Review Anime Crimes Division: Ketika Dunia Jejepangan Disusupi Penjahat

11 months ago
Review Anime Crimes Division: Ketika Dunia Jejepangan Disusupi Penjahat

Menjadi seorang otaku atau wibu di Indonesia bukan perkara mudah. Masih banyak penikmat hobi Jejepangan yang masih “labil” dan membesar-besarkan masalah sepele. Drama di kiri-kanan terjadi tentang berbagai macam hal – fansub, cosplay, sampai berantem antara fandom anime.

Anime Crimes Division. KPK-nya dunia otaku. (Sumber: Twitter)

Anime Crimes Division. KPK-nya dunia otaku. (Sumber: Twitter)

Adakah orang yang bisa menyelesaikan drama tersebut? Mungkin Anime Crimes Division bisa jadi jawabannya. Di Neo Otaku City, kejahatan Jejepangan merajalela. Kejahatan ini bukan urusan yang bisa ditangani polisi, melainkan langsung dihibahkan kepada Anime Crimes Division.

Anime Crimes Division terdiri dari detektif Joe Furaya serta partnernya, Diesel. Dikepalai oleh seorang Chief, ACD menyelesaikan kasus-kasus kejahatan Jejepangan, seperti penyelundupan bantal dakimakura, perang geng subber-dubber, hingga membongkar sindikat duel Yu-Gi-Oh bawah tanah.

Sindikat Yu-Gi-Oh bawah tanah membuktikan bahwa game TCG itu bukan sekedar mainan anak-anak. (Sumber: Henshin Justice)

Sindikat Yu-Gi-Oh bawah tanah membuktikan bahwa game TCG itu bukan sekedar mainan anak-anak. (Sumber: Henshin Justice)

Premis singkat tersebut menjadi fokus utama dalam serial Youtube Anime Crimes Division. Lahir dari otak Youtuber veteran Freddie Wong, webseries super singkat ini merupakan bentuk kerja sama rumah produksi Rocketjump dengan layanan streaming anime Crunchyroll.

Rilis sebanyak 3 episode saja, ACD bagaikan serial TV CSI yang naskahnya ditulis seorang otaku. Ia memiliki elemen standar dari setiap kisah crime thriller. Kamu akan melihat Joe dan Diesel menginvestigasi TKP, melakukan korespondensi dengan saksi, menyusup ke daerah musuh, dan tentu saja adegan aksi yang melibatkan tembak-tembakan.

Berkat Kapten Tsubasa, saya belajar bahwa bola adalah teman. (Sumber: Twitter)

Berkat Kapten Tsubasa, saya belajar bahwa bola adalah teman. (Sumber: Twitter)

Apa yang membuat ACD spesial, adalah kontennya yang padat akan referensi kultur Jejepangan. Tingkatan shout-out yang tampil sangat beragam. Mulai dari Joe memandang skeptis kemampuan Diesel karena anime favoritnya adalah Digimon, hingga mengangkat isu hardcore seperti perbedaan selera anime yang diberi subtitle atau didubbing. Konten yang penuh dengan referensi ini bakal sangat membingungkan karena ACD terus bermain-main dengannya dan menjadikan referensi tersebut sebagai bagian dari narasi. Jika penonton tidak paham dengan topik yang diangkat, artinya mereka tak bisa sepenuhnya menikmati ACD. Namun hal ini juga makin memperkuat karakterisasi Joe yang sudah makan asam-garam dunia perotakuan.

Tenang saja, replika pistol Dominator ini nggak bisa meledakkan badan orang. (Sumber: Kotaku)

Tenang saja, replika pistol Dominator ini nggak bisa meledakkan badan orang. (Sumber: Kotaku)

Sungwon Cho alias artis Vine ProZD memainkan perannya sebagai Joe dengan sangat baik. Sebagai sosok videomaker dengan spesialisasi komedi, Sungwon mampu tenggelam dalam perannya. Joe tampil sebagai seorang lelaki hard-boiled yang bisa melontarkan referensi anime dan plesetannya dengan muka lempeng dan serius. Ditemani replika pistol Dominator dari anime Psycho Pass, Joe tak memberikan ampun kepada para pelanggar anime, seperti layaknya Steven Seagal yang bisa membantai puluhan kroco tanpa meneteskan keringat.

