Project Yeti: Usaha Google Menyaingi The Big Three of Video Games?

7 days ago
Sumber gambar: arstechnica.comSumber gambar: arstechnica.com

Di bisnis video game dunia saat ini, adalah sebuah tindakan bodoh untuk mencoba menyaingi ataupun berkompetisi dengan “The Big Three of Video Games”. Tiga Besar ini, Nintendo-Sony-Microsoft, memiliki segalanya yang dibutuhkan untuk berada di dalam persaingan untuk menguasai pangsa pasar video game dunia. Deretan IP keren, infrastruktur kuat, barisan marketing tangguh… Tiga raja ini bahkan membuat jiper mantan raja lainnya, Sega, yang walaupun masih punya fanbase kuat serta keuangan yang masuk akal untuk merakit mesin/console game baru pasca Dreamcast tapi tidak melakukannya.

Mungkin jika mesin ini tidak mati muda, akan ada empat penguasa industri video game console dunia. Sumber gambar: ew.com

Mungkin jika mesin ini tidak mati muda, akan ada empat penguasa industri video game console dunia. Sumber gambar: ew.com

Nintendo dengan Switch, Sony dengan PlayStation 4 dan Microsoft dengan Xbox One menjadikan bisnis video game sebagai arena bermain mereka sendiri. Tidak ada yang berani ikut-ikutan masuk kesana. Apple sekalipun. Walaupun punya modal (dulu mereka bahkan sempat berada di bisnis console video game hasil kerja sama dengan Bandai, “Apple Pippin”, yang pada dasarnya hanyalah komputer Macintosh) tapi Apple sampai saat ini hanya berani bermain di gaming mobile/smartphone. Dan cukup sukses disana. Tapi console video game untuk rumahan? Apple tidak punya.

Apple Bandai Pippin. Sumber gambar: xahlee.info

Apple Bandai Pippin. Sumber gambar: xahlee.info

Gimana dengan Google? Apa mereka sama seperti Apple, yang jiper melihat tiga raja penguasa video game saat ini?

Ya dan tidak.

Bisnis gaming mobil Google pada prinsipnya sama bagus dengan Apple. Mereka berbagi ceruk pasar di bagian ini seperti Nintendo-Sony-Microsoft berbagi keuntungan di segmen console gaming. Tapi sepertinya Google menginginkan lebih dari sekedar mobile gaming. Dan hal ini ditunjukkan melalui “Project Yeti” mereka.

Di gaming mobile/smartphone, penguasanya adalah Google & Apple. Sumber gambar: engadget.com

Di gaming mobile/smartphone, penguasanya adalah Google & Apple. Sumber gambar: engadget.com

Dengan potensi pasar video game dunia senilai $109 Milyar (dan itu hanya estimasi tahunan minimal), sepertinya Google juga ingin secuil dari potensi itu agar masuk ke dalam kantong mereka. Wajar saja sih. Tapi dengan raksasa-raksasa seperti Nintendo-Sony-Microsoft, apakah Google punya peluang? Google memang besar dan hebat di era internet seperti sekarang, tapi di gaming industry mereka bagaikan bayi merangkak. Plus, menciptakan console baru sebagai pesaing Switch-PS4-XB1 saat ini merupakan usaha bunuh diri. Bahkan nama besar dunia gaming seperti Sega saja tidak bernyali untuk melakukannya. Namun jika laporan-laporan outlet berita di luar sana soal “Project Yeti” Google itu akurat, maka Google akan punya peluang cukup bagus di bisnis video game di luar mobile gaming seperti yang sekarang mereka jalankan.

Tiga Penguasa Video Game Dunia. Sumber gambar: gonintendo.com

Tiga Penguasa Video Game Dunia. Sumber gambar: gonintendo.com

Dari informasi yang banyak beredar, Project Yeti bukanlah sebuah usaha Google untuk menciptakan “direct competition” dengan tiga besar console gaming saat ini. Yeti merupakan ‘project streaming’ seperti misalnya layanan Chromecast milik Google sendiri. Atau “PlayStation Now” dari Sony. Tahu layanan PS Now ini, bro sis? Ini adalah layanan ‘streaming game’ dari Sony dimana dengan berlangganan layanan PS Now kita mendapatkan akses untuk bermain game PlayStation melalui jaringan internet di komputer maupun Smart TV. Jadi kita tidak perlu membeli/memiliki PlayStation untuk bermain game PlayStation.

Bermain game PlayStation di platform PC & Smart TV sistem sewa dengan streaming. Sumber gambar: twinfinite.net

Bermain game PlayStation di platform PC & Smart TV sistem sewa dengan streaming. Sumber gambar: twinfinite.net

Dengan kata lain: kita cukup berlangganan layanan streaming PS Now dan kita akan dapat memainkan game-game PlayStation melalui jaringan internet. Menarik bukan? Dan cara ini ditempuh Google melalui Project Yeti, yang dipimpin dua eksekutif hardware Google yakni Mario Queiroz (Vice President Manajemen Produk) & Majd Bakar (Vice President Engineering). Melihat profil keduanya, besar kemungkinan kalau layanan streaming gaming dari Google ini akan melibatkan hardware khusus. Alias console game standalone. Seperti halnya Switch, PS4 ataupun XboxOne.

