Otaku VS Weeaboo

8 months ago
(from : youtube.com)

Bro and sis, seperti yang kita tahu bahwa sekarang ini perkembangan grup-grup atau komunitas penggemar kultur Jepang berbanding lurus dengan perkembangan kultur Jepang itu sendiri, yang semakin mudah masuk ke Indonesia. Hal itu tentu saja membawa dampak positif-negatif terhadap kita. Tetapi di sisi lain, semakin membuat banyak orang menyebut diri mereka dengan sebutan “otaku” atau “weeaboo” tanpa mengerti makna sebenarnya dari kata itu sendiri.

(from : pinterest.com)

(from : pinterest.com)

Lalu sebetulnya apa sih perbedaan otaku dan weeaboo itu? Sebelum membahas detail tentang perbedaan otaku dan weeaboo, yuk kita bahas dulu masing-masing istilahnya..

(from : androniki.com)

(from : androniki.com)

Otaku adalah istilah yang berasal dari bahasa Jepang yang digunakan untuk menyebut orang yang benar-benar menekuni hobi. Dari definisi tersebut, bisa disimpulkan bahwa semua orang yang menekuni hobi bisa disebut sebagai otaku. Contohnya adalah orang yang benar-benar menekuni hobi mereka di bidang komputer sampai mendapatkan predikat ahli, juga merupakan otaku di Jepang.

Selain itu, kata otaku biasanya digunakan sebagai sebutan bagi mereka yang sangat menyukai hal-hal yang berbau Jejepangan, termasuk anime, komik manga dan video games. Otaku biasanya identik sebagai makhluk anti-sosial, paling tidak seperti itulah anggapan masyarakat umum di Jepang. Tetapi tidak semua otaku itu negatif kok, karena banyak otaku yang sangat mendalami hobinya dengan detail dan dibarengi tingkat pengetahuan yang sangat tinggi. Sehingga mereka bisa mencapai tingkat pakar dengan tanpa mengurangi jiwa sosialisasi dirinya di masyarakat.

(from : hxchector.com)

(from : hxchector.com)

Tetapi ada juga lho otaku yang super ekstrem obsesinya terhadap sesuatu yang ia suka. Nah, di antaranya sebagai berikut :

  1. Hikkikomori yaitu otaku yang tidak bersosialisasi dengan dunia nyata.
  2. Nijikon yaitu otaku yang tidak menyukai pasangan berwujud manusia nyata dan hanya menyukai manusia berwujud dua dimensi contoh karakter anime/manga.
  3. Weeaboo yakni otaku yang merasa dirinya adalah ‘living anime character’ dan mesti selalu Jejepangan.
(from : androniki.com)

(from : androniki.com)

Dari ketiga bentuk otaku ekstrem di atas, yang super paling freak / lebay / alay adalah weeaboo. Soalnya seorang weeaboo bertingkah laku seakan-akan mereka itu tinggal di Jepang, padahal kenyataanya mereka bukan orang asli Jepang. Weeaboo dianggap sangat negatif karena mereka kurang menghargai budaya negara mereka sendiri dan lebih mengagung-agungkan budaya Jepang. Seorang weeaboo pun sebetulnya sama kayak otaku, mereka menyukai anime, manga, video game, idol, cosplay, dan kultur Jepang. Namun seorang otaku belum tentu weeaboo, sementara weeaboo biasanya adalah otaku. Paham kan yah? Oke mari kita bahas perbedaan keduanya.

(from : zsnews.cn)

(from : zsnews.cn)

1. Otaku: lebih merupakan ‘hobby addicted’ bukan ‘Japan addicted’. Mereka dapat menyukai film, video game, atau musik non-jepang. Gak jadi masalah mau berasal dari Jepang atau bukan.

Weeaboo: lebih merupakan ‘Japan addicted’. Mereka berpendapat bahwa anime dari jepang “is the best thing ever”, jauh di atas segala media visual lainnya. Apalagi jika dibandingkan dengan animasi atau film kartun dari negara barat atau negara lainnya.

2. Otaku: lebih senang membicarakan kegemarannya bareng teman yang memiliki minat yang sama.

Weeaboo: membicarakan hobi atau kegemarannya pada siapapun, di manapun, dan kapanpun.

(from : manga.tokyo)

(from : manga.tokyo)

3. Otaku: berperilaku seperti orang biasa pada umumnya, walaupun kadang-kadang masih kelihatan juga sih kalau dia adalah otaku.

Weeaboo: bangga mempertontonkan dirinya sangat ‘Jepang’ atau berperilaku seperti ‘living anime character’ dalam kesehariannya, baik di rumah atau pergaulan.

