Review Film Searching – Apakah Internet Telah Menghubungkan Kita Dengan Benar?

2 months ago
00-d-searching

Film Searching seperti semacam oase di tengah padang pasir yang gersang. Tersembunyi, tidak cukup menarik jika dilihat sekilas akan tetapi merupakan sesuatu yang banyak orang butuhkan saat ini.

Saya tidak bisa memberikan alasan kalian harus menonton film ini hanya karena sutradaranya, sebab nama Aneesh Chagnty terasa sangat asing. Ini bukan hal yang aneh, sebab Searching  merupakan debut pertamanya sebagai sutradara untuk film layar lebar, sebelumnya ia membuat beberapa film pendek. Akan tetapi setelah saya menonton Searching, maka saya bisa bilang bahwa ini merupakan film yang harus kalian tonton.

Jika kalian menonton sebuah film hanya karena diperankan oleh aktor terkenal, mungkin nama John Cho bisa menjadi pertimbangan kalian. Jhon Cho sendiri sering muncul di film dan serial tv terkenal seperti Star Trek, Difficult People, dan banyak lagi. Dan akting John Cho dalam film Searching ini terbilang sangat bagus serta berhasil.

John Cho sebagai David Kim. Sumber: IMP Awards

John Cho sebagai David Kim. Sumber: IMP Awards

Searching bercerita tentang pencarian seorang ayah bernama David Kim (John Cho) yang mencari tahu keberadaan anaknya, Margot (Michelle La) setelah sang anak menghilang begitu saja pada suatu hari. Secara premis film ini memang sangat sederhana, akan tetapi lapisan cerita dan cara penyampaiannya terbilang sangat unik dan belum pernah ada sebelumnya.

Setting film ini mengambil masa ketika Internet mulai menyusupi kehidupan manusia, ketika kita mulai sibuk dengna dunia maya seperti sosial media, Youtube, video streaming, berita online, web percakapan, yang semuanya itu bertujuan untuk membuat orang-orang bisa terhubung walau berada dalam jarak yang sangat jauh sekali pun.

Pertanyaan mendasar yang muncul setelah menonton film ini adalah; apakah kita sudah terhubung dengan cara yang benar atau sebenarnya internet menjadi tempat sampah yang isinya tidak lain hanyalah sebuah tipuan dan kebohongan.

Baca Juga: Kontroversi Logan Paul: Sebuah Kebablasan Berekspresi Di Era Internet dan Media Sosial

Menelusuri sesuatu lewat rekam jejak di internet. Sumber: Steemit

Menelusuri sesuatu lewat rekam jejak di internet. Sumber: Steemit

Pencarian David Kim pada anaknya berlangsung lewat internet, komputer dan telepon genggam. Saya suka ketika emosi penonton bisa dibangun hanya dengan sebuah pesan teks singkat, atau potongan video yang ada di komputer. Saya tak pernah membayangkan bahwa dengan cara-cara seperti itu, film ini berhasil memberikan luapan emosi, kemarahan, kekesalan, sindiran, dan bahkan ketegangan yang tidak kalah dari sebuah adegan adu tembak atau lompat dari sebuah gedung tinggi.

Ketidakpastian kapan emosi-emosi itu akan muncul juga menjadi sensasi yang sangat positif dalam film ini. Kita kadang dibuat tertawa dengan sebuah lelucon, atau merasa bersalah atas hal kecil semacam meme di internet, atau merasa jijik dengan orang-orang yang memanfaatkan kemalangan orang lain untuk mencari ketenaran. Padahal nyatanya apa yang diperlihatkan di sini, itu semua adalah kita. Mau sadar atau tidak, kita sering kali melakukan hal semacam itu di internet tanpa sedikit pun punya perasaan bersalah.

Salah satu adegan yang mengharukan dalam Searching. Sumber: Collider

Salah satu adegan yang mengharukan dalam Searching. Sumber: Collider

Selain gaya penyampaian film ini sangat lah unik, skenarionya juga terbilang sangat kuat. Skenario Searching ditulis oleh Aneesh Chaganty dan Sev Ohanian. Kolaborasi dua orang ini tentu akan menjadi sesuatu yang menarik untuk ditunggu jika suatu hari nanti mereka kembali menggarap sebuah film.

