Pemblokiran Game Pukul Guru Adalah Aksi Reaksioner Yang Sebenarnya Nggak Penting-Penting Amat

9 months ago
00 gpg desktop

Indonesia kayaknya nggak bakal lepas dari drama ya, bro sis. Setiap hari ada aja fenomena baru, entah di medsos atau dunia nyata. Belum lama ini terdapat kasus yang nggak mengenakkan, dimana seorang murid SMA tertangkap mencekik gurunya sehingga tewas. Belum tuntas kasus tersebut, kini muncul “game pukul guru.”

Kejadian dimana studio game memboncengi tren di masyarakat bukan hal yang langka. Dulu saat demam tahu bulat merajalela, gamenya dibuat dan cukup sukses. Saat klakson telolet ngetren, gamenya pun turut dibuat. Bahkan saat Setya Novanto mengorkestrasikan drama “kecelakaannya,” tak tanggung-tanggung ada 4 lebih game tabrak tiang listrik yang dirilis bersamaan.

01 game pukul guru

Sumber: Okezone

Tapi menggunakan premis murid-pukul-guru untuk mengulangi kesuksesan ala game Tahu Bulat? Kok rasa-rasanya miris banget ya? Apa memang benar demikian? Apa developer sudah benar-benar kehabisan ide? Eits, sebelum menghakimi, ada baiknya kita telusuri dulu fakta-fakta yang ada.

Setelah game pukul guru itu beredar dan meresahkan masyarakat, pihak Kominfo dengan sigap langsung memblokir game online tersebut yang beredar di situs Poki. Saat tulisan ini diketik, akses ke situs Poki sudah ditutup oleh berbagai penyedia jasa internet.

Lalu dengan pemblokiran situs Poki ini, apakah masalahnya sudah selesai? Sayangnya, nggak.

02 poki

Sumber: Viva

Poki sendiri adalah situs game asal Belanda yang menyediakan konten game Flash dan atau HTML5 yang bisa dimainkan di aplikasi browser komputer. Game yang ditawarkan bukan hanya game buatan Poki sendiri, namun ada juga game buatan situs lain. Praktik mencantumkan game yang bukan buatan sendiri ini sudah cukup lumrah bagi situs-situs game serupa dengan Poki.

Apakah hal yang sama juga berlaku untuk game pukul guru ini? Sayangnya, iya.

Saya mencoba untuk mengakses game pukul guru ini dengan cara lain. Bukan dengan proxy atau aplikasi untuk membypass Internet Sehat dan apapun itu. Yang dibutuhkan hanya niatan untuk berpikir sedikit. Kominfo boleh memblokir situs Poki, namun mereka melakukan langkah fatal karena tidak membereskan masalah dari akarnya itu sendiri. Jadi saya memasukkan alamat website dari pembuat game yang sebenarnya. Dan voila, saya berhasil masuk tanpa halangan berarti.

03 oke

Sumber: CIAYO Pictures

Ternyata game pukul guru tersebut memiliki judul asli Don’t Whack Your Teacher. Game ini merupakan bagian dari serial game yang sama. Game lainnya menampilkan karakter bos, pencuri, bahkan presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Premis game ini sangat sederhana. Bro sis diminta untuk mencari obyek interaktif yang bisa digunakan untuk memukul guru. Ironis memang, dengan judul Don’t Whack Your Teacher, justru tujuan permainan ini adalah mencari berbagai cara untuk melanggar himbauan tersebut.

Game ini menampilkan adegan kekerasan dan darah yang gamblang. Walaupun menampilkan karakter kartun dan tidak ada elemen gore ala Happy Tree Friends, adegan kekerasan yang diulang-ulang dapat memicu reaksi tidak nyaman. Jangan lupakan juga dengan objek-objek yang bisa digunakan, seperti pulpen, kursi, tongkat bisbol, hingga obat nyamuk dan staples. Setidaknya game ini masih cukup baik dengan peringatan di awal permainan. “Jika Anda merasa tidak nyaman, segera berhenti memainkan game ini.”

Don’t Whack Your Teacher juga nampak di-port ke platform Android dan sempat dijual di Google Play oleh Gumdrop Games. Namun, game ini sudah tidak bisa lagi diakses maupun di-download.

Lucunya, saya juga menemukan game ini dimainkan oleh Markiplier, salah satu Youtuber berpengaruh saat ini. Apakah Markiplier yang mengangkat popularitas game ini? Bisa jadi. Tapi apakah dia juga yang menjadi biang keladi drama yang terjadi saat ini? Nggak ada buktinya. Video Markiplier tersebut diunggah di tahun 2015, dan ada kemungkinan game Don’t Whack Your Teacher diproduksi lebih lama lagi.

