Review Ant-Man and the Wasp: Sebuah Cerita Kecil dalam Bungkusan Universe yang Besar

12 months ago

Sebelum membahas secara dalam tentang Ant-Man and the Wasp tentu banyak orang menerka akan sebesar apa hubungan film ini dengan Avengers: Infinity War? Pasca Avengers: Infinity War, ekspektasi orang-orang terhadap film Marvel jelas menjadi sangat tinggi, apalagi misteri mengapa Ant-Man tidak muncul di Avengers: Infinity War menjadi tanda tanya besar: hal apa yang membuat Scott Lang alias Ant-Man (Paul Rudd) sibuk, sehingga ia tidak tahu bahwa perang besar sedang berlangsung?

Ant-Man and the Wasp memulai waktu cerita 2 tahun selepas kejadian dalam Captain America: Civil War. Pasca kepergian Ant-Man ke Jerman bersama Captain America, membuat ia harus menjadi tahanan rumah di Bay Area karena dianggap melanggar perjanjian Skovia. Lang tak bisa bersembunyi atau kabur seperti Captain America karena ia punya anak bernama Cassie (Abby Ryder Fortson). Oleh sebab itu ia sepakat untuk menjadi tahanan rumah.

Kedekatan Lang dan Cassie yang menyenangkan disimak. (sumber: heroichollywood.com)

Sangat menarik untuk menunggu keterkaitan antara Avengers: Infinity War dengan film ini, walau semakin kita menyelam ke dalam Ant-Man and the Waps kita malah menemukan dunia baru yang lebih menarik dengan banyak candaan khas Ant-Man sehingga pada akhirnya kita dibuat sadar bahwa film ini memang fokus berkisah tentang Ant-Man tanpa sedikit pun menyinggung keterkaitannya dengan Avengers: Infinity War secara langsung.

Memang secara cerita, Ant-Man and the Wasp punya ruang cerita yang lebih kecil, namun berdampak besar terhadap kelangsungan film-film MCU berikutnya. Peyton Reed selaku sutradara tahu betul bahwa ada sebuah misi penting yang telah terlewat dalam kisah MCU sebelum menuju Avengers: Infinity War, yaitu ekplorasi terhadap dunia lain bernama Quantum Realm.

Konflik utama film ini berkisar tentang permasalahan keluarga yang akan membuat penonton merasa hangat dan tersentuh, tertawa dengan banyak komedi, lalu kagum dengan aksi pertarungan Ant-Man dan The Waps yang dinamis. Sebenarnya masalah utama cerita di film ini fokus pada kehidupan Hope Van Dyne alias The Wasp (Evangline Lilly), anak dari Dr. Hank Pym (Muchael Douglas) pencipta kostum Ant-Man.

Hope dan Lang dalam kostum siap untuk beraksi. (sumber: www.screengeek.net)

Ayah dan anak itu punya misi penyelamatan terhadap Janet Van Dyne (Michelle Pfeiffer) yang terjebak dalam Quantum Realm ketika sedang menjalankan misi saat menjadi The Wasp di masa lalu. Namun dalam eksekusinya hal sederhana ini menjadi semakin kacau ketika beberapa hal terlibat, termasuk kemunculan sosok Ave alias Ghost (Hannah John-Kamen) yang punya kemampuan menghilang dan menembus benda padat.

Berbagai hal berjalan sangat baik dalam Ant-Man and the Wasp, seperti kemunculan Ghost menjadi semacam metafora tentang perasaan terputusnya seseorang dari dunia dan diri dia sendiri. Sekali lagi Marvel memunculkan sosok Villain tidak hanya sekadar jahat, tapi juga punya backstory yang bisa menyentuh penonton dan memahami mengapa Ghost menjadi terkesan jahat. Pendekatan emosional semacam ini mengintimidasi penonton tentang bersimpati terhadap seseorang yang dianggap jahat.

Ghost membuat penonton memahami seperti apa dirinya. (sumber: collider.com)

Ragam peralatan baru, kemampuan yang semakin cangih, dipadukan dengan koreografi pertarungan yang matang, membuat film ini punya efek besar terhadap reaksi penonton. Dan yang paling terpenting ialah, unsur komedi yang tidak pernah terputus meski dalam keadaan genting sekali pun. Penempatan hal-hal lucu terkadang dengan sengaja diletakkan pada adegan-adegan yang “terkesan salah” namun mengundang tawa yang memorable. Sulit untuk menyebutkan bagian ini sebab hampir disetiap scene adegan lucu selalu ada.

