Novel Mrs. Fletcher: Karya Tom Perrotta Tentang Kebebasan dan Impian Seksualitas

9 months ago

Ketika karya sastra menembus batas dan bertransformasi menjadi hal baru di media yang berbeda, jelas itu merupakan sebuah pencapaian luar biasa. Tom Perrotta mengalami hal itu lewat beberapa novel yang pernah ditulisnya. Hebatnya lagi, ketika karya-karya tulisnya itu diadaptasi ke dalam film, gaya tarik yang diciptakannya sangat besar hingga masuk ke dalam nominasi Oscar dan Emmy Award.

Dua karya Perrotta yang paling terkenal dan diadaptasi ke dalam layar lebar adalah “Election” (1999) dan “Little Children” (2006). Keberhasilan yang gemilang itu berlanjut pada novel yang ditulisnya di tahun 2011, “The Leftovers”. Film ini diadaptasi oleh HBO ke dalam serial tv dari tahun 2014 hingga 2017, dan menjadi serial tv yang punya banyak kejutan dengan tema kepercayaan dan kehidupan urban di ambang kehancuran.

Sumber: www.imdb.com

Sumber: www.imdb.com

Semua pencapaian Perrotta menimbulkan semacam rasa penasaran tentang karya selanjutnya yang akan ia tulis, sebab setelah “The Leftover”, Perrotta tidak lagi menulis novel. 5 tahun kemudian, tiba-tiba Perrotta menerbitkan novel terbarunya yang berjudul “Mrs. Fletcher”. Apakah waktu 5 tahun ini digunakan oleh Perrotta untuk melakukan riset untuk novel terbarunya ini? Jika iya, serumit apa novelnya ini? Hal ini menjadi sangat menarik untuk dibahas.

Seperti hal yang sering dijumpai dalam novel Parrotta tentang kehidupan orang-orang di kelas menengah pinggiran kota, “Mrs. Fletcher” berfokus pada kisah seorang ibu dan anak yang merasa bebas lalu terjerumus ke dalam candu pornografi mengerikan yang tidak terduga. Adalah Eve Fletcher, seorang ibu rumah tangga yang baru saja bercerai serta dihadapkan dengan kepergian anaknya, Brendan ,yang memulai kuliah di sebuah universitas negeri di Northeast. Lalu kisah juga fokus pada kehidupan Brendan yang baru saja melakukan hubungan seks dengan mantan pacarnya sebagai hadiah perpisahan mereka sebelum menginjak universitas.

Sumber: www.npr.org

Sumber: www.npr.org

Fakta ironis tentang dua orang yang sama-sama mengalami perubahan tiba-tiba dan merasa bebas untuk bisa melakukan apa pun yang mereka mau, menjadi pondasi awal pendalaman karakter yang luar biasa. Dua sudut pandang cerita yang disampaikan dengan cara berbeda pula menjadi gaya tarik yang unik. Pada cerita Brendan, sudut pandang menggunakan sudut pandang orang pertama, sedangkan untuk karakter lain menggunakan sudut pandang orang ketiga.

Cara Perrotta mengungkapkan perasan Brendan terasa sangat emosional. Meskipun ia merasa bebas, tapi ia juga terjebak dalam fakta sedih tentang begitu terlukanya ia menghadapi fakta bahwa orang tuanya baru saja bercerai. Ditambah lagi ayahnya memiliki keluarga baru. Tekanan secara emosional yang dihadapi oleh Brendan jelas memerlukan sebuah pelarian dan langkah yang diambil oleh Brendan sendiri adalah sek serta hal-hal yang berbau pornografi.

Sumber: www.nytimes.com

Sumber: www.nytimes.com

Berbeda lagi dengan sang ibu, Eve, yang berusaha menjalani hidup barunya dengan bebas namun terkekang oleh perasaannya sendiri. Eve mulai membuka diri tentang pengalamannya dulu, saat di perguruan tinggi ia mengambil kelas Gender and Society.

Pada suatu malam tiba-tiba Eve menerima sebuah pesan singkat yang “nakal” dan aneh. Lewat pesan itulah akhirnya Eve mencoba mencari tahu dan mengantarkannya kepada sebuah portal rahasia bernama Narnia. Narnia merupakan portal pornografi online yang membuat Eve penasaran dengan aktivitas seksualitas yang penuh imajinasi erotis. Perasaan ingin tahunya yang begitu besar membuat ia terjebak dalam candu pornografi.

