Nintendo Kembali Kena Tuntutan Hukum!

2 months ago

Sebagai perusahaan multinasional dengan omset, aset serta cashflow yang sangat sehat dalam beberapa tahun terakhir, Nintendo Co. Ltd tentu merupakan ‘sasaran tembak’ yang gemuk dan menjanjikan untuk pihak-pihak yang bisa melihat peluang.

Bukan peluang berupa kerjasama bisnis; melainkan lawsuit ataupun tuntutan hukum. Hal ini dilakukan dengan memanfaatkan celah dari paten produk. Bisa berasal dari paten desain maupun teknologi yang digunakan di produk Nintendo.

Perusahaan dengan total aset senilai 1.634 Trilyun Yen ini sering mendapatkan lawsuit soal hak paten. Di bisnis ‘electronic gaming’ seperti yang dijalankan Nintendo, hak paten sekecil apapun bisa berubah jadi mimpi indah, atau mimpi buruk, untuk perusahaan. Karena dari klaim hak paten saja, sebuah perusahaan bisa meraup uang jutaan dollar.

Apple sering melakukan hal ini. Samsung juga tak kalah agresif soal pemanfaatan hak paten. Dan Nintendo tidak berbeda dengan mereka soal pemanfaatan hak paten serta hak cipta. Namun belakangan mereka lebih sering dituntut soal paten ketimbang sebaliknya.

Yang paling lucu, saat ini Nintendo dua kali kena tuntutan hukum berkaitan dengan paten produk dari perusahaan yang sama; yaitu Gamevice.

Gamevice untuk Apple iPhone. Sumber: YouTube

Gamevice untuk Apple iPhone. Sumber: YouTube

Dimulai bulan Agustus 2017 saat Gamevice mengajukan tuntutan hukum pada Nintendo yang mereka anggap melanggar paten milik Gamevice untuk “joystick yang bisa dipasang dan dilepas pada smartphone dan tablet untuk pengoperasian”.

Paten ini tertuang di U.S. Patent No. 9,126,119 dimana Gamevice memiliki hak paten atas desain ‘detachable joystick’ tersebut. Gamevice merilis joystick mereka (berdasarkan paten yang dimiliki) pada tahun 2015. Lebih awal ketimbang Nintendo yang mengumumkan eksistensi Nintendo Switch di akhir 2016 dan merilisnya secara resmi bulan Maret tahun 2017.

Desain Gamevice dengan desain Joy-Con dari Nintendo Switch memang memiliki kesamaan yang sangat signifikan. Mungkin hal itu yang menyebabkan pihak Gamevice langsung menyerang Nintendo dengan klaim paten desain yang mereka miliki.

Nintendo Switch dengan Joy-Con di klaim mirip Gamevice. Sumber: TechRaptor

Nintendo Switch dengan Joy-Con di klaim mirip Gamevice. Sumber: TechRaptor

Namun dua bulan setelah pengajuan tuntutan hukum tadi, Gamevice dikabarkan menarik lawsuit tersebut dari pengadilan.

Publik awalnya mengira ada settlement atau perdamaian antara Nintendo dengan Gamevice. Tapi dugaan itu kini mentah karena Gamevice kembali melakukan tuntutan hukum ke Nintendo. Kali ini atas pelanggaran paten dari U.S. Patents No. 9,855,498 serta No. 9,808,713 yang masih soal desain Gamevice yang dianggap dicuri/digunakan tanpa ijin oleh Nintendo di produk Joy-Con Nintendo Switch.

Lawsuit pertama Gamevice diajukan di pengadilan Central District California. Tuntutan hukum terkini, yang diajukan 29 Maret 2018, didaftarkan di pengadilan Northern District California. Perlu diketahui kalau markas besar Gamevice berada di Central District California.

Sulit untuk tidak melihat kemiripan antara Gamevice dengan Joy-Con. Sumber: Kotaku

Sulit untuk tidak melihat kemiripan antara Gamevice dengan Joy-Con. Sumber: Kotaku

Tidak cukup sampai disitu, pihak Gamevice juga mengajukan permohonan kepada U.S. International Trade Commision (Komisi Perdagangan Internasional Amerika Serikat) untuk ikut menyelidiki pelanggaran hak paten oleh Nintendo dan melarang impor Nintendo Switch ke Amerika Serikat sampai masalah hukum / tuntutan yang didapatkan Nintendo selesai dan Nintendo “menyelesaikan hak-hak Gamevice dari produk-produk Nintendo yang melanggar paten Gamevice”.

