Review Anime Flavors of Youth: Sajian Manis Dari Kreator Your Name

2 months ago
00-d-flavors-of-youth

Kesuksesan film Your Name milik Makoto Shinkai jelas tidak terlepas dari rumah studio yang berada di baliknya, CoMix Wave Films. Studio satu ini memang terkenal punya kualitas gambar yang indah, sebut saja seperti film-film mereka lainnya; The Place Promised in Our Early Days (2004), Children Who Chase Lost Voices (2011), 5 Centimeter (2007), dan Your Name (2016).

Walau kita tahu bahwa CoMix Wafe Films selalu identik dengan film-film Makoto Shinkai, akan tetapi kali ini pihak studio yang berkerja sama dengan Studio Netflix memilih 3 nama ini sebagai sutradara untuk menyampaikan 3 babak cerita dalam Flavors of Youth; Haoling Li, Yoshitaka Takeuchi, dan Xiaoxing Yi.

Baca Juga: Kimi No Na Wa Akan Dibuatkan Live Action-nya Oleh Hollywood! Bad News or Good News?

your name

Salah satu scene dalam film Your Name. Sumber: Cup

Flavors of Youth memang punya animasi yang sama indahnya dengam Your Name, akan tetapi secara cerita, film ini punya pendekatan berbeda dengan nuansanya sendiri. Terbagi atas 3 episode berbeda, film ini menceritakan tentang kisah yang didasari dari idiom Cina tentang 4 kebutuhan dasar kehidupan. Yaitu; makanan, pakaian, perumahan, dan transportasi.

Kisah yang diangkat dalam film ini sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari, oleh sebab itu beberapa bagiannya tentu akan membuat penonton teringat tentang kenangan di masa lalu yang terus terbawa hingga dewasa. Tidak hanya berkisah tentang hal-hal manis saja, namun Flavors of Youth juga mengangkat kegetiran yang ironis tentang proses manusia menjadi dewasa.

Flavors of Youth Episode 1: Hidamari no Choshoku

flavors of youth episode 1

Karakter di episode 1 teringat masa lalunya saat hujan. Sumber: Thrillist

Episode pertama film ini berkisah tentang Xiaoming, seorang laki-laki yang sejak kecil jatuh cinta pada mie. Detil cerita di jelaskan lewat narasi sederhana dengan tampilan animasi yang luar biasa menggugah. Banyak renungan yang diungkap dalam episode pertama ini, mulai dari kenangan masa lalu yang tidak tergantikan, rasa rindu yang tidak terobati, hingga pada ironisme rasa terjebak yang ia miliki atas jalan hidup yang telah diambil.

Saya rasa kisah semacam ini banyak dialami oleh orang-orang, walau dengan versi berbeda. Semakin dewasa seseorang maka semakin ‘tidak bekerja dengan benar’ hal-hal yang dulu semasa muda bisa membuat bahagia. Keinginan untuk mendapatkan sensasi yang sama seperti di kala muda menjadi semacam kerinduan yang tak mungkin lagi bisa diulang.

Flavors of Youth Episode 2: Shanghai Koi

flavors of youth episode 2

Kakak & Adik di episode 2 yang bertolak belakang. Sumber: LA Times

Jika episode 1 banyak menghabiskan bagiannya dengan narasi karena hanya bercerita tentang tokoh tunggal, maka di episode 2 dan 3, cerita dibuat lebih luas dengan cukup banyak dialog. Di episode 2, cerita berkisar tentang kehidupan seorang model yang berjuang mati-matian agar eksistensinya terus bertahan. Perjuangan yang dlakukan berpengaruh besar pada orang-orang terdekatnya, sehingga beberapa potongna kisah masa lalu, rasa bersalah yang terus menyertai sepanjang hidup diungkap bagaikan mengupas bekas luka yang terlanjut terinfeksi. Rasanya memang sakit tapi hanya itu cara yang bisa dilakukan agar para karakternya bisa sembuh.