4. Otaku: paham banyak dan selalu update tentang hobinya.

Weeaboo: lebih dianggap ‘annoying’ karena terkesan sok tau. Kecintaannya akan Jepang seringkali meremehkan yang non-Jepang. Misalnya: Barat/Indo/K-pop gak sebagus Jepang.

 (from : androniki.com)

(from : androniki.com)

5. Otaku: terbuka atas candaan dan kritikan orang. Otaku tidak tersinggung jika hobi kegemaranya atau karakter favoritnya dijadikan lelucon. Kadang malah mereka sendiri yang membuat leluconnya.

Weeaboo: sangat tersinggung jika ada lelucon dan kritik mengenai karakter favoritnya atau artis idol grup-nya.

6. Otaku: dalam kesehariannya, masih menggunakan bahasa normal, mereka tidak merasa wajib mesti bicara dengan bahasa Jejepangan.

Weeaboo: selalu berbicara dengan bahasa Jejepangan di segala kesempatan, pada siapapun, di manapun, dan kapanpun. Terkadang dia sendiri tidak mengerti makna istilah yang dibicarakannya. hahaha…

(from : pinterest.com)

(from : pinterest.com)

7. Otaku: tidak tersinggung disebut otaku, kecuali bernada mengejek.

Weeaboo: Tersinggung jika disebut weeaboo. Mereka merasa dirinya adalah otaku. Padahal weeaboo sendiri dianggap menyebalkan oleh otaku.

8. Otaku: menyukai username atau nickname bernuansa nama karakter favoritnya. Bisa saja bernuansa Jepang atau bukan.

Weeaboo: menyukai username atau nickname bernuansa ‘Jepang’. Mereka pandai meng-kawaii-nisasi profile dan nama aslinya supaya lebih ‘Jepang’. Kadang pada profilnya tertulis lives in Tokyo, atau kalau perlu lengkap dengan kanji / hiragana / katakananya.

(from : pinterest.com)

(from : pinterest.com)

Nah, itu dia gengs perbedaan otaku dengan weeaboo secara garis besarnya. Gak masalah sih misal kalian tergila-gila akan suatu hobi. Selama itu gak mengganggu orang lain dan membawa dampak positif di kehidupan kamu sih it’s oke. Yang jelas intinya, kalau kalian gak mau dianggap lebay / freak / nerd makanya gak usah terlalu berlebihan menyukai hobi itu ya. Normal-normal aja deh sambil bisa menikmati indahnya hidup ini. Keep positive guys.

About Author

Patricia Trisnawati

Patricia Trisnawati

Wanita berdarah Jawa ini sejak di bangku kuliah sudah aktif di dunia broadcasting. Baik menjadi penyiar radio di kampus, dan menjadi reporter radio lokal di Jogja. Pernah pula bekerja aktif sebagai reporter, penulis naskah, dan voice over artist di salah satu media televisi swasta ternama. Motto hidupnya adalah "Kerja keras tidak akan pernah mengkhianati hasil yang didapat."

Comments

Most
Popular

Sumber gambar: otakumode.com

Kejutan di Gala Event Final Fantasy 30th Anniversary Exhibition

Tidak banyak serial game, khususnya RPG, yang mampu bertahan dan tetap populer selama 30 tahun beredar.. more

Logo CLAS:H (matsurisurabaya.wordpress.com)

CLAS:H Cosplay Live Action 2017 Hadir di 5 Kota di Indonesia

Buat yang udah malang melintang di dunia pe-cosplay-an, pasti udah nggak asing sama Cosplay Live Action Show: Hybrid (CL.. more

(Sumber: Youtube)

Wawancara Eksklusif CIAYO Blog Dengan Demian Aditya Sang Illusionist

Bro sis masih inget dong sama Demian? Pesulap yang sekarang lebih terkenal sebagai Illusionist Indonesia ini, sempat ram.. more

header alex desktop

Who Killed Captain Alex – Bukti Kalau Film Asyik Bisa Dibuat Dengan Dana Terbatas

Who Killed Captain Alex dibuat dengan budget kurang dari 3 juta Rupiah di Uganda. Meski kualitasnya di bawah rata-rata, .. more

(CIAYO Pictures)

Keseruan Launching Komik Volt X Setan Jalanan di Popcon Asia 2017

Di hari ke-2 Popcon Asia 2017, CIAYO Comics meluncurkan komik digital Volt x Setan Jalanan. Acara ini langsung dihadiri .. more