Soal hak paten memang sesuatu yang cukup rumit dan kadang kebablasan dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang merasa bisa mendapatkan profit dari perusahaan-perusahaan kelas kakap seperti Nintendo. Banyak dari tuntutan hukum hak paten yang biasanya diabaikan pengadilan karena tidak memiliki dasar hukum yang kuat. Namun dalam kasus Gamevice, hal ini tidak berlaku. Karena Gamevice memang memiliki hak paten, dan produk retail yang dilindungi oleh hak paten tersebut memang ada dan sedang/tengah di produksi secara massal di pasaran.

‘Joystick lepas-pasang’ Gamevice tersedia di pasaran untuk smartphone maupun tablet Apple dan Android. Gamevice  lahir lebih dulu ketimbang Nintendo Switch yang mengusung konsep joystick yang sama lewat Joy-Con Switch mereka. Jadi secara ‘timeline’ Gamevice jelas menang karena lahir lebih dulu.

Lahir lebih dulu = pihak yang diuntungkan dalam kasus hak paten.

Gamevice saat digunakan di iPhone 6 Plus. Sumber: CNET

Gamevice saat digunakan di iPhone 6 Plus. Sumber: CNET

Belum diketahui bagaimana lawsuit yang ini akan berakhir. Apakah ditarik kembali oleh Gamevice seperti tahun lalu atau mereka kini lebih pede dan yakin dapat mencicipi profit dari desain Nintendo Switch melalui tuntutan hukum terbaru ini. Menurut prediksi saya pihak Nintendo tidak akan menghentikan produksi Switch; yang sedang laris-larisnya di pasaran game dunia. Paling masuk akal adalah mereka mengikuti ‘permainan’ yang dimainkan pihak Gamevice, sambil mencari cara agar tidak lagi menghadapi kasus serupa di masa depan.

Soal hak paten memang penting. Ini harus selalu diprioritaskan jika tidak ingin membayar biaya ke pemilik paten dari produk yang kita hasilkan.

About Author

Harry Rezqiano

Harry Rezqiano

Seimbangkan hidup. Tiap orang beda-beda caranya. Tapi semua orang perlu melakukannya. *Disclaimer: Tulisan ini adalah opini & pendapat pribadi serta bukan merupakan pandangan maupun kebijakan Ciayo Corp beserta afiliasinya. Penulis dapat dihubungi melalui media sosial, Facebook: /HarryRezqiano | Twitter: @HarryRezqiano | Wattpad: /HarryRezqiano *

Comments

Most
Popular

Sumber: tripzilla.com

Permasalahan Sajaegi dalam Industri Musik Korea

Kalau musimnya boyband dan girlband di Korea Selatan sedang comeback atau merilis lagu baru, muncul deh kesempatan skand.. more

00-d-hideaki-anno

Hideaki Anno Kesal Pada Hayao Miyazaki Gara-gara Walkman!

Apa jadinya jika seorang sutradara anime veteran Hideaki Anno marah kepada sutradara legendaris Ghibli, Hayao Miyazaki?.. more

Adegan percintaan di manga tipe shōjo (nicollzg.wordpress.com)

Ahli Statistik Manga Mengungkapkan Apa yang Didambakan Pembaca Manga Wanita

Apa sih yang disukai cewe pembaca manga? Midori Makita, analis manga, menjawabnya... more

7 Komik Jepang Paling Romantis

Berbicara mengenai dunia perkomikan, sudah pasti Jepang lah jawaranya. Negeri matahari terbit ini memang surganya anime .. more

Sumber gambar: youtube.com

PewDiePie Mencoba Memperbaiki Reputasi dengan Memanfaatkan Drama Logan Paul?

Setidaknya ada dua kejadian besar yang membuat PewDiePie menuai kecaman akibat aksi di channel YouTube dia... more