Review “Batman Gotham By Gaslight”: Misteri Pembunuhan Berdarah Jack The Ripper

1 year ago
Sumber: www.dccomics.com

Kisah karakter DC dari kota Gotham ini memang cukup sering hadir dengan cerita baru dan menyegarkan. Sosok Batman yang memiliki pendekatan cerita pada kisah misteri dan detektif membuat ruang lingkup eksplorasi cerita jadi sangat luas. Batman memang punya penggemar yang sangat banyak, oleh sebab itu juga, pihak DC seolah percaya bahwa kebanyakan dari penggemarnya sudah mulai bosan dengan cerita original Batman untuk menyelamatkan Gotham dari para musuh-musuh gila, anarkis, dan ikonik.

Spin-off dari cerita Batman terus dikembangkan, baik dalam bentuk komik ataupun film animasi. Kali ini Batman hadir dengan cerita yang berlatar belakang kisah pembunuhan berantai di era Victoria. Kota Gotham yang memang sudah gelap dan klasik, menjadi semakin mencekam dengan kehadiran Jack the Ripper serta serentetan pembunuhan yang terjadi.

Sumber: www.westfieldcomics.com

Sumber: www.westfieldcomics.com

Film animasi ini terinspirasi dari novel grafis Elseworlds yang ditulis oleh Brian Augustyn dan digambar oleh Mike Mignola. Novel grafis yang hanya terdiri dari 52 halaman disulap menjadi film animasi yang cukup panjang dengan cerita yang lebih padat.

“Batman Gotham By Gaslight” disutradari oleh Sam Liu, sosok yang memang sering menangani film animasi dari DC  seperti “Teen Titans”, “Green Lantern”, “Justice League”, dan juga “Batman” tentunya. Walau tidak semua film animasi DC yang digarap oleh Sam Liu berhasil mendapat tanggapan positif, akan tetapi pengalamannya dalam menangani film-film DC seperti Batman sedikit menciptakan kelegaan, sebab ini terasa seperti berada di tangan yang tepat.

Sumber: www.dccomics.com

Sumber: www.dccomics.com

Desain antar muka film animasi ini tampil dengan animasi yang agak klasik, semacam animasi di era 90-an yang mengedepankan suasana 2D retro, dan sedikit agak kaku. Penggambaran lingkungan diabad 19 sangat berhasil memberikan suasana yang kelam sehingga gambar 2D yang agak kaku terselamatkan. Dirasa hal ini sengaja dilakukan agar memiliki perbedaan yang signifikan terhadap film-film Batman lainnya.

Cerita masih bergerak di kota Gotham yang tiba-tiba dihebohkan dengan kejadian pembunuhan pada beberapa orang perempuan. Film ini jelas bukan konsumsi anak-anak, karena adegan kekerasan, pembunuhan berdarah ditampilkan cukup banyak. Mungkin hal ini juga yang membuat film ini tidak mendapat rating PG-13 melainkan R.

Serentetan pembunuhan yang terjadi mengacu pada seorang pembunuh yang dalam film ini disebut bernama Jack. Kita semua tahu siapa Jack yang dimaksud dalam film ini sehingga unsur misteri yang dibangun terasa sedikit agak longgar.

Sumber: www.dccomics.com

Sumber: www.dccomics.com

Lalu ada karakter lain yang juga cukup menarik, yaitu Selina Kayle. Selena adalah Catwoman dan kehadirannya dalam film ini sebagai rekan Batman tampil begitu meyakinkan walau tanpa kostum andalannya. Perjumpaan Batman dan Selina pun dibuat begitu bagus dengan menjadikan Selina sebagai salah satu incaran Jack.

Batman memang terkenal dengan perlengkapan cangih, namun setting film ini bergerak pada era di mana perlengkapan cangih belum cukup dikenal. Desain senjata dan perlengkapan Batman yang terbatas, membuat film ini cukup banyak kejutan apabila sang superhero mulai memperlihatkan perlengkapannya itu. Sam Liu berhasil mengemas hal-hal mutahir Batman menjadi sangat klasik dengan keterbatasan yang ada.

Sumber: www.dccomics.com

Sumber: www.dccomics.com

Bruce Greenwood yang mengisi suara Batman dan Bruce Wayne, serta Jannifer Carpenter pengisi suara Selina Kyle, berhasil memberikan nyawa yang memperkuat pendalaman karakter dalam film ini semakin hidup.

Pertarungan antara Batman dan Jack banyak terjadi dengan adu otot, hal ini membuat karakter Jack yang mengarah pada Jack the Ripper terasa kurang tepat, sebab kita semua tahu bahwa Jack the Ripper adalah sosok yang cerdas, dan juga licik. Melihat pertarungan Batman dengan Jack malah membuat kita teringat dengan salah satu musuh Batman yang sangat terkenal, Bane.

Sumber: www.dccomics.com

Sumber: www.dccomics.com

Melihat dari segala aspek yang ada, sepertinya film ini cukup berhasil memberikan sentuhan baru pada kisah Batman. Inilah kesempatan yang baik untuk melihat Batman dalam tampilan yang lebih sederhana di era Victoria yang klasik.

Apakah kalian salah satu penggemar Batman? Kalau iya, sebaiknya jangan sampai melewatkan film yang satu ini. Kabarnya setelah film ini, kita akan dikejutkan kembali lewat aksi Batman terbaru nantinya dalam balutan budaya Jepang di “Batman Ninja”. Jadi menikmati “Batman Gotham By Gaslight” terlebih dahulu adalah pilihan yang cukup bijak.

About Author

Loganue Saputra Jr.

Loganue Saputra Jr.

Alfian Noor atau yang memiliki nama pena Loganue Saputra Jr. penulis novel Bersamamu dalam Batas Waktu (2014), selain suka menulis fiksi, ia juga memiliki hobi bermain video game, melukis, serta menonton film. Saat ini tinggal di Samarinda Kalimantan Timur dan aktif di Instagram @alpiannoor

Comments

Most
Popular

Sumber: www.nflix.pl

Altered Carbon Season 1: Peluang Manusia Hidup Abadi dengan Banyak Tubuh Berbeda

Saat pertama kali melihat dunia “Altered Carbon”, yang terpikir di dalam benak tentu saja adalah dunia dalam film .. more

Sumber: immediate.co.uk

10 Mantra Harry Potter yang Memiliki Manfaat Besar Bila Digunakan di Dunia Nyata

Nyatanya, seperti yang kita baca di novelnya atau lihat di filmnya, terdapat juga beberapa mantra yang memiliki manfaat .. more

00-d-my-tamagotchi-forever

Tamagotchi Hidup Kembali di Smartphone!

My Tamagotchi Forever adalah game mobile yang menyajikan sensasi permainan Tamagotchi di dalam smartphone, plus fitur ba.. more

Sumber gambar: wareable.com

Smartwatch: Masihkah Mereka Relevan Untuk Dibeli?

Masihkah mereka relevan untuk dibeli saat ini?.. more

Movie Marathon: Diantara Aksi Penghematan dan Sungguhan Movie Maniacs

Pernah gak kalian memikirkan lagi makna sesungguhnya dari kegiatan movie marathon ini? Spesifiknya, apakah kegiatan ini .. more