Review Game Night in the Woods: Diri Kita dalam Hidup Seekor Kucing

5 months ago
Sumber: www.engadget.com

“Muda, pemberontak, penasaran, suka mengkritik, suka menghakimi, penuh percaya diri, suka berharap, sering putus asa, namun selalu berusaha bangkit untuk menjadikan diri lebih baik. Itulah kita, generasi yang selalu penuh kegelisahan”

Demikianlah hal-hal yang ingin diceritakan oleh “Night in the Woods”. Game adventure imut dan lucu ini justru memiliki background cerita yang dewasa serta gelap. Mungkin jika dalam film, game ini masuk dalam kategori black comedy.

“Night in the Woods” dikembangkan oleh Infinite Fall. Oke, pasti kalian semua baru mendengar nama pengembang game yang satu ini, penulis pun demikian. Infinite Fall ternyata terbentuk karena adanya game “Night in the Woods” yang dipunggawai oleh Alec Holowka, salah satu perancang game ini sendiri. Bisa dibilang ini seperti projek Indie yang idealis, serius, serta unik.

Lalu apakah “Night in the Woods” berhasil memberikan sesuatu yang baru dan patut untuk dimainkan? Simak dulu yang satu ini.

Cerita adalah Pondasi Besar Bagi Game Ini

Sumber: www.usgamer.net

Sumber: www.usgamer.net

Night in the Woods” bercerita tentang seekor (gadis) kucing bernama Mae, yang baru saja keluar dari perguruan tinggi dan kembali pulang ke kampung halamannya. Melihat konsep cerita seperti ini, kita pasti merasa cerita dalam game ini agak mirip dengan apa yang kita alami, atau teman kita alami, atau orang lain yang ada di sekitar kita alami. Walau nyatanya ini tentang seekor kucing.

Cerita “Night in the Woods” berfokus pada rutinitas Mae sehari-hari di Possum Springs, mulai dari bangun tidur, mengobrol dengan ibunya layaknya seorang anak dengan orang tua, dan setelah itu mulailah menjelajah kota yang isinya bermacam jenis binatang namun dengan kepribadian manusia.

Sumber: cliqist.com

Sumber: cliqist.com

Mae adalah gudang masalah, namun dirinya sendiri merasa itu bukanlah masalah besar. Kita bisa menemui beberapa kisah hidup Mae di masa lalu yang kadang memalukan namun dengan rasa bangga diceritakannya. Seakan itu bukan hal buruk, malah membanggakan. Yah, kita bisa menemukan hal semacam ini di kehidupan nyata bukan? Di mana ada seseorang yang membanggakan perbuatan salah yang ia lakukan, mungkin ia merasa itu keren, jadi tak masalah itu salah. Namun lewat cerita-cerita semacam itu kita akan jadi berpikir bahwa itu benar-benar menyedihakn, kucing yang menyedihkan, yah, diri kita yang ternyata sama menyedihkannya.

Gameplay Sederhana, tapi Mempengaruhi Perasaan

Sumber: www.pcworld.com

Sumber: www.pcworld.com

Secara garis besar gameplay “Night in the Woods” sangatlah sederhana. Gameplay semacam ini sering kita jumpai pada kebanyakan game adventure serta visual novel pada umumnya. Kontrol karakter juga didesain dengan cermat sehingga sangat nyaman ketika di mainkan menggunakan kontroler (kebetulan penulis memainkan versi PS4).

Kita bisa melakukan banyak aktivitas seperti menyapa orang-orang di kota agar menjadi lebih bersahabat, memukul seorang teman, memanjat tiang listrik dan genteng rumah, serta masih banyak lagi. Semakin kita jauh menjelajah, semakin banyak pula hal yang akan ditemukan dan bisa dilakukan.

Karena game ini menitikberatkan cerita sebagai suguhan utamanya, jelas pembagian dialog dan pilihan dialog ala visual novel akan hadir dengan sangat bagus. Setiap kali membuka percakapan, dialog yang terbentuk muncul lewat balon percakapan seperti dalam komik. Pemilihan dialog juga tampil sederhana, namun dengan isi yang kadang membuat kita terkejut.

Sumber: www.usgamer.net

Sumber: www.usgamer.net

Pilihan dialog yang beragam juga mempengaruhi alur cerita, bahkan kita juga bisa menyusun beberapa bagian backstory seperti jika ada dialog tentang mengingat hal-hal yang sudah lalu. Setiap dialog juga memiliki muatan emosi yang bisa mempengaruhi pilihan yang akan kita ambil. Terkadang pilihan yang bijak akan membuat kita menyesal di kemudian hari karena ternyata berdampak buruk pada beberapa kejadian di masa mendatang.

