Rampage: Film Terbaru The Rock Punya Satu Masalah Kecil

3 months ago
Sumber: Forbes

Rasanya tidak semua orang mengenal Dwayne Johnson. Coba saja bertanya “kenal nggak dengan Dwayne Johnson?” ke orang-orang. Sebagian besar mungkin tidak mengenal nama ini. Tapi coba bertanya “kenal nggak dengan The Rock?” Pasti sebagian besar orang yang ditanya akan menjawab kenal.

Padahal keduanya merupakan orang yang sama. Mantan pegulat WWE ini dikenal luas, terutama di Indonesia, sejak era “Smackdown” ; acara sports entertainment yang dulu sempat sangat populer di televisi Indonesia. Tampangnya yang khas dengan gaya pecicilan membuat pamornya menyala dengan baik selama dia berkarir di dunia pro wrestling tersebut. Sampai kemudian dia mulai mengejar karir perfilman Hollywood dan meninggalkan dunia gulat professional yang membesarkan namanya di panggung hiburan dunia.

Dwayne Johnson alias The Rock “WWE”. Sumber: FootWearNews

Dwayne Johnson alias The Rock “WWE”. Sumber: FootWearNews

Sebagai aktor, karir Dwayne Johnson alias The Rock sebenarnya tidak jelek-jelek amat. Cukup bagus, malah.

Karir perfilman professional The Rock dimulai saat dia membintangi film spin-off dari franchise The Mummy berjudul “The Scorpion King”. Itu terjadi di tahun 2002. Setelahnya The Rock membintangi berbagai judul film; baik sebagai pemeran utama maupun pemeran pendamping.

The Scorpion King (2002). Sumber: LastWordOnProWrestling

The Scorpion King (2002). Sumber: LastWordOnProWrestling

“Rampage” adalah film terbaru yang dibintangi oleh Dwayne Johnson.

Promotional Poster “Rampage”. Sumber: Viva

Promotional Poster “Rampage”. Sumber: Viva

Rampage adalah video game klasik dari Midway. Game arcade ini rilis tahun 1986. Pemain game akan berperan sebagai monster yang menghancurkan kota sambil bertahan dari serangan militer untuk menjatuhkan pemain. Game dibagi dalam beberapa stage, dan stage berakhir saat kota hancur lebur dihajar oleh monster alias pemain game.

Pemain dapat memilih satu dari tiga karakter dalam game; monyet besar George, kadal besar Lizzie dan serigala besar Ralph. Tiga orang dapat bermain sekaligus di dalam game Rampage ini. Stamina monster dapat berkurang karena serangan tentara dan dapat diisi kembali dengan memakan manusia atau tentara yang berlarian di sepanjang permainan. Saat stamina berkurang, monster-monster ini akan menyusut dan menjadi manusia; menandakan kalau mereka adalah manusia yang terkontaminasi sehingga berubah menjadi monster.

Arcade Rampage. Sumber: YouTube

Arcade Rampage. Sumber: YouTube

Film Rampage mengambil ide dari game ini dan mengubah banyak hal sehingga yang tersisa hanya tinggal judul dan bentuk monster dari game Rampage saja.

Skenario film yang ditulis oleh Ryan Engle, Carlton Cuse, Ryan J. Condal & Sztykiel memang mengadopsi elemen dari game Rampage namun mengubah banyak aspek; termasuk origins dari ketiga monster itu. Bukan lagi berupa manusia yang terkontaminasi namun merupakan binatang asli yang mendapatkan percobaan genetika sehingga mengubah struktur tubuh serta perilaku mereka.

Selain George si monyet albino, ada pula penambahan karakter ‘pawang monyet’ Davis (yang diperankan oleh The Rock) yang tidak ada di game aslinya. Walau aneh tapi memang karakter ini harus ada, mengingat selling point utama film Rampage sebenarnya bukanlah monster, tapi Dwayne ‘The Rock’ Johnson.

Tampil beda dibanding versi game. Sumber: JoBlo

Tampil beda dibanding versi game. Sumber: JoBlo

“Masalah kecil” di film Rampage ini merupakan masalah mendasar. Yaitu emotional positioning. Penempatan emosi yang timbul dari film.

