Review Film Extinction – Mencoba Bertahan Dengan Misteri

1 year ago
Extinction - review

Menyembunyikan sebuah misteri, mempertahankan dengan begitu rapi memang menjadi sesuatu yang sangat menarik untuk diikuti. Extinction mencoba melakukan hal itu dengan menampilkan beberapa potongan kejadian besar lewat sebuah mimpi yang tidak jelas asalnya.

Baca juga: Film Unsane, Ketika Film Psychology Thriller Dibuat Menggunakan Kamera iPhone7 Plus

Ide tentang kelangsungan hidup manusia yang dimiliki oleh Spenser Cohen seharusnya bisa menjadi sesuatu yang sangat menarik andai saja dibagian awal hingga tengah film, emosi karakternya bisa dibangun dengan benar. Penyutradaraan Ben Young yang lebih memilih memperlihatkan kesibukan karakter utama Peter (Michael Pena) di tempat kerja malah membuat bagian awal film ini terjebak dalam hal-hal membosankan.

Extinction - Peter

Michael Pena sebagai Peter. (sumber: www.hollywoodreporter.com)

Terusiknya Peter oleh mimpi yang terus menghampirinya, membuat ia percaya bahwa semua mimpi itu merupakan gambaran penglihatan tentang apa yang akan terjadi di masa depan. Keresahan peter ini membuat ia jadi kurang tidur, ia jadi pemurung dan secara pisikologi hal ini berdampak besar pada kehidupan sosial dan keluarganya.

Baca juga: B: The Beginning – Crime Thriller Digabung Sci-fi Dalam Kemasan Anime

Seharusnya perasaan depresi yang muncul di bagian awal film bisa dibumbui dengan kedekatan emosi Peter pada keluarganya, namun film ini tidak melakukan hal itu dengan benar. Peter hanya diperlihatkan menjadi sosok yang mulai tidak peduli dengan teman-teman dan keluarganya, sehingga ia jadi pemurung. Walau ada satu adegan di awal memperlihatkan keterlambatannya pulang ke rumah yang membuat keluarganya marah, namun hal itu terasa begitu datar dan tidak punya dampak kuat terhadap diri Peter.

Extinction - mimpi buruk

Mimpi buruk Peter yang membingungkan. (sumber: borg.com)

Terlalu banyak adegan mengulur waktu yang tidak penting jelas akan membuat penonton merasa bosan. Jika dibilang beberapa adegan berjalan lambat, saya rasa alur ceritanya tidak lambat, semuanya berjalan dalam alur yang pas tapi dengan banyak adegan yang salah.

Seharusnya Ben Young menyadari bahwa hal kosong yang dimiliki oleh film ini sebelum mencapai adegan pamungkas, harus diisi dengan sesuatu yang bisa menarik penonton untuk bertahan. Memang Ben coba memberikan beberapa petunjuk tentang misterinya, sebab sebagai film yang bertumpu pada misteri, petunjuk adalah hal yang akan membuat penonton berasumsi lebih jauh.

Baca juga: Deretan Film Horror Ini Siap Menemani Pertengahan Tahun 2018 Kamu!

Extinction - Keluarga Peter

Mimpi buruk Peter yang membingungkan. (sumber: borg.com)

Namun petunjuk yang diberikan pun masih terasa kurang menarik sebab karakter Peter benar-benar seperti terkunci dari kehidupan sosialnya. Untuk karakter seperti ini jelas, hal yang bisa digali lebih dalam ialah kehidupan keluarganya. Dan sayangnya adegan yang diinginkan diawal malah hanya muncul setelah misteri terungkap.

Sungguh ini menjadi urutan adegan yang tidak tepat. Andai sejak awal kedekatan emosi ini terus dibangun mungkin dibagian akhir film ini akan terlihat lebih sempurna sebelum akhirnya mencapai ujung yang luar biasa mengejutkan.

Extinction - Lissy

Lissy Caplan tampil meyakinkan sebagai Alice. (Sumber: www.pastemagazine.com)

Dari sekian banyak karakter, hanya karakter Alice (Lizzy Caplan) yang sangat menonjol, apa yang terjadi pada suaminya, Peter sangat berpengaruh pada kejiwaannya. Bukan berarti saya ingin bilang bahwa  Michael Pena tidak berhasil memerankan karakter Peter, hanya saja ia terlihat tidak benar-benar terhubung pada karakter lain padahal karakter Alice berhasil melakukan hal sebaliknya.

Sebelum misteri terungkap, film ini hanya menjadi film biasa saja yang cukup membosankan, walau ketika misteri terungkap barulah kita sadar bahwa ide film ini sebenarnya sangatlah bagus. Jika dinilai secara keseluruhan, Extinction tidak bisa dikatakan buruk, penonton dibuat harus bersabar untuk menunggu sampai film mencapai bagian plot twish yang benar-benar tidak tertebak.

Extinction - alien

We were not here first. (sumber: www.heavenofhorror.com)

Baca jugaKomik Horor Terseram yang Bisa Kamu Baca Langsung di CIAYO Comics Saat Ini Juga!

Entah kenapa Netflix cukup sering mengulangi hal yang sama pada film original mereka, terutama di genre thriller dan sci-fi. Yaitu, punya ide bagus tapi dengan eksekusi yang tidak tepat.

Jika kalian suka dengan film ber-genre misteri, thriller, dan sci-fi maka Extinction bisa menjadi sebuah alternatif hiburan untuk kalian tonton di rumah.

Banner Komik Horror

About Author

Loganue Saputra Jr.

Loganue Saputra Jr.

Alfian Noor atau yang memiliki nama pena Loganue Saputra Jr. penulis novel Bersamamu dalam Batas Waktu (2014), selain suka menulis fiksi, ia juga memiliki hobi bermain video game, melukis, serta menonton film. Saat ini tinggal di Samarinda Kalimantan Timur dan aktif di Instagram @alpiannoor

Comments

Most
Popular

00-d-penulis-light-novel

Editor Jepang: Penulis Light Novel Ternyata Nggak Bisa Menulis!

Tugas penulis novel adalah menulis novel. Tapi, apa jadinya kalau penulis menyuruh editornya sendiri untuk menulis novel.. more

Miss & Mrs Cops

Miss & Mrs Cops: Film Action Komedi Dengan Pesan Empowering

Dua saudara ipar yang sering bertengkar harus bekerja sama menyelidiki kasus prostitusi. Simak di film buddy cop komedi .. more

avengers: endgame bajakan

Avengers: Endgame Bajakan Tayang di TV Filipina! Kacau!

Film Avengers: Endgame bajakan ditayangkan di stasiun TV kabel asal Filipina. Fans dan distributor film merasa kecewa da.. more

Steven dan Millie menjadi Captain America dan Agent Carter sumber: Facebook.com/cosplayparents

Manisnya, Apa yang Dilakukan Pasangan ini Setelah Pensiun Benar-Benar Tidak Wajar!

Kira-kira apa yang akan kamu lakukan ketika kamu pensiun nanti?.. more

Jember Bukan Hanya Tempat Asal Fashion Carnaval, Tapi Juga Telurkan Komikus Berbakat

Tidak semua komikus terkenal Indonesia berasal dari ibu kota. Banyak komikus mengagumkan yang berasal dari kota lainnya,.. more