Grafis Minimalis yang Indah dan Lucu

Sumber: www.theyoungfolks.com

Sumber: www.theyoungfolks.com

Night in the Woods” mengusung grafis 2D bergaya vektor dan monokrom. Pemilihan warna yang sederhana dengan pemaduan yang tepat memberikan kesan yang sangat bagus. Kita disuguhkan tampilan kota yang sibuk tapi juga indah. Lalu ada beberapa tempat yang sengaja dibuat agak gelap sehingga para karakter hanya terlihat dalam bentuk siluet hitam.

Kesan lucu dan kekanak-kanakan sangat kentara, sehingga kisah yang berat terasa cukup ringan untuk dicerna. Beberapa bagian dibuat dramatis, beberapa lagi tampil sangat klasik. Apalagi ketika bertualang di malam hari, saat lampu-lampu dari beberapa toko dan nama toko mencipta bias terang yang khas. Bahkan detail-detail kecil juga sangat diperhatikan, seperti laron yang terbang mengerubuni lampu, daun yang jatuh, burung yang terbang dan hinggap di kabel listrik, atau bahkan asap yang keluar dari selokan karena ada kebocoran pipa.

Kebebasan yang menyenangkan sangat sesuai dengan reputasi Mae yang nakal dan penuh kegelisahan.

~

Night in the Woods” menyadarkan kita bahwa masalah klasik yang banyak dihadapi oleh remaja saat ini adalah ketakutan dan kecemasan mereka untuk menjadi dewasa. Berbagai problema  hidup yang dihadapi oleh orang dewasa seperti kesulitan ekonomi, perceraian, tekanan pekerjaan, di kemas dalam dialog yang sangat bagus.

Pemilihan dialog yang kita lakukan, terkadang menyadarkan kita bahwa pilihan terbaik yang kita berikan untuk Mae ternyata tidak sebaik yang kita kira. Kita terus berusaha untuk menjadi bijak, walau pada akhirnya kita semua sadar bahwa bijak saja tidak cukup untuk menjadi baik.

Sejarah demi sejarah hidup Mae kita susun dengan banyak konsekuensi, sehingga terkadang pada saat hal buruk terjadi kita akan merasa bersalah lalu menyesal telah melakukannya, terdengar seperti kehidupan nyata yang kita jalani bukan!

Ini adalah jenis game yang akan kita mainkan berulang kali untuk mendapatkan cerita terbaik, walau kata terbaik itu belum tentu tidak memiliki hal buruk di dalamnya. Para pengembangnya sangat sadar bahwa kita hidup tak bisa seperti malaikat, kita adalah manusia yang kebetulan saja dalam game ini digambarkan dalam bentuk karakter kucing.

Night in the Woods” rilis 10 Januari 2018, tersedia di PS4, PC, Switch, Linux, dan Mac. Penulis rasa tidak ada alasan yang buruk bagi kita semua untuk tidak mencoba game yang satu ini, mengingat pelajaran hidup yang kita dapatkan setelah memainkannya sangatlah besar. Penasaran? Selamat menyelami diri sendiri dari seekor kucing imut yang nakal!

About Author

Loganue Saputra Jr.

Loganue Saputra Jr.

Alfian Noor atau yang memiliki nama pena Loganue Saputra Jr. penulis novel Bersamamu dalam Batas Waktu (2014), selain suka menulis fiksi, ia juga memiliki hobi bermain video game, melukis, serta menonton film. Saat ini tinggal di Samarinda Kalimantan Timur dan aktif di Instagram @alpiannoor

Comments

Most
Popular

Sumber: inverse.com

Film Terbaru Will Smith yang Berjudul ‘Bright’ Akhirnya Rilis di Netflix!

Film bergenre fantasy-action terbaru keluaran Netflix berjudul “Bright” mendapat kritik kurang bagus oleh penonton. .. more

(CIAYO Pictures)

Volt dan Setan Jalanan Menyerbu CIAYO Comics

Bro sis udah pernah denger Volt sama Setan Jalanan belom? Kalo yang ngikutin karya-karya dari Skylar Comics atau Frank K.. more

sumber: www.cetusnews.com

Akhirnya, Game Terbaru One Piece Resmi Diumumkan!

Bandai Namco mengumumkan kembalinya Luffy dan kru Topi Jerami di Twitter, menyusul konfimasi bahwa game terbaru mereka a.. more

Sumber: www.sonypictures.com

Film Slender Man Siap Menculik Para Penonton Di Tahun Ini!

Karakter horror video game yang satu ini sangatlah populer. Awal kemunculannya bermula pada tahun 2009 di forum somethin.. more

Teriakan Berdarah – File 002 Flashback

Aku adalah wanita bernama Nadine yang hidup kesepian. Kesekian kalinya aku bermimpi tentang masa laluku... more