Proteksi Bajakan Nintendo Switch Bobol!

4 months ago

Untuk sebagian orang, console game yang terproteksi adalah tantangan. Terutama mereka yang bergelut di bidang reversed-engineering.

Console yang dirilis ke pasaran pasti memiliki perlindungan dalam sistem mereka. Perlindungan apa? Perlindungan dari pembajakan. Untuk produsen console dan publisher games, pembajakan adalah momok yang mengganggu keuntungan mereka. Walau selalu jadi bahan perdebatan di kalangan yang terlibat langsung di industri video game, tapi sulit untuk membantah kalau pembajakan console dan media game secara langsung memang berpengaruh pada keuntungan yang bisa diraih oleh publisher game.

Sepanjang sejarah generasi video game dunia (yang kini ada di generasi ke-8 dengan PlayStation 4, Xbox One dan Switch sebagai pemain utama), sepertinya hanya Nintendo yang secara umum bernasib paling sial saat menghadapi pembajakan.

Karena hampir semua (atau malah memang semua?) proteksi bajakan produk console dan handheld buatan mereka berhasil dibobol dalam waktu yang relatif singkat.

Mulai dari era jadul dengan console fenomenal Famicom/NES hingga yang terkini, Switch, Nintendo selalu menjadi yang pertama di generasi berjalan yang perlindungan anti pembajakannya jebol dihajar oleh console hacker.

Super Wild Card. Alat pembajak game Super Nintendo. (Sumber: YouTube)

Nintendo Switch adalah console hybrid ciptaan Nintendo. Umurnya masih sangat muda; dirilis pada 3 Maret 2017. Berarti masih setahun lebih dikit. Dan walaupun saat ini sales console dan game original Nintendo Switch masih sangat kuat, namun berita jebolnya proteksi pembajakan di Switch bisa berdampak signifikan. Terutama di negara dimana kultur gaming-nya masih banyak mengadopsi software game bajakan seperti Asia Tenggara.

Korban console hacker terkini. (Sumber : CNET)

Sejak dirilis, Nintendo Switch langsung menarik perhatian. Tidak saja oleh para gamers namun juga hackers dan pengoprek sistem operasi Linux. Kenapa mereka ikutan tertarik dengan console hybrid keren ini?

Tak lain karena prosesor yang digunakan di Switch. Nintendo Switch menggunakan Nvidia Tegra X1 Custom Build, yang secara tidak langsung menandakan kalau Switch merupakan (kurang lebih) sebuah tablet Linux/Android karena Nvidia menciptakan Tegra system untuk perangkat yang mendukung sistem operasi tersebut. Nvidia bahkan menciptakan gaming system mereka sendiri dengan menggunakan Tegra.

Tegra X1 dari Nvidia. (Sumber: AnandTech)

Yang disayangkan dari Tegra, setidaknya bagi Nvidia dan Nintendo, Tegra memiliki celah keamanan yang akhirnya bisa di-exploit oleh console hackers.

Dengan memanfaatkan celah keamanan tersebut, Switch dapat ‘dipaksa’ untuk menjalankan barisan kode yang sebelumnya tidak diijinkan untuk berjalan di dalam Switch. Dan barisan kode tadi merupakan ciptaan hacker.

Team hacker console “(re)switched” melalui perwakilan mereka bernama Katherine Temkin menerangkan ke publik soal celah keamanan Nintendo Switch yang mereka exploit/manfaatkan. Mereka memberi nama “Fusée Gelée” untuk exploit ini.

Eksploit Fusée Gelée dari Team (re)switched. (Sumber: Wololo)

Celah keamanan ini berasal dari mode USB Recovery, yang tertutup dan tidak bisa di-akses pengguna, dan berpengaruh langsung ke bootROM.

