PUBG Tuntut Fortnite di Pengadilan!

12 months ago
00-d-pubg-fortnite

Menjadi trendsetter adalah hal yang sangat sulit. Lihat saja bagaimana DOTA menciptakan subgenre baru dalam game jenis RTS, yakni MOBA. Banyak game baru muncul mengadopsi gaya MOBA ini. Hal yang sama pun terjadi pada game PlayerUnknown’s Battlegrounds, yang konon menjadi trendsetter dari game shooter jenis battle royale.

Semenjak kemunculan PUBG, semakin banyak game yang mengadopsi tema serupa. Ada Fortnite, Rules of Survival, dan bahkan Call of Duty! Apakah hal ini merugikan bagi PUBG? Brendan Greene alias PlayerUnknown yang merupakan desainer game PUBG mengaku ia tak ingin mematenkan konsep game battle royale, namun memohon agar penegak hukum bisa membantu melindungi kreator seperti mereka, dari ulah developer yang menjiplak konsep mentah-mentah; seperti gambar satu ini.

Sumber: NetEase Games

Sumber: NetEase Games

Dengan semakin maraknya game-game battle royale “jiplakan” PUBG, nampaknya pihak PUBG Corp mulai jengah. Apalagi saat ini persaingan antara PUBG dan Fortnite memasuki babak baru setelah Fortnite mampu mengungguli popularitas PUBG.

Dikabarkan bahwa PUBG Corp tengah berusaha menuntut Epic Games selaku pengembang game Fortnite. PUBG Corp yang berbasis di Korea Selatan, ternyata telah melayangkan tuntutan tersebut sejak bulan Januari lalu. Tuntutan kepada Epic Games Korea tersebut didasarkan atas alasan pelanggaran hak cipta. Kasus ini kini ditangani pengadilan pusat Seoul.

pubg fortnite

Sumber: Windows Central

Ironisnya, PUBG sendiri menggunakan Unreal Engine 4, sistem inti game yang dikembangkan oleh Epic Games. Engine ini juga digunakan sebagai inti dari game Fortnite.

“Setelah menimbang masukan dari para pemain, serta menyelidikinya secara mandiri, kami khawatir Fortnite telah meniru konsep yang dipopulerkan oleh PUBG,” ungkap produser eksekutif Chang Han Kim.

Di bulan September 2017 lalu, sebenarnya sudah ada indikasi bahwa PUBG berencana mengincar Fortnite. “Cukup mengejutkan dan mengecewakan karena rekan bisnis kami mencatut nama kami untuk mempromosikan game mereka yang cukup mirip dengan game kami, sehingga menimbulkan miskomunikasi bahwa kami terlibat dalam game tersebut,” sesal seorang perwakilan dari Bluehole yang juga mengembangkan PUBG.

Sumber: Youtube

Sumber: Youtube

Ini bukan kali pertama ada kasus saling tuntut menuntut dalam skena gaming mainstream. Sebelumnya Riot Games sekalu pengembang League of Legends menuntut Moonton sebagai pengembang game MOBA populer Mobile Legends. Namun hingga hari ini, kejelasan kasusnya tidak terdengar lagi.

Apa yang membuat kasus terbaru ini menarik adalah keterlibatan para pemain besar. Beda dengan kasus LoL vs MLBB, PUBG Corp dan Epic Games merupakan dua game battle royale terbesar saat ini. Jika kasus ini dilanjutkan, siapapun pemenangnya, akan memberikan landasan hukum yang kuat bagi pemenangnya.

Sumber: Engadget

Sumber: Engadget

Jika PUBG menang, maka ada kemungkinan PUBG juga bisa menuntut game battle royale lain. Ini artinya bisa saja Rules of Survival dan COD Black Ops 4 kalah di meja hijau. Namun jika Fortnite menang, maka perusahaan besar tak bisa menuntut developer penjiplak.

Namun kalau bicara soal tuntut menuntut, tuntutan PUBG ini nampak seperti sebuah kekonyolan. PlayerUnknown saja enggan mematenkan konsep game yang ia buat, lalu buat apa repot menuntut Fortnite? Malahan, jika tuntutan PUBG dirasa pantas, kenapa kasus seperti ini tidak muncul di zaman dahulu? Kenapa Command & Conquer tidak menuntut Starcraft karena menjiplak konsep game RTS? Kenapa Medal of Honor tidak menuntut Call of Duty karena menjiplak konsep game FPS sinematik Perang Dunia II?

Kapan kasus PUBG Corp vs Epic Games disidangkan di pengadilan Korea, belum ada kepastian dari segi tanggal dan waktu. Mudah-mudahan ada kejelasan kasusnya sehingga nggak hilang-hilang tai hangat seperti kasus sebelumnya.

About Author

Meka Medina

Meka Medina

Penulis cerita untuk circle Rimawarna. Biasanya suka bolak-balik antara Bandung-Jakarta, namun bisa juga teleport ke Tenggarong. Jangan tanya kenapa.

Comments

Most
Popular

Papers Please – The Short Film: Intrik Dan Drama Di Perbatasan

Film pendek Papers Please berhasil menangkap nuansa kelam dan ketegangan di perbatasan negara komunis, secara realistis .. more

Knowl­edge speaks — Wis­dom lis­tens, Athens Greece 2016 (Sumber: wdstreetart.com)

Seniman Mural Asal Indonesia ini Berhasil Go International!

Nah, ternyata kalau ngomongin soa mural, Indonesia juga punya jagoannya loh. Buat para penikmat street art pasti pernah .. more

Upin&Ipin_thumbnail

Film Upin Ipin: Keris Siamang Tunggal Diserbu Penonton

Serial kartun dari negara tetangga, Upin Ipin, kembali meluncurkan film terbarunya Upin & Ipin: Keris Siamang. Setel.. more

Ajin

Review Film Live-Action Ajin-Demi Human: Aksi Berbalut Persepsi tentang Kebenaran

Ajin, adalah sebutan bagi para makhluk setengah manusia, atau bisa disebut juga Demi-Human. Ajin ditemukan 26 tahun lalu.. more

(from : otakukart.com)

Meski Kalah Rating, One Piece Tetap Terpopuler

Jika kita membicarakan tentang kepopuleran, tentu saja anime One Piece lebih populer karena selalu mendapatkan rating ya.. more