Pro dan Kontra Kebijakan Baru Steam Direct, Yay or Nay?

1 year ago
Valve and Steam (Sumber: http://2.bp.blogspot.com/-NNLEB_aaNQY/VTQwGsKSSjI/AAAAAAAABeU/z-QCEDlLDEs/s1600/valve-steam.jpg)

Penggantian Steam Greenlight ke Steam Direct memang menimbulkan banyak pro dan kontra, ada yang setuju dan ada yang tidak setuju. Nah tunggu dulu, sebelum kamu memutuskan lebih dukung kemana, ada baiknya dalami dan resapi dulu perbedaannya.

Buat Kamu yang belum tau, Steam Direct adalah pengganti Steam Greenlight, yang di mana dianggap Valve, perusahaan yang membawahi Steam, lebih friendly dan merupakan penyempurnaan dari Steam Greenlight.

Cara kerja Steam Greenlight sendiri adalah based on community votes. Developer yang mendaftarkan game-nya, akan melalui kurasi user, di-vote. Game yang mendapatkan vote dan lolos kurasi dapat dimasukkan dalam Steam.

Nah, dengan demikian game yang berhasil masuk ke dalam Steam berarti siap di-download oleh para gamers. Namun beberapa menganggap, sistem community votes ini tidak sepenuhnya adil. Karena banyak yang mencurangi. Banyak oknum tertentu yang ‘membayar votes’ agar game-nya dapat di claim oleh Steam. Karena pertimbangan tersebut, Valve menghilangkan aturan community votes. Kali ini di Steam Direct, para developers bisa langsung mendaftarkan game nya masuk ke Steam langsung dengan hanya membayar $100 per game.

(Jadi, lebih baik kebijakan community votes tetap diadakan atau tidak? Karena belum tentu semua game ‘mencurangi’ system community votes.)

Salah satu Game di Steam Greenlight yang menyuarakan vote. (Sumber: http://media.indiedb.com)

Salah satu Game di Steam Greenlight yang menyuarakan vote. (Sumber: http://media.indiedb.com)

$100 per Game, Pantas atau Terlalu Murah ?

Sebelumnya, penetapan harga $100 ini diberlakukan dengan alasan untuk mempermudah developers indie ‘low budget’ yang selama ini mempunyai kendala biaya.

Namun, yang namanya kebijakan baru, pasti ada yang setuju dan tidak setuju. Banyak yang senang dengan angka ini, tapi ada juga yang menganggapnya $100 terlalu murah untuk seorang developer game yang di mana dalam proses membuat game, angka $100 dollar bukanlah apa-apa.

Karena begini…

Sebenarnya, tujuan utama dari developers/publishers game ini adalah berhasil mendapatkan votes agar game-nya di-claim oleh Steam. Kemudian game di-download oleh banyak orang, lalu bertahan di front page dan menjadi best sellers.

Namun aturan baru di Steam Direct menghilangkan community votes. Jadi dengan hanya membayar $100 saja, game bisa langsung masuk ke Steam. Dengan kebijakan tersebut, diprediksi akan ada banyak game yang kurang berkualitas, yang sekedar ‘nyampah’ di Steam.

Bahkan besar kemungkinan, dikhawatirkan, Steam dalam jangka panjang hanya akan menjadi situs eksperimental para developers/publishers gameDevelopers/publisher akan ‘mencoba-coba’ mendaftarkan banyak game-nya untuk melihat respon gamers terhadap game-nya, seperti halnya Google Play Game saat ini kebanjiran banyak game dari yang berkualitas dan kurang berkualitas.

Coba kita bayangkan, dengan harga $100, akan ada berapa banyak developers/publishers game yang akan masuk ke dalam Steam tiap harinya? Dari sekian banyak game yang masuk, tentunya ada yang berkualitas dan kurang berkualitas. Ada yang bagus, ada juga yang kurang bagus.

