PENJELASAN Karakter Ero Loli Yang Sering Bikin Orang Awam Salah Paham

7 months ago
Karakter anime ero loli yang bisa bikin awam salah paham. Sumber: merdeka.com

Dunia manga dan anime Jepang memang seru. Gak cuma memiliki karakter yang cantik atau ganteng, tapi berbagai jenis karakter dan kepribadian ada dan bisa diciptakan oleh pembuat/pengarang manga dan anime Jepang. Dari yang ‘normal biasa’ hingga yang ‘terlalu mustahil serta ajaib’ untuk ukuran dunia manusia.

Untuk para penggemar manga dan anime garis keras alias otaku, karakter-karakter artifisial ini sama nyatanya dengan manusia. Me-manusiakan karakter fiksi oleh para otaku ini bukanlah hal yang mengherankan, seperti yang ditulis Mbak Patricia di artikel Mengenal Lebih Dalam Tentang Waifu misalnya. Rasa mengagumi karakter animasi 2 dimensi dari manga maupun anime buat otaku menimbulkan mindset kalau karakter ini ada, nyata dan lebih baik daripada manusia dunia nyata.

Namun, mindset seperti ini jika tidak dibarengi dengan pola pikir sehat, alias common sense, akan mengakibatkan kekacauan.

Seperti kasus yang kemarin sempat heboh antara artis lawas, Nafa Urbach, dengan seorang otaku yang membawa-bawa istilah “inside terms/joke otaku” hingga jadi blow-up media massa secara tidak proporsional.

Diawali dengan Nyonya Urbach yang mem-posting foto anaknya yang masih kecil di media sosial dan foto itu dikomentari netizen. Salah satu komentar yang muncul adalah kalau anak tersebut ‘loli’. Dari sinilah terjadi deretan kekacauan yang mengakibatkan timbulnya pro kontra di kalangan netizen.

Untuk yang ‘normal’, istilah loli yang ditujukan pada anak Nyonya Urbach adalah satu ungkapan pujian yang memiliki arti ‘imut, cute, lucu, nggemesin’. Tidak ada yang salah dengan hal ini. Loli atau lolita memang konotasinya biasa untuk menggambarkan anak perempuan imut, kecil, serta lucu. Sesuatu yang memang normalnya dimiliki oleh anak perempuan usia kecil/muda.

Namun untuk segelintir otaku, istilah loli (bisa juga) diartikan sebagai karakter yang ‘imut, cute, lucu, ngegemesin dalam konteks seksual’.

Nah… bagian yang ini jadi sumber perseteruan antara Nyonya Nafa Urbach dengan otaku yang juga fans dia tersebut. Saya sejujurnya enggak terlalu ngikutin berita dan perkembangan kasus itu tapi dari yang saya baca secara sekilas saya bisa menduga kalau Nyonya Nafa Urbach merasa tidak senang karena mengira anaknya disamakan dengan karakter imut dalam konteks seksual.

Belum lagi situasi yang memburuk karena ada otaku kompor yang merunyamkan situasi dengan mengirim material ‘ero loli’ kepada Nyonya Nafa Urbach sehingga situasi semakin menyudutkan istilah inside term/joke tersebut. Dan ditangkaplah si otaku bersama barang-barang bernuansa ero loli.

Para awam yang satupun tidak mengerti kultur otaku. Sumber gambar: merdeka.com

Para awam yang satupun tidak mengerti kultur otaku. Sumber gambar: merdeka.com

Karakter ero loli bukan hal baru di jagat manga dan anime Jepang. Karakter loli punya dua kategori besar di dunia J-Pop culture, yaitu loli pure and cute serta ero loli lewd and sexually oriented.

Contoh karakter loli yang ‘wajar’ misalnya Kanna Kamui dari anime Kobayashi-san Chi no Maid Dragon. Kanna merupakan contoh mudah dari seorang karakter yang memenuhi kualifikasi sebagai karakter loli. Imut, lucu, menggemaskan, berkarakter disayang semua orang tanpa tendensi seksual. Penampilannya yang menyerupai anak sekolah dasar merupakan bagian dari karakterisasi imut khas loli di banyak manga dan anime Jepang.

Kanna Kamui. Ini adalah loli populer yang disukai fans anime. Sumber gambar: redbubble.com

Kanna Kamui. Ini adalah loli populer yang disukai fans anime. Sumber gambar: redbubble.com

Sementara karakter ‘ero loli’ alias karakter anak perempuan imut tapi bernuansa erotis (baik dalam penampilan maupun sifat karakteristik), ada misalnya di karakter Rory Mercury dari anime Gate. Walau tidak terlalu eksplisit namun penampilan Rory bisa dibilang cukup seksi jika dibandingkan dengan wajah imut serta postur tubuh yang seperti gadis kecil. Jangan tertipu dengan tampilan Rory yah, bro sis… Karena usia aslinya adalah 961 tahun walau berpenampilan seperti anak perempuan umur 12 tahun.

Rory Mercury. Karakter ‘ero loli’ dari anime Gate. Sumber gambar: gate-jsdf.wikia.comRory Mercury. Karakter ‘ero loli’ dari anime Gate. Sumber gambar: gate-jsdf.wikia.com

Rory Mercury. Karakter ‘ero loli’ dari anime Gate. Sumber gambar: gate-jsdf.wikia.com

Dalam kasus Nyonya Urbach vs Otaku, saya tadinya berharap kalau otaku yang bermasalah dengannya adalah otaku yang melihat karakter loli sebagai karakter imut biasa tanpa tendensi seksual.