Mungkin saat kalian membaca tulisan ini, kalian akan berpikir bahwa “Mrs. Fletcher” merupakan novel erotis seperti “Fifty Shades of Grey”. Tapi jangan salah, nyatanya cerita ini sangat berbeda.

Cara Perrotta mengemas cerita agak “nakal” ini memunculkan sisi yang manusiawi menjadi sangat berkesan dan mendalam. Pertentangan nurani tentang perihal seksual dan pornografi membuat “Mrs. Fletcher” terasa lebih manusiawi daripada “Fifty Shades of Grey”. Krisis paruh baya seorang perempuan di usia 46 tahun menciptakan gelombang besar yang mendesak banyak pertanyaan semacam, apakah di usia seperti itu pertualangan seksual masih terasa penting? Lalu ada kisah Brendan yang muda atau kebalikan dari Eve, namun dengan masalah yang hampir sama. Perrotta seolah menyampaikan bahwa masalah seksual itu terjadi pada semua kalangan, baik para anak muda atau orangtua.

Sumber: www.npr.org

Sumber: www.npr.org

Hal lain yang juga membuat “Mrs. Fletcher” sangat menarik adalah fakta bahwa Perrotta merupakan seorang lelaki yang mencoba memahami obsesi seorang wanita terhadap pornografi beresiko lewat karakter Eve. Dan gaya penyampaian Perrotta lewat cara berpikir Eve, berhasil menciptakan momentum yang mengejutkan hingga kebagian akhir cerita.

Keberhasilan Perrotta dalam “Mrs. Fletcher” dirasa akan berbuah manis pada akhirnya. Harapan bahwa novel ini pun diangkat ke layar lebar terasa sangat berpotensi, cerita yang komplek, pendalaman karakter yang bagus, membuat waktu 5 tahun yang tadi dibicarakan di atas seperti terbayar lunas.

Sumber: theurbanologist.com

Sumber: theurbanologist.com

Penasaran dengan novel ini? Atau kalian ingin mencoba karya Perrotta yang lain terlebih dahulu? Semua itu bukan pilihan yang buruk. Seperti yang “Mrs. Fletcher” lakukan juga bukan hal yang buruk untuk dinilai, sebelum kalian semua memahami krisis seperti apa yang dihadapi oleh dua karakter utama dalam novel ini.

About Author

Loganue Saputra Jr.

Loganue Saputra Jr.

Alfian Noor atau yang memiliki nama pena Loganue Saputra Jr. penulis novel Bersamamu dalam Batas Waktu (2014), selain suka menulis fiksi, ia juga memiliki hobi bermain video game, melukis, serta menonton film. Saat ini tinggal di Samarinda Kalimantan Timur dan aktif di Instagram @alpiannoor

Comments

Most
Popular

00-d-ciayo-kosmik

4 Komik Kosmik Ini Sekarang Bisa Kamu Baca Di CIAYO Comics!

Sekarang kamu bisa baca 4 komik Kosmik di CIAYO Comics! Ada komik tentang helikopter, hantu, sejarah, hingga spesial unt.. more

Jokowi dan “Geng” nya Bakal Muncul di Komik?

Kabar kemunculan komik ini juga diperkuat dari postingan facebook Borton Liew, CEO dari CIAYO Comics... more

(duniaku.net)

Hikayat Vandaria: Frameless, Sosok Menakutkan Yang Mirip Manusia

Frameless? Apa tuh? Kenapa tanpa bingkai? Emangnya jendela? Berbeda dari mereka yang sering mendalami hikayat Vandaria, .. more

Wubba Lubba Dub Dub! McDonald’s Rilis Ayam Szechuan di Indonesia!

McDonald's Indonesia menyajikan menu ayam Szechuan. Tahukah kamu, McDonald's sebelumnya pernah membuat sensasi dengan sa.. more

Creators Super Fest 2018 Makin Mantap Dengan Bintang Tamu Beragam

Creators Super Fest 2018 yang diadakan tanggal 12-13 Mei 2018 menjadi tempat kumpulnya para kreator amatir dan profesion.. more