Sosok Luis (Michael Pena) kembali lagi sebagai sahabat Lang yang paling banyak mencuri perhatian dengan lelucon khasnya. Sepertinya Luis sudah menjadi semacam ikon yang akan selalu muncul dalam seri Ant-Man sebab kepiawaiannya mencairkan suasana benar-benar sangat berhasil.

Eksplorasi Quantum Realm. (sumber: collider.com)

Indahnya Quantum Realm juga ditampilkan dengan sangat bagus sampai-sampai semua penonton akan diberikan gambaran secara visual tentang hubungan Quantum Realm dengan dunia dalam film Doctor Strange. Ini merupakan hal yang cerdas dan bisa menimbulkan persepsi tentang keterkaitan antar dimensi dalam dunia MCU. Hal ini terlihat seperti masa depan film-film MCU selanjutnya setelah Avengers nanti. Ant-Man and the Wasp berhasil mengemas cerita kecilnya dalam dimensi universe yang sangat besar.

Banyak kejadian besar terjadi dalam film MCU yang tidak berdampak langsung pada dunia nyata, sebut saja seperti kejadian dalam film Doctor Strange, Thor Ragnarok, dan Black Panther, semua itu terjadi pada sebuah tempat yang asing. Jadi wajar saja jika orang-orang dalam film Ant-Man tidak benar-benar menyadari semua kejadian itu. Bahkan ketika perang dalam Avengers: Infinity War berlangsung, kejadian dialihkan pada tempat-tempat yang masih tertutup dari dunia luar untuk menghindari kehancuran yang luar biasa besar.

Giant Man kembali lagi kali ini. (sumber: geektyrant.com)

Hingga mencapai bagian akhir dari Ant-Man and the Wasp semua orang masih dihantui oleh pertanyaan keterkaitan film ini dengan Avengers: Infinity War. Dan pada akhirnya semua orang akan memahami bahwa waktu kejadian dalam film ini dengan Avengers: Infinity War  sangat lah tipis. Mungkin setipis debu yang berterbangan ketika Thanos menjentikkan jarinya untuk mengubah separuh dari penduduk dunia menjadi debu.

About Author

Loganue Saputra Jr.

Loganue Saputra Jr.

Alfian Noor atau yang memiliki nama pena Loganue Saputra Jr. penulis novel Bersamamu dalam Batas Waktu (2014), selain suka menulis fiksi, ia juga memiliki hobi bermain video game, melukis, serta menonton film. Saat ini tinggal di Samarinda Kalimantan Timur dan aktif di Instagram @alpiannoor

Comments

Most
Popular

00-d-ikkubaru-showcase-debut

Pop Indonesia dan Jepang Bersatu Di ikkubaru Showcase Debut

Band city pop asal Bandung, ikkubaru, mengadakan showcase perdana mereka di Indonesia. Dalam ikkubaru Showcase Debut, me.. more

Sumber: Waterfordwhispernews

Fifty Shades Trilogy, Trilogi Lemah yang Kerap Mendulang Sukses di Box-Office

Tapi anehnya nih bro sis, terlepas kualitas filmnya sudah jelas-jelas buruk, trilogi ini justru kerap mendulang keuntung.. more

Pembicara Hebat di BEKRAF Game Prime 2018

Tak hanya menghadirkan berbagai macam game, BEKRAF Game Prime juga bakal membawakan berbagai panel dengan pembicara prof.. more

00-d-board-game-chips-heroes-uprising

CIAYO Games Kenalkan Board Game CHIPS: Heroes Uprising Untuk Lengkapi Game Mobile-nya!

Board game CHIPS: Heroes Uprising punya setting cerita yang sama dengan game mobile-nya. Hanya saja, tujuan dari board g.. more

icinc 2019

Lewat ICINC, BEKRAF dan 88rising Mencari Rich Brian Baru

Lewat ICINC 2019, Badan Ekonomi kreatif dan 88rising mencari talenta musisi Indonesia yang mampu mengorbit di blantika m.. more