Sayangnya saya keliru, karena si otaku melakukan teror dengan mengirim grafis dengan konten anime bernuansa erotis sehingga membuat persoalan jadi serius dan berujung ke aparat hukum.

Penggemar anime garis keras yang tidak menggunakan common sense. Sumber gambar: sidomi.comPenggemar anime garis keras yang tidak menggunakan common sense. Sumber gambar: sidomi.com

Penggemar anime garis keras yang tidak menggunakan common sense. Sumber gambar: sidomi.com

Di satu sisi saya tidak bisa menyalahkan Nafa Urbach maupun polisi yang menindaklanjuti pengaduan masyarakat seperti yang dilakukan Urbach. Itu hak dia dan kewajiban polisi memberikan perlindungan dan rasa aman pada semua warga negara Indonesia.

Poster ero loli itu berhubungan dengan tudingan pedofilia? Perlu pembuktian. Sumber gambar: tribunnews.com

Poster ero loli itu berhubungan dengan tudingan pedofilia? Perlu pembuktian. Sumber gambar: tribunnews.com

Di sisi lain, awam seperti mereka (Urbach dan polisi), yang tidak memahami kultur otaku, membuat sulit posisi penggemar manga anime yang suka karakter loli imut tanpa tendensi seksual.

Di media massa, karakter loli dipukul rata sebagai karakter ero loli.

Sama seperti generalisasi ‘anime itu produk untuk anak-anak’, sementara anime juga punya rating dan pangsa pasar sesuai segmen usia. Banyak anime dengan karakter loli untuk segala segmen usia. Ambil contoh anime Kemono Friends yang tempo hari juga bermasalah namun dalam konteks berbeda.

Dua karakter ini jelas imut. Loli. Tapi tidak bernuansa erotis. Bukan ero loli. Sumber gambar: medium.com

Dua karakter ini jelas imut. Loli. Tapi tidak bernuansa erotis. Bukan ero loli. Sumber gambar: medium.com

Ke depannya, untuk yang awam dengan kultur dan istilah J-Pop culture agar mau belajar mencari informasi yang banyak. Ada banyak istilah/hal/kondisi di dunia manga dan anime di luar sana, dan bisa menyesatkan karena informasinya tidak akurat.

Sementara buat para otaku, mikir dong ah… Gak semua ‘inside jokes’ maupun istilah dalam kultur otaku bisa dipahami (apalagi diterima) oleh orang awam. Seperti istilah ‘loli’ itu. Yang mengerti soal ini hanya orang yang memang berada di dunia otaku saja. Jadi kalau istilah itu digunakan pada orang atau di lokasi awam, hasilnya bisa kayak Nyonya Nafa Urbach yang kebakaran jenggot (?) saat anaknya disebut sebagai ‘loli’. Dia kira otaku ngatain anaknya sebagai ero loli. Objek seksual. Padahal hanya pujian karena anaknya imut.

Lebih cerdas dan lebih bijak saat menggunakan istilah inner circle/inside joke/otaku di tempat umum. Nggak ada yang bisa nyalahin otaku dengan “way of thinking” mereka, asal proporsional. Setuju ‘kan, bro sis? Kalo nggak setuju boleh komplen di bagian komen kok hehe.

About Author

Harry Rezqiano

Harry Rezqiano

Seimbangkan hidup. Tiap orang beda-beda caranya. Tapi semua orang perlu melakukannya. *Disclaimer: Tulisan ini adalah opini & pendapat pribadi serta bukan merupakan pandangan maupun kebijakan Ciayo Corp beserta afiliasinya. Penulis dapat dihubungi melalui media sosial, Facebook: /HarryRezqiano | Twitter: @HarryRezqiano | Wattpad: /HarryRezqiano *

Comments

Most
Popular

(denofgeek.com)

5 Tempat Terseram di Jepang Ini Pasti Bikin Kamu Merinding!

Cerita yang bergenre horror, film horror, komik horror dan buku lainnya, biasanya dibuat dengan tujuan untuk menghibur o.. more

Monster Hunter. Game berburu monster buatan Capcom sejak 2004. Sumber gambar: monsterhunter.wikia.com

Monster Hunter: Sebuah Game Monster vs Sekelompok Hunter

Inilah game yang popularitasnya termasuk tinggi di kalangan gamers yang doyan melakukan sesuatu secara bersama-sama. Mon.. more

Sumber: mojokstore.com

Review Novel: Seorang Laki-Laki yang Keluar dari Rumah

“Seorang Laki-Laki yang Keluar dari Rumah” adalah novel paling terbaru karya Puthut E. A. Nama Puthut E. A. sudah se.. more

Ataribox. Console terbaru dari Atari yang mencoba mencari momentum. Sumber gambar: techradar.com

Ataribox: Usaha Sia-Sia Atari Di Persaingan Sengit Console Masa Kini?

Atari. Pada masanya dulu, merk ini sangat berkuasa di jagat video game dunia. Jauh sebelum dunia video game yang kini.. more

(CIAYO Pictures)

Volt dan Setan Jalanan Menyerbu CIAYO Comics

Bro sis udah pernah denger Volt sama Setan Jalanan belom? Kalo yang ngikutin karya-karya dari Skylar Comics atau Frank K.. more