Sony Hentikan Produksi Cartridge Game PSVita

7 months ago
00-d-playstation-vita

PlayStation Vita. Mengapa gaming handheld canggih ini tidak bisa se-fenomenal PlayStation Portable / PSP? Dengan teknologi dan jeroan yang ada di dalam sebuah PlayStation Vita / PSVita rasanya mudah saja bagi benda itu untuk meneruskan kesuksesan PSP di bisnis gaming mobile portable dunia.

Lihat saja apa yang ditawarkan oleh mesin portable game keren yang dirilis akhir tahun 2011 di Jepang ini: layar OLED ukuran 5 inchi dengan teknologi multi-touch capacitive touchscreen yang modern (untuk ukuran tahun segitu), dua kamera, dua stick analog (dibandingkan satu semi-analog di PSP sebelumnya), mendukung koneksi Bluetooth dan bahkan punya versi dengan koneksi 3G alias punya slot SIM Card untuk mendukung koneksi internet selain Wi-Fi. Cukup canggih ‘kan? Prosesor yang digunakan adalah ARM Cortex-A9 MPCore dengan prosesor grafis SGX543MP.

Spesifikasi PlayStation Vita. Sumber: UndergroundSiliconValley

Spesifikasi PlayStation Vita. Sumber: UndergroundSiliconValley

Secara internal parts, PSVita termasuk bertenaga. Jadi mengapa pemasarannya semakin tahun semakin menurun?

Beberapa menuding karena penggunaan memory penyimpanan / memory card proprietary alias khusus. PlayStation Vita memang tidak menggunakan kartu memory ‘pasaran’. Langkah ini juga diambil oleh PSP sebelumnya; dimana mereka menggunakan “Memory Stick Duo” yang notabene merupakan produk internal dari Sony (walau dipasarkan dan dapat dipakai ke gadget lain juga).

Memory card PSVita diciptakan khusus hanya untuk PSVita saja. Tidak ada produk 3rd party untuk memory card PlayStation Vita (berbeda dengan Memory Stick Duo). Semuanya asli dari Sony sendiri. Akibatnya? Harga memory card PSVita lebih mahal ketimbang memory card pasaran seperti Micro SD atau jenis-jenis memory card lain.

Sebagai perbandingan: memory card PlayStation Vita ukuran 32GB dijual seharga US$59. Bandingkan dengan harga memory card Micro SD atau SD Card biasa (yang juga bisa dipakai di produk kompetitor seperti Nintendo 3DS dan smartphone/tablet) ukuran 32GB yang harganya tidak lebih dari US$13 saja. Perbedaan harga yang sangat timpang.

Memory Card PSVita (kiri) & Cartridge Game PSVita (kanan). Sumber: TJSDaily

Memory Card PSVita (kiri) & Cartridge Game PSVita (kanan). Sumber: TJSDaily

Tapi kalau dilihat lebih jauh lagi, sepertinya yang menyebabkan kekalahan PSVita dalam persaingan di gaming portable sebenarnya tidak hanya pesaing seperti Nintendo 3DS. Tapi juga dari smartphone.

Lihat aja dunia smartphone pasca 2012. Walaupun awalnya tanpa saingan dengan kecanggihan hardware yang diusung namun perlahan PSVita mulai keteteran menghadapi gencarnya rilisan smartphone yang setiap tahun berganti model (dan hardware power). Apa yang tadinya spesial dari PSVita, seperti layar sentuh 5 inchi dan prosesor cepat, secara cepat jadi sesuatu yang kemudian dikalahkan oleh smartphone.

Mobile gaming melalui smartphone berdampak besar. Sumber: TechNewsGadget

Mobile gaming melalui smartphone berdampak besar. Sumber: TechNewsGadget

Nintendo 3DS, yang hardware-nya sejak awal kalah canggih dari PSVita dan smartphone, tidak terpengaruh arus smartphone karena Nintendo punya lebih banyak game (ekslusif maupun tidak) jika dibandingkan PSVita dan smartphone saat itu. Alhasil, PSVita jadi semakin tidak menarik minat gamers mobile portable.

3DS punya lebih banyak game dibandingkan PSVita. Sumber gambar: YouTube

3DS punya lebih banyak game dibandingkan PSVita. Sumber gambar: YouTube

Tapi jangan salah: PlayStation Vita juga punya banyak game menarik. Seperti misalnya “Gravity Rush” Atau “Uncharted: Golden Abyss” (yang jadi bagian franchise “Uncharted”). Tapi memang itu tidak cukup mencegah penurunan penjualan PSVita di pasaran.

Sampai pihak Sony melalui 1st party team mereka bahkan memutuskan untuk berhenti membuat game untuk PSVita.

