Booming di Sekolah, PUBG Mobile dan Fortnite Dikeluhkan Para Guru

2 years ago
00-d-pubg-mobile

Game mobile tengah merasakan masa-maa puncaknya. Saat ini, pengguna smartphone bisa menikmati game-game populer yang biasanya hanya bisa dimainkan di depan komputer. Dari game jenis MOBA, kita punya Mobile Legends dan Arena of Valor. Sementara itu, dua game battle royale populer Playerunknown’s Battlegrounds Mobile (alias PUBG mobile) dan Fortnite mencoba peruntungannya di ranah mobile.

01-pubg-mobile

Sumber: The Lazy Media

Terhitung baru rilis satu minggu, PUBG mobile mampu menggeser game sekelas Mobile Legends dari chart Top Free Games di Google Play. Sementara itu, meski Fortnite versi mobile baru dilepas 4 hari saja dalam status closed beta, Epic Games selaku pengembang game tersebut dilaporkan telah meraup keuntungan sebanyak 1.5 juta Dollar!

02 pubg mobile

Sumber: MakeUseOF

Bisa jadi kemunculan PUBG dan Fortnite di smartphone menandakan sebuah perubahan kebiasaan orang-orang bermain game. Tren game mobile kembali jadi booming, begitu pula dengan game berbasis interaksi sosial. Kini bermain game hardcore yang biasanya dilakukan di depan komputer, bisa dilakukan di mana saja dan bersama teman.

Tapi, dengan kebebasan bermain tentunya kamu masih harus berhati-hati. Jangan sampai kamu bermain game di tempat yang kurang pantas. Di beberapa sekolah di Amerika Serikat misalnya, banyak guru yang mengeluhkan tren game seperti Fortnite dan PUBG mobile. Berbagai alasan menjadi dasar keluhan mereka, seperti menggangu kegiatan belajar mengajar, hingga mengacaukan jaringan Wifi sekolah.

03 pubg mobile

Sumber: Kotaku

“Ada peningkatan jumlah pelanggaran dari siswa yang masuk ke kelas sambil bermain game,” ungkap seorang guru komputer bernama Nick Guiterres. Kepada Kotaku ia menjelaskan bahwa para siswa mulai bermain sejak istirahat makan siang, dengan satu ronde gamenya makan waktu sekitar 10-15 menit. “Saya mengamati ada sekumpulan murid di kelas yang duduk bersebelahan untuk bermain game sambil berpura-pura mengerjakan tugas,” tambahnya.

Guiterrez juga mengeluhkan game-game tersebut membuat murid-muridnya melupakan kewajiban mereka. Dalam kelasnya, Guiterrez membiasakan muridnya untuk menyiapkan pertanyaan sebelum mengerjakan tugas atau ujian. Namun, kini murid-muridnya lebih suka berdiskusi tentang PUBG dan Fortnite.

“Saya pernah bertanya kepada para murid, ‘Mana yang lebih penting di ujian nanti, materi ini atau PUBG?’ yang kemudian dibalas seorang murid di belakang, ‘Fortnite lebih bagus!’” canda Guiterrez.

04-pubg-mobile

Sumber: Magicmaman

Bermain ponsel di dalam kelas memang bukan sebuah kenakalan yang baru. Coba deh jujur, kamu sendiri pernah kan, main ponsel saat guru atau dosen kamu menerangkan pelajaran? Nah, masalahnya sekarang adalah karena kemunculan PUBG mobile dan Fortnite mobile, anak-anak jadi makin nekat untuk bermain di waktu yang tidak semestinya.

Nick Fisher, seorang guru IPA mengatakan bahwa apa yang membuat game seperti PUBG dan Fortnite menarik adalah karena pengaruh media sosial. “Menurut saya Snapchat jadi masalah yang lebih besar dari game. Namun dalam Fortnite, keduanya menyatu menjadi sebuah monster.” Fisher viral di Twitter setelah mengupload video hukuman bagi muridnya yang ketahuan bermain PUBG mobile dan Fortnite di kelas.

Selain mengganggu pelajaran dan jaringan Wifi, game-game tersebut juga membuat para murid anti sosial. “Di sekolah saya, ponsel boleh digunakan saat istirahat, namun alih-alih bersosialisasi murid saya justru asyik bermain Fortnite,” tutur guru lainnya, Priscilla Cullen.

Kejadian di sekolah-sekolah Amerika Serikat tersebut bisa jadi pelajaran buat kita. Memang sih menang di PUBG mobile dan bisa makan ayam goreng terasa menyenangkan. Tapi kamu juga harus tahu waktu dan tempat saat memainkannya. Jangan sampai sekolah dan pekerjaanmu terganggu demi bermain game-game tersebut.

05 pubg mobile

Sumber: China Internet Watch

Dan meskipun kamu bisa memainkannya di mana saja, bukan berarti semua tempat aman untuk jadi tempat bermainmu. Di satu waktu saat saya sedang mengantri di bandara, antriannya terasa sangat lambat. Ternyata di ujung antrian ada orang asyik bermain Mobile Legends!

Walaupun fenomena PUBG mobile dan Fortnite di sekolah Amerika sulit dibendung, para guru di sana sudah mengambil langkah yang tegas dan tepat. Apapun alasannya, bermain game saat pelajaran tidak dibolehkan. Kira-kira di sekolah di Indonesia ada aturan serupa nggak ya? Harapannya sih ada, dan memang seharusnya demikian.

About Author

Meka Medina

Meka Medina

Penulis cerita untuk circle Rimawarna. Biasanya suka bolak-balik antara Bandung-Jakarta, namun bisa juga teleport ke Tenggarong. Jangan tanya kenapa.

Comments

Most
Popular

00-d-wiro-sableng

Review Wiro Sableng: Buang Segala Imajinasi Kalian Yang Berasal Dari Bukunya

Secara keseluruhan Wiro Sableng bukanlah film yang buruk, atau lebih tepatnya film yang berusaha untuk tidak tampil buru.. more

Konser Naif

7 Bidadari Lambang Fitrahnya Naif di Umur 22

Alunan lagu Naif yang berjudul “Sayang Disayang” terngiang di telinga selama perjalanan pulang karena konser 7 Bidad.. more

source 1: pinterest.com

Romantisnya Merayakan First Snow Bersama Pasangan di Jepang dan Korea

‘First Snow’ atau hari pertama turunnya salju punya arti dan makna spesial untuk masyarakat Jepang dan Korea... more

elseworlds arrow

Elseworlds: Tamparan Super Telak Bagi DCEU

Elseworlds lebih dari sekedar crossover Arrowverse terbaik. Ia menjadi motivator bagi rekan mereka di layar lebar untuk .. more

Ternyata Microsoft Punya Banyak Maskot Dan Mereka Semua Sangat Kawaii!

Masih belum percaya? Di Jepang, Microsoft punya strategi tersendiri untuk memasarkan produk-produk mereka. Di setiap pro.. more