Apa yang terjadi pada game ini adalah kombinasi dari black comedy yang muncul di waktu dan tempat yang salah, dan entah kenapa hal tersebut bisa saling klik seakan-akan sudah direncanakan oleh sebuah kekuatan mistis. Apakah ada yang sengaja mem-blow up game ini ini? Entahlah.

Konten yang disajikan Don’t Whack Your Teacher memang kurang… etis. Tapi jika Kominfo serius untuk mencegah game tersebut beredar, kenapa game tersebut masih bisa diakses di tempat lain? Ibarat kata mengunci pintu rumah, tapi jendela masih terbuka lebar. Sama saja bohong kan?

04 blokir

Sumber: Asia Times

Hal ini justru menunjukkan bahwa aksi pemblokiran situs yang selama ini dilakukan hanya bentuk dari aksi reaksioner yang nggak cuma dilakukan setengah hati, namun justru tidak mengatasi masalah intinya. Kominfo boleh saja memblokir situs porno atau kekerasan, tapi mereka yang menginginkan hal itu pasti bisa menemukan cara untuk lolos dari blokiran.

Adalah naif jika kita menganggap internet sebagai jagat yang 100% aman, edukatif, ramah keluarga, serta penuh moralitas. Bahaya selalu mengintai dari tiap byte data yang masuk dan keluar. Antivirus dan blokir tidak selamanya bisa menangani masalah.

Kita nggak bisa terus mengandalkan sensor dari Kominfo atau mesin sensor yang baru-baru ini dijalankan. Sensor terbaik tetap adalah sensor yang dilakukan oleh diri sendiri dan mandiri. Saya, bro sis, kita semua sebagai manusia akil baligh tentu sudah bisa membedakan mana yang baik dan buruk, serta mendekati yang bermanfaat dan menjauhi yang merugikan. Jika kita mampu mengendalikan diri, tentunya drama pemblokiran website tak harus digembor-gemborkan.

05 sensor

Sumber: ACMA

Kita harus paham bahwa berbagai media hiburan memiliki klasifikasi rating umur yang cocok untuk setiap orang. Jika hal ini sudah dipahami, maka stigma komik dan game = media hiburan anak-anak akan segera luntur. Film aksi tengah malam ditayangkan tanpa sensor. Game online nggak akan dipenuhi anak kecil bermulut kasar.

Namun agar kita bisa sampai ke taraf tersebut, kita butuh proses yang panjang. Seberapa panjang? Justru pertanyaan yang tepat adalah kapan kita siap untuk menjalani proses itu?

About Author

Meka Medina

Meka Medina

Penulis cerita untuk circle Rimawarna. Biasanya suka bolak-balik antara Bandung-Jakarta, namun bisa juga teleport ke Tenggarong. Jangan tanya kenapa.

Comments

Most
Popular

Kumpulan Komik Jutaan Dolar (cbr.com)

Komik Jutaan Dolar? Inilah 10 Komik Termahal di Dunia!

Percaya atau tidak hobi mengomik benar-benar bisa mendatangkan penghasilan jutaan dollar!.. more

Sumber: Google Play Store

Menilik Redupnya Games Musiman. Salah Satunya Ada Tiang Listrik!

Belakangan ini Indonesia diserbu dengan banyak sekali games seru. Tapi karena inovasi datang dari kejadian yang lagi “.. more

Sumpah Pemuda vs Halloween: Dua Event Yang Berbeda Tapi Berdekatan Dan Berhubungan Dengan Generasi Muda

Sumpah Pemuda vs Halloween: Dua Event Yang Berbeda Tapi Berdekatan Dan Berhubungan Dengan Generasi Muda

Sumpah Pemuda 1928 dan Halloween. Dua event yang secara definisi jelas berbeda esensi satu dengan lainnya. Bahkan bisa d.. more

Sumber: wired.com

Menilik Absurdity Selera Komedi Orang Jepang

Banyak orang berpendapat kalau Jepang punya selera humor yang unik dan berbeda sekali dengan komedi di negara lain. Agak.. more

Ternyata Banyak Unsur Indonesia di Manga Dragon Ball lho!

Dragon Ball, siapa yang gak tau dengan komik legendaris ciptaan Akira Toriyama ini? Nah, ternyata di manga ini banyak un.. more