Pemblokiran Game Pukul Guru Adalah Aksi Reaksioner Yang Sebenarnya Nggak Penting-Penting Amat

8 months ago
00 gpg desktop

Indonesia kayaknya nggak bakal lepas dari drama ya, bro sis. Setiap hari ada aja fenomena baru, entah di medsos atau dunia nyata. Belum lama ini terdapat kasus yang nggak mengenakkan, dimana seorang murid SMA tertangkap mencekik gurunya sehingga tewas. Belum tuntas kasus tersebut, kini muncul “game pukul guru.”

Kejadian dimana studio game memboncengi tren di masyarakat bukan hal yang langka. Dulu saat demam tahu bulat merajalela, gamenya dibuat dan cukup sukses. Saat klakson telolet ngetren, gamenya pun turut dibuat. Bahkan saat Setya Novanto mengorkestrasikan drama “kecelakaannya,” tak tanggung-tanggung ada 4 lebih game tabrak tiang listrik yang dirilis bersamaan.

01 game pukul guru

Sumber: Okezone

Tapi menggunakan premis murid-pukul-guru untuk mengulangi kesuksesan ala game Tahu Bulat? Kok rasa-rasanya miris banget ya? Apa memang benar demikian? Apa developer sudah benar-benar kehabisan ide? Eits, sebelum menghakimi, ada baiknya kita telusuri dulu fakta-fakta yang ada.

Setelah game pukul guru itu beredar dan meresahkan masyarakat, pihak Kominfo dengan sigap langsung memblokir game online tersebut yang beredar di situs Poki. Saat tulisan ini diketik, akses ke situs Poki sudah ditutup oleh berbagai penyedia jasa internet.

Lalu dengan pemblokiran situs Poki ini, apakah masalahnya sudah selesai? Sayangnya, nggak.

02 poki

Sumber: Viva

Poki sendiri adalah situs game asal Belanda yang menyediakan konten game Flash dan atau HTML5 yang bisa dimainkan di aplikasi browser komputer. Game yang ditawarkan bukan hanya game buatan Poki sendiri, namun ada juga game buatan situs lain. Praktik mencantumkan game yang bukan buatan sendiri ini sudah cukup lumrah bagi situs-situs game serupa dengan Poki.

Apakah hal yang sama juga berlaku untuk game pukul guru ini? Sayangnya, iya.

Saya mencoba untuk mengakses game pukul guru ini dengan cara lain. Bukan dengan proxy atau aplikasi untuk membypass Internet Sehat dan apapun itu. Yang dibutuhkan hanya niatan untuk berpikir sedikit. Kominfo boleh memblokir situs Poki, namun mereka melakukan langkah fatal karena tidak membereskan masalah dari akarnya itu sendiri. Jadi saya memasukkan alamat website dari pembuat game yang sebenarnya. Dan voila, saya berhasil masuk tanpa halangan berarti.

03 oke

Sumber: CIAYO Pictures

Ternyata game pukul guru tersebut memiliki judul asli Don’t Whack Your Teacher. Game ini merupakan bagian dari serial game yang sama. Game lainnya menampilkan karakter bos, pencuri, bahkan presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Premis game ini sangat sederhana. Bro sis diminta untuk mencari obyek interaktif yang bisa digunakan untuk memukul guru. Ironis memang, dengan judul Don’t Whack Your Teacher, justru tujuan permainan ini adalah mencari berbagai cara untuk melanggar himbauan tersebut.

Game ini menampilkan adegan kekerasan dan darah yang gamblang. Walaupun menampilkan karakter kartun dan tidak ada elemen gore ala Happy Tree Friends, adegan kekerasan yang diulang-ulang dapat memicu reaksi tidak nyaman. Jangan lupakan juga dengan objek-objek yang bisa digunakan, seperti pulpen, kursi, tongkat bisbol, hingga obat nyamuk dan staples. Setidaknya game ini masih cukup baik dengan peringatan di awal permainan. “Jika Anda merasa tidak nyaman, segera berhenti memainkan game ini.”

Don’t Whack Your Teacher juga nampak di-port ke platform Android dan sempat dijual di Google Play oleh Gumdrop Games. Namun, game ini sudah tidak bisa lagi diakses maupun di-download.

