sebelumnya. Tantangannya adalah, di antara kartu-kartu tersebut, ada kartu epidemik, yaitu kartu yang mempercepat penyebaran virusnya.

Berbeda dengan game kompetitif, di game ini semua pemain dinyatakan pemenang jika berhasil menyembuhkan semua virus yang muncul, dan kalah jika tidak berhasil mencegah penyebaran virusnya. Walaupun tidak ada unsur persaingan antar pemain, game ini tetap terasa menegangkan dan menantang kita untuk menyusun strategi terbaik bersama-sama.

Beberapa dari game di atas, seperti Tokaido dan Ticket to Ride, sudah tersedia versi online-nya. Tapi, main board game itu paling seru kalau main dengan board game fisik, sih. Kebersamaannya lebih terasa.

Bagaimana, tertarik untuk bermain? Atau bro sis punya rekomendasi game lain? Silakan di-share di comment, ya!

About Author

Tanti K

Tanti K

An introvert who finds solace in books, manga, boardgames, and a particular Japanese mmorpg.

Comments

Most
Popular

Mengenal Istilah Hak Cipta, Plagiat, Tracing, Referencing, Sekuel, Twist dan Produk Turunan Dalam Drama Perkomikan Indonesia

Perkembangan industri komik khususnya komik digital di Indonesia bisa dikatakan sangat pesat. Ada banyak komik-komik dan.. more

UBL Manga Fest: Seminar Internasional Manga Pertama di Indonesia

Dunia kreatif memang tak akan pernah bisa redup dan tak akan pernah selesai dibicarakan. Kali ini Universitas Budi Luhur.. more

The Kasuaris – Episode 2: Keblinger

Ravi nggak sadar apa yang udah terjadi semalem. Kepalanya masih keblinger. Ingatannya tentang hal-hal semalem belum terk.. more

Hana & Mr. Arrogant. Sumber: CIAYO Comics

List Komik Romantis Jepang yang Harus Kamu Baca!

Yuk, daripada berlama-lama, berikut merupakan empat list komik romance yang sangat amat penulis rekomendasikan untuk dib.. more

Konferensi pers World of Ghibli Jakarta. Photo by CIAYO Pictures

Q & A Studio Ghibli: Transfer Knowledge, Film Baru, Sampai Disney

Kami baru tahu kalau Toshio Suzuki ternyata savage juga. Buuurn!.. more