Pokemon GO Adalah Sebuah Penistaan

7 months ago
Sumber: gameranx.com

Ehhh… tunggu sebentar, penistaan apa nih? Tenang, ini bukan artikel tentang hal-hal seputar SARA, apalagi soal politik. Jadi anda bisa santai dalam membaca artikel ini. Yang saya maksud penistaan disini adalah penistaan terhadap judul Pokemon itu sendiri!

Pertama-tama, saya ingin menyampaikan bahwa saya sendiri adalah seorang fans berat dari Pokemon. Jadi yang ingin saya sampaikan disini adalah sebuah opini tentang kekecewaan saya terhadap game Pokemon GO, bukan karena saya adalah seorang fans Digimon yang membenci dan berniat menjelek-jelekkan segala hal tentang Pokemon. Soal ini, saya selalu berada di kubu Pokemon, seorang fans berat yang sudah cocok untuk dijuluki seorang Pokemon Master atau malah Professor Oak. (I mean it!)

Beberapa dari kalian mungkin berpikir, “Pokemon GO? Kenapa bahas Pokemon Go di tahun 2018 ini? Basi kali!”. Oke… Jadi begini, beberapa waktu lalu, saya sedang asik melihat foto-foto di Instagram sampai akhirnya, saya melihat sebuah postingan yang menyampaikan tentang event baru yang sedang diadakan dalam game ini. Yap! Game yang basi itu masih terus dikembangkan dan dimainkan oleh sekitar lima juta pemain sampai saat ini, dan itulah yang membuat saya tergelitik untuk menulis artikel ini.

Sumber: www.slashgear.com

Sumber: www.slashgear.com

Saya pun mengamati tentang event baru dan updates yang mereka promosikan, namun pandangan saya terhadap Pokemon GO tetap tidak berubah. Pokemon GO adalah sebuah penistaan terhadap impian masa kecil saya! Sebuah game yang menurut saya berbeda jauh dari apa yang diharapkan para fans Pokemon diseluruh dunia. Lebih parahnya, mereka memberikan harapan palsu dengan menyebarkan trailer yang pastinya membuat semua fans Pokemon di dunia bergembira setengah mati.

Link Video Youtube:

Saat pertama kali game ini dirilis secara resmi di Indonesia (walau sebenarnya saya sudah download game ini sebelum rilis secara resmi :P). Seperti halnya dengan 10 juta pemain lainnya, saya bermain Pokemon GO seperti orang gila. Tidak diragukan lagi, game dengan fitur Augmented-reality itu menjadi hits dengan euphoria yang sangat luar biasa. Game ini dimainkan bukan hanya oleh para fans Pokemon, mereka yang bukan merupakan fans pun memainkan game ini dengan sangat giat. Bagi saya seorang fans Pokemon, yahh… ini adalah impian yang menjadi nyata! Saya selalu ingin bisa menangkap seekor Pidgey di alam liar dan membesarkannya menjadi seekor Pidgeot dibanding hanya menangkap dan melatihnya di Gameboy belaka. Benar bukan?

Sumber://www.mirror.co.uk/

Sumber://www.mirror.co.uk/

Beberapa minggu lamanya saya giat memainkan game ini. Perlahan saya merasa tidak betah, diluar dari bug dan koneksi buruk yang seringkali mengganggu permainan. Karena saya sendiri paham betul bahwa masalah teknis seperti itu bukanlah perkara yang mudah untuk diselesaikan. Bagi saya, ada beberapa hal diluar perkara teknis yang menurut saya cukup fatal untuk membuat para fans Pokemon menyimpulkan, bahwa Pokemon GO sebenarnya bukanlah game yang cukup bagus untuk bisa membawa nama Pokemon.

Berat memang untuk membawa nama sebesar Pokemon. Yang dimana judul itu sudah memiliki jutaan fans diseluruh dunia. Membayangkan untuk menangkap Pikachu di tengah pasar memang terdengar menarik, serta bisa membuat banyak pemain bergerak keluar dan bertemu dengan pemain lain adalah sebuah ide yang luar biasa. Sungguh sebuah langkah yang inovatif dalam dunia game. Namun tetap saja, untuk membawa nama Pokemon, Niantic sang developer game tersebut melupakan satu elemen yang paling penting.

Bayangkan saja, sistem trading P2P tidak disediakan disini, Sistem PvP pun tidak kunjung dikembangkan, serta kita tidak bisa bertarung dengan Pokemon liar seperti yang bisa kita lakukan pada game-game Pokemon pada umumnya. Entah kenapa, apakah Niantic sendiri menganut keyakinan bahwa Pokemon bukanlah ajang untuk sabung ayam? Saya rasa tidak begitu. Yang mereka lakukan hanya menambah jumlah Pokemon untuk dikoleksi serta berbagai event seperti kemunculan Legendary Pokemon, EX Raids dan sejenisnya. Game ini hanya menampilkan Pokemon sebagai mahluk yang harus ditangkap, dikoleksi, kemudian dipamerkan ke pemain lain tanpa adanya ikatan yang terjadi antara Trainer dan Pokemon seperti yang seharusnya.

