Remake Crash Bandicoot & Gosip Remake Trilogy Spyro, Game Lama Dilirik Kembali

8 months ago
Sumber gambar: psu.com

Video game itu sama seperti fashion. Mereka sama-sama berputar. Menciptakan trend baru ke trend baru lainnya dan akhirnya kembali ke trend sebelumnya. Membentuk sebuah siklus. Sesuatu yang terus berulang dan berputar balik.

Saat Nintendo menciptakan Super Mario Bros sebagai game platform dimana karakter berjalan dari kiri ke kanan, puluhan game meniru mekanisme ini. Saat Street Fighter II memberikan rasa sebuah pertarungan dengan karakter yang mampu menembakkan bola api dari telapak tangan mereka, puluhan game fighting muncul dengan konsep yang serupa. Metode dan kebiasaan ini bukan hal haram di bisnis video game, karena memang originalitas ide tidak bertahan lama dari proses copycat alias peniruan.

Trend game fighting dimulai dari sini. Sumber gambar: vgbr.com

Trend game fighting dimulai dari sini. Sumber gambar: vgbr.com

Nintendo menciptakan game Mario 64. Game platforming 3 Dimensi Mario ini rilis dan sukses besar di console Nintendo64. Walau tak mendapatkan Final Fantasy VII karena disalip oleh Sony PlayStation, namun Nintendo64 tetap punya game fenomenal mereka sendiri. Mario 64 merupakan pelopor dan benchmark untuk game-game platforming dengan sudut pandang dan kendali 3D; sesuatu yang merupakan lompatan jauh teknologi jika dibandingkan game-game platforming Mario sebelumnya.

Game ini merupakan lompatan besar di game platforming dunia. Sumber gambar: bigthink.comGame ini merupakan lompatan besar di game platforming dunia. Sumber gambar: bigthink.comGame ini merupakan lompatan besar di game platforming dunia. Sumber gambar: bigthink.comGame ini merupakan lompatan besar di game platforming dunia. Sumber gambar: bigthink.comGame ini merupakan lompatan besar di game platforming dunia. Sumber gambar: bigthink.com

Game ini merupakan lompatan besar di game platforming dunia. Sumber gambar: bigthink.com

Clones dan derivates dari Mario 64 muncul dimana-mana. Termasuk di console saingan Nintendo64, yaitu Sony PlayStation. Ada berbagai jenis game mirip Mario 64 yang muncul, dan salah satu dari mereka adalah “Spyro The Dragon”.

Sumber gambar: youtube.com

Sumber gambar: youtube.com

Spyro The Dragon adalah game yang di-develop oleh Insomniac Games tahun 1998 dengan Sony Computer Entertainment bertindak sebagai publisher. Game ini dirilis untuk console PlayStation dan memiliki dua sekuel; ketiganya dirilis hanya di PlayStation saat itu. Proses pembuatan Spyro dimulai sejak 1997, yaitu selepas kesuksesan game Disruptor dan Crash Bandicoot. Kesuksesan kedua game tadi juga tidak lepas dari Mario 64 yang saat itu dianggap sebagai “tolak ukur” alias benchmark untuk game-game platforming 3 Dimensi. Spyro The Dragon memiliki karakteristik yang lebih mirip mirip Mario 64 ketimbang misalnya Crash Bandicoot yang lebih linear dalam pergerakan 3D-nya.

Screenshot game Spyro The Dragon. Sumber gambar: gbhbl.com

Screenshot game Spyro The Dragon. Sumber gambar: gbhbl.com

Spyro adalah seekor naga kecil berwarna ungu yang menghajar lawan dengan semburan nafas berapi dan serudukan menggunakan tanduk di kepalanya. Dia punya teman/partner seekor capung bernama Sparx. Selain aksi di darat, Spyro juga punya level untuk gliding/meluncur terbang menuju satu posisi. Ada juga stage dimana dia dapat terbang bebas berkeliling dengan sayap kecilnya itu. Fun fact: Saat masa developing, team Insomniac Games memberikan warna hijau di badan Spyro (layaknya warna kebanyakan naga dalam mitologi). Tapi mereka mengubahnya karena ternyata warna itu membuat Spyro jadi menyatu dengan rerumputan polygon yang ada di dalam game.

Dengan warna ungu jadi bikin Spyro makin imut. Sumber gambar: emuparadise.me

Dengan warna ungu jadi bikin Spyro makin imut. Sumber gambar: emuparadise.me

Walaupun terbit pertama di Sony PlayStation namun serial Spyro tidak ekslusif hanya ada disana saja. Seperti halnya Crash Bandicoot, Spyro The Dragon juga muncul di platform console lain, yaitu di Nintendo Game Boy Advance, Nintendo GameCube, Nintendo DS, Sony PlayStation 2 dan PlayStation 3, Wii dan dua Xbox (Xbox classic & Xbox 360). Developer dan publisher juga sering berganti. Insomniac Game menangani pembuatan serial Spyro sejak 1998-2000. Setelahnya ada beberapa developers lain yang mengerjakan game Spyro sampai yang terakhir, yaitu Etranges Libellules, yang berasal dari Perancis (2008). Publishing Spyro juga tidak lagi dipegang Sony Computer Entertainment sejak tahun 2000. Vivendi Universal Games dan Konami sempat memiliki hak edar game-game Spyro antara tahun 2000-2008. Saat ini publisher resmi game Spyro The Dragon series adalah Activision.