Lucunya, saya juga menemukan game ini dimainkan oleh Markiplier, salah satu Youtuber berpengaruh saat ini. Apakah Markiplier yang mengangkat popularitas game ini? Bisa jadi. Tapi apakah dia juga yang menjadi biang keladi drama yang terjadi saat ini? Nggak ada buktinya. Video Markiplier tersebut diunggah di tahun 2015, dan ada kemungkinan game Don’t Whack Your Teacher diproduksi lebih lama lagi.

Apa yang terjadi pada game ini adalah kombinasi dari black comedy yang muncul di waktu dan tempat yang salah, dan entah kenapa hal tersebut bisa saling klik seakan-akan sudah direncanakan oleh sebuah kekuatan mistis. Apakah ada yang sengaja mem-blow up game ini ini? Entahlah.

Konten yang disajikan Don’t Whack Your Teacher memang kurang… etis. Tapi jika Kominfo serius untuk mencegah game tersebut beredar, kenapa game tersebut masih bisa diakses di tempat lain? Ibarat kata mengunci pintu rumah, tapi jendela masih terbuka lebar. Sama saja bohong kan?

04 blokir

Sumber: Asia Times

Hal ini justru menunjukkan bahwa aksi pemblokiran situs yang selama ini dilakukan hanya bentuk dari aksi reaksioner yang nggak cuma dilakukan setengah hati, namun justru tidak mengatasi masalah intinya. Kominfo boleh saja memblokir situs porno atau kekerasan, tapi mereka yang menginginkan hal itu pasti bisa menemukan cara untuk lolos dari blokiran.

Adalah naif jika kita menganggap internet sebagai jagat yang 100% aman, edukatif, ramah keluarga, serta penuh moralitas. Bahaya selalu mengintai dari tiap byte data yang masuk dan keluar. Antivirus dan blokir tidak selamanya bisa menangani masalah.

Kita nggak bisa terus mengandalkan sensor dari Kominfo atau mesin sensor yang baru-baru ini dijalankan. Sensor terbaik tetap adalah sensor yang dilakukan oleh diri sendiri dan mandiri. Saya, bro sis, kita semua sebagai manusia akil baligh tentu sudah bisa membedakan mana yang baik dan buruk, serta mendekati yang bermanfaat dan menjauhi yang merugikan. Jika kita mampu mengendalikan diri, tentunya drama pemblokiran website tak harus digembor-gemborkan.

05 sensor

Sumber: ACMA

Kita harus paham bahwa berbagai media hiburan memiliki klasifikasi rating umur yang cocok untuk setiap orang. Jika hal ini sudah dipahami, maka stigma komik dan game = media hiburan anak-anak akan segera luntur. Film aksi tengah malam ditayangkan tanpa sensor. Game online nggak akan dipenuhi anak kecil bermulut kasar.

Namun agar kita bisa sampai ke taraf tersebut, kita butuh proses yang panjang. Seberapa panjang? Justru pertanyaan yang tepat adalah kapan kita siap untuk menjalani proses itu?

About Author

Meka Medina

Meka Medina

Penulis cerita untuk circle Rimawarna. Biasanya suka bolak-balik antara Bandung-Jakarta, namun bisa juga teleport ke Tenggarong. Jangan tanya kenapa.

Comments

Most
Popular

Google Station. Platform internet cepat & gratis dari Google. Sumber gambar: fonearena.com

Rencana Besar Google Membawa Google Station Ke Indonesia

Google. Nama yang tidak asing lagi buat kita kan, bro sis? Nama ini bahkan mungkin kita akses sehari-hari lewat PC, lapt.. more

Rayakan Kemerdekaan ke-72 Indonesia Seminggu Dengan Komik #ExtraordinaryWeek

Inget nggak bro sis, dulu kita ngerayain 17-an dengan upacara bendera di sekolah. Sering juga ada lomba-lomba. Kalo jama.. more

Kok CIAYO Comics Main Tenis Terus?

Buat bro sis yang sering mampir dan baca CIAYO Comics, mungkin ngerasa akhir-akhir ini komik digital Indonesia ini main .. more

Sumber gambar: gizmodo.com.au

Laporan CES 2018: Intel & AMD Bekerja Sama Ciptakan Chip Mobile

Kerjasama ini mungkin untuk menjegal Nvidia?.. more

H20 Reborn Rupaka: Membangkitkan Komik di Atas Panggung

Sebagai karya pertama Teater Pesawat Kertas yang memang bertujuan mengadaptasi komik-komik lokal Indonesia, H20 Reborn a.. more