Tapi kalaupun ternyata Project Yeti tidak melibatkan adanya pembuatan hardware baru dan sepenuhnya berupa layanan streaming internet, itu juga tidak mengherankan. Bagaimanapun ini Google; nama besar di layanan internet dunia. Ingat Google Station, bro sis? https://blog.ciayo.com/news/rencana-besar-google-membawa-google-station-ke-indonesia/ Jika mereka bisa melakukan ‘layanan gratisan’ seperti itu dengan memanfaatkan jaringan internet, bayangkan apa yang bisa mereka lakukan jika layanan tersebut berbayar. Pastinya akan jauh lebih oke lagi.

Layanan internet gratisan dari Google. Sumber gambar: dnaindia.com

Layanan internet gratisan dari Google. Sumber gambar: dnaindia.com

Dengan atau tanpa adanya console khusus untuk layanan gaming streaming Project Yeti, yang jelas ini akan jadi pesaing serius Sony yang sudah lebih dulu melakukannya. Tapi PlayStation Now mengandalkan game-game yang ada dalam library PlayStation series mereka yang berjumlah banyak dengan reputasi teruji. Sementara Project Yeti sama sekali belum terlihat akan menawarkan game apa pada gamers. Apakah game android saja? Adakah game kelas AAA? Karena Google Nexus Player, “console gaming” Google tahun 2014 kemarin, hanya menawarkan game Android dan kemampuan emulasi game-game arcade lama melalui emulator. Secara teori, Project Yeti tentu tidak akan mengulangi kesalahan ini.

Google Nexus Player (2004). Sumber gambar: techcrunch.comGoogle Nexus Player (2004). Sumber gambar: techcrunch.com

Google Nexus Player (2004). Sumber gambar: techcrunch.com

Karena Project Yeti sendiri merupakan ‘proyek rahasia’ yang tidak diumumkan secara resmi oleh Google maka informasi yang beredar soal ini masih simpang siur. Tapi jika prediksi-prediksi seputar Project Yeti benar, terutama di bagian kemampuan streaming gaming-nya, maka secara teori Project Yeti tidak berkompetisi langsung dengan tiga besar console gaming dunia saat ini. Switch-PS4-XboxOne tidak tergantung pada kemampuan streaming internet. Mereka punya medium game (cartridge & disc). Jadi walaupun internet tidak mengalir, gamers pemilik console Nintendo-Sony-Microsoft masih dapat bermain game secara lokal/offline. Sesuatu yang sepertinya tidak dimiliki Project Yeti dari Google.

Tapi sampai ada informasi lebih banyak soal Project Yeti ini, kita hanya bisa menebak-nebak apakah Google memang sedang merencanakan sesuatu pada industri video game dunia saat ini. Apakah hasilnya akan memuaskan gamers? Kita akan lihat nanti. Bro sis punya pendapat? Bisa tulis di bagian komentar. Stay tuned!

About Author

Harry Rezqiano

Harry Rezqiano

Seimbangkan hidup. Tiap orang beda-beda caranya. Tapi semua orang perlu melakukannya. *Disclaimer: Tulisan ini adalah opini & pendapat pribadi serta bukan merupakan pandangan maupun kebijakan Ciayo Corp beserta afiliasinya. Penulis dapat dihubungi melalui media sosial, Facebook: /HarryRezqiano | Twitter: @HarryRezqiano | Wattpad: /HarryRezqiano *

Comments

Most
Popular

CIAYO Pictures

Ulang Tahun CIAYO Comics, Faza Bocorkan Filmnya

CIAYO Comics Club saat ini sedang berlangsung. Untuk memperingati 1 tahun berdirinya, CIAYO Comics membuat malam apresia.. more

BEKRAF Game Prime 2017 Bakal Seru!

Bro sis ada yang tahu sama acara Game Prime? Itu loh acara konferensi, seminar, dan pameran game terbesar di Indonesia.. more

Sumber: twitter.com

Bandung Strip Art, Komunitas Komikstrip Punya Bandung

Kalau ngomongin soal Bandung pasti langsung teringat sama makanannya. Tapi ternyata Bandung gak hanya punya itu saja, ad.. more

Sumber gambar: businessinsider.com

Gempita Kesuksesan Launching Roket Falcon Heavy SpaceX dan Harapan Perjalanan ke Mars

Tapi semua itu tidak menghalangi Elon Musk, yang sering disebut sebagai “Tony Stark kehidupan nyata”, untuk mencoba .. more

(CIAYO Pictures)

Anniversary CIAYO Comics Jadi Ajang Have Fun Para Author

Satu tahun sudah, CIAYO Comics mewarnai dunia komik digital Indonesia. Tidak hanya have fun dengan seluruh karyawannya, .. more