Review Film Live-Action Ajin-Demi Human: Aksi Berbalut Persepsi tentang Kebenaran

4 months ago
Ajin

“Mereka mati dan hidup kembali…”

Ajin, adalah sebutan bagi para makhluk setengah manusia, atau bisa disebut juga Demi-Human. Makhluk ini ditemukan 26 tahun lalu di pedalaman benua Afrika dan hanya ditemukan sekitar 50 spesies hingga saat ini. Ajin berwujud sama seperti manusia, namun memiliki kemampuan untuk meregenerasi sendiri sel-sel rusak dalam tubuhnya ketika dia sudah mati, sehingga bisa bangkit dan hidup kembali dengan normal.

Ia juga memiliki makhluk tak kasat mata yang disebut sebagai IBM (Invisible Black Matter). Makhluk ini keluar dari tubuhnya dan hanya bisa terlihat oleh sesama Ajin ataupun manusia yang memiliki ketakutan berlebih terhadap mereka. Berbagai perbedaan inilah yang membuat manusia menjadi panik karena ada makhluk yang lebih superior dari mereka.

(Sumber: Youtube Trailer Ajin)

(Sumber: Youtube Trailer Ajin)

Dengan mengangkat tema supernatural, Ajin awalnya muncul dalam bentuk manga sejak tahun 2012 dan langsung disukai oleh penggemar manga. Adaptasi berupa serial anime pun dibuat dan ditayangkan pada awal 2016, yang langsung menarik perhatian karena teknik pembuatan yang berbeda dengan anime pada umumnya. Perbedaan lain, dalam cerita Ajin versi anime, Kei Nagai (tokoh utama) diceritakan sebagai siswa SMA. Pengubahan latar belakang Kei Nagai didasari pertimbangan ingin menyasar pada kalangan anak muda.

Walaupun teknik pembuatan animasi sempat dianggap aneh oleh para penggemar anime, namun penggambaran cerita yang baik dan konsistensi grafis membuat karya ini memiliki penggemarnya sendiri, walau ratingnya bisa dibilang hanya masuk kategori rata-rata. (7.72 untuk season 1 dan 7.97 untuk season 2 menurut myanimelist.net). Rating rendah didapat dari para pemberi rating yang kecewa akan gambar yang dihasilkan.

(Sumber Gambar: Youtube Trailer Ajin)

(Sumber Gambar: Youtube Trailer Ajin)

Akhirnya karya ini diadaptasi dalam bentuk live-action (sebutan untuk film adaptasi manga dan anime). Dengan mengambil berbagai bintang film top Jepang seperti Takeru Satoh (pemeran film Rurouni Kenshin, Bakuman, dan If Cat Dissapeared from the World), Gou Ayano (Shinjuku Swan 1 dan 2, GANTZ, Crows Zero 2), Yuu Shirota (Prince of Tennis, drama serial Hana Kimi, drama serial GTO: Great Teacher Onizuka 2012), Rina Kawaei (eks-anggota AKB48), juga Minami Hamabe (Anohana live-action), Ajin dianggap mampu menyedot banyak penonton, baik pria maupun wanita. Yang menarik dari pemilihan aktor yaitu Gou Ayano yang berperan sebagai Sato, yang dalam cerita asli merupakan seorang pria paruh baya. Namun pihak produksi pasti sudah mempertimbangkan segala hal sehingga Gou Ayano bisa terpilih. Dari segi penceritaan, Ajin versi live-action lebih mengambil cerita dari versi manga, sehingga kurang layak apabila dikomparasi dengan versi anime.

(Sumber: Youtube Trailer Ajin)

(Sumber: Youtube Trailer Ajin)

Kei Nagai, seorang calon dokter rumah sakit, tewas dalam kecelakaan, namun tubuhnya berhasil memulihkan diri dan dia hidup kembali. Dari kecelakaan itu, Kei mengetahui kalau dirinya termasuk golongan immortal yang diberi nama Ajin (demi-human). Kala itu, demi human dianggap berbahaya bagi umat manusia. Identitas Kei pun diketahui oleh pemerintah dan dia dikirim ke laboratorium penelitian. Dia menjadi tahanan dan menjalani berbagai eksperimen yang menyakitkan selama berada di sana.

Sato juga seorang demi human yang memilih untuk menjadi teroris. Hanya dia satu-satunya yang mengulurkan tangan dan membantu Kei, namun Kei tidak ingin mengambil bagian dari rencana Sato yang merencanakan pembunuhan massal terhadap umat manusia. Kei akhirnya memilih untuk mengasingkan diri dan tak bergabung dengan tim Sato, namun pada akhirnya Kei pun tak bisa tinggal diam melihat Sato yang bertindak sesukanya.

(Sumber: Youtube Trailer Ajin)

(Sumber: Youtube Trailer Ajin)

Di Indonesia, Ajin sudah dapat dinikmati di bioskop-bioskop pada 6 Desember 2017. Penulis mendapat kesempatan untuk menonton screening Ajin versi live-action, yang awalnya diadakan pada 30 November 2017, namun diundur hingga 5 Desember 2017 karena adanya kesalahan teknis. Moxienotion selaku pihak penyelenggara pun membagikan bingkisan dan poster ketika pengambilan tiket sebagai tanda permintaan maaf. Pimpinannya juga menyatakan permohonan maaf secara resmi ketika screening akan dimulai.

