Phantom Thread: Pesona Daniel Day-Lewis yang Perfeksionis

3 months ago
Sumber: www.artscommented.com

Sulit membayangkan film “Phantom Thread” jika karakter Reynolds Woodcock tidak diperankan oleh Daniel Day-Lewis. Paul Thomas Anderson selaku sutradara mengambil keputusan sangat tepat dalam pemilihan cast film ini. Sosok Reynolds yang gigih, sempurna, modis, keras kepala, dan sekaligus rapuh berhasil diperankan oleh Day-Lewis dengan apik.

Melihat penampilan Day-Lewis, penulis sempat berpikir mungkin saja dia bisa memenangkan kategori Best Actor dalam Oscar tahun ini. Walau ia punya saingan sangat berat, seperti Gary Oldman dan Timothee Chalamet, atau juga Daniel Kaluuya dan Dezel Washington. Semuanya memang punya pendalaman karakter yang tidak kalah kuatnya.

Sumber: www.tasteofcinema.com

Sumber: www.tasteofcinema.com

Reynolds Woodcock adalah seorang perancang busana ternama asal London di tahun 50-an. Dia mendirikan The House of Woodcock bersama saudaranya, Cyril (Lesley Manville). Rancangan pakaian yang dibuat Reynolds sering kali dipakai oleh anggota keluarga kerajaan, bintang film, konglomerat, serta para sosialita.

Reynolds adalah gambaran sosok pekerja keras yang mendedikasikan seluruh hidupnya untuk merancang pakaian. Setiap harinya berjalan teratur, mulai dari bangun pagi menghabiskan sarapan sambil membuat sketsa gambar rancangan, menjahit pakaian dengan perlakuan bagai seorang seniman, serta menghabiskan waktunya untuk mengurus semua hal yang berkaitan dengan pekerjaannya. Sifatnya yang fokus, membuat ia terlihat gigih namun juga rapuh secara bersamaan, sebab hidupnya hanya berputar pada hal-hal yang sama tanpa menunjukkan sisi melankolis.

Sumber: www.allocine.fr 

Sumber: www.allocine.fr

Lalu pada suatu akhir pekan, Reynolds jalan-jalan disebuah pedesaan dengan mobil roadster Maritim-nya dan mampir ke sebuah restoran hotel di tepi pantai. Di sanalah ia berjumpa dengan Alma (Vickey Krieps), seorang pramusaji yang melayaninya. Tanpa diduga, pesanan Reynolds yang terdengar punya selera tinggi membuat Alma langsung jatuh hati. Demikian juga dengan Reynolds yang terpesona oleh senyum manis Alma, dengan wajah teduh dan aksen bicara yang santai.

Dimulailah kisah pertualangan cinta Reynolds dan Alma yang awalnya berjalan baik – baik saja menjadi semacam petaka bagi mereka. Reynolds termenung dan menyadari bahwa cinta yang dimilikinya secara perlahan mulai mengganggu fokus pekerjaannya. Sedangkan Alma yang sudah sangat mencintai Reynolds, rela mengorbankan seluruh hidupnya dalam perasaan tertekan agar bisa selalu bersama sosok yang dicintainya.

Sumber: www.filmcomment.com

Sumber: www.filmcomment.com

Secara garis besar ,cerita “Phantom Thread” sangatlah sederhana. Konflik pergulatan perasaan dua karakter yang punya banyak andil dalam film ini, menjadi tontonan yang mengasikkan. Kekuatan yang dimiliki film ini terletak pada pendalaman karakter serta emosi yang berhasil dituangkan oleh Paul Thomas Anderson. Mungkin karena naskah ini dia tulis sendiri, sehingga saat menyutradarainya ia tahu harus bagaimana menempatkan emosi cerita, agar penonton tidak merasa bosan mengikuti bagian demi bagian dari tiap scene yang tampil sangat indah.

Sedari awal ketika Reynolds digambarkan sebagai sosok yang sempurna secara tampilan, penulis sudah merasa bahwa masalah utama yang akan diangkat adalah kesepian yang begitu terjal bagai jurang tak berbatas di diri Reynolds. Kehampaan dirinya serta obsesi berlebihannya pada busana jelas akan membawa ia pada masalah besar saat cinta menghinggapinya.