Walau tindakan itu bisa dianggap sebagai ‘paku di peti mati’ buat PSVita (jika dibandingkan 1st party Nintendo yang rutin merilis game Mario, Zelda dan game-game 1st party lain di 3DS), namun 3rd party serta indie masih membuat game untuk PSVita. Sayang sepertinya Sony sudah patah semangat mengurusi handheld portable mereka ini sehingga menurut artikel Kotaku beberapa waktu lalu, pihak Sony memutuskan untuk menghentikan seluruh produksi game fisik/cartridge PlayStation Vita mulai 31 Maret 2019.

Tidak akan ada lagi game cartridge PSVita mulai tahun depan. Sumber: Amazon

Tidak akan ada lagi game cartridge PSVita mulai tahun depan. Sumber: Amazon

Keputusan ini tidak berpengaruh ke penjualan game secara digital di PlayStation Store; dimana game yang dibeli disana bisa disimpan ke dalam memory card PSVita.

Buat banyak pihak, keputusan stop produksi cartridge PSVita merupakan ‘paku terakhir di peti mati PSVita’. Mengingat tidak semua gamers mau membeli banyak memory card PSVita yang harganya bahkan bisa lebih mahal dibandingkan cartridge game PSVita bekas.

Tapi memang langkah ‘digital-only games’ buat PSVita sejatinya sudah dimulai oleh Sony sebelum pengumuman itu dibuat. Pengumuman tersebut hanya menegaskan saja.

Jadi sudah matikah PlayStation Vita?

Sudah mati? Masih hidup? Sumber: Stuff

Sudah mati? Masih hidup? Sumber: Stuff

Secara resmi PSVita masih hidup. Belum dinyatakan diskontinyu. Dan masih ada game-game yang akan dirilis untuk PSVita di tahun 2018 ini seperti “Dragon’s Crown,” “Stardew Valley” ataupun “13 Sentinels: Aegis Rim”.

Sumber: YouTube

Sumber: YouTube

Memang tidak ada lagi game-game baru dari 1st party selain game yang sudah pernah dirilis seperti Uncharted: Golden Abyss, Gravity Rush atau Killzone. Tapi game-game 3rd party masih memberikan nafas untuk PSVita bersaing di peta persaingan global video game saat ini.

Jadi jika kamu punya PSVita, benda itu masih akan mendapatkan game baru tahun ini walau tidak banyak. Tapi jika kamu belum punya PSVita? Berita penghentian produksi cartridge game PSVita akan semakin meyakinkan kamu untuk tidak membeli portable handheld buatan Sony itu. Mendingan beli yang lain saja. Nintendo Switch misalnya?

Tapi kalau kamu berjiwa kolektor dan belum punya PSVita, PlayStation Vita bisa jadi sebuah investment bagus di masa mendatang. Siapa tahu nanti harganya jadi mahal di masa depan ‘kan?

About Author

Harry Rezqiano

Harry Rezqiano

Seimbangkan hidup. Tiap orang beda-beda caranya. Tapi semua orang perlu melakukannya. *Disclaimer: Tulisan ini adalah opini & pendapat pribadi serta bukan merupakan pandangan maupun kebijakan Ciayo Corp beserta afiliasinya. Penulis dapat dihubungi melalui media sosial, Facebook: /HarryRezqiano | Twitter: @HarryRezqiano | Wattpad: /HarryRezqiano *

Comments

Most
Popular

Sumber: Vazurea Studio

Segera Hadir, Visual Novel Produksi Indonesia-Amerika, Our Feelings!

Dengan semakin banyaknya rilisan VN lokal di kancah internasional, membuktikan bahwa skena game indie lokal kita masih d.. more

00-daisuki-d

Daisuki! Japan Festival 2018 Bertabur Guest Star Lokal dan Mancanegara!

Akan ada berbagai pertunjukkan menarik yang dimeriahkan oleh  penampilan Guest Star mancanegara dan lokal... more

Sumber: TheVerge

The Lord of the Rings TV Show Akan Jadi TV Show Termahal Di Dunia?

The Lord of the Rings digadang-gadang akan menjadi serial TV paling mahal! Apakah akan sekeren filmnya?.. more

Sumber: www.wired.com

Banyak Kejutan Menanti di Film “Star Wars: Last Jedi”

Bro sis penggemar Star Wars sebentar lagi akan dimanjakan dengan seri film terbaru Star Wars yang berjudul “Star Wars:.. more

Sumber: CGMagOnline

Gosip Panas PlayStation 5: Paling Cepat Muncul Di 2020

Beberapa hari belakangan muncul selentingan berita kalau Sony sudah mempersiapkan penerus Playstation mereka selanjutnya.. more