Beberapa lapis plot twish benar-benar berhasil mengecoh dan tidak mengecewakan. Awalnya saya kira film akan berakhir dengan sebuah pertanyaan besar yang menggantung, akan tetapi ternyata semuanya dibuat begitu berkesan dan bahkan menyentuh hingga dibagian akhir film.

Ketika sebuah video mengungkap fakta. Sumber: Variety

Ketika sebuah video mengungkap fakta. Sumber: Variety

Film ini mengajak penonton untuk menjadi David Kim, menelusuri setiap kejadian lewat bermacam barang bukti yang bisa menimbulkan banyak asumsi bercabang. Dan pengalaman seperti ini sungguh menyenangkan sebab penonton diajak terlibat dalam mencari solusi, menciptakan cerita sendiri yang akhirnya harus patah oleh fakta dari semua jawaban sebenarnya.

Searching secara tidak langsung memperlihatkan kepada kita bagaimana sebuah informasi yang kita miliki bisa direntas oleh orang-orang dengan cara yang mudah. Ini seakan menekankan bahwa pencurian informasi dan data diri kita ternyata benar adanya. Media sosial yang terus mengiming-imingi kita dengan kata-kata ‘private akun’ atau keamanan informasi, seperti sebuah jebakan yang membuat kita percaya. Pada nyatanya kita semua direntas secara masal. Jadi jangan heran jika kasus penipuan via internet semakin banyak saat ini, oleh sebab itu ada baiknya kita lebih hati-hati.

Aneesh Chaganty, John Cho, dan Sev Ohanian. Sumber: Screen Life Contest

Aneesh Chaganty, John Cho, dan Sev Ohanian. Sumber: Screen Life Contest

Searching tidak hanya bercerita tentang bahaya internet, tapi juga manfaat dari internet itu sendiri. Pesan-pesan moral yang bagus dan sangat pas untuk generasi saat ini membuat film ini jadi bisa diterima oleh semua orang disetiap kalangan. Selain itu kisah kedekatan orang tua dan anak juga sangat menarik, Apakah orang tua benar-benar telah mengenal anak mereka, atau sebaliknya. Apakah para orang tua sudah meluangkan waktu untuk berbagi cerita kepada anak sebab di zaman internet seperti ini seseorang tidak perlu keluar rumah untuk melakukan sesuatu yang berbau kriminalitas.

Walau bulan ini masih belum berakhir, akan tetapi saya merasa Searching merupakan film terbaik yang hadir di bulan ini. Informatif, edukatif, menegangkan, mengharukan, dan dekat dengan kehidupan kita saat ini. Jadi perlukah ke bioskop untuk menonton film ini, saya bisa bilang sangat perlu!

Banner Komik Drama

About Author

Loganue Saputra Jr.

Loganue Saputra Jr.

Alfian Noor atau yang memiliki nama pena Loganue Saputra Jr. penulis novel Bersamamu dalam Batas Waktu (2014), selain suka menulis fiksi, ia juga memiliki hobi bermain video game, melukis, serta menonton film. Saat ini tinggal di Samarinda Kalimantan Timur dan aktif di Instagram @alpiannoor

Comments

Most
Popular

Sumber: irishfilmcritic.com

The Ritual, Atmosfer Luar Biasa untuk Cerita Usang yang Klasik

“The Ritual” merupakan contoh film horror yang punya skenario klasik dengan menampilkan atmosfer mencekam yang terja.. more

Sumber gambar: youtube.com

Menguasai Bahasa Inggris Juga Harus Disertai Kemampuan Intonasi Agar Aman Saat Berkomunikasi

Sekarang era rekaman. Jejak digital. Apapun tidak akan lepas dari cengkeraman internet... more

Chuunibyou demo Koi ga Shitai! Take on Me Tayang di Indonesia Tanggal 23 Mei!

Di Chuunibyou demo Koi ga Shitai! Take on Me, Rikka pindah ke Italia! Karena Yuuta tak mau berpisah, teman-temannya men.. more

(Vandaria Saga – Redfang)

Resensi Novel Redfang: Kakak Bunuh Adik, Dikubur, Eh Si Adik Malah Muncul Lagi

Kolaborasi CIAYO Comics dan Vandaria Saga membuahkan komik baru yang nantinya akan meramaikan hikayat Vandaria, lho. Kab.. more

00-d-rediscover-yourself

Rediscover: Yourself

CIAYO Comics Challenge Vol. 3 semakin dekat. JBelum punya konsep untuk komikmu? Maka video Rediscover: Yourself ini bisa.. more