Spyro untuk console Xbox 360 terlihat kinclong. Sumber gambar: gamespot.com

Spyro untuk console Xbox 360 terlihat kinclong. Sumber gambar: gamespot.com

Crash Bandicoot baru saja mendapatkan remake dari trilogy game Crash yang dulu dirilis untuk PlayStation. Remake bertajuk “Crash Bandicoot: N.Sane Trilogy” itu dikerjakan oleh developer Vicarious Visions. Game remake tadi sukses besar di pasaran dengan terjual lebih dari dua juta unit. Saat diwawancarai mengenai kesuksesan N.Sane Trilogy dan kemungkinan mereka akan melakukan trilogy lain dari platform PlayStation One classic, mereka mengatakan kalau “kami tahu ada banyak fans dan permintaan agar kami melakukan hal yang sama untuk Spyro seperti yang kami lakukan pada Crash Bandicoot. Untuk saat ini yang bisa kami sampaikan adalah ‘tetap bertanya’ (agar kami bersemangat mewujudkannya)”.

Jika Crash Bandicoot bisa di-remake, Spyro bukan hal sulit. Sumber gambar: lelong.com.my

Jika Crash Bandicoot bisa di-remake, Spyro bukan hal sulit. Sumber gambar: lelong.com.my

Singkatnya, developer Crash Bandicoot N.Sane Trilogy memberikan ‘kode keras’ kalau game Spyro juga akan dibuat trilogy a la N.Sane Trilogy. Tapi mereka belum bisa memastikan hal tersebut. Mungkin karena diperintahkan Activision? Dan jika memang benar maka game itu nanti sepertinya akan jadi ‘timed-exclusive’ PlayStation 4, sebelum kemudian di-port ke platform lain. Crash Bandicoot N.Sane Trilogy saat ini hanya tersedia untuk PlayStation 4 tapi rumor yang berkembang mengatakan kalau game itu akan masuk Switch & Xbox One tahun 2018 ini.

Bro sis siap menyambut remake trilogy Spyro The Dragon? Jika belum pernah memainkan satupun game Spyro, bro sis bisa mencobanya lewat emulator PlayStation untuk Android/iOS. Dijamin seru! Have fun.

Semoga remake trilogy Spyro enggak cuma gosip. Sumber gambar: spyro.wikia.com

Semoga remake trilogy Spyro enggak cuma gosip. Sumber gambar: spyro.wikia.com

About Author

Harry Rezqiano

Harry Rezqiano

Seimbangkan hidup. Tiap orang beda-beda caranya. Tapi semua orang perlu melakukannya. *Disclaimer: Tulisan ini adalah opini & pendapat pribadi serta bukan merupakan pandangan maupun kebijakan Ciayo Corp beserta afiliasinya. Penulis dapat dihubungi melalui media sosial, Facebook: /HarryRezqiano | Twitter: @HarryRezqiano | Wattpad: /HarryRezqiano *

Comments

Most
Popular

Sumber foto: static.pexels.com

Kuingin Memelukmu Sekali Saja

Semangkok mie instan itu adalah porsi keduanya setelah melahap roti bakar. Bukan semata-mata masih lapar, tetapi rasa ma.. more

Sumber: Polygon

Waduh! Dana Kickstarter Untuk Game Project Phoenix Diduga Diselewengkan Untuk Membuat Game Lain!

angat disayangkan bahwa masih saja terjadi kasus-kasus penyelewengan dana dalam proyek Kickstarter. Belum lama ini, game.. more

00 d CIAYO Comics Challenge Vol. 3

Siap Menjajal CIAYO Comics Challenge Vol. 3? Total Hadiahnya 450+ Juta Rupiah!

CIAYO Comics mengadakan CIAYO Comics Challenge Vol. 3 untuk komik miniseries dan one-shot. Berhadiah lebih dari 450 jut.. more

sumber: opshead.com

8 Game Playstation Yang Seharusnya Di-Remade Atau Remasterd

Para gamer, terutama gamer Playstation pasti tahu sosok yang satu ini. SSosok yang tampil di atas panggung dan membawa b.. more

Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak (Sumber: Variety)

Film Indonesia dari Sumba sampai Praha

Ada dua film di tahun 2017 yang mengangkat Sumba, yaitu "Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak" karya Mouly Surya dan "S.. more