Sumber: www.spectator.co.uk

Sumber: www.spectator.co.uk

Melihat perjumpaannya dengan Alma yang begitu cepat, membuat penulis merasa pada mulanya Reynolds melihat Alma dalam sebuah fantasi. Bahwa Alma akan terlihat semakin sempurna jika mengenakan rancangan busanannya, oleh sebab itu selepas mereka makan malam, Reynolds membawa Alma ke rumahnya dan malah sibuk mengukur Alma untuk membuatkannya sebuah gaun. Di mata Reynolds, Alma bagai manekin, sedangkan di mata Alma, Reynolds adalah jenis laki-laki yang ingin dicintainya merski badai datang menerjang sekali pun.

Dilema yang tidak berkesudahan membuat keadaan jauh dari kata membaik, sifat Reynolds yang selalu menunjukkan keegoisan secara tidak langsung menekan Alma. Namun bersamaan dengan itu juga ia tidak ingin mengusir Alma dari rumahnya. Ketika permasalahan semakin meruncing, tiba-tiba Reynolds terserang sakit. Di masa-masa sakit itulah, Alma menyadari satu hal bahwa ia bisa sangat dekat dengan Reynolds dan memberikan kasih sayangnya secara tepat. Akan tetapi setelah fase sakit itu berlalu, watak Reynolds kembali keras dan dimulai lagi hari-hari yang sulit.

Sumber: www.mymetmedia.com

Sumber: www.mymetmedia.com

Alma bukan tipe perempuan yang mudah meyerah untuk mendapatkan cinta. Dari lubuk hati terdalamnya, ia selalu merindukan saat-saat Reynolds sakit dan mendapati lelaki idamannya itu berbaring dipangkuannya. Perasaan yang cukup aneh untuk bisa mengekspresikan cinta dengan cara menginginkan orang yang dicintai menderita dalam sakit.

Pada mulanya setelah melewati pertengahan film, penulis tidak terlalu berharap banyak bahwa film ini akan punya plot twist yang begitu bagus. Bahkan penulis berpikir film ini akan berakhir dengan cara biasa seperti kebanyakan film semacam ini pada umumnya. Dan sekali lagi, Anderson berhasil memberikan sentuhan yang agak gelap sekaligus melankolis hingga ke akhir cerita.

Menurut saya “Phantom Thread” seperti semacam kembalinya Anderson pada genre drama romantis, seperti yang terjadi pada tahun 2002 dalam film “Punch-Drunk Love”. Dan ini juga merupakan kali kedua Anderson bekerjasama dengan Daniel Day-Lewis, yang menghasilkan film berkualitas. Sebelumnya mereka bekerjasama dalam film “There Will Be Blood” di tahun 2007 dan berhasil mememangkan 2 penghargaan di ajang Oscar.

Apakah tahun ini “Phantom Thread” bisa mengulangi keberhasilan “There Will Be Blood” dalam ajang Oscar? Kayaknya kalian harus menonton film ini agar bisa menilai apakah film ini layak menang atau malah sebaliknya.

About Author

Loganue Saputra Jr.

Loganue Saputra Jr.

Alfian Noor atau yang memiliki nama pena Loganue Saputra Jr. penulis novel Bersamamu dalam Batas Waktu (2014), selain suka menulis fiksi, ia juga memiliki hobi bermain video game, melukis, serta menonton film. Saat ini tinggal di Samarinda Kalimantan Timur dan aktif di Instagram @alpiannoor

Comments

Most
Popular

Kumpulan Komik Jutaan Dolar (cbr.com)

Komik Jutaan Dolar? Inilah 10 Komik Termahal di Dunia!

Percaya atau tidak hobi mengomik benar-benar bisa mendatangkan penghasilan jutaan dollar!.. more

Mobil-Mobil Populer Pop Culture, Dari Mobil Donald Bebek Hingga Batman

Dalam pop culture, ada beberapa mobil terkenal di kalangan penggemarnya. Mobil-mobil ikonik tersebut ada yang memang ber.. more

Sumber: TheVerge

The Lord of the Rings TV Show Akan Jadi TV Show Termahal Di Dunia?

The Lord of the Rings digadang-gadang akan menjadi serial TV paling mahal! Apakah akan sekeren filmnya?.. more

Sumber: money.cnn.com

Fenomena Overwork di Korea yang Semakin Parah

Liburan biasanya menjadin momok yang paling ditunggu oleh semua orang. Tapi beda dengan di negara ini. Masyarakatnya jus.. more

Knowl­edge speaks — Wis­dom lis­tens, Athens Greece 2016 (Sumber: wdstreetart.com)

Seniman Mural Asal Indonesia ini Berhasil Go International!

Nah, ternyata kalau ngomongin soa mural, Indonesia juga punya jagoannya loh. Buat para penikmat street art pasti pernah .. more