Tidak seperti film monster sebelumnya (yang hampir pasti merupakan inspirasi untuk film ini, yaitu “Godzilla” & “Kong: Skull Island”), penonton akan mengalami kebingungan saat menempatkan sikap mereka akan monster-monster di Rampage. Karena di film Godzilla dan Kong, kedua monster itu melakukan hal-hal destruktif sepanjang film tapi di akhir film penonton akan memberikan rasa ‘maklum’ mereka karena monster-monster itu melakukan apa yang dilakukan oleh sosok antihero.

Memberikan rasa aman dalam situasi yang tidak menjadikan mereka sosok hero.

Kong & Godzilla adalah sosok-sosok antihero. Sumber: ScreenRant

Kong & Godzilla adalah sosok-sosok antihero. Sumber: ScreenRant

Kong (di film Kong: Skull Island) adalah pelindung habitat di Skull Island walau dia tidak sungkan membunuh manusia yang mencoba merusak pulau itu. Di akhir film Godzilla, pertanyaan yang muncul di adalah “(Apakah Godzilla) penyelamat kota kita?” walaupun dia juga yang membuat porak poranda.

Sementara akhir film Rampage terkesan mencoba mendorong heroisme yang dilakukan George dan Davis dalam situasi klise. Kesan yang timbul hanya soal destruktif dari monster-monster hasil percobaan genetika. Tapi ya kalau mau jujur sih…. itu memang tema dari video game yang jadi sumber inspirasinya. Mindless destructive action movie. Secara tema sumber? Pas.

Tapi hebatnya Rampage merupakan film based on video game yang  mendapat rating tertinggi di situs kritik seperti Rottentomatoes. Hal ini membuat The Rock sangat bangga hingga dia ‘tega’ mem-bashing film based on video game lain, “Doom”, dimana dia juga membintangi film itu. Sesuatu yang tidak bikin nyaman developer Doom.

Tweet kocak The Rock dibalas oleh Doom. Sumber: Twitter

Tweet kocak The Rock dibalas oleh Doom. Sumber: Twitter

Jika kamu oke dengan film yang menampilkan aksi seru dan bersedia mengabaikan pemikiran filosofis seperti “jadi sebenarnya mereka baik atau buruk sih?”, film berbasis video game klasik “Rampage” ini cocok untuk ditonton sambil ngemil. Sebagai film action, Rampage jelas tidak akan mengecewakan.

About Author

Harry Rezqiano

Harry Rezqiano

Seimbangkan hidup. Tiap orang beda-beda caranya. Tapi semua orang perlu melakukannya. *Disclaimer: Tulisan ini adalah opini & pendapat pribadi serta bukan merupakan pandangan maupun kebijakan Ciayo Corp beserta afiliasinya. Penulis dapat dihubungi melalui media sosial, Facebook: /HarryRezqiano | Twitter: @HarryRezqiano | Wattpad: /HarryRezqiano *

Comments

Most
Popular

(CIAYO Comics)

Sekarang Kamu Juga Berkesempatan Jadi Author Official CIAYO Comics!

Tidak terasa, CIAYO Comics One Shot Challenge Vol. 2 sudah memasuki tahap penjurian. Masih ada kesempatan buat jadi auth.. more

Sumber gambar: youtube.com

Daftar Gadget ‘Payah’ Sepanjang 2017. Yang Terakhir Bikin Bingung!

Berikut beberapa gadget yang lahir di 2017 dan masuk kategori “payah/nggak berguna/aneh”, baik dalam fungsi ataupun .. more

Hunter X Hunter by Yoshihiro Togashi. Sumber gambar: animationmagazine.net

Hunter X Hunter & Berserk: Dua Manga Yang Selalu Hiatus

Di kalangan penggemar shonen manga, setidaknya ada dua judul yang sangat terkenal & populer tidak saja karena memang ser.. more

Alti Firmansyah, Srikandi Indonesia yang Mendunia

Profesi komikus di luar negeri bisa dibilang cukup menjanjikan dan bisa dijadiin pijakan untuk hidup secara layak. Nah, .. more