Jelajahi Bandung Post Apocalypse Dalam Noyer Van Java

4 months ago
00-d-noyer-van-java

Post apocalypse bukan lagi topik asing dalam pop culture. Ada banyak sekali media yang menjelajahi tema tentang dunia paska musibah global yang mengubah kehidupan para manusia yang bertahan hidup. Mad Max, Fallout, Stalker, dan The Walking Dead; merupakan sebagian judul yang mengisahkan nasib umat manusia di dalam dunia yang telah bobrok.

Apa yang terjadi jika musibah tersebut menimpa Indonesia? Hal ini pula yang terlintas di benak seorang ilustrator bernama Bima. Setelah memainkan game Fallout 4, ia memikirkan bagaimana jadinya jika musibah sedahsyat perang nuklir terjadi di Indonesia. Inilah yang jadi dasar dari terciptanya sebuah artbook digital berjudul Noyer Van Java.

noyer van java

Sumber: Bima

Dalam kata pengantarnya, Bima percaya bahwa dunia post apocalypse dapat terjadi akibat ulah manusia. “Saya percaya konsep tersebut (post apocalypse) dapat membuat orang berpikir, merenung, dan berempati dengan situasi dan lingkungan mereka. Sebagai seorang artist, saya ingin memperlihatkan gambaran dari dunia tersebut agar kita berusaha untuk mencegahnya terjadi di masa depan,” tambah Bima.

Untuk mewujudkan visual dari post apocalypse Indonesia ini, Bima memilih kota Bandung sebagai setting artbook ini, sehingga judul Noyer van Java pun dipilih. Untuk mendukung ilustrasinya, Bima menciptakan sebuah cerita latar belakang yang menjelaskan kenapa kota Bandung didera musibah yang sedemikian rupa.

Sumber: Bima

Sumber: Bima

Akibat perubahan iklim yang menyebabkan dataran rendah tenggelam, banyak orang yang pindah ke dataran tinggi, salah satunya adalah ke kota Bandung. Overpopulasi menciptakan situasi chaos saat kebutuhan primer menipis dan pemerintahan hancur. Hukum rimba menjadi jalan hidup manusia masa kini.

Sumber: Bima

Sumber: Bima

Dalam artbook digital Noyer Van Java sepanjang 137 halaman ini, Bima menunjukkan berbagai lanskap kota Bandung yang telah hancur dan porak poranda. Misalnya ada kawasan Braga yang menjadi pemukiman kumuh, kawasan Bandung Selatan dan Dayeuhkolot yang tenggelam dan dipenuhi sampah, kampus ITB yang jadi sarang preman, hingga Simpang Dago yang menjadi pusat perdagangan. Kawasan lain pun ditunjukkan seperti daerah sekitar jembatan layang Pasupati, Gedung Sate, taman hutan raya Dago, dan masih banyak lagi.

Sumber: Bima

Sumber: Bima

Selain aspek lingkungan, Bima juga menggambarkan perubahan sosial dalam masyarakat Bandung post apocalypse. Akibat berbagai musibah, masyarakat Bandung kini hidup dalam kekacauan. Kemiskinan memaksa orang-orang tinggal di gubuk kumuh dan padat. Penyakit merajalela tanpa ada yang bisa mengobati. Mereka yang masih hidup berusaha menyambung nasib dengan menjadi pemulung, pedagang, atau bahkan preman.

Sumber: Bima

Sumber: Bima

Suasana yang ditampilkan Noyer Van Java nampak terinspirasi dari banyak karya bertema sama. Nuansa reruntuhan kota Bandung lama yang tak terurus dan ditumbuhi tanaman liar akan sedikit mengingatkan pada lingkungan dalam game The Last of Us, sementara keadaan sosial masyarakatnya yang tak berhukum terlihat jelas terinspirasi dari Fallout dan Mad Max.

Namun, di saat bersamaan pun Noyer Van Java tetap terasa sangat Indonesia. Coba cari cerita post apocalypse mana yang dihiasi gerobak pedagang kaki lima, angkot, dan skuter matik? Noyer Van Java terasa sangat familiar bagi para pembaca, bukan hanya karena berlokasi di tanah air yang kita tinggali saja.

Sumber: Bima

Sumber: Bima

Lebih dari itu, apa yang ditampilkan dalam Noyer Van Java terasa tidak begitu asing dan bisa saja terjadi di Indonesia betulan. Gubuk-gubuk di Bandung Selatan yang tenggelam itu bukan pemandangan asing di sekitaran Jakarta. Begitu pula dengan senjata para preman Noyer Van Java yang terlihat mirip dengan senjata tawuran anak sekolah.

Saat ini artbook digital Noyer Van Java bisa kamu dapatkan secara gratis hingga tanggal 7 Juli 2018. Kamu bisa mendapatkannya lewat link berikut ini. Kamu juga bisa mendukung Bima dengan menyumbangkan sebagian uangmu lewat link yang sama.

About Author

Meka Medina

Meka Medina

Penulis cerita untuk circle Rimawarna. Biasanya suka bolak-balik antara Bandung-Jakarta, namun bisa juga teleport ke Tenggarong. Jangan tanya kenapa.

Comments

Most
Popular

Galaxin (CIAYO Comics)

Komik Romantis Ini Banyak Kejutannya

Bro sis, pada suka baca komik romantis nggak? Udah pernah denger komik Galaxin belom? Katanya sih, komik romantis ini ba.. more

Line Up Film Live Action yang Diadaptasi dari Animasi Disney

Siapa yang enggak tahu film animasi yang diproduksi Disney? Pernah enggak ngebayangin film animasi yang kita tonton kala.. more

(Instagram @pengabdisetanofficial)

Pengabdi Setan Jadi Film Horor Terseram di Indonesia?

Buat bro sis yang suka kisah-kisah ngeri, cerita seram, atau film horor, belum cukup nyali kalo belum nonton Pengabdi Se.. more

Simon Cowell. (Sumber: tellymix)

Wah! Simon Cowell Hampir Jantungan Gara-Gara Hal ini

Saat itu lah, Simon Cowell langsung bangkit dari kursinya dan mulai panik memanggil crew untuk menolong.. more

(CIAYO Pictures)

Jak-Japan Matsuri 2017 Kurang Persiapan

Jak-Japan Matsuri 2017 telah selesai diselenggarakan. Acara yang telah diadakan untuk ke-9 kalinya ini bertempat di Lapa.. more