Kehidupan di balik layar digambarkan begitu keras, kepopuleran bisa membuat seseorang harus memakai topeng kepalsuan di mana pun ia berada. Namun perlu kita ketahui bahwa kita selalu punya orang-orang terdekat yang tulus mencintai kita, orang-orang yang selalu mendukung dalam senyap namun tak tersadar telah kita lukai oleh sifat keegoisan.

Flavors of Youth Episode 3: Chiisana Fashion Show

flavors of youth episode 3

Episode 3 menjadi episode paling emosional sekaligus romantis. Sumber: Netflix

Episode ke-3 juga punya cerita yang lebih kompleks, runut cerita disusun sangat bagus dengan alur maju-mundur. Episode ini lebih menitikberatkan cerita pada kisah cinta yang tak sampai. Serentetan kejadian di masa lalu yang penuh kejutan, memberikan banyak pandangan tentang apa yang telah terjadi di tahun-tahun mendatang.

Episode 3 adalah episode yang punya luapan emosi paling besar, baik dari segi transisi gambar yang kentara sampai pada sudut potret kehidupan masyarakat yang berubah lusuh. Selipan cerita tentang wilayah yang akan digusur juga menjadi semacam pesan bahwa pada akhirnya hal-hal di masa lalu akan diubah menjadi hal-hal baru. Sayangnya yang namanya perubahan belum tentu bisa diterima oleh semua orang.

flavors of youth setting

Di sini lah semua kejadian dalam film ini terjadi. Sumber: Netflix

Flavors of Youth memang punya tiga alur cerita yang tidak saling terkait, namun ketiga cerita ini punya satu poin yang sama yaitu tentang masa muda yang terus menyertai hidup seseorang hingga dewasa. Proses berdamai dengan masa lalu bergaya antologi ini. Saya lebih suka menyebut bahwa setiap episode beresonasi terhadap episode lainnya, sehingga walau punya cerita berbeda, tapi berada pada satu getaran yang sama tentang keresahan.

Flavors of Youth tayang pada 4 Agustus 2018 di Netflix, dan menjadi salah satu film animasi yang sangat direkomendasikan untuk ditonton para pecinta film-film anime.


Kisah mengenai kehidupan sehari-hari memang terasa dekat dan menarik untuk diikuti. Untuk dosis cerita relatable harianmu, kamu dapat membaca komik genre slice of life si CIAYO Comics sekarang juga.

Banner Komik Slice of Life

About Author

Loganue Saputra Jr.

Loganue Saputra Jr.

Alfian Noor atau yang memiliki nama pena Loganue Saputra Jr. penulis novel Bersamamu dalam Batas Waktu (2014), selain suka menulis fiksi, ia juga memiliki hobi bermain video game, melukis, serta menonton film. Saat ini tinggal di Samarinda Kalimantan Timur dan aktif di Instagram @alpiannoor

Comments

Most
Popular

Sumber: YouTube

Ternyata Lirik Lagu Havana Milik Camila Cabello Menyindir Donald Trump Loh!

Lirik lagu Havana ini sebenarnya secara tidak langsung (secara halus) menyindir dan mengkritik pemerintahan Presiden Ame.. more

(Sumber: pixabay.com)

7 Gaya Paling Enak Buat Baca Komik

Ini nih 7 gaya paling enak buat baca komik!.. more

(Sumber: duniaku.net)

Jangan Lewatkan Tournament-Tournament Besar Ini di BEKRAF Game Prime 2017

idak hanya berupa pameran dan workshop, Game Prime 2017 juga mengadakan berbagai tournament. Bagi kamu yang penasaran d.. more

Logo internasional game sepakbola ciptaan Konami Jepang. Sumber gambar: game-debate.com

Winning Eleven/Pro Evolution Soccer: Game Wajib Sejuta Umat Gamers PS Indonesia

Rasanya tidak akan ada yang komplain jika dikatakan kalau game sepakbola Winning Eleven/WE (atau dalam judul internasion.. more

00-m-Valthirian-Arc-Hero-School-Story

Agate Akan Rilis Valthirian Arc: Hero School Story Di Switch, PS4, dan PC!

Setelah berkiprah 9 tahun di industri game lokal, developer dan publisher game Agate akan merilis game Valthirian Arc: H.. more