Dengan mengirim paksa aliran data melalui USB mode Recovery akan menyebabkan sistem di Switch ‘meminta permintaan kendali berukuran hinga 65,535 bytes’. Dalam kondisi ini, area tertutup pengendali sistem Switch yang tadinya tertutup jadi terbuka hingga memungkinkan penulisan ulang perintah ke dalam Switch. Termasuk perintah menjalankan hal yang tadinya dilarang (misal: menjalankan aplikasi illegal atau tidak berijin). Yang tentu saja termasuk menjalankan ROM/game bajakan.

Terasa mudah? Tentu aslinya tidak semudah yang dibayangkan.

Untuk memasuki USB Recovery Mode, pemilik Switch harus mengambil langkah penuh resiko: yaitu memaksa Swicth masuk mode USB Recovery dengan melakukan ‘hot wiring’ atau konslet secara sengaja lewat dua titik di papan PCB Joy-Con.

Ini tindakan beresiko karena bisa menyebabkan kerusakan serius. Karena itulah Katherine Temkin dan pihak (re)switched mengatakan/disclaimer kalau mereka tidak akan bertanggung jawab apabila terjadi kerusakan pada Switch yang ingin mencoba eksploit Fusée Gelée mereka.

Katherine Temkin. (Sumber: Twitter/Ktemkin)

“Fusée Gelée bukanlah metode eksploit sempurna tapi dalam banyak kasus eksploit ini bekerja dengan baik” klaim Katherine Temkin. Temkin juga meng-klaim kalau celah eksploit Fusée Gelée ini tidak akan dapat ditambal melalui update patch online karena terkait hardware. Jadi bisa dibilang kalau lebih dari 14,8 juta unit Nintendo Switch yang sudah beredar di pasaran potensial untuk menjalankan Fusée Gelée.

Yang berarti juga mampu menjalankan game bajakan.

Fusée Gelée bukanlah eksploit paling sempurna untuk saat ini namun jika kamu pemilik Switch dan ingin mencobanya, silakan Googling dan cari tahu mekanismenya. Tapi ingat! Segala resiko adalah tanggung jawab kamu sendiri.

About Author

Harry Rezqiano

Harry Rezqiano

Seimbangkan hidup. Tiap orang beda-beda caranya. Tapi semua orang perlu melakukannya. *Disclaimer: Tulisan ini adalah opini & pendapat pribadi serta bukan merupakan pandangan maupun kebijakan Ciayo Corp beserta afiliasinya. Penulis dapat dihubungi melalui media sosial, Facebook: /HarryRezqiano | Twitter: @HarryRezqiano | Wattpad: /HarryRezqiano *

Comments

Most
Popular

Sumber: Business Insider

Siapa Bilang Penulis Nggak Bisa Sekeren Komikus? Pede Aja Kali!

Jangan sampai kita menganggap bahwa penulis itu kalah keren dengan komikus. Hei, semua yang berjuang di industri kreatif.. more

00-d-solo-a-star-wars-story

Anjlok Parah, Apa Yang Salah Dari Solo: A Star Wars Story?

Semenjak dirilis tanggal 25 Mei 2018 lalu, Solo: A Star Wars Story “rugi bandar” di tangga box-office. Apa penyebabn.. more

ikkubaru & Dhira Bongs: Ciptakan Musik Berkesan Hingga Populer di Jepang

CIAYO Blog mewawancarai dua musisi indie yang terkenal di Bandung, yaitu ikkubaru dan Dhira Bongs, tentang showcase Ikku.. more

Sumber: youtube

[Review Dragon Ball Super Episode 124] Pengorbanan Gohan, Satu Lagi Justice Trooper yang Tersingkir

Pada episode 124 Dragon Ball Super kali ini berfokus pada pertarungan Song Gohan X Frieza untuk mengalahan Dyspo... more

Comiket 92 (jurnalotaku.com)

“Comiket 92”, Ajang Bertemunya Para Cosplayer Jepang

Bro sis suka melihat Cosplayer? Atau malah suka Cosplay? Nah, mungkin bro sis bakal tertarik sama acara satu ini. Comic.. more