Nominator Tokyo Anime Award Festival 2018. Ada yang dari Republik Czech!

7 months ago
(Sumber: animefestival.jp)

Sebuah acara penghargaan untuk karya seni perfilman merupakan hal normal di dunia pop culture. Seperti misalnya Piala Oscar yang baru saja lewat. Piala Oscar merupakan penghargaan untuk yang terbaik dari film yang beredar tahun lalu. Untuk yang terburuk? Ada Piala Razzie untuk mereka bawa pulang. Di Hollywood, film yang terbaik (dan yang terburuk) mendapatkan apresiasi. Dan itu berlangsung setiap tahun.

Bagaimana dengan film animasi?

Piala Oscar juga meng-cover penghargaan untuk film animasi terbaik (tidak ada kategori animasi terburuk di Razzie). Dan walaupun jelas merupakan penghargaan bergengsi namun Oscar biasanya mengedepankan ‘produksi dalam negeri’, sehingga dianggap kurang merepresentasikan variasi film animasi yang dibuat oleh sineas negara lain. Memang tidak selalu film animasi Amerika yang berjaya di Oscar. Film animasi Studio Ghibli Jepang pernah memenangkan penghargaan ini.

(Sumber: amadei33.com)

Sumber: amadei33.com

Tapi penghargaan untuk film animasi dunia tidak hanya dimiliki oleh Academy Awards Amerika Serikat.

Ada misalnya “Annecy International Animated Film Festival” yang diselenggarakan di kota Annecy, Perancis. Film animasi Jepang “Lu Over the Wall” memenangkan penghargaan Cristal du long metrage sebagai film animasi terbaik tahun 2017 .

Sumber: genkinahito.wordpress.com

Sumber: genkinahito.wordpress.com

Ada pula “Tokyo Anime Award Festival” yang sebentar lagi akan digelar di Ikebukuro, Tokyo Jepang. Acara ini sebenarnya sudah dimulai sejak 2002, namun baru di tahun 2005 mendapatkan nama resmi sebagai acara ‘Award’. Sebelumnya mereka menggunakan nama ‘Competition’.

Kategori ‘Open Entry Award’ di acara ini merupakan kategori penting yang ditujukan untuk animator amatir dengan hadiah Grand Prize sebesar 1.000.000 Yen. Sistem penjurian menggunakan dua set juri. Ada sepuluh juri utama dengan dibantu oleh juri independent sebanyak lebih dari seratus nama. Mereka berasal dari berbagai profesi yang masih memiliki hubungan dengan animasi serta proses penciptaan animasi itu sendiri (seperti misalnya staff produksi studio animasi, produser film animasi, hingga editor-editor majalah yang mengulas soal animasi sebagai topik editorial mereka.

Sumber: animefestival.jp

Sumber: animefestival.jp

Siapa saja yang bisa jadi peserta Tokyo Anime Award Festival untuk kategori ‘Open Entry Award’ itu?

Syaratnya adalah animasi yang diperlombakan merupakan animasi non komersial. Itu termasuk tidak pernah masuk atau dikomersilkan di TV, film bioskop maupun OVA (Original Video Animation). Syarat lainnya adalah, animasi yang diperlombakan harus lebih panjang dari 15 detik namun tidak melebihi durasi 30 menit. Jadi peserta award atau festival untuk kategori ‘Open Entry Award’ benar-benar merupakan animator amatir yang belum berada ataupun bekerja secara komersial di bisnis animasi. Baik berupa animasi televisi maupun bioskop.

Untuk Tokyo Anime Award Festival kategori ‘Open Entry Award’ tahun 2018 ini, ada 731 karya animasi dari 58 negara yang akan adu kualitas di hadapan juri untuk memenangkan hadiah. Ini merupakan peningkatan jumlah peserta dibandingkan tahun-tahun sebelumnya; menandakan gairah pembuatan animasi di antara animator amatir semakin tinggi di seluruh dunia.

Ada empat film animasi yang akan berlaga di sub-kategori ‘Feature AnimationOpen Entry di event tahun ini. Mereka berasal dari negara-negara yang berbeda, dan tidak ada satupun yang berasal dari Jepang.