Kalau kamu tanya saya, saya nggak mungkin bisa menghayati peran seperti yang Sungwon lakukan. Mendengar bagaimana ia berbicara kepada bantal dakimakura seperti polisi yang menenangkan korban human trafficking jujur membuat saya merasa cringe. Apalagi ditambah dengan gombal-gombalan yang dilontarkan Diesel untuk memikat Joe. Namun memang seperti itulah perasaan yang hendak disampaikan ACD kepada penontonnya. Banyolan tema anime di sini disamakan dengan one-liner garing khas Arnold Schwarzenegger dan aktor laga 80-an lain.

Freddie Wong merupakan salah satu otak di balik ACD. (Sumber: Youtube)

Freddie Wong merupakan salah satu otak di balik ACD. (Sumber: Youtube)

Sebagai salah satu pelopor video Youtube dengan efek spesial kualitas tinggi, Freddie Wong bersama Rocketjump belum kehilangan tajinya. Efek yang dikedepankan memang tidak heboh, namun mampu menyatu dengan baik dengan adegan. Referensi khas anime pun menemukan jalannya dalam bagian paska produksi, seperti bagaimana anggota geng dubber berbicara dengan suara yang out-of-sync dengan bibir aktor, atau subtitle yang melayang di dekat anggota geng subber.

 Joe dan Chief menjadi tokoh sentral dalam serial ini. (Sumber: Viportal)


Joe dan Chief menjadi tokoh sentral dalam serial ini. (Sumber: Viportal)

Walaupun terasa memuaskan secara sekilas, namun ACD punya masalah yang sangat serius – pacing. Episode pertama menampilkan perkenalan antara pasangan Joe-Diesel yang dituturkan cukup rapi. Masuk ke episode dua, hubungan antara keduanya sudah melompat begitu jauh, seakan-akan terjadi time skip yang tidak dijelaskan. Hal ini pun diperparah pada episode 3. Sebagai episode terakhir dan klimaks, ada banyak plot, perkembangan karakter, dan twist yang disesakkan sehingga tidak ada chemistry yang alami antar karakter; semuanya terkesan dipaksakan. Tapi apa boleh buat, karena Crunchyroll hanya mengizinkan produksi 3 episode saja. Untuk season 2 akan dipertimbangkan jika peminatnya memang banyak.

Terlepas dari kekurangannya, Anime Crimes Division memberikan sebuah insight dimana hobi Jejepangan diperlakukan dengan sangat serius. ACD menjadi alternatif tontonan yang cocok untuk mengisi waktu istirahat, karena singkat dan dipenuhi banyak konten. Kira-kira polisi seperti ACD diperlukan tidak ya untuk menyelesaikan kasus drama Jejepangan di Indonesia? Hati-hati saja sebelum kamu punya niat menggoreng isu, karena orang-orang seperti detektif Joe Furaya tidak akan segan menghukummu!

About Author

Meka Medina

Meka Medina

Penulis cerita untuk circle Rimawarna. Biasanya suka bolak-balik antara Bandung-Jakarta, namun bisa juga teleport ke Tenggarong. Jangan tanya kenapa.

Comments

Most
Popular

(from : wccftech.com)

Visceral Games Ditutup, Proyek Game Star Wars Tetap Jalan

Electronic Arts (EA) telah menutup studio Visceral Games-nya dan membuat perubahan besar pada proyek Star Wars, khususny.. more

Sumber: cotoacademy

Sejarah Kotatsu dan Kepopulerannya, Meja dengan Penghangat Khas Rumah di Jepang

Disinilah peran Kotatsu di kehidupan warga Jepang... more

 (Sumber: youtube.com)

Anime Gamers: Penuh dengan Kesalahpahaman dari Awal Hingga Akhir

Gamers, anime romance comedy yang ditayangkan di musim panas 2017 ini mencoba mengambil konflik roman yang terjadi di ka.. more

sumber: www.youwereneverreallyhere.movie

You Were Never Really Here : Saat Keadilan Membuat Hidup Penuh Luka

Tema tentang keadilan saya rasa sudah sangat sering diangkat ke dalam film, namun membicarakan tentang keadilan sering k.. more

Paris Games Week 2017 Sudah Dimulai Minggu Ini!

Sony Interactive Entertaiment, pemilik merk Sony PlayStation families, baru saja menggelar acara internal/keynote dalam .. more