Dikhawatirkan yang bagus hanya akan bertahan sebentar di depan front page karena akan selalu tertimpa dengan game-game baru yang bermunculan. Jika sudah ‘tenggelam’ di antara game-game yang kurang bagus, maka peluang game bagus untuk dimainkan gamers menjadi kecil.

Oleh karena itu, pihak yang kontra dengan kebijakan baru ini, menganggap $100 per game adalah biaya yang sangat murah. Mereka berpendapat lebih baik, angka $100 dinaikkan, agar sekaligus dapat berfungsi sebagai filter.

A fee will never replace a good monitoring.

Kebijakan lainnya yang terdapat dalam Steam Direct ini adalah, apabila developers mempunyai game sukses berulang-ulang, Valve akan menghilangkan aturan $100 per game untuk game selanjutnya. Selain itu, jika sebuah game telah sukses dan menjadi best seller, $100 yang dibayarkan di awal, akan dikembalikan lagi kepada para developers. ‘Refund’ ini menurut saya tidak penting lagi, mengingat apa artinya $100 jika sebuah game telah berhasil menjadi best seller?

Yo. (Sumber: Menshealth.com)

Yo. (Sumber: Menshealth.com)

Sampai di sini, pasti ada pertanyaan yang muncul. Kenapa harus Steam? Mengapa banyak sekali developers/publishers yang ingin memasukkan game-nya di Steam? Apakah Steam hanya satu-satunya platform yang menampung game?

Jawabannya tidak, Steam memang bukan satu-satunya, tapi  Steam terkenal sebagai platform game populer yang well established, di mana mayoritas gamers biasanya men-download game dari Steam. Selain itu, banyak game populer yang di-download di Steam seperti Dota 2, CS GO dan lain lain membuat para developers game terpacu untuk memasukkan game-nya di Steam.

Bagaimana dengan pihak yang Pro dengan Steam Direct?

Pihak yang pro dengan kebijakan Steam Direct juga mempunyai alasan kuat. Mereka menganggap bahwa banyak developers indie yang kekurangan budget. Steam Direct memberi kesempatan pada developers indie. Selain itu, apakah dengan tidak menyetujui kebijakan ini, itu artinya developers besar takut bersaing dengan developers indie?

Nah, bagaimana menurut Anda mengenai kebijakan ini?

Yay or Nay? Share your thoughts with us.

About Author

Steffi CIAYO

Steffi CIAYO

“All life is an experiment. The more experiments you make the better.” —Ralph Waldo Emerson

Comments

Most
Popular

Nostalgia bersama film “You Are the Apple of My Eye” versi Jepang

You are The Apple of My Eye, Film yang berasal dari Taiwan dan sempat populer beberapa tahun lalu ini akan dibuat versi .. more

00-d-torsi-volume-2

Otomotif dan Ilustrasi Jejepangan Bertemu di Zine TORSI Volume 2

Lingkar kreatif Rimawarna mempersembahkan TORSI Volume 2, sekuel dari art book/zine bertema otomotif dan ilustrasi Jejep.. more

Tim CIAYO Games (CIAYO Pictures)

Mau Bikin Game Sekaliber CHIPS: Monster Tap? Nih Tips dari Tim CIAYO Games!

Pengen bikin game mobile sekelas CHIPS: Monster Tap? Nih tips dari pembuatnya langsung!.. more

00-d-peter-yoshi-sudarso-mahou-shoujo-ore

Sudarso Bersaudara Gemparkan Fans Dengan Cosplay Mahou Shoujo Ore!

Aktor Indonesia Yoshi Sudarso dan Peter Sudarso menantang diri lewat cosplay Mahou Shoujo Ore! Maskulin? Feminim? Atau d.. more

Sabrina – Chapter 12: Dari Mana Sifat Serakah Manusia Berasal?

Sabrina mengulet, membuka matanya, sambil masih belum sadar benar. Perjalanan yang tidak terlalu lama tadi tetap bisa me.. more