Empat film animasi nominator ‘Feature Animation’ tersebut adalah:

“The Oddsockeaters” karya Galina Miklinova dari negara Republik Czech. (Sumber: citarny.cz)

“The Oddsockeaters” karya Galina Miklinova dari negara Republik Czech. (Sumber: citarny.cz)

“On Happiness Road” karya Sung Hsin-yin dari negara Taiwan. (Sumber: taiwannews.com.tw)

“On Happiness Road” karya Sung Hsin-yin dari negara Taiwan. (Sumber: taiwannews.com.tw)

“Have a Nice Day” karya Liu Jian dari negara China. (Sumber: chinainstitute.org)

“Have a Nice Day” karya Liu Jian dari negara China. (Sumber: chinainstitute.org)

Dan “Kikoriki: Déjà vu” karya Denis Chernov yang berasal dari negara Russia. (Sumber: sbox.club)

Dan “Kikoriki: Déjà vu” karya Denis Chernov yang berasal dari negara Russia. (Sumber: sbox.club)

Ke-empat film animasi ini akan memperebutkan tidak hanya uang senilai sejuta Yen namun juga gengsi sebagai pemenang sebuah animation awards negara Jepang (yang notebenenya merupakan salah satu yang terbaik soal animasi) serta kesempatan menjadi dikenal di kalangan animator serta studio animasi professional; yang tentu saja berguna untuk karir animasi mereka di masa depan.

Sementara untuk sub-kategori ‘Short Animation’ ada 35 peserta dari seluruh penjuru dunia yang akan berebut gelar yang terbaik di festival ini. Info lengkap bisa di-akses melalui website resmi acara di animefestival.jp/en/

Tokyo Anime Award Festival 2018 diselenggarakan tanggal 9-12 Maret 2018 di distrik Ikebukuro, Tokyo Jepang. Siapakah yang akan membawa kemenangan tahun ini? Tahun lalu animator Perancis Sébastien Laudenbach membawa pulang penghargaan tertinggi ‘Feature Animation’ lewat karya dia yang berjudul “La Jeune Fille sans mains / The Girl Without Hands“. Sementara rekan senegaranya, Elice Meng, berjaya di ‘Short Animation’ dengan karyanya “Of Shadows and Wings”.

Distrik Ikebukuro, Tokyo Jepang (Sumber : asahicom.jp)

Distrik Ikebukuro, Tokyo Jepang (Sumber : asahicom.jp)

Kita harapkan di tahun-tahun berikutnya, animasi karya anak Indonesia dapat ikut berbicara di event ini. Semoga!

About Author

Harry Rezqiano

Harry Rezqiano

Seimbangkan hidup. Tiap orang beda-beda caranya. Tapi semua orang perlu melakukannya. *Disclaimer: Tulisan ini adalah opini & pendapat pribadi serta bukan merupakan pandangan maupun kebijakan Ciayo Corp beserta afiliasinya. Penulis dapat dihubungi melalui media sosial, Facebook: /HarryRezqiano | Twitter: @HarryRezqiano | Wattpad: /HarryRezqiano *

Comments

Most
Popular

Terdengar Fun, Tapi Kok Namanya Black Friday Ya?

Ada tiga alasan dibalik sebutan Black Friday... more

Tim CIAYO Comics berkunjung ke Basecamp Generasi 90an dan ketemu Marchella FP

Bernostalgia Lewat Generasi 90an

Kebahagiaan itu sederhana. Bernostalgia salah satunya. Begitulah kata Marchella Febritrisia Putri... more

00-d-kak-seto-popcon

Ketika Kak Seto Men-Sleding Pengunjung POPCON Asia 2018

Ketua umum LPAI Kak Seto hadir di POPCON Asia 2018 untuk bicara soal meme kids zaman now, serta nasihat-nasihat untuk hi.. more

Surface Book 2 dari Microsoft. Sumber gambar: which.co.uk

Microsoft vs Apple: Usaha Microsoft Mengalahkan Dominasi MacBook Pro Apple Di Kelas Premium Notebook

Di tahun-tahun awal berdirinya Apple Computer, Microsoft belum seperti sekarang. Bahkan boleh dibilang kalau dulu Bill G.. more

Festival Mesin Waktu

Naik Mesin Waktu Bersama Generasi 90an

Bro sis yang ngaku generasi 90an, gimana rasanya kalau diajak nostalgia ke jaman dulu nih? Masih ingat gak kira-kira keb.. more