Punya Style Berkarya Sendiri? Jangan Minder!

4 months ago
00 pong mobile

Tak semua orang dilahirkan identik.

Kenyataan tersebut merupakan bukti bahwa variasi style dalam berkarya—antara satu kreator dengan kreator yang lain—merupakan hal yang lumrah. Beragamnya style ini justru membuat kita bisa membedakan identitas antara satu kreator dengan kreator lain.

Dalam dunia ilustrasi dan perkomikan, contohnya. Ada banyak style gambar yang mungkin sudah seringkali kita dengar di lapak media sosial, seperti manga style dan American style. Itu pun belum termasuk dengan gaya-gaya unorthodox yang tidak umum dan jarang dipakai oleh orang banyak.

Nah, kreator pemula yang memiliki style tidak umum ini tentu pernah merasa minder, paling tidak satu atau dua kali. Mereka mungkin pernah merasa jauh dengan teman-temannya yang terasa lebih mainstream.

01 tahilalats

Sumber: Kampusbook

Namun, gaya unorthodox bukan berarti karir kita di dunia karya akan otomatis tamat. Komikus yang “tak umum” Nurfadli Mursyid (Tahilalats) sendiri mendapat sambutan baik dari pasar meski dengan style yang unik.

Pada kesempatan ini, kami akan menjelaskan mengapa berkarya dengan style sendiri itu sama kecenya dengan style mainstream. Punya gaya berkarya sendiri? Why not!

Pahami: Tiap Kreator Punya Gaya!

02 ide

Sumber: Meredith

Hal pertama yang harus kita pahami adalah setiap kreator punya keunikan tertentu. Sekalipun mengambil gaya yang mainstream, biasanya tiap kreator punya satu atau dua poin yang unik. Contohnya seperti J.K. Rowling dan George R.R. Martin. Kedua penulis kawakan ini mempunyai style bercerita yang berbeda, walaupun berkecimpung dalam genre yang sama.

Pertanyaannya: kenapa bisa begitu?

Style berkarya setiap kreator ini biasanya dipengaruhi oleh beberapa faktor, misalnya seperti faktor wawasan, sosial, dan budaya. Perbedaan daya serap dan pemahaman seseorang pada faktor-faktor ini tentu akan memengaruhi cara orang bercerita dan berkarya.

03 medsos

Sumber: Siliconcape

Psychology Today menjelaskan fenomena ini. Kultur dan kebiasaan ternyata memang memengaruhi cara kita berbahasa. Sebagaimana yang telah kita ketahui, bahasa merupakan bagian dari kehidupan berkarya. Menulis novel, membuat lukisan, menulis lirik lagu, bahkan membuat komik pun tak lepas dari persoalan bahasa.

Mengingat tiap kreator punya latar belakang yang berbeda-beda—baik dari segi edukasi maupun kultur—maka jangan heran jika masing-masing punya keunikan. Hal ini ternyata memang natural secara psikologis.

Punya Style yang Berbeda itu Nggak Berarti Buruk

04 mainstream

Sumber: Youtube

Bukanlah hal yang buruk jika terdapat perbedaan style berkarya pada setiap kreator. Justru sebaliknya, hal ini bisa menjadi indikator bahwa sang kreator telah “matang” dan dewasa dalam berkarya. Dengan style sendiri, para kreator bahkan mampu mengeluarkan potensi maksimal yang mungkin terpendam di dalam diri mereka.

Sebagaimana yang dipaparkan pada artikel Blue Print Tennis, manusia itu punya yang namanya natural talent. Talenta alami ini berbeda antara satu manusia dengan manusia lain. Jika digali, natural talent akan mengantarkan manusia mencapai potensi maksimalnya. Bahkan, bisa jadi lebih dari ekspektasi yang kita pikirkan.

Kita bisa melihat contohnya dari anime dan manga Ping Pong. Dengan gambar “seadanya”, anime ini justru melesat tinggi tanpa menghilangkan nilai estetika karya Ping Pong. Alih-alih memberi kesan “cantik” seperti anime yang lain, anime ini malah tetap maju dengan style aslinya dan dinobatkan sebagai Anime of the Year pada tahun 2015.

Fakta Ini menjadi sebuah bukti bahwa style yang unik tetap bisa menghasilkan sesuatu yang luar biasa, yang bahkan di luar perkiraan kita.

Jangan Minder! Percaya Diri!

05 pede

Sumber: Fearless Soul

Beberapa penjelasan kami di atas mengisyaratkan bahwa kita tidak seharusnya minder dengan style sendiri. Lihatlah keunikan sebagai anugerah. Dengan latihan, style yang unik juga bisa mengantarkan kita menjadi kreator yang unik. Hal tersebut juga dapat membuatmu lebih dikenal alias lebih memorable ketimbang mengikuti arus.

Bagus-bagusan dalam berkarya bukanlah segalanya. Ada momen dan ada tempat di mana kita bisa pamer keindahan, tetapi tidak selamanya. Sama halnya seperti tidak selamanya orang mau melihat lukisan dan mendengar puisi. Justru dengan menyempurnakan style kita sendiri, kita akan mendapatkan hasil yang lebih maksimal. Karena itu, pedelah!

About Author

S09 Gruppe

S09 Gruppe

S09 Gruppe adalah circle penyedia konten kreatif. Motto kami adalah Care the Creativity, yang berarti kami peduli pada pertumbuhan kreativitas Indonesia. Berkenaan dengan motto tersebut, kami akan selalu memberikan insight-insight kreatif terbaru serta penyemangat untuk berkarya.

Comments

Most
Popular

Sumber gambar: Inverse

Kolaborasi Unik DC Comics: Injustice vs He-Man and the Masters of the Universe

Komik Injustice vs He-Man and the Masters of the Universe mulai terbit 18 Juli 2018. Sudah tahu kisahnya?.. more

Sumber: nyblueprint.com

Call Me By Your Name: Kisah Cinta yang Dinodai Setetes Tinta Abu-Abu

Diadaptasi dari novel Ande Aciman dengan judul yang sama, “Call Me by Your Name”, berhasil menciptakan ruang-ruang a.. more

Sumber: mnl48

Mungkin Ini Penyebab Jepang dan Korea Mengalami Penurunan Angka Kelahiran

Baik di Jepang maupun di Korea, kedua negara tersebut sedang mengalami satu permasalahan yang sama. Yaitu penurunan angk.. more

Deretan produk di event Google San Francisco 2017. Sumber gambar: bgr.com

“Made By Google, Google Pixel Event”: Event Tandingan Dari Google Untuk Apple

Apple mengadakan event peluncuran smartphone terkini mereka, iPhone X beserta iPhone 8 dan 8 Plus, yang dikritik fans A.. more