Sumber: pokeworld-fanon.wikia.com

Sumber: pokeworld-fanon.wikia.com

Bayangan para trainer pun terpaksa harus pudar karena disini, Pokemon tidak bisa dilatih. Seperti yang sudah saya bilang, disini Pokemon ada hanya untuk dikoleksi dan dipamerkan. Lalu bagaimana agar Pokemon bisa berevolusi dan makin kuat? Entah apa yang dipikirkan oleh sang developer, disini anda harus memberi mereka Candy. Yap… Candy! Permen! Ambil contoh, seekor Rattata harus memakan sekitar dua puluh Rattata Candy untuk bisa berevolusi menjadi Raticate. Untuk mendapatkan Rattata Candy itu sendiri, anda harus menangkap Rattata dan memberikannya pada san Professor Pokemon untuk menukarkannya dengan Candy tersebut.

Sumber: winkgo.com

Sumber: winkgo.com

Saya harus merelakan impian saya dimana saat kita bertemu dengan seekor Pokemon dan kita ingin merawat serta melatihnya untuk menjadi seekor Pokemon yang tangguh. Serta terbentuknya ikatan batin antara Trainer dan Pokemon, tumbuh menjadi lebih tangguh bersama. Hal-hal yang menjadikan judul Pokemon melekat di hati saya sampai sekarang itu. Saya harus merelakan semuanya, dan terpaksa harus menangkap Pokemon sebanyak-banyaknya hanya untuk ditukarkan dengan sebutir atau dua butir permen.

Dalam berbagai hal ini, memang Niantic sang developer menjanjikan updates secara bertahap. Sampai saat ini, update yang ada hanya seputar apa yang sudah saya sebutkan tadi. Mengetahui hal itu, saya sama sekali tidak terkejut saat mendengar bahwa jumlah pemain Pokemon GO menurun drastis. Karena pada dasarnya, update yang mereka lakukan bukanlah update yang kita semua nantikan.

Sumber: me.me/t/memes-pokemon-go

Sumber: me.me/t/memes-pokemon-go

Tidak dipungkiri, mereka yang sebelumnya tidak mengenal Pokemon, akhirnya jadi mengenal Pokemon karena game ini. Hype yang terjadi juga tidak bisa dianggap remeh, karena pada masa puncak kejayaannya, jumlah pemain game ini sendiri sudah mencapai tiga puluh juta pemain. Memang penggunaan nama Pokemon dan konsep permukaan yang ditawarkan bisa dibilang sangat menarik perhatian banyak orang. Namun, saya ucapkan sekali lagi, itu semua tidak cukup untuk bisa disebut Pokemon! Asumsi dari saya, para fans Pokemon sudah meninggalkan game ini sejak lama, karna itulah yang terjadi pada saya dan teman-teman saya yang merupakan fans berat dari Pokemon.

Saya akui, Niantic memang memiliki teknologi dan sumber daya yang sangat mumpuni untuk bisa merilis game ini. Sangat disayangkan mereka tidak mengerti dan menghayati pentingnya ikatan batin antara Trainer dan Pokemon. Andaikata mereka mau belajar mendalami dan menyukai Pokemon itu sendiri, bukan hanya sekedar memandang Pokemon sebagai judul yang bisa menghadirkan traffic dan revenue untuk perusahaan mereka, mungkin sampai saat ini saya dan para fans Pokemon lainnya masih akan berkeliling kota sambil kusyuk memandangi layar handphone. Mungkin saat mereka sudah menyadari hal ini, dan mengembangkan fitur-fitur yang pantas untuk bisa menyandang gelar Pokemon. Dengan tegas saya akan berkata, I’ll give it another GO!

About Author

Danar Imanuel

Danar Imanuel

A fulltime daydreamer in his way to become the King of Pirate. Likes to do random things and say random words. Writing? Meh... he did it just for fun!

Comments

Most
Popular

Elon Musk (Sumber: youtube.com/SpaceX)

Revolusi Abad 21 Dalam Desain Produk Terbaru Elon Musk

Inovator kelahiran Afrika Selatan sekaligus pendiri dari beberapa proyek SpaceX dan Tesla ini rencananya akan mengembang.. more

Sumber: twitter.com

5 Film Di Bulan Januari Yang Wajib Ditonton

Memasuki 2018, fokusnya pada bulan Januari, beberapa film unggulan pun dirilis. Animo penonton atas film-film unggulan i.. more

Trigger Junkie (CIAYO Comics)

Menilik Komik Fantasi Buatan Jepang, Amerika, Hingga Indonesia

Bicara komik fantasy, apa sih yang ada di pikiran kalian? Apa kalian langsung ingat InuYasha, Noragami, Berserk, Sword A.. more

Dilan 1990

Film Ini Ngalahin Star Wars di Trending Topic

Indonesia kemarin sempat dikagetkan dengan trending topic Twitter yang ada. Ternyata hal ini disebabkan oleh film Dilan .. more

(from : theverge.com)

Asyiknya Chatting dengan Pikachu Lewat Google Home

Pada tanggal 1 November, The Pokémon Company mengumumkan bahwa mereka sedang mengembangkan aplikasi speaker cerdas yang.. more