(Sumber: Facebook Page Encore Films Indonesia)

(Sumber: Facebook Page Encore Films Indonesia)

Film dimulai dengan adegan tubuh Kei Nagai sudah dibalut perban dan menjadi kelinci percobaan di laboratorium penelitian. Adegan selanjutnya mungkin sudah bisa ditebak jika telah membaca manga ataupun menonton anime Ajin sebelumnya, meski ada beberapa bagian yang sengaja dibedakan demi kepentingan cerita. Namun perbedaan yang paling mendasar dari film ini adalah penonton tidak akan dibiarkan untuk menarik napas sekejap pun.

Bisa dibilang, film ini menayangkan kumpulan dari segala aksi di dalam cerita, namun tak mengubah inti cerita. Jika dalam film lain ada karakter yang sengaja dibuat baik dan ada pula yang dibuat seburuk mungkin, di sini kita dibuat tidak bisa melihat mana pihak yang baik dan mana pihak yang buruk. Tiap karakter membentuk persepsi tentang baik dan buruk versi mereka masing-masing.

(Sumber: Youtube Trailer Ajin)

(Sumber: Youtube Trailer Ajin)

Kei Nagai, memilih untuk menyingkir dari hingar-bingar konflik Ajin dan manusia karena ingin hidup damai. Dia bisa dianggap karakter baik karena tak ingin ada peperangan, namun buruk karena awalnya membiarkan Sato bertindak sesukanya padahal hanya dia yang bisa mencegahnya.

Sato, yang kabarnya merupakan Ajin pertama yang ditemukan Jepang, muak melihat manusia yang berusaha menyembunyikan kebenaran. Laboratorium penelitian yang sedianya dibuat untuk melindungi, justru digunakan untuk mengadakan berbagai penelitian dengan Ajin sebagai kelinci percobaannya. Sato ingin membela hak para Ajin, meskipun dia sendiri dianggap penjahat oleh para manusia.

Sato (Sumber: Facebook Page Encore Films Indonesia)

Sato (Sumber: Facebook Page Encore Films Indonesia)

Manusia melakukan penelitian supaya mereka bisa menemukan kelemahan dari Ajin, karena makhluk itu jauh lebih superior daripada manusia. Sehingga jika tidak bisa mengendalikannya, manusia takut apabila makhluk-makhluk itu berontak di kemudian hari, tak ada yang bisa dilakukan manusia untuk menghadapinya.

Terlepas dari segala aksi di film ini, banyak hal yang bisa dipetik. Penulis sendiri berpendapat kalau manusia bisa melakukan tindakan yang tidak manusiawi demi memuaskan hawa nafsunya dengan berkedok dahaga akan ilmu pengetahuan. Kita juga tidak bisa menebak apalagi mengatur segala tindakan orang lain, karena itu berarti melanggar kemerdekaannya sebagai manusia, karena setiap individu memiliki persepsinya sendiri, memiliki kebenarannya masing-masing.

Pada akhirnya, aksi laga para aktor top Jepang dibumbui pemahaman tentang kebenaran membuat film Ajin layak untuk ditonton para penggemar film. Ketika keluar dari bioskop pun kita bisa menyimpulkan masing-masing, siapakah yang benar menurut pendapatmu? Kei Nagai, Sato, ataukah manusia? Ingat, jangan memilih hanya dengan berdasarkan ketampanan atau kecantikannya saja ya.

About Author

Saya Grad

Saya Grad

Menyukai May’n, anime, dan film Jepang. Bisa dihubungi melalui laman Facebook Saya Grad ataupun Twitter @grad_11

Comments

Most
Popular

Sumber: womanwritescomics

Makna Makanan Dalam Film Animasi Studio Ghibli

Miyazaki mengaku, saat Ia mengambil peran dalam membuat suatu animasi, makanan merupakan hal yang wajib untuk ditampilka.. more

00-d-mechanism

Wajib Dicatat Challenger! Tanggal-tanggal Penting CIAYO Comics Challenge Vol. 3

CIAYO Comics Challenge Vol. 3 semakin dekat. Untuk memaksimalkan karyamu, catat tanggal-tanggal penting berikut ini!.. more

CIAYO Comics Meluncurkan Volt X Setan Jalanan di Popcon Asia 2017

Popcon Asia 2017 kali ini diselenggarakan untuk ke-enam kalinya. Mengambil momentum yang tepat CIAYO Comics akan resmi m.. more

Sumber: japan-academy-prize.jp

Berikut 5 Anime Nominasi Japan Academy Prize Awards 2018!

Jika tahun lalu 'Your Name' berhasil memenangkan penghargaan Animasi terbaik 2017, Kira-kira film apa ya yang berhasil m.. more

00-gotham-d

Apakah Jim Gordon Terancam Gantung Lencana Di Serial TV Gotham?

Gotham, seri yang menceritakan tentang polisi handal Jim Gordon ini malah jadi seperti "semi Batman"! Kok bisa?.. more